
"Ayo makan Ngga ,kenapa hanya diam "
"Aku sebenarnya tidak begitu lapar".jawab Rangga singkat dengan terus memandang ke arah Shanum .
Bagaimana Rangga dapat merasakan lapar jika di hadapannya pemandangan indah yang tak ingin dia lewatkan sedetikpun ,wajah cantik yang selalu bermain di otaknya
"Ngga ,aku nggak bisa lama di sini ,aku ijin pergi ke papah hanya sebentar "kata Shanum dengan tatapan menyesal dan mengelap bibirnya dengan tisu .
"Topinya di pake yah "pinta Shanum dengan suara sedikit keras karena langkahnya yang telah menjauh ,Rangga pun mengangguk pasti .
"Hati-hati di jalan Sha "ucap Rangga sambil melambaikan tangannya ke arah Shanum yang mulai melajukan motorsportnya .
Tiba di apartemen Shanum mengganti bajunya setelah membersihkan diri ,sebenarnya hatinya masih ingin berbincang dengan Rangga ,entah kenapa saat bersama dengan pemuda itu hatinya merasa nyaman dan tenang ,sejak pertemuan pertama kalinya di malam penyekapan membuat Shanum merasa terlindungi saat berada dekat dengannya .
Shanum segera menarik dirinya dari hadapan Rangga karena pandangannya tak sengaja melihat sosok yang selalu memperhatikannya secara diam-diam .
Merasa gerak geriknya selalu di awasi oleh seorang yang tak ia kenal membuat Shanum harus waspada,bukannya tidak mungkin jika orang-orang yang dulu menculik dan menyekapnya sampai kini masih menginginkan dirinya dengan menyebar orang-orang suruhan untuk kembali menangkapnya .
Dengan kelihaiannya mengendarai motorsport miliknya akhirnya Shanum berhasil mengecoh mereka dan pulang dengan selamat ,meski kini waktunya terbuang percuma hanya untuk berputar-putar di gang sempit demi lepas dari kejaran orang-orang tersebut
__ADS_1
"Hyuuufffffh "Shanum menghirup nafas dan mengembuskannya dengan cepat.
Apartemen yang terletak di pinggiran kota xx sengaja Shanum ambil karena tempat ini masih terlihat banyak pepohonan yang menyejukan mata juga lalu lintas yang tidak begitu ramai seperti di pusat kota .
Sebenarnya Hardy kurang setuju saat Shanum berencana membeli apartemen itu karena selain letak yang jauh dari ibukota tentu membuat Hardy merasa tidak tenang jika Shanum tinggal di apartemen jauh darinya .
Dengan berbagai alasan akhirnya Shanum berhasil membuat lelaki paruh baya itu percaya merelakan anak gadisnya tinggal di sebuah apartemen yang jauh dari rumahnya ,namun Hardy tentu menyiapkan orang andalannya untuk selalu tetap menjaga keamanan putri satu-satunya itu.
Shanum membersihkan badannya yang terasa lengket karena aktifitas yang padat hari ini .
Diambilnya sebuah apel merah dari dalam kulkas lalu memakannya .
"Rangga "gumam Shanum melihat nama Rangga muncul karena sudah tersimpan di kontaknya .
"Ya ...."
"Sha ,kamu sedang apa Sha ,kamu tidak kenapa-napa kan ?"tanya Rangga terdengar dengan gugup ,rupannya Rangga menyadari ada yang tidak beres dengan kepergian Shanum yang tiba-tiba saat sedang makan di restoran sore tadi dan beberapa panggilan Rangga terlewatkan karena Shanum sedang berusaha mengecoh para pengejarnya .
"Aku baik-baik saja Ngga ,dan sekarang aku sudah aman "jawab Shanum dengan senyum bahagia karena merasa di perhatikan oleh Rangga.
__ADS_1
"Tapi kenapa panggilanku tadi tak kau angkat Sha ?"
"Ehmm tadi aku sedang mengendarai motor dan ponsel ku mode silent ,jadi aku tidak mendengar panggilanmu ,maaf "ucap Shanum dengan nada menyesal .
"Syukurlah kalau kau dalam keadaan aman dan tak terluka "ucap Rangga sambil menghela nafas dalam,hatinya merasa sangat lega saat mendengar suara di ujung telpon sedang baik-baik saja.
flash back on //
Rangga menatap kepergian Shanum lalu melambai ke arah pelayan resto,untuk membayar bill.
"Maaf mas ,tagihan sudah di bayar oleh nona tadi "ucap sang pelayan dengan ramah .
"Sama gadis yang berjaket kulit yang tadi bersama saya mba ?"tanya Rangga lagi .
"Iya mas ,yang naik motor hitam kan, yang melajukan motornya dengan cepat lalu di susul dua orang pria yang mengikutinya "
Rangga terkejut bukan main .
"Mengikutinya,apa maksudnya mba ?".
__ADS_1