Sepasang Pedang Gerhana

Sepasang Pedang Gerhana
Chapter : 118 – Penguntit


__ADS_3

Tubuh Sung Han menjadi kaku saking terkejutnya. Teringat akan kejadian di masa lalu, kemudian dia kaitkan dengan kejadian masa kini. Di mana menurut informasi yang dia dapat, seharusnya pasukan ini datang ke kota Sutra Putih untuk menjemput pasukan tuan putri Chang Song Zhu.


Tapi orang yang sedang duduk di kursi itu benar-benar menarik perhatiannya.


Dia memakai pakaian jenderal pada umumnya, tapi pakaian itu tidak terlindung banyak zirah besi seperti kebanyakan jenderal. Orang ini rambutnya panjang, ada sebatang pedang yang diselempangkan di pinggang.


Yang menarik perhatian Sung Han adalah, topeng di wajahnya itulah. Sebuah topeng perak dengan hiasan bintik merah pada dahinya.


Jelas orang ini adalah orang yang sama dengan orang yang dilawannya saat di Perguruan Awan waktu itu. Ketika dia menyusup ke dalam dan membikin onar bersama Kay Su Tek.


"Kenapa dia di sini? Bukankah dia bawahan pangeran Song Ci?"


Sung Han mulai menerka-nerka. Kata orang, putri itu sampai di utara ini hanya dengan pengawal wanitanya. Entah apa yang terjadi sampai pasukan pengiring dari selatan dapat terbantai.


Hal yang jadi masalah adalah, mengapa bawahan Song Ci menjadi kepala dari pasukan penjemput putri ini? Mengapa bisa begitu?


Pikiran Sung Han ini menemui jalan buntu sampai seorang lagi datang ke ruang itu. Kembali Sung Han hampir berseru kaget.


Orang ini memakai pakaian yang sama dengan si topeng bintik merah, bahkan memakai topeng yang sama persis pula. Bedanya hiasan bintik di dahinya itu berwarna hitam.


"Ini tidak mungkin, pasti ada sesuatu. Dua orang itu setahuku saling bermusuhan, setidaknya begitulah apa kata orang. Mengapa sekarang dua pengawal ini menjadi pimpinan rombongan penjemput tuan putri?" wajah Sung Han sulit dijelaskan. Matanya terus terbelalak.


Memang Sung Han tidak mengetahuinya, dan wajar untuk tidak tahu. Karena saat perintah penjemputan putri itu turun, dengan lidahnya yang licin pangeran Chang Song Ci membujuk kaisar untuk membantu mengirimkan pasukannya.


Usul ini ditentang oleh putra mahkota. Dia memberi alasan yang logis. Chang Song Jue berkata jika hanya dengan pasukan pangeran itu saja, maka keadaan kota Daun sebagai kota kekuasaan pangeran itu, akan menjadi kosong dan berbahaya. Jika demikian, pasukan pemberontak memiliki kesempatan untuk mengambil alih kota Daun.


Alasan ini bisa diterima kaisar, tapi Chang Song Ci tetap bersikeras. Akhirnya, kaisar itu mengijinkan kepada Song Ci untuk mengirim seratus pasukan pilihannya sebagai pengantar. Sisanya adalah pasukan kaisar sendiri.


Tentu saja ini menggirangkan hati pangeran itu dan dia cepat bertindak. Bahkan dia juga menggunakan jasa seorang tokoh kosen yang sering dijuluki sebagai Naga Bertanduk. Seorang datuk masa lampau yang sudah lama menyembunyikan diri.


Maka demikianlah, saat ini putri bersama jenderal kaisar pemimpin rombongan penjemput, juga pengawal wanita itu telah hilang entah ke mana. Dan para pasukan sibuk mencari-cari.


Kembali ke tempat Sung Han. Kali ini pemuda itu mendengar dengan sungguh-sungguh akan percakapan dua orang di bawahnya itu.

__ADS_1


"Langkah selanjutnya?" tanya topeng bintik hitam setengah berbisik. Dia tidak mau ucapannya ini didengar dari luar.


Si topeng bintik merah itu masih duduk tenang-tenang saja, ia lantas menoleh ke luar jendela. "Nanti malam berangkatkan menuju markas, lalu menunggu kedatangan ketua."


Bintik hitam itu nampak sedikit meragu, terlihat dari gerakan kepalanya yang gelisah. Topeng bintik merah menyadari hal ini dan bertanyalah ia, "Kenapa? Bukankah memang sudah direncanakan demikian?"


"Aku tahu." jawab bintik hitam, "Tapi pengawal wanita itu sangat mengerikan. Kalau saja tidak ada Naga Bertanduk, pastilah kita yang kalah. Wanita itu pendekar sejati."


"Bukankah Naga Bertanduk juga pendekar sejati. Bahkan pengalamannya jauh lebih banyak mengingat umur orang itu sudah hampir tujuh puluh tahun."


"Tapi dia terluka!!"


"Aku tahu."


Si bintik merah itu nampak tak acuh, membuat bintik hitam heran sekali.


"Aku tahu itu, memang pengawal wanita dari putri tak bisa diremehkan. Untuk jenderalnya?"


"Sudah mampus!"


"Aku hanya khawatir jika Pendekar Tongkat Besi dan pasukan Naga Hitam, serta Rajawali Putih akan turun tangan. Kau tahu maksudku kan? Akhir-akhir ini mereka itulah yang paling gencar melawan pasukan pemberontak."


Kali ini topemg bintik merah hanya diam. Agaknya dia sedang berpikir, jari-jemarinya diketuk-ketukkan pada ujung meja dengan sebelah tangannya menopang pipi kiri.


"Berapa jumlah orang yang akan mengantarnya nanti?" tanya si topeng merah kemudian.


"Lima puluh."


"Tambah lima puluh lagi. Lalu pergi melalui jalur sungai Ekor Ular, lewat jalur rahasia. Sebelum sampai sana, harap kau hati-hati."


"Sedikit memutar?"


"Ya, tak masalah memakan waktu sedikit lebih lama. Yang pasti jangan sampai bertemu dengan mereka. Akan sangat berbahaya.

__ADS_1


Topeng bintik hitam itu mengangguk dan berjalan keluar. Sung Han sudah cepat mengikuti ke mana perginya pria itu. Karena dia yakin topeng bintik hitam inilah yang akan menjadi pimpinan rombongan pengantar itu. Yang kemungkinan pengantar tuan putri.


Sampai sini, jelas terlihat bahwasannya putri itu telah diculik orang. Bersama pengawal dan jenderalnya. Dan dalang di balik semua itu pastilah pangeran Song Ci yang menyuruh dua sosok topeng ini.


Seperginya Sung Han, pria bintik merah itu membuka topengnya. Ia menghela napas beberapa kali lalu memandang ke atas. Pandangannya sulit diartikan, keningnya berkerut dalam dan tangannya terkepal. Tubuhnya sedikit gemetar, terlihat jelas.


...****************...


"Ayo berangkat!" kata topeng bintik hitam itu memimpin seratus pasukan berkuda itu. Mereka segera pergi meninggalkan kawasan kota Sutra Putih menuju timur sana. Mereka tidak menggunakan seragam kemiliteran, hanya berpakaian layaknya seorang pengembara biasa.


Di bagian tengah itu ada kereta kuda yang besar. Di dalamnya terdapat dua orang wanita yang sama-sama cantik sedang dibelenggu dengan rantai kuat.


Di belakang kereta itu, berdiri sosok kakek tinggi besar yang wajahnya menyeramkan sekali. Dengan jenggot dan kumis sepanjang dada. Rambutnya panjang riap-riapan.


Tapi jika diperhatikan, mata kanan orang ini telah berlubang, tak ada isinya. Karena itulah dia menutupi dengan sehelai kain. Dia inilah Naga Bertanduk yang matanya telah dihilangkan oleh pengawal putri.


Kakek ini terus memandang ke arah salah satu wanita yang sedang rebah miring penuh luka itu dengan penuh kebencian, "Awas saja....setelah dia menikmatimu, aku yang akan turun tangan memberimu siksaan yang lebih hebat dari kematian!!" gumamnya.


Dua orang ini tak lain adalah Sung Hwa dan putri Chang Song Zhu. Keduanya rebah lemas dalam keadaan pingsan.


Sedikit cerita mengenai Sung Hwa, seperti yang sudah dijelaskan, seorang dokter hebat manusia gunung bernama Chunglai mengira Sung Hwa ini adalah nona suku mereka yang hilang. Maka dia membawa Sung Hwa ke kerajaan manusia gunung dan melatih gadis ini.


Namun terjadi perang hebat di antara kerajaan itu yang disebabkan karena perseteruan Chunglai dan raja Torgan, raja manusia gunung saat ini. Semua itu adalah karena hilangnya nona mereka yang asli. Dalam perang itu, Sung Hwa kehilangan dua sosok paling berharganya, Mi Cang dan Yu Nan Sia.


Setelah perang usai, Sung Hwa bertemu dengan Kay Su Tek yang ternyata telah menjadi murid dari nona manusia gunung itu sendiri, nona Songli namanya.


Melihat gurunya mati, pris itu akhirnya pergi bersama Sung Hwa untuk keluar dari wilayah Pegunungan Tembok Surga. Tapi di tengah perjalanan mereka bertemu dengan putri Chang Song Zhu yang telah kehilangan pasukannya karena terkena imbas akibat perang saudara kerajaan manusia gunung itu.


Akhirnya, dua pemuda pemudi ini mengantarkan putri Chang Song Zhu yang saat itu merubah nama aslinya. Namun setibanya di desa, Kay Su Tek tiba-tiba pergi setelah melihat rombongan penjemput putri.


Saat itulah, putri ini mempekenalkan nama aslinya dan meminta Sung Hwa menjadi pengawal pribadinya. Sung Hwa tak menolak karena selain tak punya tujuan, dia berpikir jika bergabung dengan putri itu akan memiliki kesempatan mencari Sung Han di masa depan dengan bantuan para pasukan.


Pasukan itu berangkat pada malam hari, bergerak cepat hanya dengan bantuan cahaya obor saja. Tidak tahu jika di belakang sana ada seorang penguntit yang gerakannya demikian gesit.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG


__ADS_2