
Mereka pergi ke bangunan belakang dari tempat ini, ternyata bangunan itu demikian luasnya. Setibanya di belakang sana, terdapat bilik-bilik kamar entah milik siapa, yang jelas Sung Han yakin jika putri bersama pengawalnya itu telah ditawan di tempat ini.
Setelah berjalan melalui lorong panjang yang berisi kamar-kamar di sepanjang jalan, tibalah mereka di bagian ujung lorong. Di sana terdapat dua kamar yang agaknya paling luas, ketika Sung Han menengok, kiranya dua kamar itu telah diisi dua wanita. Seorang disetiap kamar. Betapa terkejut ia saat mengetahui seorang gadis cantik di salah satu kamar, yang saat itu duduk menundukkan muka di sudut ruangan. Kedua tangan dan kakinya dipakaikan gelang berupa batu pengekang tenaga dalam itu.
"Eh...gadis pemberi roti!!" teriak Sung Han dalam hatinya ketika mengenal wajah yang tertutup rambut itu. Sung Han menahan hatinya untuk bertindak, ingin dia membebaskan gadis itu tapi melihat situasi, itu hanya bunuh diri.
Walaupun gadis ini pernah menyerangnya secara membabi buta dahulu itu, namun mengingat akan jasanya memberi roti, Sung Han tak bisa membencinya. Dia tak kenal siapa gadis itu, karena hal inilah tak ada kebencian dalam hatinya. Jika dia tahu orang ini adalah putri Hati Iblis, agaknya dia tak akan sekhawatir itu.
Kamar di sebelah diisi oleh wanita cantik tiga puluhan tahun. Pakaiannya sederhana walaupun nampak bersih. Walaupun begitu, rambutnya nampak riap-riapan.
Ketika topeng emas yang sudah membuka topengnya itu menyuruh anak buahnya membuka pintu, perempuan ini sontak mengangkat kepalanya dan dia terkejut. Sedetik kemudian, senyum mengejek tercipta di bibirnya yang cantik itu.
"Kiranya kakakku sendiri telah menjadi penjahat busuk. Kau kah ketua Serigala Tengah Malam yang katanya ditakuti di utara ini?"
Chang Song Ci, dialah orangnya yang selama ini selalu menyembunyikan muka di balik topeng emas berhias zamrud itu. Pria tampan berkumis tipis ini balas senyum mengejek ketika menjawab, "Itu bukan sesuatu yang penting untuk sekarang."
Saat itulah Sung Han terkejut sekali, jika saja dia tidak menyamar menggunakan topeng, orang lain pasti sudah melihat wajahnya yang pucat pias seperti mayat.
"Jika dia kakaknya, berarti adiknya adalah seorang putri. Inikah putri Chang Song Zhu?" batin Sung Han bertanya-tanya.
Memang dialah putri Chang Song Zhu yang telah tertawan oleh Serigala Tengah Malam. Waktu itu dia tertawan ketika hampir sampai menuju kota Sutra Putih. Pada malam harinya, tiba-tiba perkemahannya diserang sepasukan orang yang bukan lain adalah Serigala Tengah Malam. Yang jadi pimpinan saat itu adalah Naga Bertanduk. Kakek tinggi besar menyeramkan itu.
Ketika malam itu terjadi pertempuran, ada sedikit keanehan yang disadari oleh putri ini, namun tidak dengan orang lain. Jelas sekali pasukan Serigala Tengah Malam saat itu berjumlah lebih sedikit, namun pada malam hari itu pasukan penjemputnya lah yang terdesak.
Putri itu memiliki berbagai macam kesimpulan, namun melihat kakaknya sendiri yang menjadi ketua Serigala Tengah Malam, ada satu kesimpulan yang paling kuat dugaannya dan sepertinya benar. Berkatalah ia.
"Kau yang menyelundupkan pasukanmu di dalam pasukan penjemputku kan?"
__ADS_1
Pangeran itu terkekeh renyah, sama sekali tidak terkejut dengan perkataan itu, "Kalau iya kenapa?"
"Ck, apa yang kau inginkan? Pengakuan pemberontakan seperti keinginan anak buahmu itu? Tak sudi!!"
Pangeran Chang Song Ci mengangguk-angguk, diambilnya kertas dan pena beserta tinta dari tangan anak buahnya dan meletakkan tiga benda itu ke hadapan putri Chang Song Zhu.
"Aku tahu kau akan berkata demikian." ucap pangeran itu tenang, "Ini kesempatan terakhirmu. Buat surat pengakuan ini dan kau akan bebas."
"Kau tidak berbohong!" kata putri itu, "Tapi setelahnya aku akan jadi buronan kekaisaran dan saat itu engkaulah yang membunuhku untuk membuat jasa." lanjutnya tegas.
"Pintar sekali, memang demikianlah. Tapi setidaknya kau bisa kubiarkan hidup setelah ini."
Tanpa ragu, putri itu meludahi wajah serta kertas kosong di hadapannya. "Tindakanku sudah cukup untuk menjawab permintaanmu!!"
Wajah pangeran itu sedikit berubah, ada raut kemarahan di sana. Namun ia tahan-tahan dengan senyum paksanya. "Baiklah kalau begitu, kau akan mati mengenaskan di sini. Mulai besok, tak ada jatah makan untukmu!" pangeran itu bangkit berdiri, namun tetap membiarkan kertas bersama kuas itu pada tempatnya. Dia berkata kemudian, "Semua pembantu lihaimu berada di selatan. Itulah kebodohanmu karena terlalu fokus dengan kekaisaran lawan. Sekarang kutinggalkan kertas itu di sini, jika kau berubah pikiran, tulis surat pengakuan dan berikan pada penjaga."
"Apa yang kau lakukan!!?" bentak Chang Song Zhu yang tidak tahu pil apa itu. Namun rasanya sedikit aneh.
Pangeran itu hanya tersenyum dan pergi meninggalkan adiknya. Tepat ketika pintu tertutup, terdengar suara teriakan-teriakan berisik di luar ruangan. Lebih tepatnya dari arah belakang bangunan ini.
"Apa itu? Cepat periksa!" kata pangeran yang sudah memakai topengnya kembali.
Salah seorang anak buahnya cepat bergerak. Tapi baru saja bergerak beberapa langkah, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras dari arah kamar sebelah yang diisi oleh pengawal wanita putri. Sedetik kemudian, terdengar teriakan wanita selama beberapa saat sebelum suara itu kian menjauh.
Sorak sorai pasukan Serigala Tengah Malam di belakang bangunan yang sibuk mengejar itu terdengar berisik sekali. Apalagi ditambah dengan kegegeran di dalam bangunan berupa orang-orang pangeran yang terkejut melihat tembok kamar pengawal putri telah jebol besar.
Cepat-cepat topeng emas mendobrak pintu dan hancurlah benda itu. Dengan marah dia membentak, "Bangsat, siapa dia!?" tanyanya kepada seorang anak buahnya yang berada di luar.
__ADS_1
"Tidak diketahui tuan, hanya saja dia memakai jubah putih dan berlengan satu." jawab orang itu takut-takut.
Giranglah Sung Han yang mendengar laporan itu. Berjubah putih, berlengan satu, siapa lagi kalau bukan sahabatnya sendiri, Kay Su Tek.
Melihat kegemparan yang belum juga reda itu, Sung Han beraksi. Ia menyelinap dan masuk ke dalam kamar putri setelah membuka pintunya yang tadi belum sempat dikunci. Cepat dia menotok pingsan putri itu yang sedang kebingungan lalu memondongnya.
Suara ledakan kedua terdengar. Cepat Sung Han mengerahkan tenaganya yang tanpa sadar adalah hawa sakti bumi, ia jebol tembok kamar putri itu dan pergi melarikan diri.
"Wah, putri! Dibawa kabur orang!!" teriak salah seorang yang menarik perhatian semuanya.
"Sial!!" kali ini topeng emas sendiri yang melompat dan melakukan pengejaran. Namun ketika sudah dekat sekitar beberapa tombak di belakang penculik putri itu, tiba-tiba dia jatuh tanpa disadari. Kiranya penculik itu demikian lihai, hanya sekali kibasan tangan saja sudah mampu merobohkannya.
Yang membuat mereka terkejut adalah, sosok penculik itu mengenakan seragam mereka sendiri. Tahulah jika ada orang luar yang sejak tadi memata-matai dengan menyamar sebagai anggota Serigala Tengah Malam.
"Jangan-jangan pemilik pedang gerhana itu, bukankah saat itu dia juga menyamar?" kata Bo Tsunji begitu melihat si penculik.
"Kau bilang dia lolos!!" bentak pangeran itu marah. Bo Tsunji tak dapat menjawab sebab dia juga heran dengan kejadian itu.
Beberapa saat kemudian, Bo Tsunji berkata, "Aku ada rencana, Yu Fei ikut aku cepat!!" setelahnya dia melesat ke arah barat, ke kota raja.
Setelah tiba jauh dari kawasan markas Serigala Tengah Malam, Sung Han membuang topengnya. Dia merasa pengap sekali memakai topeng itu. Tubuhnya melesat cepat menerobos rimbunnya pepohonan.
Tujuannya adalah ke kota raja. Bagaimana pun putri ini akan aman bila sudah dekat dengan kaisar. Maka dari itulah setelah melarikan jauh ke utara untuk menghindari pengejaran, dia membelok ke barat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG
__ADS_1