
Sedikit membingungkan mengingat betapa topeng itu ketika dibuka, yang terlihat bukannya wajah sang pangeran, justru orang lain yang memiliki perawakan serta suara yang mirip sekali dengan pangeran.
Sebenarnya ada apa ini? Apa yang terjadi?
Jika memerhatikan tentang diri pangeran itu, maka keanehan ini memang tepat sekali dan itu merupakan suatu rencana yang demikian cerdik. Pangeran itu patut diacungi jempol akan kecerdasan otaknya, hanya saja dia menggunakan untuk hal-hal berbau pemberontakan dan pemfitnahan.
Seperti yang sudah dijelaskan dahulu itu, betapa putri Chang Song Zhu pernah diajak secara langsung oleh pangeran Chang Song Ci untuk memberontak. Namun putri itu berkeras menolaknya. Maka dari itulah, pada saat itu sang putri hampir saja terbunuh oleh orang-orangnya pangeran, beruntung dia dapat meloloskan diri.
Saat itu, putri Chang Song Zhu telah melapor kepada kaisar. Namun sialnya, pada kejadian di mana ketika dirinya diajak oleh pangeran itu, dia sama sekali tidak bawa orang. Saksi mata hanyalah dirinya sendiri. Tentu saja selain pangeran Chang Song Ci beserta kaki tangannya. Akibatnya, kaisar tidak bisa asal percaya saja, dan memang harus begitulah. Tak ada bukti sama sekali, jika putri Chang Song Zhu terus mendesak bisa-bisa dia yang celaka.
Sejak itulah, perang dingin antara putri Chang Song Zhu dan pangeran Chang Song Ci memasuki babak awal. Dua orang yang sejatinya masih saudara kandung itu tak pernah bisa berpaling muka sedikit saja dari saingan.
Namun entah bagaimana, agaknya kali ini putri itu terlalu ceroboh. Pangeran Chang Song Ci selalu menyiapkan berbagai rencana untuk menendang keluar putri itu dari istana. Tak cukup hanya menendang, kalau perlu menjadikannya seorang pemberontak.
Dan inilah, satu di antara banyaknya siasat yang digunakan pangeran Chang Song Ci untuk menyaingi adiknya. Kejadian di benteng Serigala Tengah Malam itu merupakan rencana licik pangeran untuk menjatuhkan nama putri Chang Song Zhu.
Maka demikianlah, ketika introgasi Gu Ren dan dua pemuda lain, si topeng emas itu masih pangeran Chang Song Ci yang asli. Namun ketika penyambutan pasukan kerajaan ditambah para pendekar, diam-diam dia telah menyuruh orang kepercayaan untuk menyamar sebagai dirinya. Demi menjaga rahasia bahkan tidak semua anggotanya tahu. Hanya dirinya, si penyamar dan Yu Fei serta Bo Tsunji.
Sedangkan dia sendiri, diam-diam telah pergi jauh sambil mengamati keadaan. Rencanya jika perang ini telah usai, barulah dia akan muncul untuk mengatakan kepada para anggotanya bahwa yang mati itu adalah ketua palsu.
Sekarang sudah diketahui tentang topeng emas yang mati namun sejatinya belum mati itu. Sekarang mari kita lihat mengapa pula Gu Ren, Nie Chi dan Khuang Peng dapat bebas dari belenggu kuat yang dipasang oleh Serigala Tengah Malam.
Jadi, ketika perang meletus, tiga orang ini dibawa masuk ke benteng dan dijaga ketat oleh beberapa orang di salah satu bangunan.
Ketika suara ricuh dan gemuruh terjadi di luar markas, tidak ada yang sadar bahwasannya dari kejauhan melesat sebuah bayangan merah yang cepat sekali gerakannya. Seperti terbang saja. Dan setiap kali melewati semak belukar atau pohon-pohon, suara yang ditimbulkan sedikit sekali.
__ADS_1
Hal ini membuktikan jika itu bukan manusia pastilah siluman. Tentu saja orang biasa akan berpikir demikian. Namun sejatinya bayangan merah ini adalah seorang manusia bahkan seorang gadis!
Seorang gadis yang sedang naik daun namanya akhir-akhir ini. Dia adalah Sung Hwa atau lebih dikenal orang dengan julukannya berupa Rajawali Merah. Ilmu kepandaiannya sudah ketinggian untuk seorang gadis seusianya, bahkan dia sudah mencapai prestasi besar dengan menjadi pendekar sejati di usia semuda itu. Namun tentu saja bagi seorang pendekar sejati yang sudah berpengalaman, kepandaiannya belum begitu tinggi.
Dia telah mendapat pesan dari nona Han atau Han Fu Ji untuk mencari Sung Han dan menyampaikan permintaan maaf serta pesan terakhirnya. Sebagai seorang gagah, maka Sung Hwa akan tetap mencari Sung Han sampai dapat, setelah menyelesaikan wasiat dari Han Fu Ji itulah baru dia akan membuat perhitungan dengan pemuda itu.
Ketika pada suatu hari dia melihat adanya Gu Ren, Nie Chi dan Khuang Peng yang sedang digiring oleh orang-orang Serigala Tengah Malam menuju markas mereka, diam-diam Sung Hwa mengikuti. Dia tak kenal dengan tiga orang itu, tapi tentu saja dia kenal dengan para penggiring itu yang mengenakan pakaian Serigala Tengah Malam.
Gadis ini mengikuti mereka secara diam-diam, karena dia mendengar daro Han Fu Ji pula jika Sung Han tertawan oleh Serigala Tengah Malam.
Betapa girang hatinya jika keputusan untuk mengikuti rombongan itu adalah tepat sekali. Mereka benar-benar menuju markas Serigala Tengah Malam!
Setelah tiba di sana, dia tak hiraukan lagi tiga orang itu dan lebih mementingkan Sung Han. Namun setelah mencari beberapa lama, tak kunjung juga ditemukan di mana adanya Sung Han.
Namun tiba-tiba dia mendengar suara gemuruh di depan dan ternyata itu adalah kedatangan pasukan pemerintahan beserta para pendekar.
Ketika Sung Han dan Yang Ruan ditawan pada salah satu bangunan, Sung Hwa mulai beraksi.
"Sial, dia cepat sekali!!"
"Itu Rajawali Merah tolol!!"
"Apa, dia itu?"
Saat itu keadaan di dalam benteng juga tak kalah geger. Karena mereka dikejutkan dengan tewasnya beberapa orang secara tiba-tiba dan misterius. Kiranya itu adalah ulah seorang gadis berpakaian serba merah, dan banyka dari mereka yang mengenal gadis ini adalah Rajawali Merah.
__ADS_1
"Sampah-sampah yang mengaku serigala, mereka bahkan tidak berbahaya sebagaimana serigala asli!" gumam Sung Hwa memandang sebelah mata sambil terus melesat ke sana-sini membingungkan lawan.
Ketika penjagaan pada bangunan Sung Han sedikit melonggar, Sung Hwa mengambil kesempatan ini untuk menyusup ke dalam.
"Sung Han, akhirnya aku menemukanmu..." kata gadis ini seraya memandang tajam kepada seorang pemuda yang duduk bersila sambil memejamkan mata itu.
Sung Han membuka matanya, dan wajahnya berseri, "Hei, gadis pemberi roti!!"
"Gadis pemberi roti? Sung Han, apa maksudmu?" Yang Ruan yang duduk tak jauh dari sana merasa penasaran.
Sung Hwa menahan amarah di hatinya, dia cepat membebaskan belenggu dua orang muda itu.
"Jika sudah begini, maka aku bisa bebas!!" seru Sung Han dan memukul dadanya sendiri. Seketika dia muntah darah kental berwarna hitam yang cukup banyak.
Itu adalah racun pengekang hawa sakti yang mengeram di dalam tubuh Sung Han. Dan seharusnya hari ini belum hilang khasiatnya, namun oleh Sung Han telah dapat dikeluarkan paksa.
"Sung Han, ada apa denganmu?" Yang Ruan bertanya dengan raut khawatir.
Sung Han menggeleng perlahan dan menatap ke arah Sung Hwa, "Sepertinya aku telah berutang sekali lagi padamu."
"Ayo keluar!" kata Sung Hwa dingin tanpa menghiraukan ucapan Sung Han.
Melesatlah tiga orang ini secara diam-diam ke atas genteng lalu berlari pergi. Sebelumnya, Sung Hwa telah membebaskan pula Gu Ren dan dua pemuda lain, maka kekacauan di luar benteng itu makin tak karuan setibanya tiga orang itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
BERSAMBUNG