
Kay Ji Kun sudah lama ini tidak sadarkan diri dan tak pernah bangun lagi. Tapi dia masih hidup terbukti dari napasnya yang terus berhembus. Hanya kadang-kadang terbangun untuk menemukan istrinya yang menangis di sisi ranjang.
Tampuk kepemimpinan seharusnya dipegang oleh Kay Su Tek. Tapi karena pemuda itu pergi dan belum juga kembali, sehingga terpaksa Coa Ow yang menggantikan.
Dia mendapat sabuk emas setelah mengalami insiden bersama Sung Han waktu itu. Entah bagaimana sejak saat itu hubungannya dengan Kay Su Tek semakin akrab dan tuan muda itu mengangkat ia menjadi murid tingkat satu.
Hari itu Perguruan Awan seolah diselimuti awan hitam. Semua orang nampak muram dengan pikiran yang campur aduk. Yang paling parah dan depresi adalah Coa Ow, dia yang sejak awal bukan berjiwa pemimpin dan mendadak harus mengendalikan semua permasalahan ini, tentu membuat kepalanya hampir meledak!!
Istri Kay Ji Kun sudah sejak lama tak mau ikut campur urusan perguruan. Ia selalu ingin mati cepat kalau seandaianya suaminya tak bisa ditolong. Wanita itu tidak dapat diharapkan.
Kay Su Tek sedang pergi, sahabatnya itu pasti akan lebih bisa mengendalikan situasi. Setidaknya hanya untuk menenangkan para murid. Tapi berhubung dia sedang tidak ada di tempat, maka pupuslah harapannya.
Ia berharap kepada Sung Han, tapi mana mungkin dia datang. Pemuda itu merupakan seorang pengembara, rumahnya tidak tentu dan mungkin rumahnya beralas tanah serta beratap langir. Tidur di alam liar. Mana bisa dia menghubungi Sung Han dalam waktu tiga hari.
Karena dari itulah, malam hari ketika paginya pangeran datang, Coa Ow mengurung diri dalam kamar. Rambutnya awut-awutan seperti gembel gila. Tapi dia masih sadar, masih waras.
Hari kedua, ia menjadi makin gila ketika kekasihnya datang dengan menangis hebat. Pada sore hari, Fang Chu memasuki kediamannya dan tanpa berkata-kata telah memeluknya erat.
Ketika ditanya, dia menjawab, "Tadi ketika aku keluar perguruan untuk pergi ke desa, ternyata sekeliling bukit telah dikurung banyak sekali orang. Pasukan pemerintah telah bertambah."
Yang paling mengejutkan adalah saat ia melanjutkan, "Saat aku pulang dari desa...aku....aku....aku dihadang oleh pangeran itu dan katanya....dia berjanji untuk mengambilku menjadi istri...setelah berhasil merebut perguruan ini...."
Tangisnya menjadi makin histeris dan tak terkendali. Begitu pula Coa Ow yang tanpa sadar telah meneteskan air mata.
Bagaimana pun juga, hanya tinggal menunggu waktu bagi keduanya untuk menikah. Hanya minta restu dari Kay Su Tek saja, maka mereka akan segera menikah.
Tapi sora ini ia mendapat kabar seperti itu, pikiran Coa Ow makin tak karuan dan menghitam. Akibatnya, Coa Ow menjadi gelap mata. Matanya berkilat marah dan pelukannya pada tubuh Fang Chu berubah menjadi cengkeraman.
"Kau milikku...." desisnya, "Kau milikku seorang..."
Mendengar nada bicara yang berubah, Fang Chu mendongak dan pucatlah wajahnya. Ia hendak lari, tapi terlambat, Coa Ow sudah mencekal tangannya dan merobek-robek bajunya.
"Hentikan.....kakanda, hentikan!! Belum waktunya!!!"
__ADS_1
"Kau milikku!!" Coa Ow menjadi buas dan segera menerkam Fang Chu yang tak berdaya.
Hari itu, mahkota Fang Chu direnggut paksa oleh Coa Ow yang telah menjadi gila. Semalaman suntuk Coa Ow menggahi Fang Chu yang makin lama makin lemah sampai akhirnya hanya mampu diam dan menangis. Menahan rasa perih akibat kekecewaan yang mendalam.
Hari ketiga, siang harinya, Coa Ow menyuruh seluruh murid bersiaga untuk segala kemungkinan. Ia sudah tak mau berpikir lagi dan mengambil jalan perang. Ia pun sudah tak peduli kepada Kay Ji Kun dan istrinya kalau saja mereka akan mati. Coa Ow benar-benar sudah gila.
Saat itulah, kegilaannya mencapai puncak ketika dia pulang ke rumah untuk menghampiri "istrinya", dia menemukan pemandangan luar biasa.
"Fang Chu....." gumamnya seperti dalam mimpi. Air matanya makin lama menggenang dan menetes turun.
Mulutnya membuka dan menutup tetapi tidak ada sepatah kata pun yang keluar, tubuhnya gemetar dan seluruh otot syaraf menegang kaku. Sejenak saat itulah, kewarasannya telah kembali. Ia baru saja berperilaku keji kepada calon istrinya sendiri.
Fang Chu, wanita cantik yang menjadi bidadari Perguruan Awan itu, yang beberapa hari ini hilang tak nampak batang hidungnya karena di sembunyikan oleh Coa Ow, telah mati gantung diri!! Lebih-lebih lagi, dalam keadaan telanjang.
Nampak selembar kertas kecil terselip di tali bagian leher. Coa Ow yang melihat ini cepat-cepat mengambil dan membacanya. Diam-diam berharap semua ini adalah mimpi buruk dan dia cepat bangun.
"Maafkan aku kakanda, kau mengecewakan aku.
Maafkan aku, sebagai gantinya, tubuh ini kuserahkan padamu..."
Setelah membaca pesan singkat itu, Coa Ow menggila, ia benar-benar menjadi binatang. Ia putuskan tali gantungan leher Fang Chu dan dengan cepat menindihnya. Sambil menangis dan tertawa, ia memperisteri mayat Fang Chu tanpa mau sudah sebelum pada malam hari ia jatuh pingsan.
Tubuh pucat tak bernyawa yang teramat dingin itu, sungguh malang nasibnya.
Coa Ow, sosok pendekar gagah sabuk emas dari Perguruan Awan, ternyata memiliki batin yang demikian lemah. Andai saja Kay Su Tek atau Sung Han mendengar ini, mereka tentu akan segera membunuh sosok paling memalukan dan mengecewakan itu.
...****************...
Chang Song Ci cukup cerdik, entah terlalu cerdik atau licik, tapi harus diakui otaknya memang pintar untuk membuat siasat.
Dia datang ke mari sebenarnya tidak hanya membawa empat puluhan orang itu saja. Maklum akan ketangguhan Perguruan Awan, dia membawa seratus orang prajurit untuk datang ke mari.
Tapi, saat dia datang, pangeran itu memang hanya membawa empat puluhan orang. Sedangkan sisanya disebar untuk mencari bala bantuan perguruan sekitar.
__ADS_1
dia sudah tahu, kalau reputasi Perguruan Awan akhir-akhir ini memburuk karena peristiwa diculiknya gadis-gadis kala itu. Maka dia menarik perguruan-perguruan dengan dalih memberantas kejahatan. Karena ada pasukan pemerintah yang menjadi pelindung, perguruan-perguruan itu menjadi tidak takut lagi dan datanglah mereka.
Sehingga pada pagi hari ke empat, sudah ada dua ratus tiga puluh olrang yang mengurung Perguruan Awan.
Namun yang paling dinanti-nati Chang Song Ci baru juga datang saat matahari telah meninggi. Mereka adalah rombongan Hati Iblis yang belum lama ini menghambakan diri kepada pangeran tersebut. Jin Yu bersama dua puluh lima anggotanya, datang dan segera memberi hormat.
"Kami rombongan Hati Iblis telah tiba, maaf membuat yang mulia menunggu."
Chang Song Ci hanya tersenyum dan menggerak-gerakkan tangan. "Jangan terlalu kaku, aku sudah tahu kalian pasti akan datang."
Kemudian ia bangkit dari tempat duduknya dan berkata keras, "Tunggu apa lagi, ayo kita hampiri sekumpulan tikus sombong itu!!"
...****************...
Puluhan murid Perguruan Awan telah menanti di pintu gerbang. Sikap mereka kereng dan angker.
Tapi semangat mereka merosot jatuh ketika mengetahui Coa Ow yang keadaannya sungguh tidak karuan. Rambutnya acak-acakan dan wajahnya pucat pasi, matanya memerah dengan tangan dan seluruh tubuh gemetaran. Jelas sekali orang ini sudah tak dapat diandalkan.
Begitu rombongan Chang Song Ci datang, serentak mereka semua mencabut senjata. Hal ini merupakan sebuah tanda bagi Chang Song Ci yang terkekeh gemas.
"Kalian tetap keras kepala?" tanya pangeran itu jumawa.
Coa Ow maju setindak dan menodongkan pedang, suaranya jelas gemetaran akibat beban pikiran yang teramat sangat, "Ya, majulah."
Chang Song Ci tertawa bergelak, "Kalian sudah dengar, tunggu apa lagi? Serang!"
Hanya ucapan santai itu yang menjadi perintah, ratusan orang di belakangnya segera berteriak dan maju serentak. Pertempuran berat sebelah pun terjadi, sebuah pertempuran yang sudah dapat diketahui siapa pemenangnya.
Hari itu, riwayat Perguruan Awan telah mencapai akhir.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BESAMBUNG
__ADS_1