
Bo Tsunji bukan hanya menggertak dan bicara kosong saja, dia benar-benar tidak memberi makan Sung Han setelah kedatangannya dua hari lalu. Sejak hari itu pula, ruangan Sung Han dijaga ketat sedangkan Bo Tsunji bersama Yu Fei tak pernah datang lagi.
Setelah lima hari lewat, wajah Sung Han saat ini nampak menyeramkan, kurus kering sampai membuat tulang pipinya menonjol keluar. Membuat matanya seakan lebih besar akibat kurusnya tubuh itu.
Hal yang menyebalkan pun harus ditanggung Sung Han karena rantai batu pengekang tangannya sama sekali tidak mengendur. Dia berpikir jika tubuhnya terus bertambah kurus, maka tangannya akan mengecil dan setidaknya rantai batu itu sedikit kendur. Namun nyatanya tidak demikian!
"Crakk-crakk!"
Seminggu telah lewat, dan hari itu Sung Han meronta-ronta menggunakan tenaga terakhirnya berusaha mematahkan belenggu. Tapi tetap sia-sia saja, bahkan makin lama tangannya makin sakit dan dirasakan tubuhnya makin lemah.
Akhirnya, dia memilih untuk duduk diam. Memikirkan cara selanjutnya untuk dapat meloloskan diri dari penjara sempit ini. Bagaimana pun juga dia tak mau mati muda dengan cara demikian konyol! Apalagi mengingat putri Chang Song Zhu yang terculik, jika rencana mereka berhasil maka dapat dipastikan seluruh kekaisaran dalam bahaya. Di daratan selatan terancam kekaisaran Jeiji, sedang di utara akan terancam para pemberontak.
Sung Han memutar otaknya, jelas hanya menggunakan otot saja tak mungkin untuk melepaskan diri dari kekangan batu aneh itu. Apalagi menggunakan tenaga dalam, tambah tidak mungkin lagi.
Ketika memandang sekeliling, dia menemukan kenyataan ruangan penjara itu demikian padat dan solid, sama sekali tidak ada celah kecuali dua lubang di pintu dan ventilasi. Maka hanya ada dua jalan untuk keluar, yaitu melalui pintu atau ventilasi itu.
Melalui pintu jelas tidak mungkin, karena ada penjaga di luar sana. Melalui ventilasi masih mungkin dengan cara sedikit melebarkan lubangnya, menjebol tembok di sekeliling.
"Tapi bagaimana cara menghancurkan tembok ini jika aku tak bisa bergerak!?" gumam Sung Han lirih.
Akhirnya, dia memutuskan untuk bermeditasi. Selain berguna untuk menahan lapar, dia juga ingin mencoba bagaimana rasanya menyerap hawa alam jika di sekelilingnya adalah batu misterius itu. Diam-diam dia merutuki kebodohan sendiri mengapa tidak dia coba meditasi sejak seminggu lalu.
Ia memposisikan duduk bersila dan mulai memejamkan mata, memfokuskan perhatiannya untuk kemudian dirasakan aliran hawa alam sekitar.
Ketika dia hendak menarik hawa alam itu dan diedarkan ke seluruh tubuh untuk dijadikannya tenaga dalam, dengan aneh seolah ada kekuatan dahsyat yang menolak itu. Terkejutlah Sung Han dan dia terbangun.
"Batu ini....pasti ulah batu ini...."
Ia mencoba lagi, gagl lagi. Dicoba diulanginya lagi, namun hasilnya tetap sama. Dalam percobaan ketiga, ketika hampir gagal, dia paksa hawa alam untuk terus memasuki tubuhnya. Perasaan menyiksa dirasakannya ketika otot dan aliran pembuluh darah seakan mau pecah saat menerima pasokan hawa alam secara paksa itu.
Tapi yang membuat Sung Han bingung, hawa alam itu bergerak perlahan menuju satu titik, ke arah bawah pusarnya. Sung Han mengerutkan kening namun terus melanjutkan. Ketika hawa alam itu sudah berpusat di bawah pusarnya, Sung Han terkejut karena seolah ada satu kekuatan hebat melonjak naik dari tempat itu.
__ADS_1
"Craaakk!!!"
Batu misterius pengekang tangannya hancur jadi debu, sedangkan lantai di mana dia duduk retak-retak. Beruntung para penjaga berada sedikit jauh dari ruangannya, sehingga mereka tak dengar.
Tapi dengan begini, bukan berarti keadaan Sung Han menjadi lebih baik, justru sebaliknya. Tepat begitu hancurnya belenggu dan lantai, dia muntah darah banyak sekali. Kalau saja tak ingat saat ini keadaannya dalam keadaan hidup dan mati, pasti dia sudah pingsan.
Matanya menggelap ketika dia menatap darah itu.
"Apa yang terjadi...mengapa tiba-tiba rantai ini hancur?" Sung Han tak paham dengan apa yang terjadi. Akan tetapi dia merasakan perubahan pada tubuhnya, "Ganjalan yang mengekang kekuatanku, sudah hampir lenyap...." gumamnya dengan mata terbelalak. Ia dapat merasakan itu.
Karena penasaran dan girangnya, ia mengulangi meditasinya. Bukan untuk menyebarkan hawa alam ke seluruh tubuh, melainkan memusatkan hawa alam ke satu titik di bawah pusar. Kali ini tak ada penolakan pada otot dan aliran pembuluh darahnya karena Sung Han sengaja mengarahkan hawa alam ke tempat itu.
Makin lama, ganjalan yang selama ini mengganggunya kian menipis sebelum akhirnya lenyap tak berbekas. Sung Han membuka mata ketika dirasanya dari dalam tubuh terdapat gelombang kekuatan dahsyat.
"Aku tak tahu apa ini, tapi akan kucoba." ucapnya lalu berbalik menghadap ventilasi. Kemudian ia pasang kuda-kuda memukul dan memusatkan tenaga pada kepalan tangan kanannya. Pemuda ini terkekut ketika tenaganya tidak terkekang sungguhpun seluruh ruangan disi oleh batu pengurung tanaga dalam itu.
Karena ini lah dia menjadi yakin dan cepat meninjukan kepalannya. Tidak tak berharap banyak, hanya ingin agar tembok itu jebol seukuran tubuhnya.
Tapi hasilnya sungguh di luar dugaan, sebelum tangan Sung Han sampai di tembok, tembok itu sudah melesak perlahan. Lalu ketika tangannya menghantam dengan keras, tanpa mampu dicegah lagi tembok itu ambrol seukuran kerbau yang sedang berdiri.
Dan benar saja, tak berselang lama setelah itu dari luar ruangan terdengar suara berisik para penjaga yang datang berbondong-bondong. Sung Han buru-buru keluar melalui pintu jebol itu untuk menyelamatkan diri. Tapi setibanya di luar, dia mengeluh.
"Mampus aku...."
Kiranya tepat di belakang penjara ini adalah jurang yang curam sekali, bahkan dasarnya pun tak nampak, hanya kegelapan pekat.
Saat Sung Han menoleh, dia melihat para penjaga itu sudah sampai di pintu. Maka tak ada pilihan lain, dengan kepandaiannya dia melompat ke atas penjara itu dan lari ke arah sebaliknya dari jurang.
Akan tetapi setibanya di ujung genteng penjara yang lain, wajahnya memucat.
"Itu pemilik pedang gerhana, dia lepas!!"
__ADS_1
"Tangkap!!"
Kiranya di sana terdapat komplek bangunan besar-besar. Melihat seragam mereka Sung Han cepat menduga jika ini adalah markas dari Serigala Tengah Malam.
"Bangsat!!" umpat Sung Han keras dan mengacau di kerumunan belasan orang itu. Sambil secara perlahan membuat ruang untuk melarikan diri.
...****************...
Sebenarnya apa yang terjadi pada diri Sung Han? Dari mana asal kekuatan dahsyat itu?
Secara singkatnya, itu lah yang dinamakan sebagai hawa sakti. Dan hawa sakti yang dibangkitkan Sung Han adalah hawa sakti khusus yang tak semua pendekar sejati tahu cara membangkitkannya. Itu disebut hawa sakti bumi. Kekuatan alam yang maha dahsyat.
Ketika dia meditasi di bawah kekangan batu pengurung tenaga dalam, memang dia tak bisa mengalirkan tenaga dalamnya. Tapi bukan berarti hawa alam sekitar lenyap.
Sung Han dapat menyerap hawa alam, tapi karena batu itu dia tak bisa mengubahnya menjadi tenaga dalam. Sebagai gantinya, dia malah secara tak sengaja membelokkan hawa alam ke bagian bawah pusarnya dan membangkitkan hawa sakti bumi.
Batu itu hanya dapat mengekang tenaga dalam, namun tidak dengan hawa sakti. Mengapa demikian? Karena jika tenaga dalam, dia bersifat suatu tenaga dari luar yang mengalir searah dengan darah. Karena itulah batu aneh itu bisa mengekangnya.
Namun hawa sakti adalah satu tenaga yang jika sekali dibangkitkan, maka sifatnya adalah mendarah daging. Karena hawa sakti itu adalah kekuatan murni dari setiap manusia, hanya membangkitkannya saja yang banyak orang tidak tahu.
Penjelasan paling mudah adalah, jika orang menghasilkan angin dengan tiupan, maka angin yang berasal dari dalam mulutnya itu bisa diumpamakan sebagai tenaga dalam.
Perbedaannya dengan hawa sakti yaitu, jika tadi menghasilkan angin dengan tiupan adalah tenaga dalam, maka hawa sakti bisa diumpamakan dengan menghasilkan angin menggunakan kipas.
Hawa sakti itu sendiri adalah usaha orang tersebut dalam menggerakkan kipas, sedang akibat hawa sakti itu adalah angin yang timbul dari kibasan kipas. Membuat udara sekitar bergerak dan terciptalah angin itu sendiri. Memakai usaha ang lebih sedikit dari tiupan, namun berakibat lebih besar.
Kesimpulannya, hawa sakti adalah suatu tenaga di dalam tubuh yang berguna untuk mengendalikan hawa sekitar menjadi miliknya sendiri. Untuk menyerang, bertahan, atau melindungi tubuh. Sedang tenaga dalam adalah tenaga luar yang disimpan dalam tubuh, bukan berasal dari diri sendiri, dan jika dikeluarkan bisa membuat sosok pendekar lebih cepat kelelahan ketimbang hawa sakti. Seperti kipas dan tiupan tadi, bukankah orang yang meniup akan lebih cepat lelah dari orang yang mengipas.
Singkatnya, hawa sakti itu sama sekali tidak hebat, karena setiap orang memiliki. Yang hebat dalah akibatnya.
Dan Sung Han sama sekali tidak sadar akan hal ini, dia masih berpikir jika itu adalah tenaga dalamnya sendiiri yang sudah meningkat berkali-kali lipat. Walau baru menguasai hawa sakti sedikit, tapi kekuatannya sudah sehebat itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG