
Mengapa secara tiba-tiba markas Serigala Tengah Malam yang penuh rahasia itu telah dikepung pasukan pemerintah bersama para pendekar. Hal ini tentu saja cukup mengejutkan dan membingungkan. Bahkan Gu Ren, Nie Chi dan Khuang Peng yang yakin benar bahwasannya pihak pemerintah itu berada di pihak yang sama, namun tetap kebingungan melanda hati mereka.
Sebenarnya apa yang terjadi? Lebih baik sejenak kita kembali ke masa lalu untuk melihat jalan cerita putri Chang Song Zhu yang amat berambisi untuk menendang kakaknya itu.
Seperti yang telah diketahui, terakhir kali putri ini terlihat adalah ketika dia menyambut datangnya Sung Hwa yang menyamar sebagai seorang tabib. Putri itu merasa teramat senang dan bergembira didatangi oleh pengawal pribadi baru yang sudah ia anggap seperti adik sendiri itu.
Namun setelah berbincang-bincang beberapa lamanya, tiba-tiba ruangan itu kemasukan jenderal dan beberapa orang tentara. Mengatakan jika Sung Hwa adalah seorang pemberontak yang hendak mencelakakan sang putri. Maka dengan raut sedih, putri itu memandang saja ketika Sung Hwa dibawa ke tahanan.
Namun dia kembali berceria ketika mendengar Sung Hwa berhasil melarikan diri. Dia tak akan percaya bahwa Sung Hwa akan menjadi pemberontak, padtinya ini hanya akal-akalan kakaknya saja dan tentu dia yakin jenderal yang menyerbu ke ruangannya itu bisa jadi orang suruhan kakaknya, yaitu pangeran Chang Song Ci.
Maka semenjak saat itu, dia selalu mencari siasat dan berbagai cara untuk membuat kakaknya itu dianggap sebagai pemberontak. Kaisar terlalu menyanyang putra dan putrinya sehingga dia tak mau menuduh atau menjelekkan nama mereka kalau sjaa tak ada bukti kuat. Chang Song Zhu sudah hafal benar dengan sifat ayahnya yang seperti ini.
Berhari-hari dia berusaha mencari cara ini dan itu. Bahkan setiap harinya ia habiskan di dalam perpustakaan untuk membaca kitab-kitab kuno mengenai seorang jenderal ahli siasat perang. Ingin dia meniru-niru cara jenderal itu untuk menjebak kakaknya, namun setelah dipikir masak-masak, dia tahu kemungkinan berhasilnya adalah nol.
Maka siang hari itu, dia hanya menghabiskan waktu di perpustakaan setengah hari. Kepala sudah berasap saking peningnya dan dia memutuskan untuk kembali ke kediamannya.
Ketika sedang melewati taman, sekelebatan ia dapat melihat ke gerbang depan dan melihat beberapa orang. Begitu diperhatikan, ternyata mereka adalah rombongan lima orang yang dipimpin oleh seorang pria paruh baya. Chang Song Zhu menjadi tertarik dan dia cepat berjalan menyelinap untuk mendekat.
Begitu dekat dia melihat dengan terkejut ketika menyadari siapa yang memimpin rombongan. Kiranya dia ini adalah Gu Ren yang dahulu ikut pula mengawalnya pulang ke istana.
Dia makin tertarik ketika rombongan ini berjalan menuju istana ayahnya. Dia terus mengekor dan menguping pembicaraan dengan bersembunyi di salah satu ruangan sana. Matanya seketika berbinar ketika mendengar jelas apa isi percakapan itu.
"Yang mulia, ijinkan kami untuk pergi menyelidiki Serigala Tengah Malam." kata Gu Ren setelah berlutut di depan kaisar Chang Song Bian.
"Maksudmu? Kenapa begitu tiba-tiba?"
__ADS_1
Gu Ren lalu cepat menceritakan betapa ada seorang mata-matanya dan mata-mata Rajawali Putih bahwasannya mereka telah menemukan jejak-jejak Serigala Tengah Malam di daerah timur sana. Gu Ren lalu memutuskan untuk mendatangi istana hari ini untuk minta perkenan kaisar agar mereka bisa pergi menyelidik.
"Bagus!" kata kaisar kelihatan senang sekali, "Mungkin sekali di sana terdapat tokoh-tokoh pemberontak."
Kaisar lalu berdiskusi dengan seorang penasehat istana yang berdiri di sebelah belakangnya. Selang beberapa saat, kaisar menoleh ke arah lima orang itu dan mengangguk-angguk disertai senyum lebar.
"Aku mengijinkan."
Maka berangkatlah lima orang itu untuk menyiapkan anggota penyelidikan. Dan setelah beberapa wkatu, mereka memutuskan untuk membawa beberapa puluh orang yang disebar dengan menyamar menuju timur.
Putri Chang Song Zhu yang mendengar itu merasa girang sekali. Cepat dia pergi ke kediamannya dan menulis surat yang ditujukan untuk jenderal Tang Lin. Setelahnya dia menyuruh pengawal untuk menyampaikan surat itu kepada jenderal Tang.
Selang beberapa waktu, datanglah jenderal ini. Pintu diketuk dan putri menjawab halus namun tegas, "Masuk."
Masuklah seoranh pria paruh baya empat puluhan tahun. Walaupun wajahnya sudah cukup banyak keriputan, namun dia masih memiliki postur tinggi tegap dan nampak gagah. Dia berlutut di hadapan sang putri penuh hormat.
Putri Song Zhu mengangguk, "Benar jenderal, sekarang bangun dan duduklah. Aku ingin mengatakan beberapa hal yang teramat penting."
Jenderal Tang menurut dan bangkit lalu berjalan menghampiri kursi di depan putri itu yang terhalang meja kecil bundar. Setelah saling berhadapan, jenderal itu merasa sungkan sekali ketika sang putri menuangkan teh hangat ke dalam cangkirnya.
"Paduka, tidak perlu...." katanya gugup karena malah dia dilayani putri kaisar.
"Sudahlah, jangan terlalu tegang." jawab putri itu tersenyum manis.
Setelah mempersilahkan untuk meminum teh hangatnya, dia meminum teh dalam canhkirnya sendiri beberapa teguk. Melihat ini jenderal itu merasa tidak enak jika tak menyentuh teh itu, maka diminumlah beberapa teguk.
__ADS_1
"Jenderal, aku baru saja mendengar berita luar biasa dari istana ayah. Ketua Gu Ren dan beberapa orang lain...."
Mulailah putri itu bercerita tentang kejadian beberapa saat yang lalu. Ketika dia mencuri dengar percakapan antara Gu Ren dan kaisar. Betapa mata-mata Rajawali Putih dan Naga Hitam telah menemukan jejak Serigala Tengah Malam di timur sana, dan mereka berencana menyelidik ke sana.
Jenderal Tang mendengarkan semua penuturan itu dengan jantung berdebar. Benar-benar amat pentingnya. Dia ada rasa bangga di hatinya ketika mengetahui kalau berita ini baru diketahui oleh putri dan dia seorang. Dia merasa dipercaya sang putri dan ini membuatnya bangga bukan main.
"Jadi, apa rencana paduka?" tanya jenderal Tang tanpa basa-basi setelah putri itu selesai bercerita.
"Aku ingin menyusul mereka."
"Apa?!" Jenderal Tang terpekik kaget, setelahnya dia cepat-cepat menyambung. "Itu terlalu berbahaya untuk keselamatan paduka. Biar saya memimpin orang-orang untuk menyusul ke sana."
Putri itu menggeleng kuat dan berkata, "Itu harus kau lakukan, namun aku juga akan tetap ikut. Karena bukankah ketua mereka adalah pangeran Chang Song Ci? Jika kita berhasil membawa kepalanya, berarti kaisar akan mendapat bukti dan akan membasmi kaki tangannya yang juga merupakan pemberontak!"
Jenderal Tang sadar akan hal ini dan mengangguk-angguk. Lantas dia berpikir sejenak sebelum berkata, "Baik, saya akan membawa dua ratus orang untuk mengawal paduka. Harap paduka tidak jauh-jauh dari saya selama perjalanan."
Putri itu tersenyum dan bangkit berdiri. Dengan lagak seperti seorang tentara, dia membusungkan dada lalu berkata seperti seorang perwira menerima perintah dari atasan. "Siap!!"
"Paduka!" jenderal Tang menjadi merah mukanya dan merasa jengah. Ia cepat bangkit dan menjura. Tindakannya ini dibalas kekehan oleh putri Chang Song Zhu itu.
Maka hari itu juga, diam-diam pasukan kerajaan yang dibawah komando jenderal Tang berangkat meninggalkan istana. Sengaja berangkat diam-diam karena kalau kaisar tahu, pasti akan mengkhawatirkan keadaan putrinya dan tak memberi ijin.
Mereka juga tak melakukan perjalanan secara membuta, karena siasat Gu Ren adalah menyebar orang-orangnya dengan menyamar, maka hal yang sama juga dilakukan oleh prajurit kerajaan ini.
Demikianlah, perjalanan dilakukan secara diam-diam sambil memata-matai orang persialtan yang sedang menyamar itu. Mereka tidak tahu jika selama perjalanan, di belakang mereka secara diam-diam ada beberapa orang prajurit yang jadi penguntit.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG