Sepasang Pedang Gerhana

Sepasang Pedang Gerhana
Chapter : 192 – Jebakan Kedua


__ADS_3

Perang terus berlanjut, pasukan kekaisaran Jeiji terus menanjak naik melalui jalan yang amat menyukarkan itu. Pasukan mereka belum berkurang banyak, maka dari itulah kepercayaan diri mereka makin besar dan memgira pihak Chang sudah mati kutu.


Pasukan ini terus melaju hingga sampai ke jebakan ke dua. Berupa jebakan yang dipasangi alat peledak yang dapat menghancurkan barisan itu dalam seketika tentunya. Dan dengan ini pula, pasukan Kay Su Tek yang bersembunyi di pinggiran diam-diam telah menyiapkan senjata.


"Berhenti!!" teriak jenderal Suga memberi perintah.


Lekas semua pasukan itu berhenti dan memandang penuh waspasa ke jalan di depan. Begitu pula dengan jenderal Suga yang merasa sedikit aneh dengan celah batu di depan sana itu.


Lalu lelaki yang tak begitu tinggi ini berbisik-bisik ke salah seorang komandang pasukannya. Komandan itu mengangguk-angguk beberapa kali. Kemudian, dia mengangkat tangan dan berseru.


"Hujan anak panah!!"


Pada barisan belakang, terdengar suara tali gendewa ditarik kuat-kuat disusul berdesingnya anak panah yang berjumlah cukup banyak. Sasaran daripada anak-anak panah itu adalah celah batu di depan sana, sebuah celah yang berada di bawah, yang nantinya akan dilewati pasukan ini.


Terdengar suara yang cukup berisik begitu anak-anak panah ini saling menancap di batu tanpa dapat memasuki celah. Selama itu, pasukan ini sama sekali tidak mau bergerak dan terus menembaki dengan anak panah.


Diam-diam para pasukan pendekar sesat itu menjadi terkejut juga heran. Apakah mungkin lawan telah mengetahui jebakan rahasia berupa alat peledak di dalam celah itu.


Seorang pendekar Serigala Tengah Malam bergerak cepat ke arah Bo Tsunji yang menjadi pimpinan pasukannya. "Kita harus mengambil tindakan!" katanya singkat.


Pimpinan itu mengangguk-angguk, kemudian dia menyembulkan kepalanya sedikit dari balik batu untuk memandang ke arah rombongan Kay Su Tek yang sedang bersembunyi.


Dia mengeluarkan suitan lirih, karena bercuitannya anak panah lawan membuat suara ini menjadi samar. Tentu saja Kay Su Tek dapat mendengar dan dia menoleh.


Bo Tsunji menggerak-gerakkan tangan berupa bahasa isyarat. Kay Su Tek mengangguk dua kali dan menggerak-gerakkan tangan sebagai tanda isyarat pula.


Pemuda tangan satu ini kemudian menghampiri salah seorang pendekae yang amat ahli dalam bermain pisau terbang. Katanya dengan sedikit berbisik, "Ledakkan alat-alat rahasia peledak itu. Tembak dengan pisau terbangmu dari sini!"


Orang itu sebenarnya terkejut, namun dia tak mau ambil pusing dan hanya mengangguk. Cepat orang ini bergerak menyelinap di antara semak dan pohon-pohon. Bersembunyi di salah satu batang pohon dan...


"Syuutt...." pisau kecil itu bergerak cepat.


"Blaaarrrr!!!"

__ADS_1


Terdengar ledakan keras disusul uap hitam mengepul tinggi begitu celah itu kemasukan pisau dan alat rahasia peledak diaktifkan. Orang itu cepat bersembunyi lagi ke belakang karena khawatir terlihat oleh lawan.


"Bagus, kena!! Hahaha....permainan bodoh seorang anak-anak." Jenderal Suga berkata sambil tertawa. Mengira salah satu anak panah pasukannya berhasil mengaktifkan jebakan itu. "Tunggu sampai asap ini hilang, baru lanjut berjalan!" perintahnya kemudian.


Akan tetapi ketika itu, Bo Tsunji dan Kay Su Tek sudah berkomunikasi melalui bahasa isyarat. Dan pasukan Serigala Tengah Malam telah dipecah menjadi dua. Bergerak ke bagian kanan dan tengah, sedangkan tempat Kay Su Tek di hutan sebelah kiri.


"Cuittt....."


Suitan yang serupa dengan kicau burung ini merupakan sebuah tanda rahasia. Sebelum uap hitam bekas ledakan tadi lenyap, dari kanan dan kiri berturut-turut terdengar ledakan serupa.


"Daarr....darrr..."


"Wuah, apa ini? Bersiap!!!" jenderal Suga dengan sigap memberi komando ketika di kanan dan kiri barisan mereka terjadi ledakan yang menghasilkan uap hitam pula. Sehingga keadaan pasukan Jeiji terkeurung di antara uap hitam dari ketiga sisi.


"Cuiitt....cuitt..."


Terdengar suara kicau burung dua kali. Ini pun merupakan sebuah tanda. Maka ketika kekaisaran Jeiji masih hanyut dalam kebingungan, dari arah kanan mereka sudah menyerbu pasukan Kay Su Tek yang melakukan perang secara gerilya.


Begitu menerobos uap hitam, mereka menyebar semacam bubuk putih yang menghasilkan uap putih. Sehingga makin menyulitkan pihak kekaisaran Jeiji.


Terjadilah perang tanding yang amat hebat. Walau pasukan Kay Su Tek kalah jumlah, namun karena uap hitam dan putih itu membuat mereka seolah-olah memiliki jumlah yang jauh lebih banyak.


Pasukan Jeiji itu merasa di balik asap-asap hitam dan putih, menunggu pasukan kuat yang siap mencabut nyawa mereka. Jelas ini membuat hati mereka jeri dan bertempur dengan terlh banyak kewaspadaan.


Dan kewaspadaan serta kekhawatiran ini semakin membesar ketika dari arah kiri pasukan Jeiji terdengar ledakan-ledakan lagi. Ledakan-ledakan yang disusul uap hitam serta menyerbunya sepasukan berbaju serba hitam.


"Kepung!! Jangan biarkan mereka lolos!!"


Seruan Bo Tsunji ini seolah-olah di tempat ini sudah ada banyak orang yang siap dengan pengepungan pasukan lawan. Hal ini diketahui oleh jenderal Suga yang cukup ahli dalam bersiasat. Dia cukup waspada jika perintah itu memiliki dua arti. Antara menggertak musuh atau memang arti yang sebenarnya.


"Jangan takut, formasi memutar!!" jenderal Suga berteriak dengan tegas.


Segera saja pasukan penjajah itu bergerak-gerak dan sebentar kemudian membentuk barisan kuat seperti lingkaran. Lingkaran tiga lapis dengan pasukan panah berada di lingkaran tengah atau yang paling dalam.

__ADS_1


Jumlah pasukan Kay Su Tek dan Bo Tsunji jelas kalah jauh jika dibandingkan pasukan Jeiji itu. Namun dengan bantuan asap-asap ini, seolah menciptakan tabir penuh misteri yang menyimpan banyak jebakan di baliknya. Maka dari itu baik Kay Su Tek dan Bi Tsunji tak berniat mundur, mencoba untuk terus mendesak serta menggertak lawan selama asap-asap itu belum lenyap.


"Terus maju!!" Bo Tsunji dan Kay Su Tek berseru bersamaan.


Bo Tsunji yang telah merampas Tongkay Besi Hitam milik Nie Chi itu langsung meloncat mencoba membobol barisan tengah. Namun dia harus kesulitan ketika pedang-pedang katana itu dengan cekatan mencuat ke atas dan menghalanginya.


Melihat kegagalan Bo Tsunji, Kay Su Tek mengambil jalan lain. Dia langsung melabrak barisan terdepan dengan putaran pedangnya.


"Wuss...wuss...wusss!!"


Setiap kali pedang terayun, terdengar suara berdesing disusul suara angin tajam menyambar yang mementalkan beberapa orang dari mereka. Jelas ini merupakan momok yang membuat semangat pasukan Jeiji menurun.


Kay Su Tek merupakan seorang pendekar sejati, maka menghadapi sepasukan prajurit itu tentu saja tak begitu sulit selain mengatasi jumlahnya yang banyak. Karena dikeroyok, walaupun cukup ganas, namun dia sedikit kekurangan kemampuannya dibandingkan satu lawan satu.


Ketika itu, terdengar suara aneh seperti besi membari dicelupkan ke dalam air es.


"Cesss....cesss..."


Suara ini datangnya dari tempat Kay Su Tek. Pasukan Kay Su Tek berseru-seru girang karena mengira bantuan telah datang. Akan tetapi Kay Su Tek dan Bo Tsunji mengerutkan kening. Seharusnya seberapa sulit pun mereka bertempur menahan di jebakan ke dua ini, tidak akan ada pasukan membantu.


Maka dari itulah Kay Su Tek dan Bo Tsunji mengambil langkah antisipasi. Mereka sedikit menjauh dari kepungan musuh sambil mengawasi ke arah itu.


Sedikit demi sedikit asap hitam dan putih yang ditimbulkan oleh pasukan Kay Su Tek mulai menghilang. Kay Su Tek makin waspada karena belum waktunya uap-uap itu menghilang. Karena hal ini, dia makin menjauh dari musuh dan mengamati penuh perhatian.


"Tunjukan taring kaliaaann!!!"


Suara menggelegar ini mengejutkan mereka semua. Pasuakn Jeiji berseru-seru girang sedangkan pasukan pendekar Chang menjadi terkejut.


"Kushinage Tenko...." gumam Kay Su Tek geram mengetahui siapa pemimpin pasukan itu. "Naga mereka datang, tarik pasukan!!" teriaknya kemudian memperingatkan Bo Tsunji.


Namun dirinya sendiri menerjang maju dengan pedang di tangan, menyerbu kepada Tenko yang tertawa-tawa.


"Hahahah.....kita lanjutkan yang tadi malam!"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG


__ADS_2