Sepasang Pedang Gerhana

Sepasang Pedang Gerhana
Chapter : 42 – Titik Terang


__ADS_3

"Kekasihmu itu–"


"Dia bukan kekasihku!" sergah Coa Ow, membuat Sung Han mengerutkan kening heran. "Jujur saja, saat ini belum." lanjutnya lirih.


Sung Han mengerjap beberapa kali, "Baguslah, setidaknya kau masih bisa jujur."


Sung Han melanjutkan perkataan yang tadi sempat tetunda. Namun sekarang tanggapan Coa Ow lebih tidak ramah lagi.


"Calonmu itu cantik."


"Ribut?" bentak Coa Ow sudah bangkit dari kursinya dan menarik kerah Sung Han.


Pemuda itu masih tenang-tenang saja dan melepas tangan Coa Ow perlahan, dia membereskan jubahnya sebelum melanjutkan. "Dengarkan dulu."


Coa Ow kembali duduk, "Kau mau bicara apa sih? Langsung ke intinya."


"Ki Yuan itu tokoh Hati Iblis."


Coa Ow yang tadinya nampak kesal, berubah menjadi serius dengan pandangan tajam menyelidik. "Jika kau tidak suka dia, jangan memfitnah!" tegurnya.


"Aku tidak memfitnah, dia itu satu dari empat orang anggota utama Hati Iblis. Dua yang lain sudah mampus, menyisakan dua orang yaitu Ki Yuan dan Jin Yu, ketua mereka. Beruntung bagi kita, keduanya tidak bersama." jelas Sung Han.


"Apa hubungannya dengan kecantikan calonku?" mengatakan ini, Coa Ow nampak bangga.


"Ada!" Sung Han menjawab cepat, "Ki Yuan itu orang aliran sesat, pastilah suka sekali main wanita macam kebanyakan bandit atau perampok. Pendekar aliran putih saja banyak yang seperti itu."


"Dari mana kau tahu sifat-sifat macam itu?"


"Guruku yang bilang. Yah...walaupun aku belum pernah melihatnya langsung." jawab pemuda ini. Ia menghela napas sejenak sebelum melanjutkan, "Obat yang diberikan kepada ketua kalian itu, sebenarnya adalah darah. Entah dicampur apa oleh dokter gadungan itu, tapi bahan campuran ini bisa membuat bau amis darah hampir lenyap digantikan dengan bau wangi yang amat memualkan. Karena itulah tak ada orang curiga."


"Darah?" air muka Coa Ow nampak tak enak. "Maksudmu?"


"Jelas, Ki Yuan menggunakan darah untuk memberi obat–maksudku, entah obat atau bukan, tapi minuman yang diberikan kepada ketua kalian itu memang darah."


Saat Coa Ow hendak menyatakan argumennya lagi, Sung Han cepat menyela. "Aku dengar dia hanya mengambil gadis-gadis?"


"Mana kutahu?" bantah Coa Ow, "Tapi yang kulihat, dia memang selalu membawa gadis ke ruang bawah tanahnya."


"Ruang bawah tanah?" Sung Han nampak tertarik.


Coa Ow mengangguk membenarkan lalu menceritakan singkat soal Ki Yuan yang menginginkan ruang bawah tanah, lebih tepatnya penjara bawah tanah untuk membuat obat. Tak ada satu pun orang yang diperbolehkan masuk.


Adapun penjara bawah tanah sendiri, yang kotor dan lembab serta tak terurus. Semua orang merasa heran dengan permintaan Ki Yuan ini.

__ADS_1


Sung Han mengangguk-angguk. Sembari bergumam, "Mungkin benar....aku tambah yakin..."


Coa Ow mendengar ini, ia bertanya, "Apanya yang yakin?"


Sung Han menghentikan gumamannya kemudian menoleh. Saat itu, Coa Ow melihat perubahan besar di dalam ekspresi Sung Han. Ekspresi serius, tapi juga kengerian.


"Ki Yuan menggunakan darah gadis-gadis itu dan...." Sung Han menggantungkan ucapannya. Tapi Coa Ow sebenarnya sudah cukup paham tanpa harus dilanjutkan lagi. Tapi Sung Han tetap menyambung, "Entah mereka masih hidup atau tidak tapi aku yakin, begitu masuk ke ruangannya mereka sudah tidak gadis lagi."


Coa Ow bangkit dan menggebrak meja perpustakaan itu sampai hancur.


...****************...


Di waktu yang sama hanya berlainan tempat.


Setelah mengantarkan Ki Yuan ke ruang bawah tanahnya, Kay Su Tek tidak masuk karena kakek itu sendiri yang melarang. Entah apa maksudnya larangan itu, padahal Kay Su Tek adalah tuan rumah.


Ia memutuskan kembali ke dalam gedung. Pemuda ini menghampiri kamar ayahnya dan melihat dengan prihatin keadaan ibunya. Wanita setengah baya itu, tertidur duduk di kursi dengan meja dan lipatan lengan sebagai bantalnya.


"Ibu...." gumamnya tak tega.


Kay Su Tek menotok lumpuh ibunya, kemudian dengan gerakan halus ia pondong tubuh itu dan ia baringkan ke sisi ayahnya. Selama ini ibunya tak pernah bisa tidur rebah karena alasan yang tidak ia ketahui. Memang perempuan itu sulit dimengerti.


Ia menyelimuti tubuh wanita itu dengan selimut yang sama seperti yang dikenakan ayahnya. Kemudian Kay Su Tek mengecup kening ibunya sejenak sebelum menghela nafas berat.


Ia menoleh ke arah gelas kosong di meja kecil. Sebentar lagi pasti pelayan datang membawa obat baru.


Kay Su Tek mengepalkan tangannya erat, wajahnya memerah saking marahnya.


"Aku harus melihat sendiri!" katanya, "Aku tuan rumah! Aku berhak melihatnya!! Seharusnya ini sudah kulakukan sejak pertama kali dia datang. Ini tidak benar!"


Kay Su Tek berkelebat keluar, gerakannya cepat sekali dan menunjukkan bahwa ilmu kepandaiannya tidak rendah. Tubuhnya melesat keluar gedung dan langsung meloncati atap-atap bangunan untuk mencapai pintu masuk penjara bawah tanah. Tempat ini ada di bagian paling belakang markas, dikerumuni oleh pohon dan semak.


Begitu sampai, ia memandang dengan kening berkerut dan jantung berdebar. Ia cabut pedangnya perlahan.


Ketika tangannya sudah menyentuh gagang pintu besi itu, tiba-tiba dia dikejutkan dengan kelebatan dua orang di belakang dan teguran salah satu dari mereka.


"Aha...kiranya ada yang bermaksud sama dengan kami? Beruntung, nasib baik...."


Kay Su Tek, tuan muda Perguran Awan ini cepat menoleh dan bersiap. Namun ia bernafas lega begitu mengenali seragam keduanya.


"Tuan muda..." sapa Coa Ow membungkukkan badan.


Sung Han melihat ini dan menjura pula, sungguhpun tak sampai sebungkuk Coa Ow.

__ADS_1


"Ada apa kalian datang kemari?" tanya Kay Su Tek.


"Mekihat sikap anda dan itu...." Sung Han menunjuk pedang di tangan Kay Su Tek dengan dagunya, "Pastilah anda datang kemari bukan untuk tujuan seperti biasanya."


Tuan muda itu mengerutkan kening, "Maksud saudara?"


"Anda curiga dengan Ki Yuan? Ingin kuberitahu siapa dia?" Sung Han berkata.


Kay Su Tek hanya mengerutkan kening, tapi jelas dari sorot mata itu terlihat sangat penasaran dan menuntut jawaban. Sung Han terkekeh pelan lalu menjawab.


"Dia itu tokoh Hati Iblis, anda telah memasukkan setan ke rumah sendiri."


Jelas sekali perubahan raut muka di wajah Kay Su Tek, yang sebelumnya terlihat penasaran kali ini menjadi keterkejutan. Bahkan mulutnya sampai berseru tertahan.


Namun sama seperti Coa Ow sebelumnya, ia mencoba membantah. "Jangan suka memfitnah orang!"


"Kalau begitu, kenapa anda curiga terhadapnya?" Sung Han membalas dan membuat Kay Su Tek bungkam, "Anda bicara seolah anda memercayai dia. Kalau begitu lupakan soal Hati Iblis. Kali ini, anda percaya dia bukan orang baik-baik, benar begitu?"


Kay Su Tek tak mampu berkata-kata, ucapan Sung Han tadi tepat sasaran. Dia melirik Coa Ow yang hanya diam tak ingin ikut campur.


"Saudara, kawanmu ini siapa? Seingatku, aku tak pernah melihatnya?" tanya Kay Su Tek kepada Coa Ow yang menjadi bingung hendak menjawab apa.


Tak dijawab salah, menjawab pun mau menjawab apa karena dia memang tidak tahu. Beruntung Sung Han cepat mengambil tindakan.


"Ah...soal aku tidak penting, nanti setelah urusan ini selesai barulah kita berkenalan dan bercakap-cakap."


Sung Han mendekati Kay Su Tek yang memandangnya penuh curiga.


"Aku akan meyakinkan prasangkamu kalau Ki Yuan itu memang bukan orang baik. Akan kuberitahu kau satu hal, mengapa dia ada di sini dan tak mau keluar dari bawah tanah, juga tak memperbolehkan siapa pun masuk."


"Apa itu?" Kay Su Tek bertanya cepat.


Sung Han menunjuk dirinya sendiri, "Dia mendekam di sini, adalah untuk menghindari aku. Tak ingin bertemu denganku. Menyembunyikan diri!" lalu ia menunjuk dada Kay Su Tek dengan telunjuknya, "Dan mengapa dia tak mengijinkan seorang pun turun ke bawah, itu karena ayah anda. Dia tak ingin obat buatannya diketahui siapa pun."


Kay Su Tek menjadi makin bingung, tapi juga tertarik. "Jelaskan lebih jelas kenapa dia tak ingin ada orang lain masuk."


Sung Han tersenyum, "Kau mungkin sudah tahu alasannya, aku menduga begitu." wajah Kay Su Tek memucat mendengar ini. "Tapi aku tak menyalahkanmu karena agaknya kau hanya mengetahui secuil saja." lanjutnya. Tak ada lagi sapaan "anda" di dalam ucapan Sung Han.


Sung Han mendekatkan mulutnya ke telinga Kay Su Tek dan berbisik, "Itu darah bukan....?"


"Aahhhhh!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2