Sepasang Pedang Gerhana

Sepasang Pedang Gerhana
Chapter : 248 – Awal dari Kejadian Besar


__ADS_3

Seperti yang sudah dikisahkan dengan jelas dan detail, bahwa Perkumpulan Pedang Hitam adalah satu di antara perkumpulan kuno yang amat melegenda. Umurnya tak kalah tua dengan Perkumpulan Hati Iblis yang kini sudah tamat riwayatnya. Meninggalkan seorang pewaris yang secara terang-terangan tak mau membangun ulang perkumpulan itu.


Memang luar biasa sekali Perkumpulan Pedang Hitam ini. Ketika mereka hancur dahulu kala, masih ada beberapa orang yang melarikan diri. Dan beberapa orang inilah yang telah mengumpulkan kawan-kawan segolongan lain dan membangun ulang Perkumpulan Pedang Hitam.


Tetapi karena kehancuran total waktu itu, perkumpulan ini membutuhkan waktu yang amat lama untuk bangkit kembali. Juga mereka telah mendapat reputasi buruk karena kalah dalam Perang Hitam Putih melawan Sepasang Naga Putih. Karena hal inilah, banyak tokoh-tokoh persilatan hitam tak lagi percaya pada perkumpulan ini. Maka dari itu sulit untuk menrekrut anggota baru.


Tak mengherankanlah jika anggota-anggota baru yang bergabung dalam Perkumpulan Pedang Hitam pasca perang itu hanyalah para pendekar baru dunia hitam yang bahkan masih ragu membunuh lawan. Sehingga Perkumpulan Pedang Hitam mengalami kemerosotan drastis.


Hal ini menyebabkan Perkumpulan Pedang Hitam tak cukup berani untuk menunjukkan diri dan bersikap arogan seperti di masa dahulu kala. Mereka lebih memilih untuk menyembunyikan diri seraya menghimpun kekuatan sebanyak-banyaknya.


Setelah bergenerasi-generasi, entah berapa kali pergantian pemimpin, akhirnya Perkumpulan Pedang Hitam kembali mendapat reputasinya. Namanya melonjak menjadi perkumpulan yang ditakuti lawan disegani kawan.


Puncaknya, ketika perkumpulan ini bangkit bersama saingannya, Perkumpulan Hati Iblis. Dan itu terjadi di generasi Sung Han inilah. Lebih tepatnya beberapa tahun sebelum insiden bntrokan Rajawali Putih yang dicegat orang-orang Naga Hitam.


Namun baru saja menjadi perkumpulan besar yang bahkan lebih menakutkan daripada zaman Sepasang Naga Putih, Hati Iblis harus runtuh karena kecerobohan ketuanya. Dan Pedang Hitam yang sempat menjadi perkumpulan hitam nomor satu di bawah pimpinan Kay Su Tek, harus kembali mengalami kemerosotan setelah kematian ketuanya yang terlalu berambisi pada balas dendam.


Kini perkumpulan itu seperti terlantar. Tidak tahu harus melakukan apa. Kehilangan tujuan. Kehilangan ketua. Sebagai gantinya, tampuk kepemimpinan dipegang oleh tiga kakek sakti berjuluk Naga Sakti. Mereka selalu berdiam diri di markas dan enggan mencampuri urusan luar ketika pada pagi hari itu, datang seorang tamu.


Ketiga Naga Sakti sedang bercakap-cakap di ruang pribadinya ketika datang seorang pelapor.


"Maaf mengganggu, ada tamu datang berkunjung."


Naga Sakti pertama yang paling tua, tanpa menoleh menjawab. "Siapa dan apa keperluannya?"


"Dari Serigala Tengah Malam. Mereka datang untuk bersahabat."


Sampai lama tak terdengar jawaban dari balik pintu itu. Dan si pelapor tetap setia menunggu di depan pintu.


Tiga Naga Sakti itu merasa sedikit ragu. Mengingat perseteruan ketua mereka dengan ketua Serigala Tengah Malam dulu, kiranya tak mungkin untuk bersahabat. Namun kini ketua dua perkumpulan itu sudah mati, dan Aliansi Golongan Hitam telah cerai berai. Bahkan ketiga Naga Sakti pun tak dapat menyatukan mereka. Jadi, apa salahnya?


Naga Sakti ketiga yang berangasan mengangguk diikuti oleh Naga Sakti kedua yang bermata dalam. Melihat kedua adiknya sudah sepakat, maka Naga Sakti pertama pun menyetujui.


Pintu ruangan itu terbuka sendirinya dengan perlahan. Si pelapor menahan rasa ngeri melihat kejadian yang baru pertama kali ia lihat ini. Benar-benar permainan tenaga dalam tingkat tinggi yang luar biasa. Mengingat ketiga kakek masih tetap duduk di tempatnya.

__ADS_1


"Suruh masuk. Bawa mereka ke sini," ujar Naga pertama.


Si pelapor segera mundur dan menghadapi rombongan Serigala Tengah Malam yang berjumlah sepuluh orang itu. Mereka semua diantar masuk sampai ruangan pribadi ketiga Naga. Sesampainya di sana, ketika semua orang sudah masuk, sama seperti sebelumnya, tanpa ada yang bergerak dari tempat duduk, pintu tertutup sendiri.


Sepuluh orang itu jujur saja menahan rasa ngeri di hati. Namun karena kesepuluhnya merupakan pendekar yang memiliki kepandaian cukup tinggi, sehingga tahu bahwa kejadian itu tak lebih dari permainan tenaga dalam yang digerakkan dari jarak jauh. Bukan ulah setan.


"Ada apa Serigala Tengah Malam jauh-jauh pergi ke sini? Tanpa topeng?" ucap Naga pertama.


Kesepuluhnya segera menjura hormat. Lalu orang tertua di antara mereka, yang berkumis tebal melintang, berkata. "Serigala Tengah Malam telah kehilangan ketua dan tujuan kami sudah digagalkan. Maka kami pikir tak ada lagi alasan untuk menutupi identitas. Biarlah semua orang melihat jelas wajah kami mulai dari sini."


"Apa maksud kaliam untuk bersahabat dengan kami?" Naga kedua bertanya. Pandangannya menimbulkan perasaan bergidik yang sama sekali tak dapat disembunyikan oleh kesepuluh orang itu. Kakek ini menggerakkan tangan. "Silahkan duduk."


Seketika, kesepuluh orang itu merasa berat di kedua pundak. Mereka tahu ini hanya ujian, maka dari itulah seperti besepakat, mereka tak ingin menunjukkan kelemahan. Namun karena kepandaian Naga Sakti kedua lebih tinggi, sehingga hanya sebentar saja mereka mampu bertahan sebelum jatuh berlutut.


Kesepuluh orang itu menampakkan wajah sengit. Namun hanya sebentar saja sebelum pemimpin mereka yang berkumis, duduk bersila diikuti kesembilan lainnya.


"Nah, seperti perkataannya, mengapa tiba-tiba kalian ingin bersahabat dengan kami padahal ketua kita dahulu saling ribut?" Kini Naga Sakti ketiga yang bersuara. Suaranya menggelegar bagai petir di siang bolong. Menciptakan gema yang seolah dapat merobek gendang telinga.


Diam-diam mereka merasa ngeri. Jika bukan karena kepentingan dan kehormatan, mereka sama sekali tak sudi berurusan dengan mantan musuh ini.


Tiga orang kakek itu telah menunjukkan kepandaian masing-masing. Pintu yang tertutup sendiri, lalu serangan jarak jauh yang memaksa mereka untuk duduk, dan terakhir kalinya adalah suara yang mengandung tenaga dalam luar biasa. Bagai raungan naga itu sendiri!


Serangkaian pameran kesaktian itu tak lebih dari ancaman. Ketiga Naga secara tidak langsung berkata, "ini kekuatan kami, kalian berani macam-macam?".


Kesepuluh orang itu pun sadar akan penindasan ini. Dan mereka yakin, bahkan dengan seluruh Serigala Tengah Malam, masih meragukan untuk mampu mengalahkan Pedang Hitam yang anggota-anggotanya berilmu tinggi itu.


Si kumis tebal kembali menjura. "Itu hanya masalah lalu. Pertikaian ketua kita tak usah kita ungkit-ungkit lagi. Bukankah sebagai kawan segolongan, sudah semestinya untuk saling bantu?"


Ketiga Naga itu masih merasa sakit hati. Sakit hati tentang banyak hal. Pertama adalah ketiga murid mereka yang tewas di tangan Rajawali Merah. Di mana ketiga murid itu diharapkan dapat menjagoi dunia persilatan dan dengan begitu nama mereka terangkat pula.


Lalu saat datang kesempatan untuk mengakhiri hidup Rajawali Merah, kembali gagal dengan kemunculan Sung Han si pewaris Pedang Gerhana Matahari yang asli. Dan ketika mereka berharap pada ketua mereka untuk memenangkan pertempuran adu pedang gerhana lalu menjagoi dunia persilatan, kembali harapan ini menemui kegagalan dengan kematian ketua mereka.


Kekecewaan beruntun ini membuat pikiran ketiganya kalut dan tak ada ketertarikan untuk terjun ke dunia ramai lagi. Pedang Hitam terbengkalai, sedangkan tiga pemimpinnya selalu bertapa.

__ADS_1


Maka kini, mendengar ucapan orang yang seolah hendak minta bantuan, Naga Sakti ketiga membentak.


"Saling bantu bagaimana? Jelaskan maksudmu tanpa diputar-putar!"


Si kumis terperanjat dan menundukkan muka. Tak berani menentang pandang langsung terhadap Naga Sakti ketiga.


Suaranya setengah bergetar ketika menjawab. "Ini untuk balas dendam. Kematian ketua kita disebabkan oleh orang yang sama. Yaitu Sung Han."


Ketiga Naga nampak tertarik. Sudah lama mereka hendak melakukan pembalasan. Namun kebenaran telah membuktikan bahwa Sung Han sama sekali tak bisa dikalahkan dengan kekuatan mereka bertiga.


"Kami tak bisa mengalahkan Sung Han," kata Naga pertama. "Itu sudah jadi fakta. Kami sudah pernah dipukul dan dipermalukan oleh bocah itu."


"Beda cerita jika kita bersatu," jawab si kumis cepat. "Maksudku, bukan menentang Sung Han secara langsung. Namun menentang kekaisaran ini. Bukankah Sung Han memihak kekaisaran? Mengingat konstribusinya di Kota Daun dalam pembunuhan ketua kami?"


Ketiga kakek itu saling pandang. Naga kedua menyahut. "Maksudmu?"


"Kita bekerja sama dengan Jeiji. Untuk menggulingkan kekaisaran ini dan mencegah kebangkitan Raja Dunia Silat generasi dua!"


Hening sampai lama menyusul ucapan hebat itu. Raja Dunia Silat, merupakan orang-orang sakti yang sampai kini dijadikan dongeng dalam dunia persilatan.


Lima orang berkepandaian setengah dewa. Yang sempat menjagoi seluruh dunia persilatan. Dan kini, kabar mengenai kemungkinan kebangkitan Raja Dunia Silat generasi dua sudah sedemikian terkenal di dunia pendekar setelah penaklukan Kota Daun.


Bahkan kini golongan hitam mendapat ancaman besar. Dulu, lima orang Raja Dunia Silat terdiri dari tiga golongan hitam dan dua golongan putih. Dan kini, kelima-limanya berasal dari golongan putih. Jika sampai mereka bersatu, hanya menunggu waktu untuk kepunahan dunia hitam.


Ketiga Naga saling lirik. Ini harus dihentikan! Pikir mereka.


"Raja Dunia Silat tak boleh sampai hidup lagi atau kita semua binasa. Apa rencana kalian?" Naga Sakti pertama mewakili dua adiknya, secara tidak langsung menyetujui usulan itu.


Pertemuan ini pulalah yang menjadi awal mula dari kejadian penyerbuan orang-orang misterius di Pegunungan Tembok Surga. Karena tepat beberapa hari setelah pertemuan itu, rencana dijalankan. Salah satunya adalah mengirim pasukan Serigala Tengah Malam ke sisi selatan daratan dengan menggempur blokade di sepanjang kaki Pegunungan Tembok Surga sebelah timur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2