Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 116


__ADS_3

Daisy sudah berada di kantor polisi, dan tak lama kemudian Ben datang bersama Traver.


"Sayang..." Ben langsung menemui Daisy dan memeluknya.


"Ansella... Dia..."


Ben mengangguk.


"Aku sudah tahu, ada informasi yang baru saja masuk, para pengawal sedang menyelidikinya juga." Bem mencoba menenangkan Daisy.


"Apa kau mengatakan sesuatu?" Tanya Ben.


Daisy menggelengkan kepala.


"Katamu aku harus diam sampai kalian datang." Kata Daisy.


Kemudian Ben membalas mengangguk pelan.


"Biarkan Traver yang mengurusnya." Kata Ben.


Traver pun maju dan menyerahkan kartu nama kepada kepala polisi.


"Saya pengacara Nyonya Daisy."


Kemudian Kieth melihat kartu nama tersebut.


"Saya mengenal anda Tuan Ben, anda adalah orang penting, tapi maaf proses hukum ini harus terus berlanjut karena kami harus menemukan tersangkanya, dan kami meminta Nyonya Daisy untuk bekerja sama."


"Bagaimana dengan CCTV." Kata Ben.


"Ini kasus yang di rencanakan dengan matang, tidak ada informasi apapun, dan sepertinya tersangka telah menggunakan identitas palsu."


Daisy menutup mulutnya, bagaimana Ansella dapat terlibat dengan orang seperti itu.


"Jika menilik dari Nona Ansella, kami telah menyelidikinya, dia bukan wanita yang di anggap baik, dia memiliki beberapa kasus tentang... Penjualan diri." Kata Kieth.


"Istri ku sudah lama tidak bertemu dengannya, kami juga baru kembali dari pulau Maladewi, istriku tak tahu menahu, hanya karena Ansella menghubunginya dan meminta tolong padanya, tidak membuat istriku mengetahui sesuatu, karena mereka sudah lama tidak komunikasi."


Kieth mengangguk.


"Kalau begitu aku akan membawa istriku."


Kieth sedikit keberatan, namun melihat aura tekanan dari Ben, ia pun mengalah.


"Baik Tuan Ben, tapi saya mohon kerjasamanya jika saya hendak menghubungi istri anda terkait kasus ini. Saya tahu anda adalah salah satu warga negara K yang taat hukum." Sindir Kieth.


"Traver, urus semuanya." Kata Ben dingin tak memgindahkan kata-kata Kieth sebagai kepala polisi.

__ADS_1


"Baik Tuan."


Kemudian Ben mengajak Daisy untuk kembali ke mansion, dalam perjalanan, Ben hanya diam. Daisy merasa bahwa Ben sedang marah.


Saat itu mobil melaju tak terlalu kencang dan juga tak melambat.


"Apa kau marah sayang?" Tanya Daisy.


"Tidak. Aku hanya khawatir." Kata Ben.


"Benarkah? Kau tidak marah karena aku pergi tanpa memberitahumu?"


"Tidak sayang, aku tidak marah, semua akan baik-baik saja setelah Traver mengurusnya." Kata Ben tersenyum.


Tak butuh waktu lama, mereka sampai di mansion, dan langsung menuju kamar.


Saat itu berjalan masuk ke dalam kamar dan melihat punggung suaminya, Daisy tiba-tiba teringat wajah dan penampakan tubuh beaar dan kekar Keith lalu membuatnya tersentak kaget.


"Apa yang ku lakukan." Kata Daisy menepuk kepalanya.


Daisy kemudian mendatangi Ben yang hendak mengganti pakaian, dan memeluk Ben dari belakang.


Ben tersenyum dan memeluk balik Daisy.


"Aku tidak marah sayang..." Kata Ben mencium kepala Daisy.


"Aku mau mandi dulu." Kata Ben melepaskan pelukannya.


Ben berfikir sejenak.


"Boleh." Kata Ben.


Namun, di luar ekspektasi Daisy, lagi-lagi Ben tak menyentuhnya, Daisy ingat sudah 3 tahun ini Ben jarang menyentuhnya bahkan mereka sudah tidak permah melakukan hubungan suami istri.


Ben banyak ke luar Negeri, kadang juga ke luar kota karena urusannya sebagai Ketua Mafia, dan kadang juga karena urusan perusahaan tentang proyek-proyek besar, ketika pulang pun Ben lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak-anak.


Selama ini Daisy tak merasakan kecurigaan, karena Daisy juga merasa sedang sibuk mengurus anak-anaknya. Awalnya Daisy tak merasakan sesuatu yang aneh, Daisy hanya berfikir jika Ben sedang lelah dan terlalu sibuk.


Daisy tak menuntut apapun, karena dia tahu, Ben bekerja keras juga untuk dirinya serta anak-anaknya, Daisy begitu percaya pada Ben setelah apa yang telah merwka lewati tak ada keraguan dan tak ada prasangka apapun, karena Daisy taju Ben pria setia, namun semakin lama, Daisy semakin merasa kehilangan dirinya.


Daisy kembali tersadar ketika melihat Ben keluar dari kamar mandi, Daisy mulai gusar, ia mulai menemukan jawaban kekosongan hatinya, ia mulai tahu penyebab kejenuhan dirinya di dalam kemewahan yang ada di sekelilingnya.


Ben, berubah. Dia pria yang telah sangat berubah.


Dulu Ben tak akan pernah melepaskannya, dan bahkan akan menghujaminya dengan sentuhan dan memaksanya untuk melayani keinginannya hingga pagi.


Sejujurnya, Daisy rindu saat-saat dirinya di buat tak berdaya, Daisy rindu hal-hal ekstream yang Ben lakukan padanya.

__ADS_1


Daisy bahkan rindu, ketika Ben melakukan hubungan dengan kasar dan sedikit emosi tanpa ampun.


Daisy pun rindu akan sifat posesif, paranoid serta sifat obsesi Ben pada dirinya, bahkan kegilaan Ben pada dirinya untuk melayaninya hingga membuat tubuhnya remuk.


Daisy merindukan itu semua.


Tapi, sekarang, Daisy merasa Ben telah berubah.


Setelah pikirannya melayang jauh, dan dia menemukan jawabannya, Daisy keluar dari kamar mandi dan akan mencoba lagi untuk memprovokasi Ben.


Daisy memakai pakaian tidur yang seksi dan sangat tipis, namun ketika keluar dari Walk in Closet Daisy tak melihat Ben.


Seketika Daisy mendecakkan lidahnya.


Daisy tahu, ada dimana suaminya.


Buru-buru Daisy memakai mantel tidur, dan menuju kamar anak-anaknya, Daisy berjalan dengan cepat melewati koridor dan saat sampai di depan pintu kamar anak-anaknya ia membukanya.


Daisy masuk dan tentu saja, Ben sudah tidur di sana bersama putri kecilnya, pria itu memeluk Zay dengan pelukan besar, tubuh besar Ben seperti menutupi tubuh mungil Zay hingga seperti tak terlihat.


Begitulah selama 3 Tahun ini. Ben selalu tidur di kamar anak-anaknya, bahkan ketika Daisy memprovokasi Ben untuk melakukan hubungan badan, Ben tahu-tahu sudah tidur atau Ben pulang larut dari perusahaan lalu tidur bersama anak-anak.


Sedangkan jika Ben pulang lebih awal, waktunya pun habis menemani bermain anak-anak, pria itu bahkan memandikan mereka dan menidurkan mereka hingga dirinya ikut tidur di ranjang bersama anak-anak.


Daisy menyedekapkan tangannya, dan menggigit lidahnya sendiri.


Akhirnya Daisy pun kembali ke kamarnya, dengan sedikit kesal.


"Tidak mungkin... Apa dia punya wanita lain? Apa dia selingkuh dariku? Sudah 3 tahun dia seperti itu, dia bahkan orang yang tidak dapat menahan nya, dia memiliki keinginan kuat dan tenaganya juga besar. Tunggu, tidak... Bukan 3 tahun... Bahkan ketika aku mengandung dia hanya melakukannya sekali saat di Maladewi. Itu adalah hubungan badan yang terakhir kalinya."


Saat itu, Daisy mulai tahu penyebab kekosongan hatinya, penyebab dirinya terasa kehilangan sesuatu yang besar dan membuatnya jenuh, merasakan bahwa ia kehilangan sosok dirinya yang dulu.


"Jadi, apakah setiap malam Ben memilih begadang untuk menjaga anak-anak selama ini, karena dia ingin menghindariku? Dia... Tidak ingin berhubungan denganku? Dia pembohong besar, dia mengatakan agar aku dapat istirahat, tapi itu adalah tempat pelarian sempurna dan alasan sempurna untuk menghindar dati hubungan sekss." Daisy duduk di tepi ranjang dan menangis.


Sekali lagi dan terus terulang lagi selama lebih dari 3 tahun ini, Daisy kembali memuaskan dirinya sendiri dengan menyentuh tubuhnya sendiri.


Daisy berbaring di atas tempat tidur dan mulai merasakan kenikmatan dari sentuhan nya sendiri, meskipun itu tak akan bisa menggantikan kenikmatan yang selalu ia rasakan ketika Ben menyentuh dan melakukan dengannya.


Namun tiba-tiba saja, saat dirinya sedang merasakan kenikmatan, biasanya Daisy membayangkan dan mengingat bagaimana Ben menyentuh dan melakukan dengannya, kali ini Daisy tanpa sadar justru membayangkan sosok Kieth Brawn.


"Aaahh... Ssshh...." Tubuh Daisy menegang dan bergetar, ada sensasi baru ketika ia tanpa sadar membayangkan Kieth Brawn.


Sepersekian detik setelah ia merasakan kenikmatan, Daisy menutup mata dan menangis.


"Apa yang sudah ku lakukan." Kata Daisy menangis sesenggukkan.


"Apa sekarang aku sedang mencurigai suamiku selingkuh karena sudah 3 tahun lebih dia tak menyentuhku? Dan sekarang ada fantasi lain di kepalaku karena aku haus berhubungan badan? Apa aku mulai tersesat?" Kata Daisy menarik selimut dan menutupi dirinya.

__ADS_1


"Ya tuhan... Ada apa dengan rumah tanggaku."


Bersambung


__ADS_2