Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 218


__ADS_3

Tengah malam hampir menuju dini hari, Zay berhasil mengelabui penjaga mansion keluarga Haghwer dan sudah berada di depan mansion milik kakaknya, mansion itu benar-benar besar dan luas, bahkan antara gerbang utama dan mansionnya sendiri memiliki jarak yang jauh.


"Bagaimana aku bisa ke sana." Kata Zay.


"Banyak sekali para pasukan yang berjaga di depan mansion milik kakakku, tapi kenapa mereka semua hanya berjaga dan tidak menyerang?"


Zay kemudian melihat gerbang besar, ia memastikan bahwa gerbang itu tahan peluru.


Sembari mencari celah, Zay masih bersembunyi di balik pohon dan semak-semak.


Meski Negara K maju, namun di negara K masih cukup terdapat banyak hutan, negara K sangat luas dan masih banyak juga wilayah yang belum terjamah.


"Aku mungkin bisa menaiki pagar itu, tapi jika ada sensor listik aku bisa mati." Kata Zay.


Zay masih diam mengawasi dengan pakaian serba hitam, kemudian dengan cepat Zay memakai topeng kain hitamnya bak ninja.


Zay menarik tongkat pendek yang ada di belakang punggungnya dan memencet tombol.


"WUSSSHH!!!" Tongkat seketika menjadi panjang dan lentur.


"Astaga... Apakah aku benar-benar akan melakukan ini di mansion kakakku sendiri, apakah aku mengendap-endap seperti ini, layaknya musuhnya. Bagaimana jika aku menghubunginya saja dan memintanya untuk membuka gerbang, ahhh... Tapi nanti jika gerbang itu di buka pasti para pasukan Douglas akan senang dan berpesta." Kata Zay.


Sejenak Zay mengambil nafasnya panjang dan menenangkan diri.


"Aku bisa melakukan ini, aku pernah melakukan latihan ini bersama ayah." Kata Zay meyakinkan dirinya.


Dengan cepat Zay berlari dari semak-semak keluar dari pepohonan, tanpa di sadari oleh para pasukan Douglas, karena Zay memakai seragam serba hitam yang ketat dan memakai sepatu kain yang tak menimbulkan suara.


Zay berlari cepat dan menancapkan tongkatnya, lalu tongkat lentur itu pun membawa Zay terbang naik. Zay memencet tombolnya lagi, hingga tongkat itu menjadi lebih panjang dan mendorong Zay naik lagi.


"Astaga Zac kau membangun pagar yang sangat tinggi! Gila! Aku tidak akan sampai!" Pekik Zay.


Namun, ternyata prediksi Zay salah, Zay dapat terbang lebih tinggi setelah menginjak pijakan ujung tongkatnya dan terbang melewati pasukan Douglas lalu terbang melewati pagar, para pasukan Douglas yang tiba-tiba melihat ada seperti bayangan hitam di atas mereka sontak semuanya mendongak.


"Apa tadi burung?" Kata para pasukan Douglas.


"Sepertinya bayangan pesawat."


"Bodoh, itu tadi seperti meteor!" Kata salah satu pengawal lagi.


"Kau mabuk! Tadi adalah roket!"


"Jika itu roket kita sudah terbakar kena api dan panasnya!" Teriak salah satu pengawal lagi.


Saat masih terbang di atas, dan hendak turun Zay dengan cepat mengambil tongkatnya lagi, dan memencetnya, lalu tongkat itu memanjang, Zay menumpukan tongkat itu pada rerumputan, dan Zay merosot turun dari tongkat.


Dengan memakai remotnya, Zay menekannya, membuat tongkat-tongkatnya mengecil, berbeda untuk tongkat yang ada di luar, setelah ikut mengecil tongkat itu berputar-putar seperti gangsing memercikkan api dan hancur.


"Hanya keluarga Haghwer yang punya, paman Rudolf memang ahlinya menciptakan barang-barang berharga yang unik." Kata Zay tertawa.

__ADS_1


"Astaga kenapa sepi sekali, kasihan juga Zac, dia tak punya pasukan dan pengawal untuk menjaga Mansion. Ahh... Ku pikir-pikir ada baiknya juga, jadi aku bisa menyusup kemari." Kata Zay berlari kecil dan melihat ke semua arah.


Setelah sampai di bawah bangunan Mansion, Zay kemudian memencet lagi tombol yang ada di pinggangnya, sebuah tali terulur maju terbang dan naik hingga ke lantai dua.


Zay menari tali itu apakah sudah menancap di dinding dengan baik, di rasa kuat, kemudian Zay memencet lagi tombolnya dan tali itu membawanya naik, sedikit demi sedikit, Zay menampakkan satu dan dua langkah di dinding.


Setelah itu, Zay sampai di atas.


"Ku harap aku tidak salah ruangan." Kata Zay.


"Apakah ini ruangan Zac? Atau kah wanjta itu? atau jangan-jangan aku akan memergoki mereka sedang saling bercumbuu?" Tanya Zay lagi berbisik dalam hati.


Dengan sebuah pisau kecil Zay kemudian membobol jendela.


"JEGLEEKK!!!" Jendela terbobol.


"Tidak ada sensor? Tidak ada alarm? Kenapa sangat mudah? Apakah ini jebakan?" Kata Zay dalam hati.


Zay kemudian membuka gorden putih dan masuk menginjakkan kakinya perlahan.


"Gelap sekali, dan dingiinn..." Kata Zay.


"Aku akan memakai kacamata sensor malam."


Namun belum sempat memakai kacamata sensor malam, dari belakang Zay sudah di piting oleh seseorang.


"BRUKKKK!!!"


Zay hendak menendang kan kakinya, namun seseorang itu menjegal kaki Zay.


"GEDEBRUUK!!!" Mereka jatuh di atas lantai.


Kepala Zay terbentur lantai.


Seseorang itu mencekik leher Zay dan mencengkram kedua pergelangan Zay. Dengan kekuatan yang besar pula.


Beberapa menit berlangsung Zay tak bisa bergerak, nafasnya hampir habis, pikiran dan ingatannya kembali pada masa di mana ia di lecehkan oleh Carlos.


"Car... Carloss... Jangann..." Kata Zay, traumanya bangkit dan merasa bahwa yang mencengkram seluruh tubuhnya adalah Carlos.


Merndengar suara wanita, dengan cepat seseorang itu membuka topeng kain milik Zay, rambut Zay terurai di lantai, sinar bulan pun masuk melalui gorden yang terbuka akibat hembusan angin.


"Carloss... Jangann...." Kata Zay terbata, air mata menetes di ujung matanya.


"Aku bukan Carlos, kau siapa."


Zay kemudian membuka matanya, sosok itu bukan Carlos, wajah yang tak terlalu nampak dengan jelas, namun ia masih muda seusia kakaknya, tampan dan juga memiliki tubuh yang bugar dan sempurna, dan dia adalah Charles.


"A... Aku... Zay... Kembara...an... Zacc..." Kata Zay terputus putus.

__ADS_1


Dengan cepat, Charles mundur, dan langsung menyalakan lampu.


"Uhukk... Uhukkk!!!" Zay merasa kepalanya berputar karena terjatuh di lantai dan kepalanya membentur lantai, nafasnya juga tersengal karena cekikan keras Charles.


Dengan sigap Charles langsung menggendong Zay ke atas tempat tidur dan mencoba melepaskan baju Zay.


"Apa yang kau lakukan...!!!" Bentak Zay dengan tubuh yang masih lemah.


"Bajunya terlalu ketat, kau harus membukanya agar dapat bernafas, aku mencekikmu dengan sangat keras." Kata Charles dengan cepat membuka risleting pakaian milik Zay dari leher hingga batas perut.


Tangan Charles begitu terampil, dan pakaian Zay sudah terbuka sebagian hingga sampai perut, saat itu Zay hanya memakai tangtop, bahu kecil nya bergetar hebat.


Charles meraih gelas dan mengisinya dengan air minum.


"Duduk dan minum sedikit." Kata Charles memapah Zay untuk bangun.


Sedikit demi sedikit nafas Zay kembali, dadanya tidak sesak lagi, dan kepalanya yang berdenyut serta berputar sudah sedikit menghilang.


"Kau siapa." Kata Zay.


"Charles..."


"Pengawal kakakku?" Tanya Zay.


"Bukan mungkin bisa dikatakan teman." Kata Charles.


"Kenapa kau mengendap-endap, aku sudah melihatmu ketika kau terbang melewati pagar untuk kau tak terkena sensor listrik di pagar, ku pikir kau suruhan Tuan Douglas, jadi aku mematikan alarm dan sensor mansion agar kau bisa masuk membobol jendela, saat kau berhasil masuk aku langsung meringkusmu."


"Ya ringkusan yang sangat kuat. Apa kau juga mafia." Kata Zay mengernyitkan alisnya menahan sakit seluruh tubuhnya.


Charles diam.


"Kau mafia?" Tanya Zay lagi.


"Aku... Kedepannya mungkin akan fokus menjadi mafia." Kata Charles.


"Kenapa kau melakukan ini semua?" Tanya Charles.


"Aku penasaran..." Zay menjawab pelan.


"Pada?"


"Gadis yang di sukai Zac, sampai dia keluar dari Marga Haghwer." Kata Zay.


"Dan... Aku juga ingin mengajaknya pulang untuk meminta maaf pada ayah, karena telah keluar dari Marga Haghwer."


Zay mengatakan dengan menunduk, namun sekilas ia ingat ketika saat memanggil nama Carlos, Zay tak menyadari nya sepertinya ia merasa baik-baik saja, namun sesaat tadi, Zay merasakan seperti trauma yang hebat.


"Jadi, kenapa kau memanggil nama Carlos?" Tanya Charles.

__ADS_1


Seketika Zay menatap wajah Charles dengan terkejut dan wajah bingung, bagaimana di saat yang sama Charles juga menanyakan hal itu. Pikiran mereka seperti terkoneksi.


Bersambung~


__ADS_2