Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 230


__ADS_3

Douglas menelan ludah, ia tak menyangka bagaimana bisa gerakan seorang bocah bisa secepat itu menyergapnya.


Namun, Douglas juga maklum selama ia hidup, tak pernah menyentuh latian apapun.


Douglas melihat ke sekeliling, pasukannya yang terdiri dari begitu banyak bandit sudah mulai menipis, belum lagi ia melihat ke atas lembah bahwa pasukan bandit sudah terperangkap di sana bersama pasuka Brandon.


Sekelilingnya banyak sekali potongan-potongan tubuh yang tak utuh lagi, semuanya bercampur menjadi satu dengan lautan darah yang kental.


Di ujung jalan yang menuju mansion iring-iringan mobil berhenti, seorang pria dengan tubuh besar dan mantel besar menggantung di bahu. Pria itu berjalan perlahan mendekat pada dermaga mansion.


"Ben..." Kata Gavriel yang masih berjaga di mansion dan bertarung dengan beberapa bandit.


Belatinya menusuk leher sang bandit dan ketika Gavriel mencabutnya, darah muncrat ke tubuhnya.


"Untuk apa dia kemari." Kata Moran.


"Entahlah..." Kata Gavriel.


Ben berjalan di kawal oleh beberapa pasukan dan bersama Traver.


Pria itu kemudian mendekat pada sang anak dan menyentuh bahu nya.


"Lepaskan pedangmu Zac." Kata Ben.


"Kenapa ayah kemari." Tanya Zac.


"Ada hal yang harus ku lakukan, tapi kita tetap ada di persimpangan jalan, aku datang bukan untuk membantumu." Sahut Ben.


"Ini peperanganku dan Douglas, aku juga tak berharap mendapatkan bantuanmu." Kata Zac.


"Aku tahu, turunkan dan kita harus mulai bernegosiasi, karena bukan hanya kau yang perlu bicara, aku sebagai ketua mafia juga harus bertindak pada peperangan kalian." Kata Ben.


Douglas melihat ke arah Ben dengan wajah dingin.


"Kedua kubu perintahkan untuk gencatan senjata." Perintah Ben.


Zac dan Douglas masih diam tak menjawab, Zac pun belum menurunkan samurainya.


"Jika kalian masih terus berperang di Negara K, aku akan segera memerintahkan Pasukan Perkumpulan Serikat Mafia untuk turun tangan dan memblokir semua perdagangan kalian atau bisnis kalian." Kata Ben.


Kemudian Douglas memanggil pengawal pribadinya.


"Heiden, perintahkan para pengawal untuk berhenti dan mundur."


Zac pun juga memanggil Yaron untuk memberikan perintah gencatan senjata.


"Yaron lakukan gencatan senjata." Perintah Zac.


Yaron mengerti dan mengatakan perintahnya melalui headset.


"Jadi hal pertama yang harus ku katakan adalah, kita akan negosiasi." Kata Ben.


"Serahkan anakku." Kata Douglas

__ADS_1


Tak berapa lama Moran dan Gavriel datang, bersamaan dengan Charles.


"Kau tidak pernah pulang dan sekarang kita bertemu dalam peperangan, apa kau benar-benar sudah tak menganggap aku ayahmu." Kata Moran.


Douglas kemudian memalingkan wajahnya lalu ia meminta cerutu pada Heiden. Heiden pun memantikkan api nya dan asap mengepul.


Douglas menghisapnya dalam lalu menghembuskan asapnya.


"Panggil anakku kemari." Kata Douglas mengacuhkan sang ayah.


"Tidak akan, kau tidak lihat apa yang terjadi di sini. Aku tidak mengizinkan Gaby melihat pemandangan ini." Kata Zac.


Keadaannya memang sangat mengerikan, semua lokasi tak bisa luput dari darah, dan potongan tubuh.


"Tak masalah dia juga akan ku bawa pulang." Kata Douglas menyesap cerutunya lagi.


"Anak sialan!!! Kau mengacuhkan ku setelah sekian lama kau ku besarkan!!!" Teriak Moran dan mendekat menarik krah kemeja Douglas.


Heiden kemudian menarik tangan Moran dengan kuat dan mendorongnya pria tua itu, Gavriel menahan sang ayah agar tak terjatuh.


"Beraninya kauuu!!!" Geram Moran.


"Sudah jelas aku memakai Marga Scoot, kenapa kau masih berlagak bodoh." Sahut Douglas.


"Kenapa kau lakukan ini semua!!!" Teriak Moran.


"Karena aku membenci seluruh keluarga Murder, hanya itulah alasanku." Kata Douglas santai dan membenarkan kemejanya.


"Sekarang mana anakku." Sahut Douglas lagi.


"Tidak akan ku serahkan!!!" Kata Zac.


"Jadi negosiasi ini sia-sia saja maka aku akan menembak kepala orang yang menghentikan perang ini!!" Teriak Douglas.


Douglas dengan cepat menarik pelatukmya dan membidikkan pistolnya pada Ben.


"DOOORRRR!!!" Tembakan melesat, peluru menuju pada kepala Ben.


"BENNN!!!" Teriak Gavriel.


Semua menjadi tegang.


"CRAAASSSSHHH!!!!" Zac langsung maju dan menebas kepala Douglas.


Kepala Douglas pun menggelinding di kaki Zac.


Kemudian Zac secepat kilat melihat ke arah ayahnya , utungnya saat itu Ben sudah menghindar dengan cepat dan peluru pun melesat pergi.


Heiden mendelik dan mengeluarkan senjatanya, ia terkejut dengan kecepatan tangan Zac, yang tak terbaca memenggal kepala Douglas namun Yaron maju dan merebut senjata Heiden.


"Jangan gegabah, tangan ku lebih cepat." Kata Yaron


"Kabarmya Douglas tidak pernah belajar beladiri, dan menembak, ternyata benar, ku pikir dia tangguh ternyata tak bisa apa-apa." Kata Zac.

__ADS_1


"Dia punya gangguan mental Zac." Kata Gavriel.


Namun, yang menjadi persoalan sekarang adalah, saat itu detik itu, menit itu, tidak hanya Moran yang sangat terluka dan marah karena Zac memenggal kepala Douglas.


Ada satu orang lagi yang melihatnya, yaitu Gaby.


Entah bagaimana Gaby sudah tiba bersama Traver. Tubuh Gaby lunglai dan lemas, ia melihat pemandangan di hamparan rerumputan yang luas dengan lautan darah dan cincangan tubuh, belum lagi dengan kedua matanya sendiri dia melihat bagaimana ayahnya di penggal oleh Zac.


Saat itulah Ben tersenyum kecil.


Kedua mata Gaby melesat pada kepala ayahnya yang sudah berada di bawah kaki Zac.


"Kau... Kenapa... Kenapa kauu...." Kata Gaby air matanya kemudian jatuh dengan derasnya.


"Traver kita pulang." Ajak Ben.


"Sial..." Kata Zac.


"Apa maksud nya!! Apa kau yang menginginkan ini terjadi!!!" Teriak Zac pada sang ayah.


"Kau memancing emosi Douglas, dan kau tahu bahwa Douglas tidak pintar bertarung dan menembak!!! Kau menjadikan dirimu sasaran agar aku reflek membunuh Douglas!!!" Teriak Zac.


"Aku sudah katakan padamu Zac, ibumu tak pernah merestui hubungan kalian, jika cinta kalian kuat, seharusnya hal seperti ini tak akan menggangu hubungan kalian, dan aku juga sudah katakan padamu Zac, bahwa aku hanya pion dan ibumu adalah ratunya."


"Jadi, ibu yang menyuruhmu untuk membuatku seperti ini!" Kata Zac.


"Tidak juga, ibumu hanya meminta agar kalian saling membenci dan tak melanjutkan hubungan kalian, dan tanpa memggunakan tanganku, kau melakukannya sendiri." Kata Ben.


Zac menggenggam samurainya dengan sangat kuat, dan melihat ke arah Gaby.


"Kau janji tak akan membunuh Douglas Zac!!!" Teriak Moran.


Zac melihat ke arah Moran dan juga Gaby yang melihatnya dengan penuh kebencian.


"Sial." Umpat Zac.


"Pasukan Murder!! Balik serang Mansion, kita sudah tak punya kepentingan lagi dengan mereka, dan Zac telah membunuh anakkuu!!!" Teriak Moran.


"Pasukan Murder tetap di tempat kalian dan kalian akan menjadi lebih besar jika bersama Tuan Zac!!!" Teriak Yaroon sebagai kepala pasukan.


"Pasukan Murder!!! Jika kalian kembali pada Moran Murder kalian akan menyesalinya!!!" Teriak Yaroon lagi dan berlari menuju pada pasukan Murder dan Brandon yang masih melindungi mansion.


"Hei kau!!! Heiden... Gerakkan para pasukan Scoot Bandit!!!" Teriak Moran.


"Pasukan Scoot dan Pasukan Banditt seraaanggggg!!!" Teriak Heiden.


"Yarooonn!!! Bawa Gaby masuk!!!" Teriak Zac.


"Sial! Ini menjadi lebih rumit!" Kata Charles geram.


Sedangkan Gavriel masih berdiri memandangi semuanya yang menjadi kacau, ia bimbang akan berdiri di sisi mana, apakah ayahnya ataukah Zac.


Namun, Zac telah merebut pasukan Murder, tapi Gavriel juga tak mungkin melawan ayahnya dan membunuh ayahnya sendiri dalam perang ini.

__ADS_1


Lalu Ben sendiri berjalan santai di tengah gempuran Boom, dan peluru yang berseliweran, serta api yang berkobar, dan lautan darah yang menodai sepatunya.


Bersambung~


__ADS_2