
"Nyonya... Saya tidak ada hubungannya dengan apa yang ayah saya perbuat..." Kata Gaby.
"Tapi kalian memiliki hubungan darah, yang lebih kental daripada air."
"Saya bahkan rela meninggalkan mereka demi bisa bekerja dengan Tuan Zac lagi."
Daisy kemudian tertawa sinis.
"Lihatlah, kau sendiri tega meninggalkan keluargamu, bagaimana aku bisa percaya padamu."
Gaby menelan ludahnya dan *******-***** tali tas, ia sudah tidak tahan lagi, kakinya terasa lemas. Tidak tahu bagaimana dia bisa meyakinkan semua orang bahwa ia tidak akan berkhianat.
"Kau tahu bagaimana ibu mu menggoda suamiku, bagaimana ibu mu yang dulu meminta suamiku sebagai imbalan karena telah menyelamatkan suamiku, padahal aku sudah menerima dia memeluknya dan merentangkan tanganku untuknya, meski tampilan ibumu dulu sangat kotor..." Kata Daisy lagi.
"Bahkan ibumu dengan lancang berani..." Sebelum Daisy menyelesaikan kalimatnya, seseorang telah memanggilnya.
"Ibu!!!" Teriak Zac kemudian, menghentikan Daisy melanjutkan kalimatnya.
Daisy melihat ke arah Zac.
"Biar aku yang mengurusnya." Kata Zac.
"Kau sudah janji pada ibu..."
"Aku tidak akan melanggarnya..." Kata Zac merasa kepalanya pening.
Kemudian Daisy melihat ke arah Gaby lagi yang masih menundukkan kepalanya, ia pun pergi masuk kembali.
"Kenapa kau kesini." Kata Zac.
Gaby masih diam dan menunduk.
"Aku sudah katakan dengan jelas padamu bahwa aku tak ingin melihatmu lagi." Kata Zac dingin.
"Maafkan saya, saya hanya ingin melihat kondisi Tuan Ben."
"Pergi lah..." Kata Zac.
"Mulai sekarang dan selamanya jangan lagi ada di hadapanku, kau tahu alasannya, seharusnya kau memikirkannya lebih dulu sebelum kau datang kemari, keluargamu, dan keluargaku, apa kau ingin menutup mata begitu saja?" Kata Zac.
Air mata Gaby menetes.
"Jangan menangis." Kata Zac.
Bahu Gaby naik turun, tangisannya kembali pecah, kali ini Gaby tak kuat lagi dengan perilaku dan perlakuan Zac yang mengusirnya dengan kasar, Gaby tak bisa menahan lagi kesedihan dan sakitnya, ia merasa perjuangannya sia-sia.
Tiba-tiba seorang pria yang tampan dan memiliki postur tubuh tinggi sempurna, berjalan ke arah mereka.
Pria yang cukup sempurna untuk di panggil Tuan Muda, pria itu memakai pakaian casual, jaket boomber dan sepatu kets.
__ADS_1
Para pengawal menahan pria itu namun dengan tangkas Pria yang memaksa masuk melemahkan para pengawal, dengan sigap pria itu menarik tangan Gaby dan mengajak Gaby pergi.
"Ayo pergi."
"Charles... Bagaimana kau..." Gaby terkejut dan sangat syock bagaimana Charles bisa ada di sekitarnya.
Tak hanya Gaby, begitu pula Zac yang masih tak bergerak dan menyaksikan seorang pria menarik Gaby pergi.
Dengan cepat Zac pun mengejar mereka, diikuti beberapa pengawal.
Zac menendang Charles dengan tendangan seperti akan terbang, membuat Charles terpental maju dan melepaskan tangan Gaby.
"Charles..." Teriak Gaby.
"Charles?" Tanya Zac.
"Dia... Dia pengawal pribadi ibu saya..." Kata Gaby hendak mendekat.
Namun Zac menahan tangan Gaby untuk tak mendekat pada Charles.
Sedangkan Charles pun mencoba berdiri namun di tahan para pengawal agar tetap berlutut.
"Dari pakaianmu kau bukan pengawal, untuk apa kau menyamar menjadi pengawal..." Kata Zac maju dan kemudian menekan tubuh Charles dengan kakinya.
"Tuan Muda Zac... Tolong jangan sakiti Charles... Dia benar-benar pengawal ibu saya... Sudah lama dia bekerja untuk ibu saya..." Pinta Gaby.
"Tidak jika dia adalah Charles salah satu anak dari keluarga mafia. Kau adalah Charles Brandon, anak haram Rei Brandon, yang di bunuh oleh ayah ku. Kau pikir aku buta sejarah tentang ayahku dan Rei Brandon? Dia mencintai ibuku dan dia menculiknya." Zac kemudian menekan kaki nya lagi lebih keras di dada Charles dengan hingga membuat Charles terbaring.
Sedangkan Gaby sendiri tak mengerti apa yang sedang Zac katakan.
Tiba-tiba Traver datang mendekat.
"Tuan Zac... Saya mendapatkan informasi persembunyian Carlos De Hugo." Kata Traver.
Zac kemudian terdiam, ia terlihat sedang berpikir sesuatu.
"Tuan..." Panggil Traver lagi menyadarkan Zac.
"Bawa Gaby ke Negara K, tempatkan dia di rumah ku, dan perketat penjagaan." Perintah Zac.
"Tapi Tuan Zac, Nyonya Daisy..."
"Lakukan saja dan tutup mulutmu..." Kata Zac.
"Tuan Zac... " Traver masih memandang Zac antara dia begitu berat menjalankan perintah itu, karena Traver sendiri tidak sebentar mengikuti Ben dan Daisy.
Traver tak bisa melanggar semua perintah dan mandat dari Ben serta Daisy.
"Kau tak bisa melakukan itu?" Tanya Zac.
__ADS_1
"Maafkan saya Tuan Zac, saya tidak mampu melanggar Tuan Ben dan Nyonya Daisy, perintah dan titah serta mandat dari mereka telah melebur menjadi satu di dalam darah saya dan daging saya, jika anda memerintahkan pengawal lain pun saya akan menghalangi anda untuk membawa Nona Gaby." Kata Traver.
Zac mengeraskan rahangnya, menggenggam kedua tangan mencengkram krah jas Traver.
"Kau... !!!" Kata Zac kehabisan kata.
Nafas Zac naik turun karena menahan emosi dan amarahnya.
"Lepaskan aku, aku akan membawa Gaby pulang." Kata Charles.
Zac masih diam dan mencengkram krah baju serta jas milik Traver.
"Lagi pula, kau tidak ingin melihatnya kan, kau juga sudah menyakitinya, jadi aku akan membawa Nona Gaby kembali."
"Cerewet!!" Geram Zac dingin.
"Tuan... Anda tidak bisa membawa Nona Gaby ke Negara K, karena Nyonya Daisy pasti akan sedih dan kecewa pada anda." Lanjut Traver meyakinkan lagi.
"Traver kali ini saja." Pinta Zac.
"Saya tidak bisa membiarkan anda membuat Nyonya Daisy sedih Tuan Zac." Kata Traver.
"BUUUGGG!!!" Zac memukul Traver dengan pukulan yang keras.
"AAAAHHHH....!!! Tuan Zac..." Jerit Gaby.
"Bawa Gaby ke Negara K dan tempatkan dia di rumahku, aku akan pergi menyelamatkan Zay." Kata Zac.
"Anda bisa memukul saya dan membunuh saya tapi saya tidak akan pernah melanggar perintah Nyonya Daisy, bahwa anda tidak boleh berhubungan dengan anak dari wanita yang Nyonya Daisy benci." Kata Traver tetap pada pendiriannya.
"Aku akan membawa Gaby ke Negara K seperti kemauanmu..." Kata Charles kemudian.
Zac yang sedang mencengkram krah baju Traver melihat ke arah Charles.
"Aku akan membawanya, percayalah padaku..."
"Untuk apa aku mempercayaimu, dan untuk apa kau melakukan itu..." Kata Zac.
"Entahlah aku hanya ingin melihat Nona Gaby bahagia dan aman, meski Nona Gaby anak dari Tuan Douglas tapi, Tuan Douglas tak pernah benar-benar memperlakukan Nona Gaby sebagai anaknya, kekerasan mental dan fisik selalu terjadi." Kata Charles.
Zac berfikir sejenak.
"Jika anda melakukan itu berarti saya tidak bisa lagi menjadi pengawal pribadi anda Tuan Zac, dan anda pasti sudah tahu apa konsekuensinya melakukan itu, anda akan menjadi musuh saya dan musuh Keluarga Haghwer, saya tahu apa yang akan Tuan Ben lakukan jika anda melanggar perintah..." Kata Traver.
Zac terdiam, matanya melirik pada Gaby yang menangis dan ketakutan.
Kini pilihan ada di tangan Zac. Apakah Zac akan memilih perintah dari ibunya, ataukah Zac akan melanggar janjinya pada ibunya dan menyakiti serta melukai kepercayaan sang ibu.
Di ujung sana, di balik jendela rumah sakit, berdirilah Daisy yang terus mengamati, tak hanya Daisy, Derreck dan Gavriel pun hanya ikut mengamati.
__ADS_1
Mereka ingin melihat pilihan mana yang akan Zac ambil, apakah keluarganya atau anak dari musuh mereka, dimana ayah dari Gaby telah memberikan perintah pada pengawalnya untuk menembak Ben hingga membuat Ben sekarat sampai sekarang.
Bersambung