
Darah kental sedikit kehitaman, sudah membanjir di lantai, mulut Marry Anne pun juga mengeluarkan darah.
Wanita berpakaian serba hitam itu, menarik belatinya.
"CRASSHH....!!!!" Suara belati yang di tarik dari perut Marry Anne.
"AAAKK... UUKKHH....!!!" Marry Anne memegangi perut sebelah kirinya dengan kedua tangan yang sudah berlumuran darah.
"Kau... Akk...Kaan menyesall..Li ini..." Marry Anne mengatakan dengan terbata-bata.
"Ya, mungkin aku akan menyesali nya, tapi aku puas jika kau mati, karena hanya dengan itu aku bisa hidup dengan tenang dan tanpa rasa penyesalan sedikitpun, lagi pula aku juga membencimu. Marry Anne."
Mata Marry Anne membulat.
Tangan Marry Anne langsung menyentuh kaki wanita itu dengan erat.
"Aku tidak asing dengan suaramu, aku pasti mengenalmu kaann!!!" Teriak Marry Anne.
"JEGREEKK!!!"
Terdengar suara sesuatu. Wanita itu terkejut dan melihat ke arah suara tersebut, lalu wanita berpakaian hitam itu dengan segera melepaskan tangan Marry Anne dengan menendangnya, ia pun bergegas pergi meninggalkan Marry Anne.
Saat wanita berpakaian hitam itu keluar dari kamar, ia langsung bertemu dengan seseorang lain lagi yang memakai pakaian full hitam memakai penutup wajah pula.
Mereka berdua saling melihat satu sama lain, dan sama-sama terkejut, beberapa menit mereka hanya saling memandang terpaku satu sama lain.
Wanita yang lebih dulu datang kerumah Marry Anne kemudian mendorong seseorang berpakaian hitam yang baru sampai.
"BRUUUKK!!!"
Seseorang itu terkejut dan ia juga terjungkal, namun terlambat, wanita berpakaian hitam yang telah membunuh Marry Anne pun sudah pergi.
Saat seseorang yang baru datang itu perlahan berdiri dan masuk ke dalam kamar Marry Anne, gerakan tubuhnya cukup terkejut hingga sekali lagi, ia seperti akan terjatuh darinya berdiri karena lantai sudah penuh dengan darah.
"Tooo... Looongg... Akuu...." Kata Marry Anne lemah melihat seseorang yang berpakaian hitam yang baru saja datang.
******
Di lain tempat, Ben dan Traver sedang menuju ke rumah Marry Anne, karena sebelumnya Marry Anne mengirim pesan bahwa ia tidak akan mundur dan tetap terus berada di sekitar Ben.
Traver sebenarnya sudah tidak tahan lagi, ia sangat marah karena Daisy harus pergi karena Marry Anne mengacau.
Traver begitu dendam, jika Ben tak menahannya, ia pasti sudah membunuh Marry Anne dari dulu.
Namun, Ben di liputi rasa bersalah, karena Rafael adalah salah satu orang yang juga berperan menyelamatkannya dari kematian, Ben merasa tidak akan pernah bisa membunuh Marry Anne, karena Marry Anne selalu melontarkan kalimat-kalimat yang mempengaruhi mental serta perasaan Ben yang semakin merasa bersalah atas keteledorannya.
Kali ini mereka harus bisa membuat kesepakatan, Traver bertekad akan melepaskan dari cengkraman Marry Anne, meskipun ia harus membunuhnya.
Mobil milik Ben bergegas masuk dengan pelan dan perlahan terparkir ke halaman.
__ADS_1
"Tuan... Akan saya temani."
Ben mengangguk.
"Kenapa gelap sekali, apa dia tidak ada di rumah." Kata Ben.
"Akan saya periksa lebih dulu." Kata Traver.
"Mm... Aku akan ikut di belakangmu." Kata Ben.
Kemudian Traver keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk Ben.
Dengan berjalan pelan, Traver mengetuk pintu, dan memencet Bel. Namun, tak ada jawaban.
Tiba-tiba tangan Traver tak sengaja membuka gagang pintu, dan itu langsung terbuka.
Traver masuk lebih dulu, dan Ben menunggu di luar.
Dengan langkah pelan dan hati-hati, Traver masuk dan memeriksa namun, matanya melihat sebuah bayangan yang melintasi nya.
Traver dengan cepat berjalan maju dan diam-diam memeriksa.
Sampailah Traver di dekat kamar Marry Anna.
Namun, tak berapa lama seseorang yang memiliki bayangan itu keluar.
Traver langsung menyergap leher orang itu. Tangannya memiting leher orang itu, dan memiting tangan.
Namun, bukan Traver jika ia rela di kalahkan.
Traver berniat berkelahi, ia mengeluarkan senjatanya, dan memasang di tangan serta jari-jarinya.
Itu adalah alat dari besi agar saat memukul lawan, tulang mereka langsung patah.
"BUUGHH!!! BUUGHH!! BUUGGG!!!"
Traver memukul, dan orang itu juga memukul balik, dengan sengit mereka berkelahi di dekat kamar Marry Anne dalam keadaan gelap gulita.
Orang itu akhirnya memakai jurusya, ia mundur dan kemudian lari dengan cepat, kakinya naik lalu memiting leher Traver, membuat mereka berdua jatuh di lantai.
"BRUUUUKKK!!!"
Ben melihat ke arah dalam, dalam benaknya ia mulai curiga.
Leher Traver sedikit geser, dan membuatnya meringis.
Orang yang berpakaian serba hitam dan memakai cadar masker pun pergi meninggalkan Traver yang sedang kesakitan.
"BRAAKK!!!" Traver hendak berpegang pada meja namun pegangannya meleset dan ia jatuh bersama meja itu.
__ADS_1
Traver pun menubruk meja membuat meja itu patah.
Ben mendengar sesuatu membuatnya bertambah penasaran dan khawatir apa yang terjadi. Namun, orang asing yang berpakaian serba hitam itu pun lebih dulu kabur dengan cepat.
Ben menaiki tangga dengan 3-4 kali sekaligus dan melihat Traver tersungkur di lantai.
Ben kemudian mencari saklar lampu, dan lampu di koridor itu menyala.
"Ada apa?" Tanya Ben.
"Ada penyusup tuan, sepertinya leher saya terkilir sedikit."
"Kau kalah bertarung?" Ben bertanya dengan terkekeh.
Traver berfikir sejenak sembari berdiri dengan masih memegang i lehernya yang sakit.
"Saya tidak asing dengan gayanya berkelahi, saya sangat syock dan sedang berfikir siapa dia, jadi fikiran saya tiba-tiba teralihkan." Kata Traver.
Traver pun berjalan menuju kamar Marry Anne dan menghidupkan lampunya.
Saat melihat keadaan kamar Marry Anne , Traver diam, wajahnya datar, dan tanpa ekspresi.
Ben melihat Traver yang terlihat aneh, ia hendak maju dan memeriksa.
Namun, Traver menahan Ben.
"Jangan Tuan, anggap saja anda tidak tahu menahu tentang kejadian ini...." Kata Traver.
Saat itu mata Marry Anne terbuka perlahan dan ia melihat ke arah Traver dengan pandangan yang buram.
Penglihatannya mulai kacau, dan gambar yang di ambil matanya pun mulai tak akurat.
"Traverr... Apa iitt...Tu... Ka...U..." Kata Marry Anne.
"Kaa... Uuu Past..Ti benar Trav...Verr..., ku... Moh...Hooonnn... To... Longg Aakkk...Ku... Ka...U... pAs...Ti Bers...Sama dengan Ben, dima..Na Dia..A!!!" Kata Marry Anne suara dan kalimatnya mulai rancau dan kacau.
Ben mendengar suara Marry Anne yang kesakitan, dengan tanpa melihatnya ia sudah membaca apa yang telah terjadi, darah milik Marry Anne pun juga sudah mengalir dan berjejak dimana-mana di depan kamar.
Traver kemudian mengeluarkan pistolnya lagi.
Ben hanya melihat dari jauh.
"Maaf... Sepertinya matamu sudah mulai kabur, Tapi aku bukan Traver."
Marry Anne mulai putus asa, dalam halusinasinya, ia berharap Ben dan Traver datang untuk menyelamatkannya, karena dalam beberapa peperangan Ben selalu menyelamatkan hidupnya dari kematian, Ben juga pernah mebyelamatkannya saat ia di sandera, namun lagi-lagi Rafael lah yang selalu memeluknya, bukan Ben.
"DDOOOORRR!!!" Pistol Traver menembus jantung Marry Anne.
"Howweekkk!!!!" Marry Anne muntah darah dan tidak ada hitungan detik, Marry Anne pun mati.
__ADS_1
Bersambung