Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 203


__ADS_3

Persembunyian Carlos De Hugo~


Malam itu di tempat persembunyian Carlos, pria itu sedang menikmati makan malam kesukaannya, steak panggang dengan kematangan di bawah medium, masih sedikit mentah adalah daging paling di sukainya.


Entah mengapa, ada rasa amarah dan kesal di dalam diri Carlos, saat ia selalu mengingat kecupannya pada Daisy, bertahun-tahun berlalu, tapi bibirnya masih saja teringat betapa lembutnya kulit Daisy.


Semakin hari, pikiran dan akal sehatnya semakin menghilang, kepalanya menjadi seperti akan gila, karena ia terobsesi oleh Daisy.


Kenekatannya mencium Daisy membuatnya tenggelam dalam jurang yang dalam, karena rasa kagum, rasa cintanya yang awalnya untuk Daisy bisa ia pendam memnuatnya tetap bisa setia pada Ben, namun secercah harapan ketika Ben menghilang ia berharap Ben mati kemudian Carlos mencium Daisy membuatnya benar-benar ingin memiliki Daisy.


Carlos tahu, dan paham, pantas saja Ben tergila-gila dengan Daisy karena Carlos sendiri juga sudah sangat terpikat dengan semua yang ada dalam diri Daisy.


Kecantikannya yang alami, tubuh nya yang ramping, dan juga kulit putihnya yang menggoda untuk di cium.


"Awalnya saat aku melihat Zay, kupikir rasanya bisa menggantikan sosok Daisy, namun ternyata, meski wajah Daisy ada di dalam wajah anak itu, tetap saja aku tak bisa memghilangkan sosok Daisy, tetap saja anak itu tak bisa menggantikannya." Kata Carlos dalam hati.


"KLONTANGG!!!"


Terdengar lagi suara yang sudah tidak asing.


"Apa dia masih mencoba kabur?" Tanya Carlos yang saat itu sedang mengiris daging dan memakannya.


"Iya Tuan, Nona Zay juga memiliki porsi makan yang banyak." Kata Pengawal itu.


"Kurangi makanannya." Perintah Carlos.


"Ya Tuan."


"Jika perlu, besok jangan berikan dia makanan, agar tenaganya melemah." Perintah Carlos.


"Baik Tuan."


"Ada kabar dari mereka?"


"Saya sudah mengirimkan alamat palsu pada mereka tentang lokasi barternya Tuan, sepertinya mereka percaya."


"Jadi, apa mereka akan membawa Daisy."


"Mereka belum mengatakan apapun, apakah akan membawa Nyonya Daisy atau tidak."


Carlos kemudian melihat ke arah pisaunya, pisau itu memantulkan wajah dirinya, kemudian ia turun melihat leher yang pernah di tusuk oleh Ben, bekas luka itu sangat menyakitkan, bahkan hingga sekarang masih saja terasa nyeri.

__ADS_1


"Jika saja dulu kau langsung membunuh ku Ben." Kata Carlos memegangi luka di lehernya.


"Lalu bagaimana keadaan Ben?" Tanya Carlos.


"Masih sekarat Tuan. Tapi kabarnya sudah sadar, semua dokter terkejut karena Tuan Ben sadar begitu cepat, namun masih belum boleh di jenguk."


Carlos tersenyum getir.


"Cukup susah menembus pertahanan keamanan rumah sakit itu. Cari tahu dimana celahnya, jika mereka semua pergi dan membawa Daisy, rumah sakit akan lebih mudah untuk di bobol." Kata Carlos.


"Baik Tuan Carlos, ada satu hal lagi Tuan."


"Katakan."


"Saya mendapatkan informasi, tadi pagi Tuan Zac dan juga Traver berselisih, tapi belum di ketahui alasan mereka bertengkar karena apa."


"Berselisih? Kenapa..."


"Belum tahu Tuan, kabarnya mereka sempat berkelahi."


"Maka dari itu cari tahu!" Geram Carlos.


"Apa yang sedang terjadi pada mereka? Apakah sekarang memang saatnya keluarga itu hancur?" Kata Carlos tersenyum-senyum.


Kemudian mata Carlos melihat ke arah pintu kamar Zay.


"Apakah harus ku tambahkan kehancuran keluarga Ben?" Kata Carlos tersenyum licik.


Kemudian Carlos membuang sapu tangannya, ia pun mendatangi kamar Zay, saat itu Zay terlihat sangat marah.


"Kenapa kau marah-marah..." Kata Carlos berjalan mendekat.


Zay masih menatap Carlos dengan mata yang penuh kebencian.


"Tatapanmu itu... Benar-benar tidak sopan, sekarang kau menjadi liar, kau dulu menatapku dengan mata yang penuh cinta." Kata Carlos duduk di hadapan Zay.


"Pergilah!!! Aku sangat jijik dengan mu!!!" Kata Zay.


"Jijik dengan ku? Hahahahah!!!" Carlos tertawa dengan sangat lebar.


Kemudian dengan cepat Carlos mencondongkan tubuhnya pada Zay.

__ADS_1


"Wajah ini lah yang dulu membuatmu terpikat, ku beritahu padamu, ayahmu masih sekarat, Zac dan Traver saling berkelahi, jadi ku pikir keluargamu sudah di ujung tanduk, aku berfikir sesuatu yang sangat menegangkan, apakah aku juga harus ikut menambah kehancuran keluarga Benjove?" Kata Carlos membelai perlahan dan lembut kaki-kaki Zay.


"Jangan sentuh aku!!!" Teriak Zay.


"Tapi sepertinya, aku akan bersemangat malam ini, aku akan membuatmu merasakan apa itu surga dunia, kau tahu Zay, aku pintar dan ahli kan? Kau berkali-kali selalu meminta lebih ketika kita berciuman, bagaimana jika hari ini kita melakukan yang lebih itu?" Carlos membuka kemeja nya dan membuangnya.


Zay menelan ludah dan sangat panik, kali ini Carlos pasti tidak main-main.


"Jadi... Mana yang lebih dulu ku sentuh..." Kata Carlos sembari memainkan telunjukknya di belahan dada Zay.


Saat itu kedua tangan dan kaki Zay di rantai, ia seharusnya dapan bergerak karena rantai yang di berikan memiliki panjang yang cukup agar ia bisa ke kamar mandi, namun karena selalu mencoba melarikan diri kini rantai itu menjadi sangat kencang hingga membuat Zay tak bisa bergerak lagi.


"Jangan menyentuhku!!!" Teriak Zay.


"Awalnya aku ingin membunuh ayahmu, ketika semua orang pergi ke lokasi palsu yang sengaja ku buat, seolah-olah itulah tempatnya untuk melakukan barter denganmu, ku pikir Daisy juga pasti ikut, dan Ben akan sendirian, saat itulah aku akan membunuhnya, tapi... Ternyata aku memiliki rencana lain, dan rencana ini pasti akan membuat Ben tersiksa seumur hidupnya... Kau mau tahu rencana baru ku Zay?" Kata Carlos sembari menelusupkan jarinya masuk ke dalam bra milik Zay dan menekan bagian puncak payudranya Zay menggunakan telunju Carlos.


Nafas Zay semakin memburu, ia menahan amarah, ia sangat kesal karena tak bisa bergerak sedikitpun.


"Aku akan menghancurkan masa depanmu, menghancurkan hidupmu, dan aku ingin melihat ekspresi tersiksa Ben setiap kali melihat putri satu-satunya ku tiduri." Kata Carlos tertawa.


"Hahahahah... Hahahahhaha....!!! Ide paling cemerlang melihat Ben menderita, dan tersiksa sepanjang hidupnya, bagaimana jika dia melihat putrinya ku tiduri? hahahahah....!!!"


"Dasar Iblisss!!!" Teriak Zay.


Carlos kemudian turun dan mengambil sebuah kamera, ia memasangnya dengan tripod di depan ranjang.


"Zay... Kau boleh berteriak sepuasmu, menangis sepuasmu, dan perlihatkan wajah menderitamu, tapi jika kau menikmati apa yang ku lakukan itu mungkin jauh lebih akan menyiksa ayahmu... Jangan lasang wajah keenakan, kau taju, ayahmu akan sangat terluka." Kata Carlos selesai menaruh kamera kecil di depan ranjang.


"Baiklah, kita artisnya malam ini Zay... Berikan penampilan terbaik untuk ayah dan keluargamu, kali ini adalah kehancuran keluarga Haghwer."


"Brengsek!!! Dasar Gila!!!" Teriak Zay.


"Ya aku gila karena kau mirip sekali dengan ibumu, tapi kau tetap tidak bisa menggantikannya, kali ini, rencana nya akan berubah, kau yang akan ku rusak Zay, itu akan menjadi pukulan yang hebat...."


Carlos kemudian menarik baju bagian atas milik Zay dan membuat bajunya sobek, kini Zay hanya memakai braa yang menutupi tubuh bagian atasnya, lalu dengan paksa, Carlos juga merobek gaun yang masih menutupi kaki Zay.


Saat itu Zay masih memakai pakaiannya yang ia pakai saat pesta makan malam. Gaun yang pernah menjadi baju favoritnya, karena gaun itu yang ia beli bersama Carlos.


Namun, gaun yang sudah robek itu, merobek hati Zay pula, cinta pertama nya yang tak lazim berakhir dengan tragedi yang sangat mengerikan, ayahnya sekarat, keluarganya berantakan, dan Zay sangat menyesali semuanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2