
Di lokasi lain, Malam itu juga, Zac bersama Rudolf, serta Traver menyiapkan pasukan untuk menyelamatkan Zay.
Carlos De Hugo bukan sembarang orang, dia tidak sebentar bersama dengan Ben, maka dari itu Carlos pasti sudah hafal dengan semua pasukan serta senjata milik Ben serta Rudolf.
Di sisi lain, Charles juga pergi ke Negara K bersama Gaby, mereka harus mengelabui setiap penjagaan yang ada, belum lagi para mata-mata Douglas, ayah Gaby sudah berada di sekitar mereka.
Charles serta Gaby harus menyamar menjadi orang lain, dengan identitas palsu, ketika masuk ke bandara.
Tepat pukul 12 malam, Derreck dan Daisy menunggu di sebuah tempat, itu adalah markas paling aman dan memiliki jarak cukup jauh dari lokasi Carlos.
Sedangkan Zac serta Rudolf beserta Traver di temanj beberapa pasukan mulai berangkat ke lokasi palsu yang di inginkan Carlos sebagai tempat barter.
******
Lokasi sebenarnya keberadaan Carlos~
Malam itu, akan menjadi malam sejuta jeritan bagi Zay. Pengalaman pertamanya di jamahh dan di sentuh oleh pria. Carlos sengaja membuka pintu kamar itu agar banyak pengawal juga mendengarmya dan semua hal itu bisa membuat Ben semakin tersiksa.
Carlos berniat menyerang mental Ben yang kuat dan tangguh ketika Ben masih dalam keadaan tubuh yang belum kembali sehat. Itulah yang dinamakan menghancurkan musuh dengan cara melumpuhkan kepercayaan dirinya.
Saat Ben tak bisa bergerak dan hanya terbaring di atas ranjang rumah sakit, ia melihat anaknya di permalukan, namun Ben tak bisa menolong anaknya.
Saat itulah Carlos akan mengirimkan video itu pada Ben.
Carlos kemudian mencengkram leher Zay yang kecil dengan lembut.
"Kau siap?" Tanya Carlos.
Dengan sebuah tali hitam, Carlos memasangkan nya pada leher Zay.
"Kau anjing yang sangat penurut..." Kata Carlos tertawa.
Kemudian perlahan tangan Carlos menuruni lekuk leher Zay, wajah Zay mulai panik ketika tangan kekar itu meluncur pada kedua payudraanya.
"Kau masih muda, tapi payudaraamu sangat besar dan kenyal, bagaimana jika aku menyentuhnya sedikit..."
"CUUUIIIHHH!!!" Zay kemudian meludahi Carlos.
Carlos tersenyum dan menghapus air liur yang ada di wajah Carlos.
"Kau memang harus di disiplinkan."
Dengan keras Carlos meremas kedua buah dada yang menantang itu menggunakan kedua tangannya.
__ADS_1
Zay terkwjut dan membulatkan mata, itu sangat menyakitkan.
"Saakiitt...." Rintihh Zay.
Namun, kemudian perlahan demi perlahan Carlos memgganti gerakannya dengan memutar dan sedikit demi sedikit remasan kencang itu melemah dan melembut, perlahan dan demi perlahan gerakan berirama itu ternyata membuat Zay kwalahan, nafasnya mulai memburu tak beraturan, tubuhnya mulai hangat, dan rangsangann-rangsangann itu mulai membuat tubuhnya merespon.
"Jangannn ... Jangan lakukaann itu..." Kata Zay.
"Jangan? Tetapi tubuhmu menerimanya... Bagaimana ini? Kau pintar membual Zay... Kau hanya malu mengakuinya..." Kata Carlos.
Perlahan Carlos menyentuh areola Zay dengan ujung telunjuknya dan memutarnya lembut.
Tubuh Zay tersentak dengan sentuhan itu.
"Kraaanggg!!! Kraaanggg!!! Criinggg...!!!" Suara rantai saling beradu dengan ranjang.
"Ku mohon jangan.... "
"Ini sangat menghibur Zay..." Kata Carlos.
Kemudian Carlos menyesap payudraaa itu dengan mulutnya, mengulum pelan dan kadang dengan cepat, memainkan lidahnya dengan terampil.
"Brengsekkk.... Hmmmhh.... Dasar Gilaaa...Ngghhh!!!"
Pintu yang terbuka membuat para pengawal yang mendengar pun ikut merasakan ketegangan-ketegangan itu.
Wajah-wajah mereka semua mulai merah, milik mereka juga mulai tak tenang.
Detik demi detik, menit demi menit berlangsung, dan perlahan lidah Carlos mulai bergerak turun, tangan Carlos pun tak tinggal diam masih saja meremass dan memelintir pelan.
Sebuah sentakan hebat membuat tubuh Zay melengkung, suara-suara rantai yang berbenturan dengan ranjang terdengar erotiss, lidah Carlos menelusup masuk ke dalam bagian senstif Zay, dan membuat gerakan cepat.
"OUUHHBB PERSETANNN!!! NGGGGGHHHH!!!" Teriak Zay dengan menggertakkan gigi dan rahanyanya menjadi kencang, kepalanya naik menengadah ke atas.
Tangan Carlos turun pada bagian sensitif milik Zay, dan memutarnya dengan cepat, 1 jarinya masuk membuat Zay tersentak kembali.
"Ini salahhh !!! Aku tidak mauuuu!!! Ooohhhh...!!!! Aaahh...."
Carlos memasukkan 2 jarinya masuk lagi ke dalam, membuat tubuh Zay merasakan sesuatu yang aneh.
"Tubuhku... Aaahhh...." Tubuh Zay terangkat ke atas dan bergetar hebat ketika Carlos menggerakkan jarinya naik turun ketika ada di dalam bagian sensitif Zay.
Nafas Zay berburu cepat, otot-otot tubuh Zay menegang dengan sangat kencang, dan kenikmatan menjalar di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Bunuhhh saja.... Bunuh aku..." Pinta Zay dengan lemah.
Hingga pukul 12 malam, Carlos masih membuat Zay basah kuyup, Carlos masih terus mempermainkan Zay, tubuh Zay sudah berkali-kali bereaksi dan mencapai kenikmatan.
Tubuh yang batu pertama kali merasakan itu, mulai tak bisa bertahan hanya dengan permainan tangan Carlos.
"Tidak adil bukan jika hanya kau yang menikmatinya?" Kata Carlos ******* perlahan bagian sensitif milik Zay.
Para pengawal semakin tak tahan, mereka semua penasaran namun tak berani masuk dan melihat, hanya dapat menbayangkan dari suara-suara yang terdengar.
Lalu seorang pengawal dengan tergesa-gesa mengetuk pintu yang terbuka, pengawal itu agak ke belakang agar tak melihat adegan erotiss yang sengaja di pertontonkan.
"Tuan Carlos... Uhukkk..." Pengawal itu agak kikuk karena suara-suara Zay yang sangat menggoda, dengan adegan yang pasti sangat fulgarr di dalam nya.
"Tuan Carlos, ada berita baru, kabarnya semua anggota keluarga Haghwer sudah menuju lokasi palsu yang anda berikan pada malam ini, dan mereka sudah ada di sana dengan beberapa pasukan."
Carlos mendadak berhenti, saat itu Zay sudah sangat lemah, tubuhnya begitu banyak keringat yang keluar, ia kehabisan tenaga karena di buat orgasmee yang terus berlanjut hingga berkali-kali, bahkan kaki dan bagian sensitifnya terasa seperti mati rasa.
"Jadi, mereka bergerak lebih awal? Mereka pasti sudah mengira bahwa tempat itu kosong! Kita pergi dan bawa rekaman ini ke Rumah Sakit. Sekarang!! Aku ingin melihat ekspresi Ben yang lucu!!!" Kata Carlos melonjat dari atas ranjang.
Carlos kemudian mengambil memori di dalam kamera tersebut dan kemudian mengantonginya.
"Tuan bagaimana dengan Tuan Zac dan yang lainnya?" Tanya Pengawal itu.
"Kita tinggalkan tempat ini aku yakin mereka sudah mengetahui lokasi kita yang sebenarnya, saat mereka kesini untuk menyelamatkan Zay, kita akan menyusup ke Rumah Sakit untuk memutar video rekaman ini." Kata Carlos.
"Ibliiss..." Kata Zay lemah.
Carlos tersenyum getir pada Zay saat memakai bajunya.
Saat itu Zay masih telanjangg dan sangat berantakan.
"Seseorang masuk sekarang!" Perintah Carlos.
Salah satu pengawal masuk dan melirik ke arah Zay yang tak berdaya sifat pria memang binatang, pikirannya melayang jauh ingin sekali meniduri Zay.
"Kau lihat apa! Aku bahkan belum mengambil keperawanannya!!! Mau ku congkel matamu!!!" Bentak Carlos.
"Maaf Tuan." Pengawal itu menundukkan kepala.
"Pakaikan baju pada Zay, dan bawa Zay dengan keadaan terborgol, bawa dia ke Pulau Chattila. Bawa pasukan sebanyak mungkin. Sebentar lagi mereka pasti tiba di sini."
"Baik Tuan."
__ADS_1
Bersambung