Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 276


__ADS_3

"Aku akan memberitahumu sesuatu tentang kebenarannya. Tapi, kau harus percaya padaku, bahwa aku sedang mengupayakan semuanya."


Zac, kemudian memeluk erat Gaby, sangat erat dan mulai berbicara lagi.


Gaby memeluk balik Zac, wajahnya tersenyum sumringah, karena ia tahu Zac begitu menyayanginya.


"Sebenarnya, jahitan itu bukan luka saat kau jatuh di masa kecil, tapi... Luka itu.... Jahitan itu adalah perbuatan ibumu..." Kata Zac.


Gaby mengerutkan alisnya dan ingin melepaskan pelukan Zac.


"Zac... Apa maksudnya..." Kata Gaby hendak melepaskan dirinya dari Zac.


Namun Zac tak ingin melepaskan pelukannya dan terus berbicara.


"Ibumu... Dia telah berbohong padamu, sebenarnya yang ada di lenganmu ini bukanlah luka terjatuh di waktu kau masih kecil melainkan, dia menanamkan chip yang bisa meledak dengan skala rendah, meski rendah, itu cukup menghancurkan kita berdua di ruangan ini." Kata Zac memeluk Gaby.


"Aa... Apaa.. Maksudnya..." Kata Gaby terpaku dalam pelukan Zac.


Zac tak mampu melihat wajah Gaby yang terpuruk, ia memeluk Gaby dan mendekapnya erat.


"Ibuku... Bagaimana... Bagaimana Ibuku bisa sekejam itu padaku..." Air mata Gaby mengalir dan tak terbendung.


"Untuk apaaa... Untuk ala dia melakukan ini semua..!!" Kata Gaby menangis.


"Masalahnya, Gia, sudah di bunuh oleh ayahku, karena dia mencoba memprovokasi hubungan ayah dan ibuku, dan hanya dia yang memiliki kodenya untuk menonaktifkan chip ini, jika salah saat pengambilannya semua akan fatal akibatnya."


"Aaaaaarrrggghhhh.... !!!" Gaby menjerit dan meremass baju Zac, ia mencengkram, dan mencakar bahu Zac, tak kuasa menahan lara dan sedih.


Gaby menangis dan meraung di dalam pelukan Zac yang erat.


"Ayah mengatakan bahwa Traver bisa mengatasi nya." Kata Zac.


Dengan kuat Gaby mendorong Zac, namun Zac tetap memeluk Gaby dengan erat.


"Apa yang menyebabkan nya meledak? Kau harus menjaga jarak denganku...!" Kata Gaby mendorong Zac dan menangis.


"Tidak... Itu tak akan meledak selama kita tidak mengeluarkannya dari tubuhmu, tapi tetap saja aku tak ingin kau menyimpan benda apapun di dalam tubuhmu." Kata Zac melihat Gaby yang tertunduk sedih menangis dan tak bisa lagi berkata-kata.


Gaby tak bisa mencerna lagi, mengapa ia lahir dari seorang ibu yang bahkan tega sekali memberikan sebuah chip yang sudah terpasang sejak kecil.


"Aku heran, bagaimana ibuku membuka lenganku ketika aku masih kecil." Kata Gaby dengan suara gemetar.


Zac kemudian menggendong Gaby dan membaringkannya di atas ranjang.


"Aku akan mengusahakannya. Aku tetap akan mengusahakannya." Kata Zac memeluk tubuh Gaby.

__ADS_1


"Jadi, itu yang kakek Moran katakan padaku, jika ada satu kejatahan lagi yang di lakukan oleh ibuku." Kata Gaby.


"Kapan saja, jika kau siap aku akan menghubungi Traver."


"Aku takut." Kata Gaby menyembunyikan wajahnya di dada Zac.


"Aku yakin, Traver akan melakukannya dengan hati-hati, karena chip itu harus di ambil, semua ada jangka umurnya."


"Aku bingung, aku tidak tahu." Kata Gaby.


"Pelan-pelan saja, saat kau siap, beritahu aku, dan aku akan terus menemanimu." Zac membelai kepala Gaby dengan lembut.


"Kenapa mereka jahat padaku?" Kata Gaby bertanya dengan lemah.


Suara sedih dan putus asa Gaby membuat Zac semakin terluka.


"Setiap orang memiliki setan yang ada di dalam diri mereka, hanya saja, saat mereka bertarung dengan setan yang ada dalam diri mereka, siapa yang menang, apakah manusia yang mengendalikan setan, atau setan yang akhirnya mengendalikan manusia. Seperti Ibumu, mungkin ibumu hanyalah seorang manusia yang kalah dari setan yang ada dalam dirinya sendiri." Kata Zac memeluk Gaby dengan erat dan mencium kepala Gaby


"Yaa... Aku harap tidak ada lagi yang melukaiku, aku juga berharap setan, iblis atau apapun itu yang ada dalam dirimu tidak akan mengambilmu dariku, aku tidak punya siapa-siapa lagi, aku harap kau tetap seperti ini, dan kakek Moran juga tetap baik. Aku akan mati jika aku tak punya siapa-siapa lagi, apalagi kepercayaanku yang telah tertanam kuat di hancurkan begitu saja dengan kebohongan karena obsesi mereka." Kata Gaby menghapus air matanya, ia bersembunyi di dada bidang Zac.


"Aku tak akan pernah mengecewakanmu." Kata Zac mengecup kening Gaby.


Gaby melihat tatapan serius Zac.


Zac kemudian mencium bibir Gaby dan menyesapnya.


"Aku tak akan memgambil keputusan berperang dengan keluargamu jika aku tidak serius denganmu." Kata Zac menghisap mulut Gaby.


Zac kemudian melepaskam ciumannya.


"Aku harap jika semua masalah sudah selesai, kau akan ku ikat selamanya, menjadi istriku." Kata Zac.


"Apakah ini lamaran?" Tanya Gaby.


"Bisa semacamnya, tapi aku akan melamarmu dengan baik nantinya." Kata Zac menangkupkan kedua tangannya di kedua pipi Gaby.


Zac kemudian berada di atas tubuh Gaby dan mencium serta melumaat dan menghisap bibir Gaby dengan sangat kuat namun lembut.


"Nanti malam tetap lah di sampingku, karena acara Pertemuan Rutin Organisasi Perserikatan Mafia, di wajibkan membawa pasangan. Itu juga pesta makan malam." Kata Zac.


"Tapi aku tidak tahu harus melakukan apa?" Tanya Gaby.


"Tetaplah di sampingku dan jangan tersenyum pada siapapun."


"Meskipun ada seseorang yang menyapaku?"

__ADS_1


"Tidak akan ada yang berani menyapamu, karena kau datang denganku." Kata Zac.


"Jadi... Apakah kedua orang tuamu juga akan datang."


"Ya... Semuanya akan datang, Ayah, Ibu, kemungkinan Zay juga ikut. Seluruh mafia akan datang." Kata Zac.


"Aku...." Gaby mendadak gugup.


"Jangan khawatir, ibuku tidak seperti yang dulu. Dia tak akan berani menyentuh atau menghardikmu. Lagi pula aku akan melindungimu." Kata Zac menenangkan Gaby yang khawatir.


"Benarkah? Apakah Nyonya Daisy akan menerimaku? Setelah kejahatan yang di lakukan ibuku? Aku takut dia akan semakin benci padaku." Kata Gaby


Satu jari lentik yang kuat milik Zac menurunkan belahan dada gaun yang di pakai Gaby, hingga terlihatlah satu payudaraa Gaby.


Zac kemudian menghisapnya sekali, dan berkata.


"Aku akan melindungimu, aku juga sudah katakan pada keluargaku, mereka merestui ataupun tidak, aku tidak akan pernah berpisah denganmu." Kata Zac kemudian menyesal lagi payudaraa kencang yang menonjol itu


Zac menghisapnya dengan kuat dan lembut, tangan satunya meremass payudara Gaby yang satunya pula.


"Mhhhhh.... Ngghhh... Jangan tinggalkan bekas apapun Zac."


"Kenapa?" Tanya Zac.


"Akan terlihat saat aku memakai gaun."


"Aku kan mencarikanmu gaun lain yang lebih tertutup." Kata Zac menyibak gaun itu naik ks atas dan kemudian menurunkan underware milik Gaby.


"Tapiiii... Aaa...Aa.. Aku menyukai gaun ini." Kata Gaby gugup karena Zac secara tiba-tiba menurunkan underware Gaby.


Dengan sebelah tangannya, dan sebelah tangan lain menyangga tubuh, Zac membuka gasper serta risletingnya.


Tanpa membuka pakaian mereka, Zac mendorong benda miliknya masuk ke dalam milik Gaby.


"AAAAAHHH...!!!" Gaby meremass bahu Zac.


"Maaf, tidak melakukan pemanasan, tapi aku sudah tidak tahan., kau terlalu seksi dan terlalu cantik." Kata Zac mulai mendorong masuk lagi hingga semua miliknya tenggelam di dalam milik Gaby.


"HIIIIKKKKK.... AAAHHHH!!!" Mata Gaby terbuka lebar, dan mulutnya menga-nga.


Zac kemudian meremass dan menyesap payudaraa Gaby.


"Aaaahhh... Zaaacc.....!!! Pelan-pelan!!!" Gaby meremas kepala Zac dan mendesaahhh kuat.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2