Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 281


__ADS_3

Malam itu juga setelah Gavriel keluar dari Rumah Sakit, Zac langsung menghubungi Gavriel dan berbicara serius, karena kondisi Gavriel sudah membaik, Gavriel menyarankan operasi harus di lakukan secepat mungkin mengingat semua Chip sudah mulai menyatu dan ternggelam dalam daging serta urat syaraf Gaby.


Gavriel yang baru saja sembuh, langsung menuju mansion milik Zac, dengan membawa peralatannya, helikopter pun juga sudah di siapkan secara siaga jika terjadi sesuatu pada Gaby.


Gavriel berjalan menuju kamar dimana saat itu Gaby sudah siap untuk di operasi, di sana ada Traver, Moran serta Zac pula.


"Kita harus bertindak cepat, chip itu akan meledak jika terus menerus tenggelam dan menyatu dengan daging, apalagi posisinya sudah sangat sempit." Kata Gavriel bergegas dan membuka semua peralatannya.


Melihat Gavriel sangat panik, tentu saja mereka yang ada di situ pun menjadi cemas.


Gavriel kemudian meminta semua orang keluar dari ruangan kecuali yang akan membantunya.


"Semua orang kecuali petugas medis keluar dari sini." Perintah Gavriel.


"Paman aku tetap di sini." Kata Zac.


"Aku mohon Zac, aku butuh konsentrasi, serta kasus ini sangat berbahaya." Kata Gavriel.


"Tapi..."


"Zac... Turuti saja apa kata Gavriel...." Kata Moran


Moran yang juga seorang dokter, ia tahu kasus dan situasi tersebut, meski ia paham tapi tangannya sudah tidak memungkinkan melakukan operasi, karena tremornya semakin kuat.


Seorang dokter tak boleh melakukan operasi ketika tangan atau penglihatannya terganggu.


Moran sangat menyesal, andaikan ia tidak terkena racun dari Iblis Gia, pastilah Moran masih bisa berguna. Ternyata racun tersebut memiliki efek panjang.


Setelah semua orang pergi dan sudah menjaga jarak seperti yang Gavriel katakan, Gavriel pun akhirnya memakai sarung tangannya.


"Tuan Gavriel, kasus ini cukup rumit, jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, saya sudah menyiapkan beberapa alat untuk meredam ledakannya agar tidak terlalu kuat." Kata Traver.


"Traver sebaiknya kau juga keluar, aku tahu kau juga ahli dalam hal seperti ini, tapi biarkan aku dan dokter lain yang mengurusnya." Kata Gavriel melihat ke arah Traver.


"Saya bisa membantu Dokter..." Kata Traver.


"Aku tahu tapi, sebelum aku kemari, Casey yang masih berada di luar negeri bersama Derreck tiba-tiba saja menghubungiku, katanya ia ingin sekali menikah denganmu dan memiliki seorang anak ia berjanji ingin melakukan konsultasi denganku jika dia kembali ke Negara K, Casey terdengar sangat bersemangat, jadi kau harus berada di luar jika ingin mewujudkan impian Casey." Kata Gavriel serius.

__ADS_1


Traver menelan ludahnya dan berfikir sejenak, kemudian Traver membungkukkan punggungnya serendah mungkin.


"Maafkan saya Nona Gaby, saya akan berada di luar." Kata Traver.


"Aku mengerti, aku justru akan tenang, jika kalian semua bisa menjaga jarak." Kata Gaby.


Kemudian Traver keluar dan bergabung bersama Yaron.


Gavriel pun memandangi Gaby.


"Maaf, meskipun kau keponakanku, tapi kita belum sempat berbincang, dan justru bertemu pada kesempatan seperti ini, aku harus melakukan operasi segera, karena Traver memberikan hasil scan yang ia lakukan pada lenganmu. Chip itu semakin terdesak, dan bisa aktif lalu meledak." Kata Gavriel.


"Jika aku bisa mengeluarkannya sendiri aku ingin mengeluarkannya sendiri, tanpa harus melibatkan orang lain. Maaf kan aku." Kata Gaby menahan tangis.


Gavriel menghela nafasnya, ia juga tak habis pikir, mungkin karena jiwa kemanusiaannya yang tinggi, ia langsung memutuskan mengoperasi Gaby yang memiliki resiko besar, Chip itu akan meledak, namun Gavriel lupa bahwa ia seharusnya menemui Zay lebih dulu.


Gavriel bertekad akan melakukan yang terbaik, untuk operasi itu, mereka akan selamat, karena Gavriel ingin tetap bersama Zay, kini perasaannya mantap dan tanpa ragu serta tak akan takut lagi meski banyak orang menentang hubungan mereka.


"Ayo kita selamat bersama." Kata Gavriel pada Gaby dan pada para dokter.


Di luar ruangan Zac duduk dengan tidak tenang, jantungnya berdegup tak karuan, sedangkan Moran terus saja berdoa pada Tuhan yang ia yakini.


Tak berapa lama Ben serta Daisy tiba di mansion. Mereka langsung di sambut.


"Bagaimana?" Tanya Ben.


"Sedang di lakukan operasi, Dokter Gavriel menyarankan agar kami menjauh. Ternyata Chip tersebut sudah mulai terdesak dan menjadi satu dengan daging, sehingga bisa meledak." Kata Zac dengan suara bergetar.


"Astaga.... Ibu macam apa dia." Kata Daisy menutup mulutnya tak percaya.


"Seharusnya aku tanya lebih dulu kode yang di gunakannya agar memastikan Chip tersebut benar-benar tidak aktif." Kata Ben.


"Semua sudah terjadi, semoga operasinya berjalan lancar. Anakku adalah dokter yang hebat." Kata Moran.


Operasi berjalan cukup lama, beberapa jam berlalu dan terlihat Gavriel sibuk konsentrasi sesekali perawat mengelap keringat Gavriel, matanya fokus bak elang, menyisir daging atau otot yang menyatu dengan chip tersebut.


Berkali-kali Gavriel meyakinkan dirinya bahwa ia bisa dan yakin dapat mengeluarkannya tanpa meledak.

__ADS_1


"Ketika aku keluarkan langsung bawa keluar ruangan, pastikan di luar tidak ada siapapun." Kata Gavriel.


"Baik Dokter." Sang perawat langsung menghubungi pihak luar agar menyediakan lahan untuk melemparkan chip tersebut.


"Waktu nya, mungkin hanya 5 detik, atau kurang dari itu, ketika chip di angkat, dan meledak." Kata Gavriel.


Semua dokter bahkan Gaby menelan ludahnya.


"Apa kita perlu mendekat pada jendela Dokter?" Tanya perawat tersebut.


"Tidak ada waktu lagi, karena ternyata saat kita membedah, membuat Chipnya aktif. Seharusnya kita membuat rencana dulu." Kata Gavriel menyesal.


"Pada hitungan ketiga, setelah Chip terambil, dan di letakkan di atas loyang, langsung buang sejauh mungkin." Kata Gavriel.


Saat itu tiba-tiba tangannya gemetar, para dokter melihat tangan Gavriel yang hendak mengambil chip tersebut gemetaran.


"Dokter." Panggil salah satu dokter lain.


"Dokter Gavriel." Kata dokter lainnya lagi ingin menyadarkan Gavriel.


Saat itu Gavriel sedikit ciut nyalinya, ia mengingat wajah Zay, kemudian Gavriel melihat wajah-wajah dokter yang membantunya dan para perawat.


"Ya Tuhan...." Kata Gavriel merasa frustasi.


Chip itu benar-benar akan segera meledak, apalagi jika Gavriel mengambilnya, di pastikan hanya pada hitungan detik semua ruangan akan menjadi potongan-potongan tubuh.


"Astaga... Baru kali ini aku menjalani operasi sesulit ini." Kata Gavriel. Kembali ingatannya tertuju pada Zay. Gavriel berjanji, setelah operasi selesai dan berjalan lancar, ia akan lebih berani memperjuangankan Zay.


Gavriel akan lebih kuat mengikat Zay, Gavriel berjanji akan segera melamar Zay dan menikah serta memiliki banyak anak bersama Zay.


Seolah Gavriel sedang membuat nadzar, ia berjanji pada dirinya sendiri akan mempertahankan hubungannya dengan Zay dan tak akan membiarkan siapapun merebut Zay dari sisinya.


Perlahan Gavriel mulai menjapit Chip tersebut.


Suara khas, dari gesekan Chip dengan daging dan darah serta syaraf, membuat semua orang merasa ngeri, khawatir dan juga takut.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2