
Tatapan Jhonder yang menelisik, membuat Zac merasakan risih, dan Zac membalas dengan tatapan tajam serta menikam pada Jhonder, seketika Jhonder mengalihkan pandangannya namun sebelum itu Jhonder sedikit menundukkan kepalanya.
Tak berapa lama akhirnya pemeran utama yang di tunggu-tunggu pun datang.
Zay memakai gaun berwarna putih, dengan belahan yang tidak terlalu tinggi, di padukan dengan sepatu kets yang kekinian dan modern, benar-benar anak muda yang riang.
Saat itu Zay berlari pada sang ibu, Daisy yang sadar segera berdiri dan memeluk Zay mereka saling berpelukan, Daisy mengecup kening Zay dan semua wajah Zay berkali-kali.
"Anakku... Anak perempuanku yang cantik bagaikan bulan dan bintang, ibu sangat merindukanmu..."
"Ibu mencium apa meludahi Zay..." Kata Zac santai.
Daisy melirik pada Zac yang akhirnya berbicara setelah beberapa menit berlalu Zac hanya diam. Zay tertawa sembari menghapus air mata ibunya.
"Sapa ayah dan pamanmu..." Kata Daisy
Zay dengan malas melihat ke arah ayahnya, kakinya malas untuk beranjak namun ia tetap harus menyapa ayahnya.
Zay pun mendatangi Ben dan mereka berpelukan.
"Yaa.. Kau tumbuh dewasa dengan sangat cantik." Kata Ben.
"Aku mewarisi kecantikan ibu." Ujar Zay singkat dan sinis.
Ben tahu anak-anaknya begitu membenci dirinya, itu karena didikannya yang keras.
Kemudian Zay berpaling, kini Zay menyapa Derreck.
"Paman Derreck...." Zay melemparkan dirinya di pelukan Derreck.
"Astaga... Kau sudah besar kenapa masih minta gendong..." Kata Derreck terkekeh dan memeluk Zay.
"Paman... Kau masih tampan dan muda, mau ku kenalkan temanku?" Tanya Zay.
Derreck menggelengkan kepalanya.
"Paman sedang berpacaran dengan bisnis paman."
"Kapan paman akan menikah." Kata Zay.
"Jika paman mau... Sudah. Sapa kakakmu." Kata Derreck.
Zay kemudian melihat Zac, dengan cepat Zay menjotos perut samping Zac.
"Ada gadis cantik di sebelah, ku kira dia cocok denganmu." Bisik Zay.
"Kau tidak tahu apa-apa, dia sekretarisku dan sedang melarikan diri dariku." Bisik Zac dengan tenang.
Zay terkejut dan mulutnya membulat seperti huruf O.
"Kenapa melarikan diri?" Tanya Zay.
__ADS_1
"Karena aku terlalu hebat." Bisik Zac balik dengan suara tenang.
Zay kemudian menahan tawa dengan menutupi mulutnya.
"Sayang duduklah di sini..." Ajak Daisy, di sebelah kursinya yang kosong.
"Tidak ibu aku akan duduk di sebelah sini, karena ada seseorang yang ingin ku kenalkan pada kalian." Kata Zay.
Zay kemudian duduk di sebelah kursi yang kosong, Zac bergeser duduk di sebelah ibunya dengan wajah yang dingin.
"Semoga jantung ibuku baik-baik saja, setelah melihat kakek tua itu." Kata Zac pelan.
"Ada apa Zac? kau berbicara pada ibu?"
"Hm? Tidak, aku mengatakan bahwa udaranya sedikit dingin."
"Benarkah?" Tanya Daisy melihat ke sekeliling.
Tak berapa lama seseorang datang, dan itu adalah Carlos De Hugo.
Di belakang Carlos De Hugo ada rombongan lagi, dia adalah keluarga Xuan, sebuah keluarga borju dari china. Begitu kaya raya dan di segani, pandangan Zac benar-benar terbakar.
"Bagaimana bisa 2 pria yang sangat ku benci datang sekaligus dalam waktu yang bersamaan." Kata Zac pelan.
Saat melihat kedatangan Carlos, mata Daisy membulat, seingatnya Carlos telah di penjara dan di siksa oleh Traver namun kenapa dia masih sangat bugar, masih terlihat muda, dan juga wajahnya mulus tak ada cacat sama sekali. Carlos memang berhasil melarikan diri dari penjara bawah tanah karena dia telah paham seluk beluk ruang bawah tanah, Carlos juga memiliki kemampuan hipnotis yang tinggi.
Ben serta Derreck juga mulai menegang, mereka siaga pada apa yang akan terjadi. Mengingat Carlos pintar memanipulasi.
Tangan Daisy seketika meenggenggam dan meremas tangan Ben, wajahnya menegang, tubuhnya gemetar, kini dingin mulai menggerogoti tubuhnya.
Di samping itu, Zac yang duduk diam, pandangannya mengamati semua nya. Antara Zay adiknya yang tergila-gila pada pria yang jauh lebih dewasa, dan pada Gaby yang sepertinya sedang memiliki acara formal, yaitu melanjutkan perjodohan.
"Apa-apaan ini..." Suara Daisy bergetar.
Zac mulai fokus pada ibunya lagi setelah beberapa saat mengamati keluarga Gaby serta Gaby sendiri yang terlihat tak nyaman.
"Ibu baik-baik saja..." Tanya Zac berbisik.
"Apa kau sudah tahu..." Tanya Daisy pada Ben dengan mata mendelik
"Kita semua akan tahu kebenarannya." Kata Ben pada istrinya.
"Kenapa dia ada di sini, kenapa Zay memeluknya!" Geram Daisy sembari menggigit giginya sendiri.
Ingin sekali Daisy berdiri dan menarik Zay kembali, ingin sekali Daisy menampar pria itu, berani-beraninya, tangan itu menyentuh Zay yang suci.
Begitu pula Ben dan Derreck, jika mereka tak bisa menahan kesabaran pastilah saat itu juga mereka telah mencincang habis Carlos.
Mereka semua diam karena Zay begitu terlihat bahagia dan ceria.
"Ayah ibu, paman, kakak, perkenalkan... Namanya adalah Carlos De Hugo, dia adalah pacarku."
__ADS_1
"Astaga... Ya Tuhan..." Daisy berbisik pada dirinya, seolah dunia nya berguncang hebat, di putar dan di jungkir balikkan.
Daisy mendadak kepalanya terasa sangat pusing, jantungnya terasa seperti sedang di hantam batu besar, nafasnya berat dan sesak, keringat mengucur deras.
Zac memperhatikan adegan dimana Zay memperkenalkan pacarnya, dan sekaligus memperhatikan bagaimana Xuan Yuan mulai mendekati Gaby dan duduk di sebelah Gaby dengan tangan Xuan Yuan ingin menyentuh tangan Gaby namun terus saja Gaby menolaknya.
Amarah dan kesabaran Zac mulai mendidih.
"Ayah ibu, semuanya, aku berniat ingin menikah dengan Carlos, aku bahagia, aku nyaman, aku sangat mencintainya, dia memperlakukanku dengan sangat baik." Kata Zay.
Sekali lagi kali ini benar-benar membuat tubub Daisy seperti akan pingsan, pernyataan itu seperti sambaran petir baginya.
"Carlos, ayo sapa keluargaku. Perkenalkan dirimu padanya, ibuku sangat baik dan kakakku juga sangat menyayangiku." Kata Zay.
Carlos tersenyum pada Ben dan Daisy, senyuman yang begitu licik.
"Salam." Kata Carlos singkat.
"Maaf semuanya, Carlos memang pemalu, dia tidak bisa banyak bicara karena memang pendiam, lama-lama jika kalian mengenalnya, kalian pasti akan menyukainya, karena dia pria yang humoris." Kata Zay.
"Sayang ayo duduk, dan makan bersama." Ajak Zay.
Daisy yang mendengar kalimat sayang itu seakan-akan merasa jijik.
Sedangkan Ben berulang kali menegak air putihnya. Tubuhnya begitu panas, tangannya berulang kali mengepal, Traver memegang senjatanya berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.
Derreck sendiri hanya bisa terdiam dan tak bisa lagi bisa mencerna pertemuan itu.
Di meja yang lain, Gaby masih saja berusaha menghindari Xuan Yuan, tangan pria itu begitu nakal dan agresif.
Keluarga Gaby sibuk berbincang dengan keluar Xuan Yuan, tentang tanggal dan pelaksanaan pertunangan.
Karena merasa sangat jengkel, Zac menendang kursi yang di duduki Xuan Yuan, kaki Zac yang panjang tentu saja dengan mudah menjulur.
"DUUGG!!!"
Xuan Yuan menoleh dengan kesal, hendak memaki namun kemudian ia ingat.
Xuan Yuan ingat bahwa pria yang menendang kursinya adalah pria yang telah merebut GIANT darinya, padahal dia sudah menjalin perjanjian dengan Gloria.
Xuan Yuan juga ingat, bahwa itu adalah Zac yang telah memergoki dirinya bercumbuu dengan Gloria.
Karena takut akan terbongkar, Xuan yuan memilih diam dan tersenyum pada Zac. Sekali lagi Xuan Yuan berusaha mengenggam tangan Gaby.
"DAAAGGG!!!" Kali ini tendangan yang cukup keras.
Xuan Yuan menoleh dengan marah.
Zac menaikkan alisnya menantang.
Namun, Xuan Yuan tetap menciut dan tetap menjadi pencundang, ia tak ingin kebusukannya terbongkar karena Zac memegang kartunya, jika keluarga Gaby tahu bahwa dirinya bercumbuu dengan Gloria, pertunangan pasti akan batal.
__ADS_1
Bersambung