Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 80


__ADS_3

Pagi itu saat Ben menyelesaikan ronde terakhirnya, ia menyelimuti Daisy dan pergi membersihkan diri, namun setelah selesai mandi dan sedang duduk membelai pipi Daisy, ponselnya bergetar dan itu dari Traver.


Ben mengangkatnya, ia mendengar dengan serius dan seksama jika seseorang telah menyerang lalu menyebarkan virus ingin mencuri berkas penting perusahaan serta ada hacker sedang melakukan peretasan pada jaringan komputer yang memiliki data dan informasi penting ke sistem komputer perusahaan.


Kemudian Ben langsung memakai pakaian nya, ia pergi setelah mencium kening Daisy.


Hingga siang hari, Daisy masih tidur dan dia tidak tahu, jika keadaan sedang mengalami kegentingan.


Namun ketika ia mulai mendengar sesuatu yang berisik, sedikit demi sedikit telinga nya sedikit terganggu, membuatnya kesal dan mengerutkan keningnya.


"Kenapa seperti ada keributan?" Kata Daisy berbicara dan masih malas membuka mata.


Di luar kamar, meski kedap suara, suara seseorang yang berlarian dan seseorang yang sesekali berteriak pun samar-samar tetap terdengar mungkin karena saking gaduhnya, membuat Daisy akhirnya terbangun, ia membuka matanya perlahan, dan tentu saja ia sangat kesal, punggungnya terasa seperti tidak dapat di gerakkan.


"Astaga... Ben...!" Kata Daisy menggeram kesal.


"Bagaimana dia bisa begitu kejam melampiaskan tanpa ragu-ragu dan malu." Kata Daisy lagi mencoba bangun dan duduk.


"A...Aa...Aaakkk... Astaga pinggul ku... Aaw!!! Ini lebih parah dari yang dulu." Kata Daisy.


Daisy kemudian meraih telfon yang ada di atas meja dekat ranjangnya.


"Halo, bisakah seseorang datang untuk membantuku? Aku ingin mandi." Kata Daisy meringis menahan sakit.


Setelah Daisy menutup telfon, seseorang langsung datang dan mengetuk pintu, kemudian masuk.


Setidaknya ada 5 pelayan datang akan membantu Daisy.


"Astaga banyak sekali, seandainya ada Mena." Kata Daisy mengeluh lembut.


"Nona saya membawakan makan siang anda, tadi pagi anda melewatkan sarapan." Kata pelayan itu membawa troli nya.


"Nona Daisy saya membawakan vitamin anda." Seorang pelayan lagi mendekat ke sisi ranjang Daisy dengan memegang nampan berisi 1 botol dan gelas berisi air minum.


Daisy melihat botol berwarna cokelat yang tersegel dan tidak asing dengan bentuknya. Daisy tahu dan hafal barang yang di sebut vitamin itu sebenarnya bukanlah vitamin.


"Apa itu." Kata Daisy bertanya.


"Tuan Ben yang menyiapkannya Nona, katanya Nona harus meminumnya, dan kami harus memastikannya jika anda telah meminumnya."


Daisy tertawa getir, wajahnya mejadi gelap dan menahan kesal. Daisy menutupi wajahnya dengan rasa amarah yang dalam.


"Dimana Ben?" Tanya Daisy.


"Tuan Ben pagi-pagi sekali sudah pergi ke kantor Nona."


Daisy mengernyitkan dahinya.


"Apa dia manusia? Semalaman dia tidak tidur dan pagi-pagi pergi ke kantor." Gumam Daisy.


"Tolong bantu aku berdiri." Kata Daisy.


"Baik Nona."

__ADS_1


Seorang pelayan kemudian membantu Daisy berdiri.


"Setelah aku masuk ke kamar mandi, aku harap kalian semua keluar." Perintah Daisy.


"Tapi Nona kami harus memastikan anda meminum vitamin atau Tuan Ben akan marah pada kami."


"Taruh di atas meja aku akan meminumnya." Kata Daisy acuh.


Setelah beberapa menit berlalu hingga satu jam Daisy berendam, tubuhnya mulai segar dan ia perlahan berjalan dengan sedikit bantuan merambat pada dinding, ia pun cukup kwalahan saat memakai pakaiannya, pasalnya jarak kamar mandi, walking closet dan menuju kamar benar-benar jauh. Daisy berulang kali mengumpat kenapa kamar itu sangat besar.


"Aku kesal sekali, kamar ini sangat besar!!!"


Saat ia duduk matanya tertuju pada sebuah botol obat berwarna cokelat yang tersegel di atas nampan.


"Kau benar-benar berusaha sangat keras agar tak memiliki anak ya? Kenapa kau tidak pakai kond*m saja, dasar brengsek!!" Kata Daisy mengumpat kesal.


Kemudian Daisy mengambil botol obat itu dan membuka laci meja di bawahnya, lalu menaruh botol obat itu secara kasar dan kesal.


"Nanti ku minum obat pencegah kehamilan ini. Aku benar-benar kesal!" Kata Daisy.


Daisy kemudian hanya meminum air putih yang ada di gelas hingga setengahnya.


Kemudian Daisy berdiri dan berjalan tertatih, ia duduk dan mulai memakan sarapannya.


Setelah selesai sarapan Daisy pun keluar dari kamar, ia masih melihat beberapa terlihat sibuk dan ada juga yang berlari terburu-buru.


"Kenapa ribut sekali?" Tanya Daisy bertanya pada pengawal yang berjaga di depan pintu kamarnya.


"Kabarnya perusahaan sedang siaga Nona akibat insiden pagi ini yaitu seseorang telah melakukan peretasan data dan memasukkan virus ke dalam sistem komputer perusahaan, meski mansion tidak di serang namun keamanan tetap sedang di perketat. Insiden tadi pagi menyebabkan perusahaan sepertinya kehilangan beberapa data dan informasi, semua itu karena peretasan data dan pencurian data yang sangat cepat. Tuan Ben sedang mengkoordinasi perusahaan dan Tuan Traver sedang mengkomando di Mansion." Kata pengawal itu.


"Apa Traver sibuk?" Tanya Daisy.


"Mungkin sudah tidak terlalu sibuk seperti tadi pagi Nona."


"Bisa kau panggilkan dia?" Kata Daisy.


"Baik Nona."


Daisy tidak bisa berjalan jauh, ia tertatih dan tak ingin memaksakan diri, itu hanya akan mempermalukan dirinya sendiri, meskipun para pelayan baik padanya tetap saja Daisy masih memiliki ganjalan di dadanya.


Daisy duduk dan termenung, ia merasa dada nya sesak, ia tahu bukan saatnya menuntut ini itu pada Ben, namun Ben yang masih saja bersikap seperti itu padanya dengan menitipkan obat pencegah kehamilan pada pelayan semakin membuat Daisy muak, ia pikir Ben telah berubah sepenuhnya.


"Ku pikir dia berubah dan memikirkan masa depan, mungkin pernikahan dan beberapa anak yang menggemaskan." Kata Daisy sedih.


Tanpa sadar, air matanya menetes dan rasa sakit di hatinya merembet pada tulang belulangnya.


"Tok...Tok...Tok..."


Traver mengetuk pintu dan masuk. Daisy segera menghapus air matanya, Traver melihat gelagat Daisy dan menjadi berfikir sesuatu.


"Nona Daisy memanggil saya?" Tanya Daisy.


"Iya. Bisa kau memberikanku ponsel?" Tanya Daisy dengan suara serak dan mata yang basah.

__ADS_1


Traver terdiam. Dia takut Daisy akan macam-macam.


"Aku ingin menghubungi Ben, lagi pula aku yakin ponselnya sudah ada pelacaknya, aku tidak akan berani macam-macam." Kata Daisy.


Traver menunduk tanda mengerti.


"Saya akan ambilkan ponsel lama Nona Daisy." Kata Traver.


Setelah Traver pergi beberapa saat, ia kembali membawa ponsel yang Daisy inginkan, kemudian Daisy menerimanya.


"Tetap tunggu di sini." Perintah Daisy.


"Baik Nona."


Daisy telah mengerti sifat dan sikap Ben, jadi ia menyuruh Traver untuk tetap tinggal bersamanya.


Kemudian Daisy mencari kontaknya, ponsel itu adalah pemberian Ben saat sebelum ia mengalami tragedi itu, Daisy tersenyum kecut ketika kontak ponsel itu hanya berisi nomor-nomor penting, seperti nomor kontak Ben, Traver, Mena, dan beberapa kontak komandan pengawal yang di beri nama khusus.


Daisy menekan nama Ben, dan panggilan terhubung.


Tak berapa lama Ben mengangkatnya.


"Ben..." Kata Daisy.


"Ya... Kau sudah bangun?"


"Aku sudah bangun. Bolehkah aku pergi menemui Mena di rumah sakit?"


Ben diam sejenak.


"Apa Traver ada di situ?"


"Ya, dia bersamaku."


"Pastikan kau pergi bersamanya, saat ini aku sangat sibuk, nanti akan ku jemput."


"Baiklah." Kata Daisy dan mengakhiri panggilannya.


Daisy diam sejenak dan memperhatikan ponselnya.


"Traver... Apakah masalahnya sangat serius? Ben sepertinya kesusahan." Kata Daisy.


"Sejujurnya cukup serius, kami sedang menyelidiki siapa yang berhasil membobol keamanan sistem, sejauh ini keamanan sistem belum bisa di bobol dengan mudah. Tapi semua menjadi kecolongan beberapa berkas sepertinya telah berhasil di curi."


"Jadi apakah sudah ada kemajuan? Apa sudah ketahuan?"


"Kami sedang mencari tahu Nona, dan untuk itu kami memanggil Lucy, dia adalah mafia terkenal yang ahli dalam melacak sistem yang telah di masuki virus dan sejenisnya."


Daisy mengangguk mengerti.


"Ah ya... Aku akan ke rumah sakit bertemu dengan Mena, aku mendapatkan ijin dari Ben, katanya aku bisa pergi bersamamu, dan dia akan menjemput." Kata Daisy.


"Baik Nona."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2