Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 62


__ADS_3

"Saya akan merekrut manager saat saya mau, dan untuk sementara Casey yang akan mengurus jadwal saya, selebihnya saya bisa mengurus keperluan saya sendiri." Kata Sunny.


"Tapi... Apa Tunanganmu tidak khawatir anda datang sendiri ke sini?" Ben berdiri dan mengambil dokumen yang ada di mejanya.


"Tentu saja dia khawatir, apalagi anda bukan pria biasa, dia khawatir aku tidak bisa keluar lagi setelah masuk ke dalam." Kata Sunny.


Ben terdiam sesaat ketika mengambil dokumen, dan kemudian berbalik.


"Perjanjian kontraknya ada di sini." Kata Ben mengangkat dokumen tersebut dan berjalan lalu kembali duduk.


Ben menyerahkan dokumen itu di atas meja.


"Baik Tuan Ben saya akan mempelajarinya lebih dulu, kemudian akan saya hubungi anda lagi." Kata Sunny.


"Kau tidak bisa pilih-pilih pekerjaan Sunny, hati-hati, ini debutmu, bekerja sama dengan perusahaan besar seperti Benz Grup adalah kesempatan emas, banyak artis yang ingin bekerja sama dengan perusahaanku."


"Tapi Tuan Ben... Saya penasaran dengan seseorang yang kata anda mirip dengan saya apakah.... Dia kekasih anda?"


Ben terdiam sejenak.


"Tok... Tok... Tok...!" Pintu di ketuk lebih dulu dan kemudian Clarissa masuk.


"Tuan Ben, Tuan Derreck ada di sini." Kata Clarissa sambil menundukkan kepala.


Kemudian Derreck masuk dan Clarissa keluar.


"Aku baru akan pulang." Kata Sunny sudah berdiri dan tersenyum hangat.


Derreck mencium kening Sunny dan memeluknya, membuat pandangan Ben yang masih duduk di sofanya berubah dingin.


"Maaf Tuan Ben, saya harus menjemput tunangan saya yang manja ini." Kata Derreck sembari mencubit hidung Sunny.


Ben mengangguk pelan tanda mengerti.


"Saya akan segera menghubungi anda." Kata Sunny.


Kemudian mereka beranjak pergi namun belum sampai melewati pintu, Ben tiba-tiba menahan mereka.


"Tunggu."


Mereka pun berbalik.


"Malam ini ada acara peluncuran produk Jewelry milik kami. Bagaimana jika Sunny ikut dalam peluncuran tersebut dan memakai salah satu Jewelry yang paling terkenal."


"Tapi... Saya bahkan belum menandatangani perjanjiannya."


Derreck kemudian menahan Sunny.


"Sepertinya ide bagus." Kata Derreck.


Ben mengangguk dengan wajah datar dan memasukkan kedua tangannya di saku celana.


Setelah kepergian Derreck dan Sunny, Traver pun masuk.

__ADS_1


"Tuan Ben, saya memeriksa kembali artikel lama yang menampilkan foto anda dan Nona Daisy, semua artikelnya menghilang."


Ben berdiri melihat ke arah luar jendela.


"Meski foto Nona Daisy tidak terlalu jelas dan buram, tapi seseorang yang mengenali Nona Daisy dapat langsung bisa tahu jika yang ada di foto tersebut adalah Nona Daisy, seperti ayahnya saat itu. Tapi, saat kemunculan Sunny, artikel itu mendadak menghilang."


"Apakah ada komentar negatif di laman akun Sunny? Meskipun Sunny belum resmi debut sepertinya dia sudah memiliki penggemar."


"Sejauh ini belum ada komentar negatif Tuan."


"Tapi tuan jika Nona Sunny memang benar Nona Daisy, untuk apa dia melakukan ini semua?"


Ben terdiam dan menatap jauh ke hamparan gedung pencakar langit, jalanan yang ramai dan padat saat itu tentu terlihat melelahkan. Jendela yang membentang besar membuat semua pemandangan terlihat mengagumkan.


"Untuk balas dendam." Kata Ben kemudian.


"Apa?" Traver membulatkan matanya.


"Jika Sunny adalah Daisy, kemungkinan terbesarnya adalah untuk balas dendam, entah itu keinginan Sunny sendiri, entah Derreck atau keinginan keduanya."


"Apa karena kita merebut wilayah di Semenanjung milik Tuan Derreck?" Tanya Traver.


"Kita membutuhkan wilayah Semenanjung untuk membuat pelabuhan, karena itu akses paling strategis untuk menyeberang ke Negara lain. Sepertinya Derreck masih dendam karena aku telah merebutnya." Kata Ben.


"Terakhir saya menyelidikinya lagi Tuan, Wilayah Semenanjung sebenarnya adalah milik almarhum adik Tuan Derreck, hanya saja saat itu orang tuanya belum sempat mengubah akta kepemilikan, adik dari Tuan Derreck lebih dulu meninggal." Kata Traver.


"Derreck punya adik?" Tanya Ben berbalik melihat Traver.


"Adik perempuan, namun kabarnya pada usia 6 bulan meninggal dunia Tuan."


Ben terdiam.


"Lalu bagaimana penyelidikanmu tentang teman-teman Sunny di Kelas Akselerasi."


"Kami masih melacak mereka Tuan, mereka sudah berpindah Kewarganegaraan, sebagian lagi telah melakukan operasi wajah dan mengganti nama."


"Untuk apa mereka melakukannya." Kata Ben.


"Akan saya selidiki Tuan."


"Lalu bagaimana Mena."


"Progresnya semakin meningkat Tuan, tapi masih belum dapat berbicara. Dokter mengatakan dia terkena syock dan trauma di bagian memori kepala yang menyebabkan penolakan untuk mengingat sesuatu."


"Bagaimana mungkin, dengan jumlah pengawal begitu banyak yang menyelam bersama Mena, hanya Mena yang selamat, Tapi aku bersyukur Mena dapat selamat." Kata Ben.


Traver menundukkan kepala memberikan hormat.


"Nanti malam Sunny akan ikut dalam peragaan peluncuran Benz Jewelry, atur dia untuk memakai perhiasan utama kita." Kata Ben mengakhiri perbincangan dan pergi keluar.


Traver menundukkan kepala hingga punggungnya.


Di lain lokasi, mobil Derreck melaju santai menerjang jalanan ibu kota yang padat, Derreck kemudian memilih jalur khusus agar tidak terkena macet.

__ADS_1


"Tapi... Kenapa kau menyetujuinya." Tanya Sunny tiba-tiba.


"Itu adalah gebrakan yang bagus, untuk menunjukkan bahwa kau memang Sunny. Aku melihat keraguan di mata Ben, dia sangat ingin memastikan jika kau adalah Daisy." Kata Derreck.


"Maksudmu, apakah Ben mengira aku tidak bisa berjalan di catwalk?" Tanya Sunny.


Derreck mengangguk.


"Akan ada banyak tantangan sekarang untukmu, Ben akan melihat seberapa besar bakat mu. Dia pasti ingin melihat celah dirimu. Dengan kata lain, Ben telah benar-benar mengetahui cara mu berjalan, bersikap, bahkan nafasmu, dan saat kau ketahuan rencanamu akan gagal balas dendam." Kata Derreck.


"Jadi apa yang seharusnya aku lakukan?" Tanya Sunny.


"Menjadi Sunny yang sebenarnya, Sunny yang berani, Sunny yang sangat agresif dan tentu saja menggoda dan tinggalkan semua hal yang di miliki Daisy, sikap, perilaku, cara berjalan, dan suara yang lemah lembut, kau harus menunjukkan sifat yang berlainan dari Daisy." Kata Derreck.


Sunny terdiam sejenak.


Derreck melihat ke arah Sunny yang diam.


"Tapi... Bagaimana denganmu? Apa kau tidak akan merasa sakit ketika aku bersikap seperti itu. Aku... Benar-benar akan menggoda Ben, dan tentunya untuk meyakinkan Ben, aku akan menjadi wanita yang sedikit nakal dengan bersikap menggoda dengan para pria?" Tanya Sunny.


"Aku bahagia jika kau bisa menuntaskan rencanamu untuk balas dendam. Aku bahagia jika kau juga bahagia. Aku tahu hati mu tetap akan menjadi milikku." Kata Derreck tersenyum.


Sunny hanya menundukkan kepalanya.


"Jadi, malam ini aku akan menjadi Sunny yang berani dan menggoda."


"Bukan malam ini Sunny, tapi mulai sekarang kau akan menjadi seperti itu. Kau sudah berlatih sangat keras. Kau pasti bisa." Kata Derreck.


Sunny mengangguk pelan.


"Ah... Aku lupa memberitahumu sesuatu. Casey telah menemukan sesuatu."


"Casey?"


Derreck kemudian mengangguk dan menekan gas lebih dalam, mempercepat mobilnya untuk melaju.


Setelah lebih dari setengah jam, akhirnya mereka sampai di mansion milik Derreck, dan Sunny sudah duduk di sofa bersama Derreck.


Saat itu Casey memberikan tabletnya pada Sunny.


"Ini adalah rekaman video dari mobil yang terparkir di sekitar jalan ayah anda tertabrak." Kata Casey.


Kemudian Sunny melihat nya, itu adalah rekaman cctv yang terpasang di salah satu mobil yang sedang terparkir di pinggir jalan raya karena sedang mogok.


Video itu memperlihatkan dengan jelas bagaimana Antonio pablo meninggal dunia, dan wajah orang yang telah mendorongnya juga.


Sunny menutup mulutnya dan menangis setelah melihat video tersebut, lalu melihat ke arah Derreck dan juga Casey.


"Pembunuhnya adalah Benjove Haghwer, dia memerintahkan anak buahnya untuk melenyapkan ayahmu, seolah-olah itu adalah kecelakaan tabrak lari."


Sunny menangis dan menahan sesak di dadanya yang terasa sangat sakit, meskipun ayahnya sangat jahat dan membuangnya, Sunny tidak pernah berfikir Ayahnya akan mati seperti itu.


"Daisy yang dulu mungkin tidak berdaya dan tidak akan pernah tahu kebenarannya, dia hanya akan terus di penjara, namun Daisy yang sekarang berbeda, dendam nya justru semakin besar untuk menghancurkan Ben."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2