Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 60


__ADS_3

Suasana mendadak menjadi memiliki hawa yang menakutkan antara panas dan dingin, mereka saling beradu siapa kah yang paling menekan dan paling dominan.


Derreck ingat, hari ini adalah hari yang baik untuk dirinya dan keluarganya, ia tidak mau membuat acaranya berantakan, dan alasan yang paling penting adalah dia sudah cukup bisa melihat wajah putus asa seorang Benjove Haghwer.


"Anda bisa pergi Tuan Ben, jika di sini anda merasa tidak nyaman dan saya khawatir anda akan menimbulkan keributan, lagi pula tidak ada yang menginginkan anda di sini, undangan yang saya kirim hanya sekedar formalitas." Kata Derreck tersenyum.


"Aku akan tetap di sini sampai aku tahu bahwa dia memang Daisy."


"Anda memiliki kekuatan untuk memeriksa latar belakang orang lain, kenapa tidak anda lakukan?" Tantang Derreck.


"Tanpa kau suruh Traver sudah melacaknya, jika dia benar Daisy, bahkan tanpa ijin mu aku akan membawanya bersamaku."


"Dia sunny dan bukan Daisy." Bantah Derreck dengan tegas.


Tak berapa lama Casey datang dan melihat ada keributan, dia menatap dingin pada Traver.


"Banyak wartawan di luar, apa anda ingin masuk berita utama?" Ancam Casey.


"Bukan masalah bagi Tuan Ben. Apakah ada yang tidak bisa kami lakukan?" Sahut Traver untuk Casey.


"Melindungi Nona Daisy?" Sahut Casey tak mau kalah.


Ben mengeratkan kepalannya, dan Traver menatap dingin Casey.


"Media akan menulis berita tentang Tuan Ben adalah pria yang merebut pasangan Tuan Derreck?" Ancam Casey lagi.


"Aku Benjove tidak ada apapun yang kutakutkan di dunia ini, dan mengenai Daisy, kau pasti tahu sesuatu sampai kau bersikap sangat sombong." Tantang Ben pada Casey.


Casey seketika mundur dan gugup.


"Tuan Benjove Haghwer, saya tidak tahu apa yang anda inginkan dari saya, saya tidak tahu maksud anda, siapa Daisy, tapi bisa kah anda menahan diri untuk tidak menimbulkan masalah? Sejujurnya saya sangat gugup karena hari ini pertunangan saya dan hari besar saya mengumumkan Debut saya di dunia Entertain, saya harap anda membantu saya untuk bersinar di dunia industri Entertain ini, saya harap juga anda bisa memberikan jalan bagi saya untuk mencapai impian saya." Kata Sunny tersenyum hangat pada Ben.


Ben menelan ludahnya, ia ingat senyuman Daisy memang menawan meskipun tak pernah terang-terangan tersenyum untuk Ben, namun senyuman wanita yang ada di hadapannya sangat indah dan tulus membuat hati Ben berdegup dan meleleh.


Senyuman yang sangat jelas dengan bibir merah jambu ranum yang glossy.


"Apa boleh buat jika yang memintanya adalah dirimu. Bagaimana lagi? Karena jauh sebelum ini, kau sudah meluluhkan hatiku." Kata Ben.

__ADS_1


"Saya tersanjung, atas pujian anda, tapi sebelum ini kita belum pernah bertemu, dan saya tidak pernah percaya dengan kalimat-kalimat manis para pria, kecuali tunangan saya, dia selalu jujur." Tangkis Sunny tersenyum dan dengan elegan.


"Kau akan menjadi bintang besar dengan kecantikan itu. Tapi sayang, semua orang akan menikmati keindahanmu, jika aku adalah tunanganmu sudah ku pastikan tidak akan boleh ada yang menikmatimu." Kata Ben sembari memainkan bibirnya karena merasa hatinya sakit.


Merasa di rendahkan Derreck mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam Ben.


"Dari manapun sudut pandang anda terhadap tunangan saya, menurut saya tunangan saya adalah pria yang terbaik. Jadi, mari kita bekerja sama?" Tanya Sunny mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan.


Ben melihat tangan ramping milik Sunny, tangan yang memiliki kulit putih bersih nan bening, tangan yang bahkan ia sangat rindukan, tangan kecil yang nakal, tanpa sadar Sunny telah menyihir Ben menjadi selunak jelly.


"Tuan Ben... Sepertinya kita harus segera pergi, terjadi kekacauan di acara amal." Bisik Traver.


Ben mengangguk pelan dan mengerti.


"Kalau begitu sekretarisku akan mengatur pertemuan kita untuk masalah kerja sama, ada banyak produk dari perusahaan ku yang ingin di promosikan mungkin debutmu akan di mulai dengan beberapa produk andalan perusahaan kami." Kata Ben tersenyum dan menyambut uluran tangan Sunny lalu mencium punggung tangan Sunny.


Sunny tersenyum canggung, dan tentu saja Ben memiliki rencana sendiri tentang itu semua, Derreck sudah pasti bisa membaca pikiran Ben karena Derreck tahu ketika pria itu memiliki keinginan dia akan melakukan segala hal untuk bisa mendapatkannya. Derreck tidak ingin kehilangan Sunny.


Sedangkan Casey dan Traver saling menatap dingin, mereka seperti musuh yang tak kan bisa di satukan, seperti dendam yang membara dan tak akan kunjung padam.


Setelah kepergian Ben, Derreck mengajak Sunny ke ruangan lain untuk beristirahat, di dalam ruangan yang di penuhi oleh warna emas dan mewah, Derreck menekan leher belakangnya karena mendadak khawatir. Kepala nya terasa cukup berat jika berhadapan dengan Ben yang sikapnya selalu saja bisa menekan lawannya.


Derreck adalah pria yang memiliki kekuasaan, namun ia sadar betul kekuatannya tak akan pernah bisa melampaui Ben.


"Aku harap kau tidak akan menerima tawaran Benjove." Kata Derreck.


"Tapi... Ini debutku... Aku harus profesional, aku harus Derreck, untuk itulah aku di sini." Kata Sunny.


Derreck menarik lengan Sunny dengan lembut, dan mendekatkan tubuh Sunny yang ramping pada tubuhnya.


"Aku bisa membalaskan dendam mu dengan cara ku." Bujuk Derreck.


"Kita sudah membicarakannya, kau tahu itu..." Sahut Sunny.


"Dia berbahaya... Dia licik dan jahat, dia mafia yang sangat kejam." Kata Derreck dengan suara bergetar.


Sunny menelan ludahnya dan melihat kepada 2 mata Derreck.

__ADS_1


"Aku harus menariknya lebih jauh ke dalam kekagumannya padaku." Kata Sunny.


"Aku tahu sekarang namamu adalah Sunny, tapi cara ini memiliki banyak resiko. Aku takut kau akan melemah, dan lupa jika terlalu dekat dengan Ben, aku takut kau akan...." Derreck tak bisa melanjutkan kalimatnya dan menatap ke dua mata Sunny lebih dalam.


Mereka saling pandang, tubuh mereka sangat dekat, dan Derreck membelai kedua lengan Sunny dengan lembut.


"Jika saat itu bukan karena dirimu, aku pasti sudah mati." Kata Sunny.


"Aku tidak pernah melepaskan mu, aku selalu mengirim mata-mata untuk selalu mengawasimu. Saat itu aku tahu El Joa dan Rei Brandon sengaja membuat Mena sibuk, dan mendorong para kepolisian mengusut kasus kematian ayahmu agar kau bisa keluar dari mansion." Kata Derreck.


"Aku tahu... Terimakasih, dan aku pastikan akan baik-baik saja." Kata Sunny tersenyum.


"Bukankah kau ingin balas dendam? Apakah kau yakin tidak akan luluh hanya karena bertemu dengannya lagi?" Kata Derreck cemas, wajahnya mulai berubah sedih dan khawatir.


Sunny kemudian menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum.


"Sekarang namaku adalah Sunny, aku masih sangat ingin membalas dendam pada pria itu, dan ketidakpedulian adalah balas dendam paling dalam pada orang yang tidak penting. Dia akan tahu rasanya di abaikan. Aku tidak akan memperdulikannya meski dia terang-terangan mendekatiku. Aku akan mengacuhkannya saat dia mencari perhatianku. Ben adalah pria yang paling benci di acuhkan, aku akan membuatnya frustasi dengan wajah ini. Wajah Daisy, kematian Daisy, dan kebangkitan Sunny. Dia akan tahu rasanya di permalukan di depan banyak orang, dan sekarang tugasku adalah membuatnya tertarik pada Sunny yang memiliki wajah Daisy." Kata Sunny.


Derreck tersenyum ketika melihat wajah dendam Sunny telah semakin dalam hingga membungkus hati Sunny.


"Tapi... Kau harus berhati-hati Sunny... Ben memiliki banyak tipu muslihat, selain pebisnis handal, dia juga mafia kejam."


"Aku memilikimu..." Kata Sunny.


Derreck menghela nafas panjangnya, ia tak bisa memberitahu pada Daisy, bahwa bahkan jika seluruh pengawal dan otoritas kekuasaannya di kerahkan itu tak mampu untuk melawan Ben, namun Derreck memiliki senjata yang pasti dapat membuat Ben tak bisa bergerak. Itu adalah Daisy yang berubah menjadi Sunny.


Derreck kemudian berjalan mengambil sebuah botol wine dan menuangkannya di dua gelas.


"Bersulang untuk kesakitan Ben." Kata Derreck.


Kemudian Sunny menerima gelas itu dan bersulang dengan Derreck.


"Bersulang untuk keterpurukannya, aku akan membuatnya semakin bersalah dan merindukan Daisy yang sudah mati. Daisy yang lugu dan lemah telah mati, sekarang aku akan membuat Ben jatuh cinta pada Sunny." Kata Sunny.


TRIINGG!!! Dua gelas membentur pelan.


Derreck dan juga Sunny kemudian meminum wine mereka.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2