Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 288


__ADS_3

Malam itu di mansion Haghwer, Ben sedang duduk santai menikmati malam bersama Daisy di balkon.


Namun ketukan pintu membuat obrolan nya bersama Daisy terhenti, Ben kemudian berdiri dan berjalan pelan membuka pintu kamarnya.


Itu adalah Traver.


"Tuan Ben... Ada yang harus saya sampaikan." Kata Traver.


"Penting?" Tanya Ben.


Traver melihat ke arah Daisy.


"Ini tentang Nona Zay." Kata Traver.


"Masuk." Perintah Ben.


Kemudian Traver masuk dan berdiri di depan Ben serta Daisy.


"Siang tadi, Nona Zay memakai para pengawal untuk mencari Dokter Gavriel, dari informasi yang saya terima, Dokter Gavriel dan Nona Zay terlibat perseteruan."


"Lalu." Tanya Ben.


"Di perparah dengan Tuan Gege Vamos yang memberikan bantuan pada Nona Zay, akhirnya Nona Zay menemukan Dokter Gavriel di rumah Ansella, sepertinya Dokter Gavriel dan Ansella... " Traver tidak melanjutkan lagi kalimatnya, ia tahu Ben akan paham.


"Aku paham, lagipula Gavriel tidak mungkin melakukan hubungan sekss dengan sembarang wanita, apalagi itu adalah Ansella. Dia hanya sekedar mencari kesenangan."


"Mencari kesenangan?" Kata Daisy dengan angkuh dan melirik pada Ben.


Ben yang di lirik dengan tatapan iblis oleh sang istri merasa tertusuk, karena ia dulu juga pernah memakai jasa mulut milik Ansella.


Merasa posisinya tidak menguntungkan, Ben kemudian mengalihkan pembicaraan.


"Mena tidak terlihat, dimana dia?" Tanya Ben.


"Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan yang sedang panas, kau keluar dari topik." Kata Daisy.


"Tapi, aku benar-benar bertanya dimana Mena." Kata Ben.


"Dia mengambil cuti, aku yang memberikannya, beberapa hari katanya dia merasa tidak enak badan, aku juga mengatakan padanya jangan sungkan untuk memberitahukan apapun padaku jika dia butuh sesuatu." Kata Daisy.


Ben mengangguk pelan.


"Lanjutkan lagi Traver, yang tadi... " Pinta Daisy.


Ben melihat ke arah Traver dengan mata tajam, ia tahu, meskipun hubungan Daisy dan Ansella sudah membaik, namun sifat pencemburu istrinya masih sangat tinggi, dan pasti ia akan mengungkit-ungkit kisah yang lalu.


Traver kemudian memilih kata yang tepat, agar tak memojokkan tuannya. Jika salah dalam ucapannya, pasti Ben akan mengutuknya.

__ADS_1


"Nona Zay pergi ke Club dan bertemu dengan Tuan Marfin Vince Nyonya, kakak dari Aaron Vince. Tapi, Tuan Gege berhasil membawa kembali Nona Zay, namun kepala Tuan Gege terluka."


"Anak ituu... Semakin lama semakin susah di atur, aku menyerah padanya!" Kata Daisy kesal.


Daisy, mulai habis kesabarannya, ia tak tahu lagi harus dengan cara apa memberitahu Zay agar tidak bertindak sembrono.


Ben hanya diam melihat istrinya menggerutu.


"Dimana Gavriel sekarang?" Tanya Ben.


"Saya mendapat laporan, saat ini sedang dalam perjalanan kembali Ke Negara K, Tuan." Kata Traver.


Ben kemudian bangkit.


"Langsung hubungi dia sekarang juga."


Ben kemudian mengecup kepala Daisy lembut.


"Aku ada urusan sebentar." Kata Ben.


"Kau juga harus bertemu dengan Zay, beri dia pengertian Ben, ini semua juga karena kau terlalu keras terhadapnya, seandainya Zay tidak kau berikan pendidikan keras dia tidak akan menjadi seperti sekarang, aku sendiri sudah tidak tahu bagaimana caranya memberitahunya, Zay semakin hari semakin terasa jauh dan terus membangkang." Kata Daisy cemas.


"Iya, aku akan menemuinya, jangan terlalu di pikirkan, kau harus menjaga kesehatanmu." Kata Ben menenangkan Daisy kemudian ia pergi bersama Traver.


Perjalanan menuju Mansion milik Gavriel tak membutuhkan waktu lama, dan saat Ben serta Traver sampai di sana, saat itu pula Gavriel baru saja sampai dan Gavriel baru keluar dari mobil, begitupa Ben juga baru sampai di Mansion.


Traver membukakan pintu untuk Ben dan kemudian Gavriel mengusap tengkuk lehernya yang terasa kaku, karena terlalu banyak minum.


"Kau sudah merasa lebih baik?" Tanya Ben sembari berjalan masuk ke dalam mansion.


Kemudian Gavriel juga ikut masuk, berjalan di belakang Ben, saat sampai di dalam Ben langsung melepaskan Mantelnya dan di bawa Traver, ia pun duduk dengan santai, di susul Gavriel.


"Aku tahu kenapa kau ke sini." Kata Gavriel.


"Jadi kenapa kau melakukan itu, kenapa dengan wanita itu. Meski aku tahu kau tidak melakukan hubungan badan, tapi tetap saja itu tidak bagus bagi hubunganmu dan Zay, seharusnya kau belajar dari ku." Kata Ben.


"Aku tidak percaya diri." Kata Gavriel.


"Apa?" Ben tak mengerti.


"Aku tidak percaya diri, di banding Gege Vamos, dia jauh lebih muda dan lebih kuat." Kata Gavriel.


Ben menghembuskan nafasnya pelan, tak percaya teman nya yang sudah menemaninya dari awal hingga sekarang terlihat sangat kacau, dan depresi, seorang pria mapan, tampam, sukses, merasa tak percaya diri dengan seorang anak muda seusia Zac.


"Maafkan aku." Kata Ben pelan.


Gavriel terkejut dan langsung memandang Ben dengan wajah syock yang hebat.

__ADS_1


"Kau baru saja mengatakan apa?" Tanya Gavriel.


"Aku minta maaf, untuk sikap anakku." Kata Ben dengan wajah dan sikap yang salah tingkah, ia juga sembari melihat ke arah lain.


Tiba-tiba Gavriel tersenyum lebar dan tak percaya dengan telinganya sendiri.


"Seorang Benjove meminta maaf, seharusnya ku rekam tadi, semua orang tidak akan percaya jika aku mengatakan kau meminta maaf padaku, astaga... Bisakah kau mengatakanya lagi, aku akan mengeluarkan ponselku dan merekam mu mengatakan itu padaku." Kata Gavriel tertawa.


"Sekalian saja kau sebarkan ke seluruh dunia." Kata Ben acuh.


"Tentu saja, itu yang aku mau..." Kata Gavriel tersenyum dan perlahan senyuman Gavriel menghilang.


"Aku hanya berharap kau bahagia, dan anakku juga mendapatkan pria yang baik juga. Aku percaya kan dia padamu Gavriel, tapi aku juga tidak bisa memaksa apapun."


Gavriel kemudian memandangi kedua tangannya sendiri.


"Aku benar-benar tidak percaya diri, seluruh dunia mendukung pernikahan Zay dengan Gege."


"Jadi untuk itu kau mengacau?" Tanya Ben.


"Tidak Ben, pada akhirnya Zay akan tetap bersama orang yang seusianya. Dia hanya butuh sosok ayah yang melindungi dan menyayanginya, dia kehilangan sosok ayah dari kecil Ben." Kata Gavriel.


"Jadi maksud mu, Zay tidak benar-benar mencintaimu?"


Gavriel mengangguk.


"Zay memiliki jiwa muda yang bebas dan berpetualang, dia gampang bosan dan lebih liar dari yang orang kira, dan jika dia bersamaku, hidupnya akan monoton, cepat atau lambat dia juga akan pergi ke pelukan pria lain yang seusianya. Mencari sesuatu yang baru. Semua yang di kataka Ansella benar, tapi aku tidak pernah mau mengakuinya." Kata Gavriel.


Ben hanya diam mendengar ucapan Gavriel.


"Sebelum terlambat dan Zay semakin terjerumus terlalu jauh... Cobalah bicara dengan Zay, dan jalin kedekatan dengannya Ben, mungkin beberapa hari tinggal bersama Zay atau berlibur bersama, itu adalah hal yang bagus agar Zay dapat merasakan kasih sayang sebenarnya dari seorang ayah. Perlakukan Zay dengan penuh kasih sayang, dan lemah lembut, dia menyukai pria dewasa karena kehilangan sosok pelindung baginya dan itu adalah figur ayah."


Ben mengangguk pelam, ia mengerti dan kemudian berdiri.


"Tapi bagaimana denganmu? Aku tidak mau kau menjadi kacau, kau sahabatku." Kata Ben.


"Aku? Aku masih seperti biasa, pacarku adalah pekerjaanku." Kata Gavriel.


"Ku harap kau tidak akan menyesalinya, jika kau benar-benar melepaskan Zay."


"Percaya lah padaku Ben, Zay lebih butuh kau daripada aku." Kata Gavriel.


Ben mengangguk paham.


"Aku akan bicara padanya." Ben menyentuh bahu Gavriel dan kemudian ia pergi bersama Traver.


Saat Ben sudah pergi meninggalkan Mansion, tinggallah Gavriel sendiri.

__ADS_1


"Semoga berhasil Ben." Kata Gavriel kemudian ia menuju kamarnya dengan berjalan pelan menaiki setiap anak tangga di rumahnya.


Bersambung~


__ADS_2