Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 68


__ADS_3

"Lalu apa yang kau dapatkan lagi." Kata Ben.


"Rumah yang kita iklankan di tawar lebih tinggi dari harga jual, dan yang menawar adalah Nona Sunny, namun dengan menyuruh seorang makelar untuk menutupi identitas Nona Sunny."


Ben mengangguk paham.


"Dan yang 1 nya, meski belum bisa di pastikan, namun sepertinya Nona Sunny atau Nona Daisy adalah adik kandung dari Tuan Derreck." Kata Traver.


Ben memicingkan matanya, alisnya mengerut dan matanya menatap tajam pada Traver.


"Kau yakin?"


"Saya harus memastikannya Tuan."


"Ambil sample darah mereka berdua."


"Baik Tuan."


"Bagaimana bisa seperti itu?" Ben bertanya-tanya.


"Sepertinya rumor tentang ayah Tuan Derreck Waldorf, yaitu Tuan Mark Waldorf yang tidak menyukai anak perempuan memang benar, saya menggali informasi dari bekas pelayan kepercayaan keluarga Waldorf, tapi pelayan itu meminta perlindungan dengan kesaksian dan informasi rahasia yang akan dia berikan kepada kita, jadi saya menyembunyikannya Tuan." Kata Traver.


Ben mengangguk pelan, kemudian melihat jam tangannya.


"Kita lanjutkan nanti. Sebentar lagi sepertinya Daisy akan pulang, jika Derreck menjemputnya dan kau beruntung kau akan dapat 2 ikan. Kau tahu apa yang harus kau lakukan." Kata Ben.


Traver kemudian mengeluarkan sebuah alat, itu seperti jarum, namun ketika di tusukkan maka, jarum itu akan langsung dapat menarik dan mengambil darah dari tubuh orang yang di tusuk, dan poin pentingnya adalah, hanya seperti gigitan semut yang bahkan jika orang itu sedang fokus pada hal lain maka di pastikan mereka tidak akan menyadarinya.


Kemudian Ben serta Traver kembali, saat mereka berjalan dan kembali masuk, seperti satu kali mendayung 2 pulau terlampaui.


Derreck sedang masuk dari arah lobby, dan Sunny sedang berada di dekat resepsionis bersama Gavriel.


Ben berdiri dari kejauhan, ia hanya akan melihat aksi Traver. Saat itu Traver telah berganti pakaian, ia melepaskan jasnya dan memakai jaket berwarna hitam tak lupa memakai topi hitam dan masker hitam, kemudian ia mulai berjalan mendatangi mereka, dimana Derreck yang sedang mengobrol dengan Gavriel.


Akhirnya Derreck mulai pergi mendorong kursi roda Sunny dan Traver mempercepat langkahnya, tepat sebelum mereka keluar dari Lobby Traver menabrakkan diri ke kursi roda Sunny.


"BRRUKKK!!!" Traver mendorong tubuhnya maju lebih dekat.

__ADS_1


Dengan cekatan Traver mengeluarkan 2 jarum, dan masing-masing berada di tangan kanan dan kiri dengan cepat langsung menusukkannya di bagian kulit Derreck dan Sunny.


Mereka tidak sadar bahkan tidak merasakan tusukan itu, karena mereka fokus pada Traver yang menabrak mereka.


"Maafkan saya..." Kata Traver menundukkan tubuh dan kepala.


Derreck tidak terlalu peduli dengan orang yang tidak ia kenali dan hanya mengangguk pelan, kemudian mendorong kursi roda Sunny dan keluar dari Rumah Sakit.


Kemudian setelah kepergian Derreck dan Sunny, Traver kembali ke rumah sakit, ia bertemu dengan Ben yang sudah bersama dengan Gavriel.


Traver melepaskan masker dan topinya di hadapan mereka.


"Berikan sample nya pada Gavriel." Perintah Ben.


"Baik tuan." Kata Traver sembari memberikannya pada Gavriel.


"Kabari secepatnya." Kata Ben.


"Paling cepat 2 hari, paling lama 3 hari." Kata Gavriel.


Ben mengangguk dan pergi di ikuti oleh Traver.


*****


Benjove Haghwer duduk di kursi kebesarannya dengan memutar-mutar kursi pelan, ia melihat dan memutar berulang-ulang video peluncuran Jewelry miliknya, meski tidak berjalan lancar namun data yang di berikan oleh para pegawainya menunjukkan perhiasannya berhasil tembus dengan penjualan terbanyak.


Ben menaikkan sudut bibirnya setiap kali melihat bagaimana Sunny memutar tubuhnya sembari berkedip.


"Dia pasti belajar dengan sangat keras." Kata Ben.


Video itu berulang kali Ben putar dan tidak membuat Ben bosan.


Tiba-tiba Traver masuk, dan kemudian Ben mengambil remote untuk menutup jendela yang menghadap ke arah para karyawannya.


Setelah jendela besar itu tertutup Traver kemudian menyerahkan beberapa dokumen dan foto pada Ben.


"Tuan Itu adalah bukti foto Nona Daisy sewaktu masih berusia bayi, kabarnya Tuan Mark Waldorf sudah menentang kehamilan istrinya sejak di ketahui itu adalah berjenis kelamin perempuan, namun istrinya Beatrice Waldorf tidak ingin menggugurkannya dan ingin tetap melahirkannya ke dunia, hingga akhirnya Mark Waldorf memberikan persyaratan jika Istrinya boleh melahirkannya namun pada usia 6 bulan bayi itu harus di singkirkan." Kata Traver menyampaikan informasi.

__ADS_1


"Apakah ini..." Ben menunjukkan satu foto yang memperlihatkan seorang pelayan perempuan menggendong bayi.


"Ya Tuan, itu adalah pelayan wanita yang Nona Daisy anggap sebagai ibunya namanya adalah Isabel. Ketika Nona Daisy berusia 6 bulan, sesuai perjanjian, Tuan Mark Waldorf memerintahkan untuk menyingkirkannya."


"Namun, Nyonya Beatrice memberikan bayinya pada pelayan pribadinya, dan meminta pelayannya untuk pergi jauh, dengan di berikan rumah di daerah Kota S, saat itu Kota S masih sangat sepi dan orang-orang asli sana sangat minim pengetahuan, banyak Geng dan mafia jalanan berkeliaran, serta kota S tak pernah di pandang karena terkenal dengan kota yang tak bermanfaat. Nyonya Beatrice mengelabui suaminya, dengan mengambil bayi lain yang sudah mati." Kata Traver.


"Lalu apa lagi." Tanya Ben, mulai merasa mual.


"Sayangnya saat itu Antonio Pablo masih tidak setuju dengan mengasuh anak itu dan tetap ingin hidup di Kota Z karena semua bisnisnya ada di Kota Z, pada akhirnya perlahan bisnisnya memburuk, Isabel meninggal karena memiliki penyakit kronis, Antonio Pablo pun menikahi Samantha yang memiliki anak Ansella, setelah benar-benar mengalami kebangkrutan Antonio menjual semua asetnya dan kemudian mereka memutuskan untuk pindah ke kota S, menempati rumah yang di berikan oleh Nyonya Beatrice."


"Dan Beatrice tidak pernah mengunjungi Daisy?"


"Nyonya Beatrice pernah mengunjungi Nona Daisy satu kali pada saat itu Nona Daisy berusia sekitar 7tahun, namun tidak berani mendekat dan bertemu, hanya jarak yang cukup jauh, itu pun di luar sepengetahuan suaminya, karena jika ketahuan sudah di pastikan suaminya akan langsung membunuh Nona Daisy."


"Kerja bagus Traver, lalu mari kita tunggu hasil Tes DNA mereka." Kata Ben menaruh foto itu di atas mejanya.


Traver menundukkan kepala, kemudian Ben menghubungi Clarissa sekretarisnya.


"Hubungi Derreck Waldorf dan Sunny katakan aku ingin membahas masalah kontrak." Perintah Ben.


"Baik Tuan Ben."


Kemudian Ben menekan tombol untuk mengakhiri panggilan.


"Untuk sampah yang menganggu Daisy di peluncuran Jewelry kau apakan mereka."


"Saya mengirim mereka ke rumah sakit jiwa Tuan."


Ben menyunggingkan bibinya.


"Keluarga mereka juga sudah di buat menderita, mungkin sebentar lagi beberapa dari mereka yang memiliki koneksi akan menghubungi anda dan meminta untuk bertemu anda, agar di berikan belas kasihan."


"Seharusnya mereka memikirkan konsekuensinya lebih dulu sebum melakukan tindakan yang membuat anda tidak senang." Lanjut Traver.


Ben hanya diam dan memutar-mutar kursinya pelan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2