
PENGUMUMAN : JANGAN LUPA FOLLOW DAN SUBSCRIBE ATAU PENCET FAVORITE ❤ SUPAYA SELALU DAPAT PEMBERITAHUAN UPDATE . TERIMAKASIH 🙏🏻
Kastil Alcazar Sevillia Negara K
Ben turun dari mobil limousin dengan gagah dan tampan. Sepatunya nya yang berwarna hitam mengkilat menginjak karpet merah, pria itu memakai setelan kemeja berwarna serba hitam, mantelnya yang besar selalu menggantung di bahunya.
Semua media menyorot pada pasangan yang di bawa oleh Ben malam itu.
Seorang wanita memiliki rambut lurus dengan model potongan bob sebahu dengan aksen layer tipis dan tentu saja, ia cantik dan menawan, tubuh ramping dengan gaun berwarna merah hati perpaduan dengan glitter dan belahan hingga pahanya, membuat kaki jenjang yang mulus dan putih terlihat seksi.
Dengan sigap dan cepat wanita itu langsung merangkul tangan Ben dan mendekatkan tubuhnya.
Ben melihat dengan mata tajam dan dingin, kemudian Ben beralih melihat ke arah Mena sebagai peringatan.
"Zaya, perhatikan sikapmu, aku sudah memberitahumu, apa yang boleh dan tidak untuk kau lakukan, ingat kau di sini untuk memancing bukan untuk menikmati peranmu sebagai pacar pura-pura Tuan Ben, jika kau masih menyayangi tanganmu, lepaskan rangkulanmu, atau kau akan kehilangan mereka." Bisik Mena di belakang.
Kemudian Zaya tersenyum pada Mena, melihat ekspresi Ben yang murka, Zaya pun melepaskan tangannya.
Kemudian Ben berjalan beriringan dengan Zaya di depan, lalu di susul di belakangnya adalah Traver dan Mena, di belakangnya lagi baru para pengawal pria dan wanita.
"Tuan Ben siapa yang ada di samping anda?" Tanya salah satu wartawan.
"Tuan Ben apakah dia pacar atau tunangan?"
"Apakah sebentar lagi anda akan melepaskan kesendirian anda dengan pernikahan?"
Semua pertanyaan wartawan tidak satupun yang Ben jawab, mereka semua kompak membisu dan masuk ke dalam kastil.
Malam ini adalah acara amal bagi seluruh mafia dan organisasi, selain sebagai acara amal mereka juga melakukan perkumpulan rahasia, tempat bergabungnya orang-orang pebisnis elit, orang-orang yang memiliki kekuasaan, bahkan para pejabat.
Ben duduk di meja bundar mewah berwarna putih, kastil di hias dengan lampu-lampu kristal yang menggantung, di iringan musik yang lembut membuat suasana kastil semakin terlihat mewah.
Tak berapa lama Rudolf Gama di dampingi dengan Blaze datang bergabung di meja milik Ben, mereka kemudian duduk.
"Pacarmu cantik Ben." Kata Rudolf Gama.
Ben menyunggingkan senyuman sinis.
"Kau tahu seleraku." Kata Ben.
"Yah... Aku tahu, kau sulit untuk di puaskan." Tambah Rudolf.
__ADS_1
"Tuan Ben... Yamaguchi baru saja tiba." Kata Traver.
"Langsung arahkan ke mejaku."
"Baik Tuan." Kata Traver.
"Mena, temani Zaya berjalan-jalan untuk mengobrol." Perintah Ben.
"Baik Tuan."
Kemudian Mena mengajak Zaya pergi dengan di dampingi para pengawal wanita, mereka akan menyapa dan mengobrol dengan para bangsawan elit agar rumor antara Ben dan Zaya menyebar, dan media tahu bahwa mereka sedang memiliki hubungan.
Tak berapa lama Yamaguchi pun datang bersama Traver, kemudian Yamaguchi duduk di depan Ben.
"Halo Tuan Ben." Sapa Yamaguchi.
"Akhir-akhir ini kau sibuk?" Tanya Ben.
"Tidak, aku masih seperti biasa, hanya saja beberapa bulan ini aku di buat pusing dengan urusan pernikahan putriku." Kata Yamaguchi.
"Jadi itulah sebabnya kau tidak bisa mentertibkan anak buahmu."
"Apa maksud mu."
"Ada orang yang menjual namaku, dan nama Carlos untuk merampok barang-barang milik para mafia, dan kami harus berurusan dengan para mafia, belum lagi menyelesaikan sanksi yang ada di perdagangan gelap." Kata Ben.
Tak berapa lama Carlos tiba, melihat Ben sedang berbicara serius dengan Yamaguchi, Carlos langsung ikut bergabung tanpa mengatakan apapun, pria itu langsung duduk dan meminum alkohol.
Yamaguchi melihat Carlos dan kemudian melanjutkan pembicaraannya.
"Kau menuduhku?" Kata Yamaguchi.
"Aku mengatakan apa kau sibuk, dan tidak bisa mengawasi anak buah mu dengan benar. Jika benar itu adalah anak buahmu yang telah menjual namaku, aku tidak akan mentolerirnya bahkan jika itu perbuatan tangan kananmu."
"Dan jika itu bukan anak buahku, bersiaplah untuk berurusan dengan seluruh Yakuza di Negara J."
"Sejujurnya tidak ada di dunia ini yang membuatku takut, bahkan jika kau berkhianat. Apa kau pikir aku tidak mampu meruntuhkan organisasimu?" Kata Ben menyesap Whiskeynya.
"Aku percaya, tapi di dunia gelap, mafia yang menyerang mafia lainnya akan berada di pengasingan, peraturan ini lah yang membuat para mafia menahan diri. Aku percaya seorang Benjove mampu melakukan apapun, tapi... Ada sesuatu yang harus di ingat oleh Benjove, jika mereka tahu kelemahan mu, mereka akan memakai itu. Mungkin pacar mu yang sedang berbahagia di sana." Kata Yamaguchi menunjuk Zaya.
Kemudian Ben memberikan kode pada Rudolf Gama, dan Rudolf pun memberikan foto-foto dimana para tahanan.
__ADS_1
"Yubitsume atau jari kelingking yang di potong, dengan cara memotong kelingking para anak buah yang tidak bisa menyelesaikan misi dan potongan jadi kelingking mereka di serahkan pada bos dan kelompok mereka. Lalu tatto yang tidak masuk akal di seluruh tubuh mereka."
Yamaguchi menekan gigi-giginya dengan gemeretak, dan meremas foto-foto tersebut.
"Aku akan menyelidiki ini." Kata Yamaguchi.
"Kalau begitu jangan lupa untuk menyelidiki El Joa." Kata Ben.
Yamaguchi mendelik dan mengeluarkan pemantik apinya, ia memainkannya dan memikirkan apa yang baru saja Ben katakan.
"El Joa masih berada di pengasingan." Kata Yamaguchi.
Ben menggelengkan kepalanya pelan.
"El Joa memang ada di pengasingan, namun kau harus ingat siapa saja yang masih setia menjadi kaki tangannya, peraturan pasar gelap sekarang sedang sedikit goyah karena beberapa mafia saling bentrok. Itu kesempatan yang baik untuk melakukan pelanggaran, kau tahu, jika El Joa kembali siapa yang paling ingin ia hancurkan? Kita." Kata Ben.
Tangan Yamaguchi semakin mencengkram kuat pemantik apinya yang ia mainkan, seketika ingatan kelam kembali terbesit di kepalanya. Bagaimana El Joa menikam istrinya di depan putrinya, hingga membuat putri kesayangan Yamaguchi harus mendatangi psikiater hingga sampai saat ini.
"Aku akan memeriksa semua bawahanku apakah mereka ada yang berkhianat dan melakukan kerja sama dengan El Joa. Jika aku menemukannya, aku yang akan langsung membunuhnya." Kata Yamaguchi.
Di tempat lain, Zaya sedang penuh semangat memamerkan hubungannya dengan Ben, banyak para wanita kelas atas dan para pebisnis elit bertanya tentang statusnya dengan Ben bahkan seorang jurnalis dan seorang pembawa berita terkenal di salah satu stasiun televisi terang-terangan menanyakan apakah Zaya dan Ben akan menikah dalam waktu dekat.
"Yah... Semua akan tahu jawabannya, yang jelas saya serta Ben sedang berada pada hubungan yang sangat harmonis dia sangat lengket dengan saya." Kata Zaya tersenyum bangga.
Semua wanita lajang di sana terkesan dengan kabar itu, mereka merasa iri dan juga sedih karena merasa patah hati.
Tak berapa lama seorang pelayan membawakan sampanye di loyangnya dan memberikan pada Zaya.
"Dari pria yang ada di sebelah sana Nona." Kata pelayan menunjuk di pojok kastil.
Zaya melihat pada pria itu, dan pria itu mengangkat gelas sampanye lalu meminumnya.
"Sepertinya sudah di beri obat tidur." Bisik Zaya pada Mena sembari mencium sampanye dengan anggun.
"Mari kita lihat." Bisik Mena.
"Yaah... Mari kita lihat pancingan kita, apakah ikan yang kita mau atau bukan." Zaya kemudian meminum sampanye nya dengan sekali tegukan.
Tak berapa lama Zaya mulai merasakan kepalanya sedikit berat.
"Aku akan pura-pura ketoilet." Kata Zaya.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan media di Negara K telah gencar dan heboh memberitakan berita panas yang paling di tunggu di seluruh dunia, yaitu pernikahan Benjove Haghwer dan juga kekasih barunya, Zaya.
bersambung