
Gia pun ada di belakang para Pasukan Mafia kelas rendah, lalu dengan perintah dari Gia para pasukan itu maju menyerang.
"BANTAI MEREKA SEMUA!!! Teriak Gia.
Para pasukan kelas rendah maju dengan sangat brutal.
"Sialan." Kata Charles melihat pasukan yang begitu sangat banyak.
Aaron yang sudah terlepas dari cengkrama Zac, karena Zac melihat pasukan yang begitu banyak maju menyerang membuat Aaron tersenyum puas dan mundur di belakang.
Zac melihat para pasukan mafia kelas rendah berlarian menyerbu, mereka begitu banyak.
Zac membenarkan samurainya, ia mengeratkan genggamannya dan ia membenarkan cengkramannya pada pistolnya.
"Banyak sekali manusia serakah. Baiklah mari kita selesaikan pagi ini juga." Kata Zac.
"SEERRANGGGG!!!!" Teriak Zac.
Kemudian Zac, Yaron, dan juga Charles maju dengan membawa senjata-senjata mereka.
Heiden dan Aaron pun juga maju, mereka mengacungkan senjata-senjata mereka.
Zac maju bertemu dengan para pasukan mafia kelas rendah yang sangat bar-bar.
Charles bertemu juga dengan para pasukan dan memainkan belatinya.
Gavriel sudah berdiri lagi, ia dan Zay juga melakukan perlawanan pada pasukan bar-bar itu.
Terlihat Zac menebas setiap kaki para pasukan mafia kelas rendah, Zac maju dengan gesit, ia melewati langsung 5 orang dan langsung menebas leher mereka, bahkan memotong kaki-kaki mereka.
"CRAAASHHH!!"
"CRRAASHHH!!!"
Suara pedang yang sangat tajam memotong kepala dan kaki para pasukan Mafia kelas rendah.
Beberapa jam bertarung para pasukan milik Zac banyak yang sudah mati, anehnya, para pasukan Mafia kelas rendah masih saja terus berdatangan.
"Sialan." Kata Zac menaruh samurainya di atas bahunya dengan nafas yang naik dan turun. Keringat telah menetes banyak.
Zay yang juga sudah bertarung mendadak nafasnya makin ciut.
"Kenapa tidak habis-habis." Kata Zay.
Charles sudah menaruh pedang besarnya di atas tanah, untuk menyangga tubuhnya. Keringat sudah mengucur di kepala dan tubuhnya.
Siang itu matahari makin terik dan makin memancarkan sinarnya di atas kepala mereka. Tanah yang basah karena darah yang bagai lautan mulai terasa lengket karena panas sinar matahari.
Siang itu panasnya sangat menyengat, dan tentu saja sebelum ada yang mengaku kalah, atau sebelum ada yang tebantai habis, adu kekuatan tak akan pernah berhenti bahkan sekedar minum tidak boleh.
"Sialan." Kata Gavriel mengelap darah yang ada di bibirnya dan kepalanya dengan tangannya.
Keringat sudah membasahi mereka semua, bahkan nafas mereka makin habis.
Siang hari yang terik semakin menambah rasa haus dan rasa kelaparan, tenaga pun seperti tersedot oleh matahari.
"Kita butuh pasukan lagi Tuan Zac." Kata Yaron.
Para pasukan milik Zac mulai habis di bantai oleh para pasukan mafia kelas rendah.
"Apapun demi uang dan kekuasaan, mereka semua akan menjadi gila." Kata Charles.
"Jangan pernah mundur! Seraanggg!!" Teriak Zac.
Semua kembali menyerang, Heiden juga maju dan membantai habis-habisan kali ini Aaron akan maju dan mengincar Zac.
__ADS_1
"Aaron... Mereka mulai kelelahan, jangan lupa untuk memenggal kepala Zac." Kata Gia.
"Tenang saja." Jawab Aaron maju dan membawa pedang yang sudah ia siapkan serta senjata pistolnya.
"DOORR!!"
"DOORRR!!"
Aaron mulai menembaki semua pasukan milik Zac.
Zay tahu Aaron maju, dan mengarahkan pistolnya pada Zac, dengan cepat Zay menendang dan memukulkan tongkat nya pada Aaron.
"PLAAKK!!!"
"PLAAKKK!!"
Lalu Zay terbang dengan bertumpukan tongkatnya dan menendang wajah Aaron.
"BUGGG!!!"
"Sialan!!!" Teriak Aaron dan menarik tongkat milik Zay, lalu Zay terdorong maju.
Dengan cepat Aaron mengambil leher Zay kemudian mencekik leher Zay, dengan sangat kuat.
Charles dan Gavriel tahu.
"Uhuuk!! Uhukkk!!!"
Aaron yang marah, semakin memperkuat cekikan nya hingga tubuh Zay terangkat ke atas.
Zay mencakar tangan-tangan Aaron, namun tak bisa terlepas.
"BLLAAR!!!!" Sebuah dentuman kuat menggelegar membuat semuanya terkejut, itu adalah sebuah peringatan jika akan ada pasukan yang datang lagi.
"Sial apakah pasukan mafia rendahan lagi?" Tanya Gavriel pada Charles.
"BUUUGGG!!"
"BBAAAGGG!!!"
Charles menendang dan Gavriel memukul Aaron.
Tubuh Aaron memang sangat besar, butuh tenaga yang besar pula untuk bisa mengalahkan dan menjatuhkan Aaron.
Ternyata pasukan yang datang itu adalah dari Gege Vamos.
Gege Vamos berjalan dengan cepat membawa pedang dan senjata.
"DOOORRR!!!"
"DOOORRR!!!"
Dengan cepat Gege Vamos mengayunkan pedangnya dan menebas setiap pasukan Mafia kelas rendah yang menghadangnya.
"CRASSSH!!"
"CRAAASHHH!!"
Gege Vamos berjalan ke arah Zay.
Gavriel dan Charles masih menahan pasukan dan Aaron.
Sedangkan Yaron bertarung dengan Heiden.
Zac di kepung oleh para mafia kelas rendahan namun Zac dengan cepat langsung membantai.
__ADS_1
Melihat Zay hampir mati Gege Vamos langsung menolong, namun hal tak terduga menyerang pada Gavriel.
"JLEEBBB!!!"
Seorang ketua mafia kelas rendah, menusuk pinggang Gavriel, dan darah pun mengucur.
"GAVRIEELLL!!!" Teriak Zac.
"Bawa Zay pergi!" Teriak Gavriel pada Gege Vamos.
Charles kemudian menahan pasukan yang terus menyerang dan juga berusaha menahan Aaron, melihat itu Zac berlari untuk membantu san menahan Aaron yang hendak membunuh Gavriel.
Pasukan Gege Vamos menyerbu dan membabi buta menyerang dengan tenaga yang masih memikili power segar.
"CEPAATTTLAAHH BAWA ZAY PERGI!!" Teriak Charles yang masih menahan pasukan mafia kelas rendah.
Geg Vamos langsung menarik perut Zay dan menggendongnya pergi, Gavriel melihat ke arah Zay, dan Zay melihat ke arah Gavriel yang sudah berlumuran darah, tangan Zay maju seolah ia ingin membawa Gavriel juga bersamanya.
Gavriel mengangguk pelan bahwa, Zay harus pergi.
Satu sisi lain, pasukan Mafia kelas rendah yang tak ada habisnya terus menyerang.
Zac heran, dari mana Aaron mendapatkan dan mengumpulkan mereka semua.
Kini Zac dan Aaron saling berhadapan, satu lawan satu.
Meski sudah di tambah pasukan dari Gege Vamos, namun tetap saja, masih belum bisa mengambil alih keadaan.
"Kau akan mati di sini Zac, terkubur di tempat tak beradab ini." Kata Aaron.
"Kita lihat saja." Kata Zac.
"Lihat? Lihat? Hahahahha!!! Mata mu pasti sudah buta, bahkan kau sudah di bantu oleh pasukan Gege Vamos, tapi lihatlah, kalian masih terdesak, kalian akan mati di sini!!" Kata Aaron.
"Perang belum berakhir, apapun masih bisa terjadi." Kata Zac.
"Dasar tukang omong besar, hidupmu hanya pembual!! Kau harusnya malu pada Gaby!!!" Teriak Aaron berlari maju ingin menyerang Zac.
"HYYAAAA!!!"
"Brengsek! Jangan bawa nama nya di tempat sekotor ini!" Kata Zac maju dengan dua samurai sekaligus.
"PRRAANGGG!!!"
"KRAAANGGG!!!"
"SSSRREEEEXXXX!!!"
Pedang dan samurai saling berbenturan dan saling bergesekan.
Saat itu Gia masih menyaksikan peperangan dari jarak yang cukup jauh, ia tak akan mendekat karena ia tahu ia tak bisa bertarung.
Gia kemudian melihat ke arah lain, itu adalah Gavriel, pria itu mulai sekarat karena kehilangan banyak darah.
Lalu Gia melihat lagi pada Heiden yang bertempur dengan Yaron, bahkan Yaron mantan pasukan Haghwer yang sekarang menjadi komandan masih kalah dengan Heiden.
Lalu Gia melihat pada Charles si pengkhianat.
"Charles kau harus mati di sini, semua pasukanmu pun sudah di bantai." Kata Gia.
Terakhir ia melihat ke arah Zac dan Aaron yang terus melakukan perkelahian satu lawan satu.
Gia tersenyum puas, tidak sia-sia Gia menghabiskan banyak uang dan kekayaannya hanya untuk mengumpulkan para mafia kelas rendahan di seluruh dunia.
"Hanya dengan sebuah kebohongan dan mereka semua percaya... Hihihihi.... Aku berkata dan menjanjikan pada mereka, siapapun yang bisa memenggal kepala Zac serta membuat keluarga Haghwer berantakan mereka akan ku beri kekuasaan dan wilayah yang besar, tapi semua itu hanyalah trik kotor ku agar mereka semua berjuang habis-habisan, meskipun rencana penyebaran video gagal, namun setidaknya Zac harus mati, dan Ben juga harus kalah. Artinya aku akan membuat Ben menjadi milikku, aku sudah menyiapkan obatnya." Kata Gia mengangkat botolnya dan tersenyum.
__ADS_1
Bersambung~