Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 151


__ADS_3

PENGUMUMAN :


Halo semua, kita sudah di penghujung Season 2, senang rasanya kalian masih setia dan meminta Update lebih banyak, senang juga kalian selalu sabar dengan semua konflik Ben dan Daisy. Terimakasih kalian semua hebat.


Setelah Season 2 ini selesai, saya akan melanjutkannya di season ke 3, yaitu 70% Fokus di kehidupan Zac dan Zay ketika dewasa dan 30% Kehidupan Ben dan Daisy.


Akan ada konflik Eksternal, tentang pertikaian 2 keluarga besar dimana Anak mereka saling mencintai, namun keluarga mereka saling menentang itu semua di sebabkan perselisihan yang sudah terjadi sejak lama. Pastikan tetap membaca sampai di Season 3 selesai ya, karena Season 3 ini adalah Season terakhir di Novel Tahanan Ranjang Sang Mafia. Setelah itu Novel ini akan benar-benar TAMAT.


"Apakah ada permintaan dari kalian? Jika masuk akal dan memiliki ide yang positif dan mendukung karya akan saya pakai. Silahkan Koment ya..."


Terimakasih kalian hebat 🙏🏻👍


******


"Si... Siapa mereka, kenapa banyak sekali, lebih banyak dari yang semalam." Kata Gia panik.


"Apa itu Tuan Carlos..." Kata Gia dengan jantung yang berdegup tak karuan hingga kakinya yang tanpa memakai alas kaki pun terlihat gemetar.


Mendadak keranjang rotan yang Gia bawa terjatuh, dan isinya berantakan di dekat kakinya yang kotor, keranjang rotan itu juga menggelinding.


Gia berlari menuju penginapan dan ia semakin terkejut ketika melihat beberapa orang sudah ada di sekitar Ben. Banyak pria tampan, banyak pria tinggi yang memakai pakaian mewah dan bersih, semua terlihat sangat menawan.


Namun, yang paling membuat Gia terkejut dan takut adalah Ben berpelukan dengan seorang wanita yang begitu cantik, sangat cantik hingga wanita itu seolah lebih bersinar dari yang lainnya.


Gia melihat wanita itu dari atas hingga bawah kakinya, seketika Gia merasa malu mengingat kakinya sendiri, dan jari-jari kakinya menekuk karena ia sadar betapa kotor dan tak cantik dirinya.


Dia, wanita itu... Seperti malaikat yang bersinar, dengan rambut panjang terurai, dengan wajah sendu yang penuh air mata namun kecantikannya bak dewi yang tak terkalahkan, tentu dan pastinya wanita itu di puja dan di puji.


Apalagi di tempat kumuh itu, Wanita itu seperti yang paling bersinar, seolah ia sedang berada di antara ijuk-ijuk yang kotor.


Kulitnya bening bersih dan sangat putih, semua terlihat sempurna dan terawat.


"Apa kau yang sudah menyelamatkan suamiku..."


Saat mendengar suara wanita itu, Gia sontak menekan dadanya dan meremas bajunya yang ada di depan dada seolah ia ingin meremas jantungnya.

__ADS_1


Bahkan suara wanita itu begitu halus dan nyaring, pasti menghipnotis setiap orang yang akan mendengarnya.


Gia terpaku dan tak bisa bergerak dengan tubuhnya yang seperti itu, ia langsung merasa sangat rendah diri dan malu, ia merasa sangat kotor, pantas saja Carlos mengatakan padanya jika Ben sangat tergila-gila pada istrinya, beginikah penampilan istrinya yang seperti dewi, bahkan wanita manapun akan terkesima apalagi pria.


Kini, Gia merasa sangat malu, dan rendah bagaimana bisa ia memiliki pikiran ingin memenjarakan Ben di dalam kungkungannya sedangkan ia dan wanita itu sama sekali tak sepadan.


"Su... Suamii...?" Tanya Gia dengan terbata dan lehernya tercekat.


******


FLASHBACK Malam hari *sebelum semua Rombongan melakukan Penjemputan Ben**jove Haghwer*~


Saat itu setelah kepergian Carlos dari kediaman Mark Waldorf yang terlihat mencurigakan, Beatrice memerintahkan pada Mena untuk mengikuti dan mengawasi Carlos.


Mena pun dengan sigap berganti pakaian dan memakai perlatannya, ia memata-matai Carlos, dan memeriksa beberapa penerbangan yang akan melintas.


Hingga malam berlanjut, Mena belum juga mendapatkan informasi akurat, ia masih begadang untuk mencari kemana Carlos pergi dan rencana apa yang sedang Carlos buat.


tengah malam di dalam mobilnya, Mena masih berkutat dengan laptop, akhirnya salah satu pengawal memberitahu jika penerbangan milik Carlos, ia menyadap akan menuju kemana pesawat Carlos, dan ternyata tujuannya adalah pulau tanpa nama.


"Nona Mena, Pesawat pribadi milik Tuan Carlos sudah mendarat di bandara Pulau Tanpa Nama. Namun, kami tak bisa melacaknya, karena Tuan Carlos mematikan seluruh GPSnya."


"Kerja bagus, aku akan memeriksanya dan akan menyelesaikannya." Kata Mena.


Tengah malam itu juga, Mena pun mempersiapkan penerbangannya, Mena berangkat dari Negara K menuju Pulau Tanpa Nama.


Hingga akhirnya dini hari Mena sampai di Pulau Tanpa Nama, ia melihat beberapa iring-iringan mobil terparkir di wilayah kota, tentu saja itu membuat hal heboh dan sangat mencolok, di karenakan kota tak begitu modern, hanya ada sepeda dan sepeda motor pun beberapa saja.


Melihat banyak mobil ada di sana, seluruh kota bergema, ada apa dan sebenarnya mereka siapa.


Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi.


Mena mendekat pada mobil-mobil yang terparkir, mengelabui pengawal-pengawal yang berjaga.


Akhirnya Mena dapat melihat siapa yang ada di dalam mobil, ketika kaca jendela di buka, itu adalah Carlos.

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa dan mengapa dia menunggu semalaman di sini, apakah dari suatu tempat ataukah memang dia berada di sini terus sepanjang malam ini?" Tanya Mena.


Tak berapa lama, ponsel Mena pun bergetar.


"Nona Mena, sepertinya Tuan Carlos tadi malam menemui seseorang, dia seorang wanita, saya menangkap fotonya melalui satelit namun tidak terlalu jelas, saya pikir saya juga menemukan beberapa foto yang di duga itu adalah Tuan Ben."


"Ada dimana letaknya." Kata Mena.


"Ada di Pulau Tanpa Nama, sebelah barat daya dekat pesisir pantai." Kata pengawal tersebut.


Di saat yang sama Traver menghubungi Mena.


"Aku akan matikan, kakakku menghubungiku." Kata Mena mengganti panggilan telefon.


"Kau ada dimana!!!" Traver dan Mena, mereka mengatakan hal yang sama.


"Aku mendapatkan posisi yang di duga itu adalah Tuan Ben, lokasi nya ada di pulau Tanpa nama di pesisir pantai, dan aku sudah berada di pulau Tanpa Nama." Kata Mena.


"Tuan Ben juga sudah menghubungi kami, dia mengatakan memakai ponsel Carlos, ceritanya panjang, intinya sepertinya Carlos berniat ingin menusuk Tuan Ben dari belakang, dan sekarang Tuan Ben ada di Pulau Tanpa Nama, aku bersama Tuan Rudolf dan juga Tuan Gavriel yang baru saja tiba dari London, kami sudah melakukan perjalanan melalui darat menuju ke Pulau Tanpa Nama dari Pulau Maladewi jadi tak akan membutuhkan waktu lama."


"Baik, aku akan menghubungi Tuan Mark dan juga Tuan Derreck, tapi anehnya Tuan Carlos masih ada di sini."


"Benarkah? Sepertinya dia masih menunggu jawaban dari orang yang akan ia ajak kerjasama."


Tak berapa lama mobil-mobil yang terparkir pun melaju, para pengawal masuk dan mengemudikan mobil, mereka pergi mengawal Carlos.


"Sepertinya Tuan Carlos akan pergi, dia menuju bandara." Kata Mena.


Mena pun menutup panggilannya dan menghubungi Mark Waldorf serta Derreck.


Di negara K, tepatnya di Mansion milik Mark Waldorf, panggilan langsung terhubung, saat itu mereka sedang berkumpul bersama Zac dan juga Zay.


Daisy duduk termenung, tatapanya kosong melihat hamparan pemandangan dari mansion, Zay mendekat meminta pangkuan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2