Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 233


__ADS_3

Malam itu Daisy berdiri si lobby kamarnya sembari sedikit demi sedikit menyesap teh chamomile favoritnya.


Tak berapa lama Mena dan Casey datang, saat ini sementara waktu Casey bertugas di mansion Haghwer.


"Nyonya Daisy, Tuan Ben sudah berada dalam perjalanan pulang." Kata Mena.


"Bagaimana kondisinya." Kata Daisy kemudian meletakkan cangkir mewahnya di atas meja dengan elegan, lalu Daisy menyedekapkan tangan sembari masih berdiri dengan tubuu ramping yang seksi.


"Tuan ben tidak terluka, namun sepertinya karena Tuan Ben memaksakan diri pergi ke peperangan tersebut, saya dengar lukanya sedikit terbuka, Tuan Gavriel juga terluka di kepala, apakah kita harus memanggil dokter lain?" Tanya Casey.


Daisy diam sejenak.


"Casey, kau pulang dan rawat Gavriel, serta berikan informasi tentang Zay, bagaimana keadaannya disana. Lalu, Mena kau panggil dokter Wen, dokter yang pernah memeriksa keperawananku saat di Kota S." Perintah Daisy.


"Tapi, Nyonya Daisy apakah anda yakin? Karena bisa saja Tuan Ben tidak mau di sentuh dan di periksa oleh dokter Wen."


"Dia tak punya pilihan lain, Gavriel juga sedang terluka dan tak mungkin dia ke sini." Kata Daisy.


Mena harap-harap cemas apakah Tuan Ben tak akan mengamuk jika yang memeriksanya adalah Dokter Wen dan bukannya dokter Gavriel.


"Baik Nyonya."


Tak berapa lama terdengar suara decit mobil, dan mobil-mobil itu sudah terparkir rapi, para pengawal keluar lalu membukakan pintu untuk Ben.


Perlahan Ben keluar dengan memegang dadanya sedikit, Traver sigap ingin membantu namun Ben mengode dengan tangannya, bahwa tidak perlu di bantu.


Daisy bergegas turun dan menghampiri suaminya, terlihat wajah suaminya sedikit meringis.


"Katanya lukamu terbuka?" Tanya Daisy khawatir dan cemas buru-buru ia memapah Ben.


Ben menggelengkan kepala.


"Tidak, bukan masalah besar, tidak ada darah, mungkin hanya tertarik karena jahitan luarnya sudah mengering namun jahitan bagian dalam belum mengering sempurna." Kata Ben sembari berjalan.


"Pelan-pelan." Kata Daisy memapah.


Melihat sikap istrinya, tiba-tiba Ben terkekeh pelan.


"Kenapa tertawa?" Tanya Daisy masih fokus memapah Ben.


"Lihat lah tubuh kecilmu itu yang berniat memapahku." Kata Ben.


"Kenapa?" Tanya Daisy.

__ADS_1


"Mau tahu?" Tanya Ben.


"Apa sih!" Gerutu Daisy.


Kemudian Ben melemahkan sedikit tubuhnya, seketika Daisy hendak ambruk karena Ben menopangkan tubuhnya pada Daisy.


Traver, Mena, serta Casey buru-buru berlari hendak menolong namun Ben segera mengatur tubuhnya lagi dan memeluk Daisy.


Kemudian Ben terkekeh kecil lagi.


"Kau lihat. Aku masih lebih kuat darimu." Kata Ben.


"Ya ya ya... Sudah ayo masuk, aku sudah memanggil dokter Wen." Kata Daisy kesal.


"Untuk apa? Kau sakit?" Tanya Ben sembari berjalan memeluk sang istri dari samping.


Saat sampai di ruang kerja, Ben hendak duduk, dan Daisy melepaskan mantel besar Ben lalu menyerahkan pada Traver.


"Tidak, aku meminta Dokter Wen untuk memeriksamu, karena Gavriel tidak mungkin ke sini."


"Tidak perlu." Kata Ben cepat.


"Kenapa! Kau harus di periksa!!" Kata Daisy.


"Tapi... Aku khawatir." Sahut Daisy


"Jika kau khawatir seharusnya kau tidak perlu menyuruhku untuk datang ke mansion milik Zac dan memprovokasi Zac agar dia membunuh Douglas." Kata Ben.


Daisy diam dengan raut wajah sedih.


Ben paham kemudian mengangkat tangannya memberikan kode pada Traver untuk keluar. Traver pun keluar dan menutup pintu.


"Kemari sayang..." Kata Ben sabar.


Daisy kemudian mendekat, lalu Ben meminta Daisy duduk di atas mejanya, sedang Ben memperhatikan Daisy dengan seksama dari kursi duduknya.


"Kau tahu, aku masih cukup kuat untuk menggempur mu semalaman, tapi aku tidak melakukannya karena kau sedang banyak pikiran." Kata Ben membelai kedua paha Daisy dengan lembut.


Daisy masih diam.


"Lalu bagaimana, apa kau berhasil memisahkan mereka? Bagaimana Gaby? Apakah dia masih mau dengan Zac? Atau dia justru akan menyerang Zac?" Tanya Daisy.


Ben menghembuskan nafasnya pelan.

__ADS_1


"Berpisah atau tidak, aku yakin Zac memiliki watak yang sama denganku. Terlepas gadis itu tidak mau hidup bersamanya, apakah kau lupa bagaimana caraku mendapatkanmu? Aku memenjarakanmu. Zac juga pasti akan melakukan itu." Kata Ben.


Daisy diam dan mengingat lagi, Ben memang benar.


"Saat aku sampai di sana, aku yakin Zac akan memenangkan peperangan itu, namun, ada hal yang sebenarnya mengganjal, Douglas gerakannya melamban, ada sesuatu yang aneh dengan tubuhnya, aku hanya bisa membaca gerakan dari jemari tangan, dan reflek tubuhnya, ku pikir ada seseorang yang meracuninya." Kata Ben.


"Maksudnya?"


"Mungkinkah, Gia mencampur makanan Douglas dengan racun? Karena reflek tubuh dan tanda-tanda itu benar-benar mirip dengan apa yang pernah aku lihat saat di masa lalu ada seorang mafia yang kehilangan reflek tubuhnya. Anakmu, Zac. Dia memenggal kepala Douglas dengan sangat mudah. Bahkan tanpa perlawanan." Kata Ben.


"Itu karena Zac hebat."


"Aku tahu Zac hebat, tapi reflek tubuh Douglas sangat kentara, itu penurunan." Kata Ben.


"Astaga... Apakah benar, Gia melakukan itu pada Douglas? Kenapa?" Tanya Daisy.


"Traver sedang mencari tahu. Kabar kelanjutan dari perang itu, dan juga kabar di Pulau Tanpa Nama." Kata Ben.


"Tapi... Apa kau yakin? Untuk benar-benar ingin membuat Zac dan gadis itu saling membenci? Kau tahu sayang, sepertinya kali ini Zac benar-benar serius pada gadis itu dan tidak ingin main-main." Tanya Ben.


"Saat aku mengetahui bahwa Pasukan Douglas menyerang mansion milik Zac, saat itu aku sangat khawatir tapi, aku masih sangat ingat wajah gadis itu saat datang di rumah sakit AS, dia yakin ingin meninggalkan kedua orang tuanya hanya demi Zac, ini adalah waktu dan situasi serta kondisi yang tepat untuk membuktikannya, jika pun dia yakin dan benar-benar ingin bersama Zac lalu setia tidak akan mengkhianati Zac, aku mungkin bisa sedikit demi sedikit membuka hatiku, namun wajahnya benar-benar mirip dengan Gia, setiap kali melihat wajah gadis itu aku selalu teringat Gia. Aku pikir, ini adalah salah satu jalan, apakah gadis itu benar-benar akan menepati janjinya dan ucapannya, jika dia berani meninggalkan semuanya termasuk keluarganya."


"Tapi meninggalkan keluarga, dan melihat ayahnya sendiri di bunuh adalah dua hal berbeda sayang." Kata Ben.


"Aku tahu, untuk itulah kita harus menguji mereka, ini tentang pewaris Haghwer Ben. Jika Zac dan Gaby bersama, aku tidak ingin Gia masuk ke dalam keluarga kita dan mencampuri keluarga kita. Kau tahu kan Gia masih menyimpan perasaanya padamu! Maka dari itu aku akan menerima gadis itu jika dia benar-benar melepaskan diri dari keluarganya. Meskipun itu masih sulit bagiku tapi aku akan mencoba." Kata Daisy.


"Aku mengerti." Kata Ben mengelus kedua paha Daisy dengan lembut yang duduk di atas mejanya.


Tok... Tok... Tok...! Pintu di ketuk.


"Tuan Ben, Dokter Wen sudah tiba, dan saya mendapatkan informasi baru." Kata Traver melalui sambungan kitak komunikasi.


"Masuk." Kata Ben.


Traver pun masuk, Daisy turun dari meja dan berdiri di samping kiri Ben.


"Tuan sepertinya, Gia membentuk pasukan dengan di dukung oleh Heiden, dan Aaron Vince. Awalnya sepertinya Aaron Vince serta Vanya Belando akan bekerja sama dengan Douglas tapi, menjadi berbelok, saya yakin ada konflik internal di rumah tangga antara Gia dan Douglas. Mata-mata yang ada di Pulau Tanpa Nama juga menangkap ada Moran serta Yana Scoot adik tiri Douglas Scoot. Anehnya, Vanya Belando memilih tidak melanjutkan kerjasama itu, dan sampai hari ini tidak di ketahui lagi keberadaannya." Kata Traver.


"Kita mulai masuk di bulan peperangan, dan gencatan senjata akan di hentikan beberapa bulan, guna untuk saling adu kuat sesama mafia, kubu-kubu yang saling bermusuhan akan saling menyerang, atau mafia-mafia kelas rendah akan mencoba kekuatan mereka pada mafia terkuat. Tambah pelatihan pada pasukan Haghwer." Perintah Ben.


Pada bulan-bulan tertentu, gencatan senjata akan di cabut, dan di ganti dengan adu kekuatan atau masa peperangan, hal ini berguna agar semua mafia dapat saling menunjukkan kehebatan mereka, agar semua mafia dapat menunjukkan kekuasaan mereka, atau bisa menjafi mafia yang lebih besar lagi dan di akui semua orang, namun ketika memasuki bulan-bulan gencatan senjata semua juga harus menaati peraturan tersebut, atau akan di serang dan di bantai oleh Serikat Mafia.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2