
Rumah Sakit Haghwer A.S~
Semua orang yang sedang menyaksikan perdebatan Zac dengan Traver mendadak di buat terkejut, ketika seorang perawat berlari menuju Dokter Gavriel.
"Dokter Gavriel....!!!" Teriak perawat itu.
"Kenapa." Tanya Gavriel.
Daisy dan Derreck juga melihat ke arah perawat yang datang dan di susul perawat lainnya, mereka nampak khawatir apakah terjadi sesuatu.
"Tuan Ben...." Kata Perawat itu.
"Ada apa!!!" Kata Daisy dan Derreck berbarengan.
Tanpa mendengar penjelasan apapun dari perawat-perawat tersebut, semua orang bergegas ke ruangan dimana Ben sedang di rawat.
Di sana Mena dan Casey masih berjaga dengan harap-harap cemas.
Kemudian seorang dokter keluar untuk mencari dokter Gavriel, namun mereka bertwmu di depan pintu ruangan.
"Dokter Gavriel, ada tanda-tanda pasien menggerakkan tangan, saya juga melihat sedikit pergerakan dari mata Tuan Ben." Kata Dokter lain yang siaga 24 jam merawat Ben.
"Apakah ada indikasi lain? Apakah terjadi syock?! Aku tidak cukup yakin Ben sadar secepat ini!" Kata Gavriel masuk ke dalam kamar dengan panik.
Daisy merasa ketakutan, Derreck pun memeluknya dengan penuh kasih.
"Mena panggil Zac." Kata Derreck.
"Baik Tuan..." Kata Mena menunduk dan pergi.
Di luar, Mena berlari dengan cepat.
"Tuan Zac... !!!" Teriak Mena.
Zac menoleh, dan kemudian melepaskan Traver. Mena sendiri terkejut, ada apa dengan mereka kenapa Traver dan Zac seperti saling bertarung.
"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Zac.
"Ada pergerakan dari Tuan Ben tapi Dokter Gavriel belum dapat memastikan apakah Tuan Ben sadar atau karena syock."
Traver yang mendengar itu langsung bergegas pergi, Traver begitu khawatir dengan Ben sehingga ia bahkan tak istirahat sama sekali.
"Aku akan segera ke sana." Kata Zac.
"Baik Tuan." Mena pun pergi lebih dulu.
Setelah kepergian Mena, Zac melihat ke arah Charles.
"Pastikan Gaby selamat sampai di Negara K, dan kau jangan sentuh barang apapun di sana, aku akan memberitahu para pengawal yang berjaga di rumahku untuk membukakan gerbang ketika kalian sampai, dan yang paling penting adalah, sembunyikan Gaby dari penglihatan Traver, dari penglihatan keluargaku, bahkan seluruh keluargaku, jangan mempercayai siapapun!" Perintah Zac yang juga mengancam Charles.
__ADS_1
"Aku akan menjaga dan melindungi Nona Gaby, sampai kau pulang." Kata Charles.
Kemudian Zac melihat ke arah Gaby, hanya sekilas tanpa mengatakan sepatah pun Zac kemudian pergi berlari masuk ke dalam rumah sakit.
Gaby melihat Zac dengan sedih, kini ia merasa bahwa dirinya hanya beban bagi Zac, namun tak ada tempat lain lagi baginya, ayahnya sendiri bagaikan monster yang memgancam jiwa dan raganya.
Zac berlari ke arah paman dan ibunya.
"Paman apa yang terjadi..." Kata Ben.
"Kita tunggu Gavriel keluar." Kata Derreck.
Zac melihat ke arah ibunya yang semakin pucat, tubuh ibunya dengan cepat telah kehilangan berat badan dan kini tangannya pun terlihat gemetar.
Hanya sejenak saja, wajah sang ibu berubah total, ibunya yang muda dan cantik, kini tak lagi memperhatikan dirinya sendiri, meski begitu Daisy tetap menjadi wanita tercantik.
Tak berapa lama pintu di buka dan para dokter mendorong ranjang pasien.
Terlihat saat itu Ben sudah membuka matanya meski hanya dengan mata sayu.
Daisy, Derreck, Zac serta Traver dan lainnya mendadak panik ingin melihat kondisi Ben.
Namun, dengan cepat Gavriel menghalangi dengan merentangkan tangan.
"Aku tahu kalian tidak sabar, ini juga sangat mengejutkan kami, bafu pertama kali kami menemukan kasus seperti ini, Ben mendadak sadar di saat seharusnya dia mengalami kritis, aku tidak tahu mungkin ini mukjizat karena Ben adalah orang baik atau karena Ben memang benar-benar pria tangguh serta kuat, jadi, mari bertahan beberapa hari dulu, sampai Ben benar-benar kuat untuk di jenguk." Kata Gavriel.
Semua orang mengangguk, Daisy seperti terkena siraman kesegaran di dalam hatinya yang kering dan tandus. Dadanya yang berulang kali bergemuruh panas, seolah air hujan mulai menerpa nya dan angin kesejukan membuatnya bersemangat lagi.
Semua orang ikut di belakang Gavriel hingga sampai lah mereka di ruangan pasien yang mewah. Namun, meski begitu, Ben tetap belum bisa di jenguk karena masih lemah.
"Zac..." Panggil Daisy.
"Ya ibu..." Zac mendekat dan menggenggam tangan ibunya.
"Pergilah bersama Traver, selamatkan adikmu." Kata Daisy.
Zac mengangguk pelan.
"Traver sudah mendapatkan lokasinya, Carlos meminta barter, aku akan ikut dengan kalian." Kata Daisy.
"Daisy..." Derreck mencoba menghentikan Daisy.
"Aku sudah memutuskan, dan aku yakin Carlos tidak akan pernah menyakitiku, mengingat bagaimana perasaannya padaku."
"Dia memang tidak akan menyakitimu, tapi apa kau tahu konsekuensinya! Dia bahkan berani meninggalkan bekas ciuman saat kau tidur, hingga membuatmu bertengkar dengan Ben. Kau lupa!!"
"Aku tidak akan pernah lupa tapi, hanya ini caranya."
"Ada banyak cara! Kita memiliki pengawal dan pasukan yang tangguh!" Kata Derreck.
__ADS_1
"Benar Nyonya Daisy, kita tak perlu memenuhi permintaan barter yang di ajukan Carlos." Kata Traver.
"Tapi, bisakah aku tetap ikut dengan kalian? Aku benar-benar tidak tenang." Kata Daisy.
"Mungkin dengan jarak yang cukup jauh, saat kami berhasil memyelamatkan Zay, kami akan mengirim Zay pada ibu." Kata Zac.
"Baiklah, aku yang akan menjaga Daisy, Casey dan Mena juga akan menjaga Daisy, Traver dan juga Zac maju ke depan, saat perlu bantuan, Mena akan maju." Kata Derreck.
"BRRAAKKK!!!" Sesuatu yang memekakkan telinga membuat semua orang melihat ke arah suara yang keras tersebut.
"Sialan!!! Siapa yang sudah berani menembak adikku!!!" Teriak Rudolf Gama yang baru tiba di rumah sakit.
"Tuan Rudolf..." Traver mencoba menenangkan.
"Apakah Carlos!!!" Kata Rudolf.
"Bukan... Pelakunya adalah anak buah Douglas..." Sahut Daisy.
"Douglas?" Rudolf mengerutkan keningnya.
"Dia adalah suami dari Gia yang pernah menyelamatkan Ben saat Ben sekarat di Pulau tanpa nama, ceritanya panjang, dan Zay juga sedang di culik oleh Carlos." Kata Daisy.
"Di culik? Bukankah mereka pacaran!!!" Sekali lagi Rudolf benar-benar tak mengerti ada apa sebenarnya.
"Nanti kau juga akan tahu..." Kata Derreck.
Rudolf kemudian melihat Ben dari jendela.
"Tenang saja, kakakmu ini akan membalaskan dendammu..." Kata Rudolf sedih.
"Sayangnya tak semudah itu, Douglas adalah kakak dari Gavriel." Kata Derreck.
"What the hell...." Kata Rudolf semakin ternganga, fakta yang bertubi-tubi membuatnya kaku.
Rudolf kemudian melihat ke arah Ben lagi, mata nya terlihat sangat prihatin dan sangat bersalah.
Rudolf sedang sibuk mengurus beberapa pasukan yang ada di Negara K, dan ia juga sedang berusaha melacak Carlos yang begitu sulit di temukan. Namun, ia justru mendapatkan kabar jika Ben sedang sekarat.
"Tuan Rudolf kita harus persiapkan pasukan, Carlos menghubungi untuk melakukan pertukaran antara Nona Zay dan juga Nyonya Daisy." Kata Traver.
"Carlos menginginkan Daisy?'"
"Ya Tuan, Nona Zay hanya sebagai umpan."
"Memang sialan pria itu!! Jadi kapan kita akan bergerak!" Kata Rudolf.
"Tengah malam ini Tuan, dan Tuan Zac yang akan memimpin, Tuan Zac akan menempati posisi Tuan Ben, kita akan memakai formasi lama, dan kita akan maju dengan pasukan sedikit, kemudian seperti biasa, pasukan bantuan di kerahkan saat pertengahan." Kata Traver.
"Mari kita siapkan semua dan selamatkan keponakanku." Kata Rudolf terbakar semangatnya.
__ADS_1
"Kali ini, akan ku penggal kepalanya. Carlos tunggu kematian mu sudah dekat." Ancam Rudolf.
Bersambung