Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 173


__ADS_3

Zac masuk ke dalam mininarket, ketika ia baru menginjakkan kakinya di sana, semua orang yang sedang berbelanja langsung melihat ke arahnya.


Zac terdiam.


Semua orang juga diam, namun beberapa menit kemudian mereka langsung tebar pesona dengan Zac, cari perhatian dengan cara-cara murahan mereka.


Tentu saja Zac tak menanggapi mereka, pria itu melihat-lihat bagian minimarket, yang ia lebih pedulikan adalah apakah wajahnya akan masuk di sampul majalah pertama karena ia membeli pembalutt atau tampon.


"Astaga... Kenapa juga aku melakukan ini! Sialan." Geram Zac.


"Kenapa mereka semua masih berdiri di sana!!! Apa yang mau mereka lihat!!" Kata Zac.


Zac sedikit demi sedikit mendekat dan memegang barang-barang lain, sembari matanya melirik ke arah pembalutt dan tampon.


"Sepertinya benar, bendanya yang seperti itu, kalau di lihat bentuknya, itu sama seperti yang ada di iklan-iklan tv, lalu dia mau yang seperti apa?" Tanya Zac kebingungan.


Saat itu Zac memegang beberapa ****** ***** pria, dan para wanita berteriak ketika Zac memegang ****** ***** pria.


"Astaga...!!""


"Kyaaa...!!!"


"Kenapa dia sangat tampannn....!!!"


"Sialan.... Sialan... Ada masalah apa mereka!!! Apa aku harus menghubungi Traver agar mengusir mereka? Tidak... Traver akan tahu aku membeli barang-barang ini." Zac memijit dahi dan pelipisnya.


Dengan gerakan cepat Zac memasukkan semua jenis dan merk pembalutt ke dalam keranjang, sangat banyak dan asal mengambil.


Lalu Zac berlari ke arah kasir.


"Cepat!!!" Kata Zac.


Para wanita histeris dan berteriak melihat bagaimana Zac ternyata berbelanja pembalutt.


"Astaga... Kyaa... Wanita siapa yang beruntung!!"


"Aku sangat irii... Bahkan Presdir Benz Group membelikan pembalutt untuknya... Aku benar-benar iriiii!!!" Kata wanita lain lagi.


"Cepat!!! Aku buru-buru!!!" Kata Zac tak sabar.


"Ada diskon untuk pembalutt merk ini Tuan, anda bisa mengambil satu lagi yang sama seperti ini." Kata kasir tersebut.


"Merepotkan sekali.'" Kata Zac berlari ke arah rak pembalut, ia pun mengambilnya.


Kemudian Zac ingat, untuk apa dia mengambilnya hanya untuk diskon beli satu gratis satu.


"Astaga... Otakku tersumpal pembaluttt-pembaluut itu!!!" Zac memukul kepalanya, namun ia lupa jika tangannya sudah memegang pembalut, dan justru memukul kepalanya menggunakan pembalutt itu.


"Haisshh...!!! Sialan."


Zac berlari lagi dan meletakkan pembalut yang ia bawa ke atas meja kasir.


"Braakk!!!"


"Cepatlah... Cepatlah...!!!" Kata Zac.

__ADS_1


"Tuan, anda akan membayar menggunakan apa? Kartu kredit ,tunai, atau..."


Zac kemudian menaruh ponselnya di sebuah alat kasir, dan langsung terbayar.


Zac menyambar plastik hitam besar dan bergegas pergi.


"Terimakasih silahkan datang kembali."


Saat Zac keluar dari minimarket, para wanita langsung mengejarnya, sekumpulan wanita berlari mengikuti Zac.


Zac pun juga berlari dan sesekali menengok ke belakang, seolah kumpulan wanita-wanita itu seperti lebah yang sangat banyak dan akan membunuhnya.


"Sedikit lagi!!" Kata Zac.


Ketika sampai di depan bangunan Zac pun berteriak.


"TRAVERRR!!!" Teriak Zac.


Traver dan para pengawal keluar, mereka langsung sigap menahan para sekumpulan wanita liar yang tergila-gila dengan Zac.


"HOOSSHH... HOOSSHHH....!!!" Nafas Zac ngos-ngosan melihat para sekumpulan wanita tertahan di pintu luar, Zac mulai tenang.


"Benar-benar bahaya dan sangat menakutkan." Kata Zac bergidik.


Namun ketika Zac berbalik, ia menabrak seorang pegawai apartmen.


"BRUKK!!!"


Plastik Zac berisi banyak pembalut pun tersebar di atas lantai marmer mewah yang dingin.


"Anda sangat tampan... Dan baik hati... Terimakasih." Kata pegawai wanita itu terpesona.


"Tidak masalah."


"Aahh belanjaan anda.. Tercecer biar saya membantu."


Namun, ketika pegawai wanita dan Traver akan membantu membereskan, sontak mereka sibuk pada pikiran mereka sendiri.


Zac pun langsung merasa malu.


"Sialann... Ini hari paling buruk sepanjang hidupku." Kata Zac pelan meremas tengkuk kepalanya.


"Tuann..." Kata Traver.


"Bereskan itu dan bawa naik, Gaby membutuhkannya." Kata Zac dingin menjaga image dan kewibawaanya.


Saat Zac berjalan ia menutup mata dan menggelengkan kepala.


Traver pun ikut menaiki lift, dalam perjalanan naik ke atas Traver dan Zac hanya saling diam canggung.


"Tlingg!!" Lift terbuka.


Zac keluar dan hendak masuk ke dalam apartmennya.


"Tuan Muda Zac..." Traver mengulurkan plastik hitam berisi banyak pembalutt dengann berbagai merk.

__ADS_1


"Aahh.. Benar. Untung dia sekretarisku ya kann.. Coba bayangkan jika dia bekerja dengan orang lain, apakah orang lain itu akan sebaik aku... Haha... Haha... Ha... Ha... ha..." Tawa Zac canggung untuk mencairkan suasana.


Traver hanya diam menundukkan kepala tanpa menanggapi.


Zac pun masuk ke dalam apartmen, ia membuang plastik berisi pembalutt dengan kesal dan kaki Zac menendangi angin karena marah.


"Siaal astagaa..." Zac meremas tengkuknya.


"Traver... Kenapa kau hanya diam saja dan tak mengatakan apapun....!!!" Kata Zac kesal.


Kemudian sepasang mata Zac menatap nanar dan kesal pada kamar Gaby.


Zac pun berjalan dengan langkah panjang lalu masuk dan mengetuk kamar mandi.


"Hey...!!! Kau masih hidup kan?" Kata Zac.


"Ya Tuan Muda..."


"Syukurlah jika masih hidup karena saat kau keluar dari dalam sana aku akan membunuhmu." Kata Zac mengepalkan kedua tangannya.


Tak berapa lama Gaby membuka pintunya kecil, Zac mengulurkan plastik hitam pada Gaby.


"Besar sekali plastiknya." Kata Gaby.


"Terima saja atau ku buang!!!" Kata Zac.


"Maa... Maafkan saya Tuan Muda, terimakasih." Kata Gaby.


Gaby pun menutup pintu nya, dan membuka plastik hitam itu.


"Astaga... Kenapa anda membeli sebanyak ini!!" Teriak Gaby.


"Kau pikir aku ini siapa!!! Apa kau pikir aku tahu merk-merk yang kau pakai, atau kau pikir aku juga memakainya tiap bulan sehingga tahu mana yang bagus dan tidak!!!" Kata Zac marah.


"Ma... Maaf tuan bukan begitu, maksud saya adalah, anda pasti kesulitan, jadi membeli begitu banyak dengan berbagai merk." Kata Gaby mencari alasan.


"Mmm...Bagus kalau kau tahu!" Kata Zac dingin.


Beberapa menit kemudian Gaby keluar, namun ia terkejut dan tersentak, ketika Zac masih ada di sana, ia likir Zac sudah keluar dari kamarnya, sedangkan Gaby saat itu hanya memakai handuk minim yang dililitkan di tubuhnya.


Zac yang berdiri menyedekapkan tangan pun juga terkejut, dan membulatkan mata, untuk beberapa saat Zac menahan nafasnya.


"Tu... Tuan... Kenapa anda masih ada di sini!!" Teriak Gaby, saking terkejutnya tubuhnya menjadi oleng dan panik


Tubuh Gaby doyong ke belakang dan hampir terjatuh, dengan sigap dan cepat Zac maju dan menarik tangan Gaby, hingga membentur tubuh Zac.


Zac dan Gaby pun terjatuh bersama-sama di atas ranjang, dengan posisi Gaby berada di atas tubuh Zac.


Wangi semerbak dari tubuh Gaby, langsung memanjakan hidung Zac, tubuh ringan namun juga seksi dan berisi milik Gaby menekan tubuh Zac.


Mata mereka saling menatap, nafas mereka saling beradu, dan dada mereka saling berdebar serta bergerak naik dan turun seirama yang saling membentur satu sama lain.


Zac merasakan kedua dada kenyal Gaby menekan dada Zac yang bidang dan keras.


Zac menelan ludahnya, seketika tubuhnya mulai bereaksi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2