Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 122


__ADS_3

Malam itu pukul 2 dini hari, Daisy terbangun, sedikit demi sedikit kesadarannya kembali, namun kepalanya terasa sangat sakit, Daisy melenguh dan memegangi kepalanya.


Namun, sesuatu yang berat ada di atas tubuhnya, Daisy membuka lebar pandangan matanya, ternyata itu adalah tangan Ben yang sedang terlelap di sampingnya.


"Dia tidur di sini?" Tanya Daisy dalam hati.


Kemudian Daisy melihat tubuhnya, ada bau yang wangi dari kulit serta rambutnya, lalu ia mengenakan pakaian tidur yang nyaman.


"Apa Ben yang memandikanku?"


Daisy melenguhkan nafasnya pelan, dan kemudian merasa sedih.


"Pada akhirnya aku mengacau."


Dengan perlahan Daisy menyingkirkan tangan kekar Ben dari tubuhnya, dan dengan hati-hati Daisy menahan nafasnya agar Ben tak terbangun ia belum siap untuk berdebat dengan Ben, kepalanya masih sangat sakit.


Daisy merasa tenggorokannya pengar dan kering, ia sangat haus dan ingin minum.


Perlahan kakinya menapak lantai marmer yang dingin, dan memakai sendal bulunya.


Daisy meraih mantel tidur yang tipis dan memakainya lalu keluar dari kamar, tak lupa ia juga membawa ponselnya untuk berjaga-jaga, ia menunggu kabar dari detektif yang di sewanya.


Mansion begitu sepi, dan beberapa lampu mati, sedangkan para pengawal juga sedang berjaga di luar.


Daisy menuruni tangga besar dan menuju dapur, saat itu tak ada siapapun, para pelayan dan koki sudah tidur dan beristirahat.


Dapur memiliki ruangan yang sangat luas, Daisy hanya akan mengambil air minum dan akan segera naik kembali ke atas.


Namun, ketika Daisy sedang minum air putih dingin sembari melihat-lihat ponsel, sesuatu pesan masuk ke dalam emailnya.


Lampu layar ponsel bersinar terang, di tengah ruangan dapur yang gelap dan beberapa sisi remang-remang karena sinar lampu taman dari luar yang menerobos masuk dari jendela-jendela kecil.


"Apa ini..." Kata Daisy membuka ponselnya.


Ternyata itu adalah sebuah pesan beserta foto yang tak senonoh. Daisy mengernyitkan dahinya dan menutup mulut.


Dengan segera Daisy menaruh gelas nya ke atas meja marmer, benturan antara gelas dan meja marmer membuat suara yang lumayan besar, karena Daisy benar-benar sedang terkejut melihat foto tersebut.


Sembari menutup mulutnya, Daisy masih mencoba untuk membuka mata, apakah itu benar-benar foto suaminya.


Di bawahnya, Daisy membaca pesan yang menyertai foto tersebut.


"Suamimu tahu, kau memata-matainya, beberapa orang sedang mengejarku, dan ingin membunuhku, jika kau tidak bisa menghubungiku lagi, berarti aku sudah mati. Suamimu mencoba untuk menutup mulut semua orang yang mengetahui perbuatannya dengan kematian. Suamimu memang psychopath." Dan itu adalah pesan dari detektif.


"Apa yang kau lakukan di sini." Suara tenang dan dalam serta dingin membuat Daisy tersentak kaget.

__ADS_1


Tubuh Daisy gugup dan membuat ponselnya terjatuh.


Itu adalah Ben, dia melihat ponsel Daisy jatuh dan hendak memgambilnya, namun buru-buru Daisy maju dan mengambil ponsel tersebut lalu menutupnya.


"Aku haus, jadi aku turun dan minum." Kata Daisy menunjukkan gelasnya.


Ben masih memasang wajah datar.


"Aku akan kembali naik." Kata Daisy.


Namun sebelum Daisy bisa pergi, Ben telah mencengkram lengan Daisy, dan memojokkannya di meja marmer.


"Bukan kah kita harus bicara." Kata Ben.


Tatapan Ben seperti Hyena yang memiliki mata mengkilat di dalam kegelapan.


Tatapan tajam yang dingin dan seolah ingin menerkam dan membunuh dengan mengiyak daging mereka secara bengis.


"Apa?" Tanya Daisy kehilangan pikirannya dalam sesaat karena tatapan Ben.


"Tentang kau meminta waktu sendiri."


"Aahh... Itu..."


"Jadi, untuk itu kau meminta waktu sendiri? Menggoda para pria di Bar? Mabuk? Dan ingin berdekatan dengan pria lain." Kata Ben langsung menembak.


Daisy menelan ludahnya.


"Tidak... Itu di luar rencanaku, bukan itu yang ingin ku lakukan, aku ingin pergi ke rumah ku yang dulu, dan menenangkan diri di sana, tapi kau lebih dulu memergoki ku seperti itu, seolah aku sedang ingin berselingkuh." Kata Daisy.


"Jika aku tak memergoki mu, apa kau benar-benar tak akan melakukan itu?"


"Melakukan apa?"


"Berciuman dengan pria polisi payah itu! Sebelum nya, kau juga ingin berciuman dengan Gavriel, saat Gavfiel sedang memeriksamu. Kau pikir aku bisa di kelabuhi?" Tanya Ben.


Daisy memalingkan wajahnya.


"Lihat aku saat aku bicara." Perintah Ben.


"Jadi, sekarang kau sedang mengintrogasi dan membuat persidangan untukku, aku lah yang memulai ini? Aku lah yang salah, dari awal aku yang telah membuat hubungan kita seperti ini!!?" Kata Daisy.


"Lalu apa yang kau mau!!! Apa semudah itu kau bisa berselingkuh, kau menuduhku berselingkuh, tapi kau lah yang sedang ingin melakukannya, apa itu memang strategimu? Alibimu, dan sifat manipulatifmu." Kata Ben geram, amarahnya mulai mendidih di ubun-ubun kepalanya.


Daisy tak ingin kalah, ia mulai tersulut.

__ADS_1


"Ya, aku ingin mendapatkan belaian dari pria lain, aku ingin di sentuh oleh pria lain, aku ingin tahu bagaimana rasanya di sentuh pria lain! Aku akan berselingkuh seperti tuduhanmu! Kau puas sekarang!!!" Teriak Daisy dan mendorong Ben dengan sekuat tenaga.


Daisy hendak pergi dari Ben, namun Ben dengan cepat menarik tubuh Daisy lagi, dan membuat Daisy menunggunging di atas meja marmer.


Ben menekan punggung Daisy dengan tangan kiri, sedang tangan kanannya menarik underware milik Daisy ke bawah.


Saat itu Ben di liputi rasa amarah yang sangat kuat, wajahnya semerah lahar, dan rahangnya mengeras seperti akan patah. Nafasnya memburu panas dan tak terkontrol, tenaganya pun tak bisa ia kendalikan.


"Ben apa yang sedang kau lakukan!" Teriak Daisy tak bisa bergerak.


"Apa yang sedang ku lakukan? Aku melakukan sesuatu yang seharusnya tak kutahan!!!"Kata Ben geram.


Ben membuka celananya, dan mengeluarkan sesuatu yang besar dan sudah menegang serta mengeras, dengan kasar Ben memasukkannya pada milik Daisy.


Ben menarik rambut Daisy dan membisikkan sesuatu.


"Aku sudah berusaha untuk menjadi seperti yang kau mau Daisy, tapi begini kah cara mu membalas." Kata Ben dan mulai membuka paksa baju Daisy.


Ben memasukkannya dengan sekali dorongan yang kasar dan keras.


"Ooohh... Ben sakit...!" Pekik Daisy menggigit bibirnya.


Ben tak menghiraukan Daisy, ia di liputi rasa amarah yang kalap, dan kemudian merobak pakaian tipis Daisy, Ben mulai memompa pinggulnya dengan cepat dan kasar, dengan kedua tangannya meremas gunung kembar milik Daisy secara brutal.


"Ben... Shhh.... Bennnn.... " Daisy menahan suaranya yang ingin keluar.


"Apa yang harus ku lakukan padamu Daisy, aku berubah demi dirimu, tapi kau ingin mengkhianatiku? Jangan harap kau bisa keluar dari sini, kau tak akan pernah bisa pergi kemanapun, apalagi mencari kehangatan pada pria lain!"


Dengan cepat Ben memompa pinggulnya maju dan mundur, hingga berbunyi sesuatu yang penuh dengan sensual.


Jemari Ben kemudian berpindah masuk ke dalam mulut Daisy dan menekan lidah Daisy.


"Ingat ini baik-baik Daisy, hanya aku yang boleh berbuat seperti ini padamu, karena kau adalah istriku!" Kata Ben meluapkan amarahnya.


"Hhhhmmm... Hmmbbb.... Sshhh... Hhh..." Tubuh Daisy berguncang kasar, dan ia sangat tersiksa karena kenikmatan, itulah yang Daisy inginkan selama lebih dari 3 tahun ini Ben tak pernah menyentuhnya. Kenikmatan itu mulai menjalar di setiap sel syaraf Daisy dan begitu panas serta ingin lebih di puaskan.


Akhirnya Daisy mendapatkannya kembali, akhirnya Ben menyentuhnya, namun pikiran Daisy juga terpecah melayang pada foto yang baru saja ia lihat.


Daisy mencengkram kuat tangan Ben yang kian cepat bergerak.


"Aahhh... Hhsss.... Hngggg....!!!" Suara Daisy lolos dari mulut dan tenggorokannya.


Ben kemudian memutar tubuh Daisy dengan cepat dan menggendongnya, Daisy dengan tanggap melingkarkan kedua kakinya di pinggul besar Ben, tangannya merangkul leher kokoh dan kuat Ben, sedangkan Ben memeluk Daisy dan terus bergerak membuat tubuh Daisy berguncang naik dan turun.


"Beenn.... Sshhh.... Ngghh...."

__ADS_1


Suara-suara Daisy yang nyaring dan halus memenuhi ruangan dapur yang luas dan sepi, serta hanya kegelapan yang menjadi saksi dari 2 insan yang sedang di mabuk hasratt.


Bersambung


__ADS_2