
Malam itu Ben menyendiri dan masih duduk di kursi kantornya, pria itu benar-benar memiliki perasaan yang campur aduk, Ben selalu merasa bodoh ketika berhadapan dengan cintanya pada Daisy.
Kali ini Ben menyesali keputusannya karena telah mengijinkan Daisy untuk kembali bersama Derreck, saat itu toba-tiba Traver datang dan mengabarkan sesuatu yang telah mengguncang wilayah Ben di pulau Maladewi.
"Tuan Ben...." Kata Traver masuk dengan tergesa-gesa ke dalam ruangan Ben.
"Apa ada yang penting." Kata Ben.
"Vanda Betrando mafia dari Kolombya Tuan, dia... Berada di Maladewi, di resort milik anda dan menyandra seluruh pegawai anda, dan parahnya para Keamanan Internasional sudah mengepung resort, karena Vanda Betrando kedapatan membawa obat-obatan terlarang yang akan di selundupkan ke Negara K." Kata Traver
Ben diam dan wajahnya dingin.
"Jika Keamanan Internasional menangkap Vanda, aku pasti juga akan terseret, karena dia berada di resort milikku. Berapa banyak barang yang dia bawa."
"Itu... Sepertinya, informasi yang saya terima sangat banyak Tuan, anda tahu Vanda dia selalu saja bertingkah mencari perhatian anda, selain itu dia juga mendominasi perdagangan narkotikaa internasional."
"Barang apa."
"Kokkain Tuan."
"Siapkan penerbangan sekarang juga." Ben bergegas pergi dari ruangannya.
Traver mengikuti Ben dari belakang.
"Tapi Tuan, bagaimana dengan Nona Daisy." Kata Traver.
"Siapkan para pengawal bayangan untuk menjaga di sekitar mansion milik Derreck." Kata Ben.
"Baik Tuan."
Penerbangan menuju Maladewi cukup panjang, Ben hanya duduk dan berfikir apakah akan baik-baik saja jika ia meninggalkan Daisy.
"Traver katakan pada komando pengawal bayangan untuk sangat agresif mencari tahu keadaan Daisy." Kata Ben.
"Baik Tuan."
Akhirnya perjalanan Ben ke maladewi sampai pada dini hari. Di sana mobil-mobil hitam yang mewah serta gagah telah menunggu Ben.
Setelah Ben turun dari pesawat dan masuk ke dalam mobil, seluruh mobil pun berurutan serta beriringan menuju resort milik Ben.
Maladewi adalah pulau terindah, dan salah satu pulau milik Ben, tepatnya separuh pulau maladewi adalah milik Ben, dan separuhnya lagi milik mafia yang sampai saat ini belum terdeteksi namanya.
Perjalanan dari bandara ke resort tidak menempuh waktu yang lama.
Terlihat banyak sekali mobil-mobil dan aparat Keamanan Internasional telah mengepung resort miliknya.
Iring-iringan mobil Ben pun berhenti.
Saat itu Ben masih di dalam mobil, dengan aura yang sangat menekan, wajah dingin dan sikap tenang, sudah cukup terlihat begitu mengintimidasi.
__ADS_1
"Traver panggil komandan mereka." Kata Ben.
"Baik Tuan." Kata Traver pergi.
Tak butuh waktu lama Traver sudah datang bersama Komandan Keamanan Internasional.
Ben menurunkan kaca jendela nya sedikit tanpa menengok.
Kemudian Komandan Keamanan Internasional itu masuk ke dalam mobil melalui pintu sebelah lain.
Ben menaikkan kaca mobilnya yang berwana hitam pekat lagi.
Kini Komandan Keamanan Internasional telah duduk di dalam mobil dan tepat di samping Ben. Pria yang tak banyak bicara namun mengintimidasi dengan sikap dan tempramennya.
"Apa kau harus sejauh ini." Kata Ben.
"Maaf Tuan Ben."
"Biarkan aku yang mengurusnya, aku pria sibuk dan tidak sabaran, jika kau membawa Vanda ke pengadilan Internasional, aku akan terseret, kau tahu kan aku tidak suka di repotkan untuk datang berkali-kali ke tempat yang sia-sia." Kata Ben.
"Tapi Tuan Ben ini adalah pelanggaran tingkat Internasional dan harus di selesaikan melalui Persidangan Internasional." Kata Komandan tersebut.
"Kau tahu kerugianku saat ini? Apa kau tahu dampak dari semua ini? Aku tidak melarangmu, tapi jika Vanda berada di wilayah ku, seharusnya kau menangkapnya secara diam-diam, bukan menciptakan keributan di wilayahku." Kata Ben.
"Maafkan saya Tuan Ben."
"Ada 2 pilihan. Aku yang membunuh Vanda dan barang itu kau bisa ambil sebagai alat bukti, atau kau yang ku bunuh." Kata Ben.
"Waktuku tidak banyak. Ku bunuh Vanda dan ku buang di laut, kau bisa mengambil jasad dan barang itu di laut lepas tentunya di luar wilayahku, dan katakan di Pengadilan Internasional bahwa Vanda di bunuh oleh rekannya sendiri."
"Maafkan saya tuan Ben, saya akan menarik mundur semua pasukan saya." Kata Komandan Keamanan Internasional.
"Pastikan rencana ini tidak ada yang membocorkannya." Kata Ben.
"Saya mengerti Tuan Ben." Kata Komandan itu.
Kemudian Komandan Kemanan Internasional, keluar dari mobil milik Ben dan menarik mundur semua pasukannya.
Iring-iringan mobil Ben masuk ke dalam resort.
Kemudian Traver keluar lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Ben.
Ben keluar memakai mantel besar dan menyembunyikan pistol emasnya di dalam saku jasnya.
Ben, tak memiliki rasa takut dan tak gentar sedikitpun, ia juga tak pernah memiliki belas kasihan, dia tak memilikinya sama sekali, langkahnya pun tidak goyah dan mantap memasuki bangunan resort yang mewah.
Ben masuk ke dalam lobby, dan melihat para pegawainya telah di sekap dan di sandra.
Vanda Betrando keluar dengan berjalan angkuh. Mafia wanita yang menguasai Perdagangan narkotikka Internasional.
__ADS_1
"Entah apa rencanamu, tapi aku tidak suka wanita yang suka mencari perhatian."
"Aku tahu kau akan mengusir mereka semua Ben..." Kata Vanda tersenyum menggoda.
"Aku tidak punya banyak waktu meladeni permainanmu."
"Aku sudah sangat lama ingin bertemu denganmu Ben, aku merindukanmu, kenapa kau selalu menolakku!" Teriak Vanda.
"Jadi ini rencana murahan mu." Kata Ben.
"Ya... Aku menyandra semua pegawai resortmu, aku membawa obat-obatan dengan jumlah besar, dan orang ku lah yang memberitahukan informasi kepada Komandan Keamanan Ibternasiona. Aku tahu kau tidak suka keributan di Maladewi mu ini, resort kecintaanmu, aku yakin kau akan datang dan menyelamatkanku." Kata Vanda memeluk Ben.
"Mengertilah Ben, aku tergila-gila denganmu, hanya dengan cara ini aku bisa menemuimu, aku yakin kau pasti akan datang kemari." Kata Vanda dengan sedikit memperlihatkan payudaraanya yang seksi, berharap Ben dapat terangsangg.
Vanda Betrando telah lama menyukai Ben, namun Ben selalu menolak dan tidak tertarik.
"Setiap kali kau mencari perhatianku, aku hanya diam. Tapi, kau melakukan sesuatu yang paling ku benci."
"Aku senang kau mau berbicara denganku, aku menggunakan segala cara agar kau mau membuka mulutmu karena aku ingin mendengar suaramu, kau selalu diam dan dingin." Kata Vanda merajuk, dan mencium dada Ben, membuat kemeja Ben membekas lipstik merah milik Vanda.
Ben membuang nafasnya, ia mulai sangat muak, kemudian Ben mengeluarkan pistol emasnya, dan langsung menodongkannya pada kepala Vanda.
Melihat kepalanya telah di todong pistol, mata Vanda seketika membulat.
"Be... Benn...." Kata Vanda terkejut.
"Sepertinya selama ini aku terlalu lunak. Katamu kau menginginkan perhatianku. Jadi sekarang akan ku kabulkan" Kata Ben dingin dan ketus, wajah Ben bagai iblis yang murka.
"Jangan bercanda Ben... Kau tidak akan menembakku kan? Kau hanya bercanda kan Ben..." Kata Vanda ketakutan, wajah nya pucat pasi.
"Pertama, kau membuat acara murahan di saat perasaanku sedang buruk. Kedua, kau membuat acara di tempat yang paling ku anggap suci. Benar-benar sampah."
"DOOORRRRR!!!" Tanpa aba-aba lebih dulu, Ben menembakkan pistolnya tepat di kepala Vanda.
Membuat darah, dan otak Vanda muncrat ke wajah dan tubuh Ben.
"Kotor sekali. Menjijikkan." Kata Ben, sembari mengambil sapu tangan dan menyapukan ke wajahnya.
Semua pengawal Vanda seketika ketakutan dan gemetaran, semua pengawal Ben masuk dan membunuh para pengawal Vanda.
Ben kemudian melepaskan mantel, bahkan jas dan kemeja bajunya, kemudian membuangnya ke lantai.
"Bakar baju itu. Ada perona merah menjijikkan menempel di kemejaku, dan siapkan air aku harus mandi karena darah menjijikkan dari ****** ini mengotoriku." Kata Ben berjalan menaiki tangga.
Para pegawai yang di sandera seketika menjadi ketakutan, ada yang mual, ada yang pingsan ada yang hanya gemetaran, ada pula yang merasa bersyukur karena telah selamat dari Ben.
Traver menyiapkan air untuk Ben mandi lebih dulu.
"Buang mayat nya ke laut, dan bawa barang-barang itu bersamanya, siapkan kapal atas nama Vanda, jangan lupa hubungi Komandan Keamanan Internasional itu. Pastikan mereka semua menutup mulutnya, atau kepala mereka sebagai gantinya." Kata Ben masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Traver membungkuk dan menundukkan kepalanya pertanda mengerti.
Bersambung