Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 273


__ADS_3

"Halo... Kau pasti Zay... Aku kakak dari ibumu. Namaku Ansella."


Zay merengut melihat Ansella mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, namun dengan malas, akhirnya Zay menerima jabatan tangan Ansella.


Kemudian Ansella meletakkan buket buah di meja dan tersenyum pada Gavriel.


"Aku ada urusan di kantor." Kata Ben mencium kepala Daisy dan pergi.


Rudolf yang melihat gelagat Ben yang buru-buru pergi seperti tikus menjadi geli sendiri.


"Kenapa kau kabur Ben...!" Kata Rudolf mengejar Ben sembari cekikikan.


Traver pun keluar mengikuti Ben.


"Aku juga harus pulang." Kata Zac.


"Zac... Tidak kah kita harus bicara?" Tanya Daisy.


"Tentang apa? Jika ibu masih ingin membuat hubungan ku dengan Gaby tidak akur, lupakan saja. Jika ibu ingin membicarakan tentang kapan aku dan Gaby berpisah, itu tak akan terjadi." Kata Zac.


Daisy mengangguk.


"Aku mengerti apa mau mu, jadi kita harus bicara." Kata Daisy.


"Baiklah, terserah ibu tapi jika ibu menjelek-jelekkan Gaby, aku tidak akan mau dengar." Kata Zac.


Daisy membuang nafasnya dan pergi lebih dulu, lalu diikuti Zac.


Sedang saat itu tinggal Zay dan juga Gege Vamos serta Ansella yang ada di ruangan Gavriel.

__ADS_1


"Bisakah aku bicara sebentar dengan Gavriel, anak manis?" Tanya Ansella.


Zay melihat dengan tatapan kesal.


"Siapa kau berani mengatur-atur dan memgursir." Kata Zay ketus.


"Aku tidak bermaksud begitu sayang, hanya saja, ini adalah pembicaraan yang sangat rahasia." Bujuk Ansella pada Zay sengan tersenyum.


"Zay... Sebentar saja... Kau juga harus istirahat, matamu bengkak dan wajah mu pucat, pulang lah dulu bersama Gege Vamos." Kata Gavriel.


"Kau tidak mau ku tunggu?" Tanya Zay dingin dan marah.


"Bukan begitu, kau terlihat lelah, tidurlah sebentar, aku sudah baik-baik saja. Kau galak saat kau lelah." Kata Gavriel tersenyum.


"Zay... Turuti Gavriel, dia juga seorang dokter." Kata Gege Vamos.


Gege pun keluar dari ruangan itu, namun ketika Zay sadar Gege Vamos mengikutinya, Zay kemudian melemparkan botol minum plastik pada Gege.


"Buuggg!" Botol itu mengenai dada Gege Vamos.


"Aku bilang jangan ikuti aku!" Bentak Zay pada Gege.


Kemudian Zay masuk ke dalam mobil dan pergi bersama pengawal sang ayah.


Gege Vamos membuang nafasnya dan mengambil botol minum plastik tersebut, lalu membuangnya ke tempat sampah.


"Ada apa dengan Zay?" Tanya Rudolf.


"Sepertinya kesal, karena Gavriel menyuruhnya pulang." Kata Gege Vamos.

__ADS_1


Rudolf mengangguk pelan.


"Boy... Kau yang memanggil Ansella kemari?" Tanya Rudolf.


Gege Vamos melihat ke arah Rudolf dengan tatapan tanpa ekspresi. Tatapan itu dingin.


"Kau tahu, aku memang suka bercanda dan nyleneh, namun aku juga bisa serius. Untuk Zay, aku setuju dengan siapapun dia memilih, yang aku khawatirkan adalah, Zay gadis muda yang ku lihat masih sangat labil, aku hanya kasihan pada Gavriel jika ternyata Zay hanya mencari pelarian karena patah hatinya dengan Carlos. Kau tahu kan, Zay suka dengan pria dewasa yang penuh kesabaran, tapi aku kadang melihat bahwa tatapan Zay pada Gavriel tidak seperti orang yang benar-benar jatuh cinta. Itu hanya semacam obsesi penasaran, seperti apa rasanya, dan apakah akan menyenangkan jika dengan sosok Gavriel. Aku melihat Zay, dia adalah gadis yang masih suka bermain-main. Ataukah, karena cinta pertamanya yang salah, sehingga dia menjadi seperti itu. Dia mencari pelarian dan pelampiasan pada sosok yang tahu luar dalam dirinya. Tapi ini hanya pandanganku saja. Aku belum mengatakannya pada Ben apalagi Daisy."


Gege Vamos diam.


"Tak perlu kau jawab, tapi berhati-hati lah, lakukan semuanya dengan sangat mulus, atau kepala mu akan menggelinding. Jangan sampai Ben tahu permainanmu Nak. Aku tahu, kau anak baik dan kau juga terampil dalam dunia Mafia. Aku setuju kau mengejar Zay, tapi, lakukan dengan cara yang halus, rebut Zay dengan cara yang keren." Kata Rudolf menepuk bahu Gege Vamos dan pergi.


"Bukan aku yang memanggil Ansella, aku memang tahu Ansella, aku mengenal nya, dia pernah bekerja di Club milikku, meski hanya sebentar, aku juga tahu semua sejarah Keluarga Haghwer, aku juga sudah menyukai Zay sejak aku masih kecil, karena kami pernah bertemu dalam acara Pertemuan Mafia, aku hanya tidak berani untuk mendekatinya, dia terlalu bersinar, aku hanya bisa memandanginya dari jauh, memperhatikannya dari jauh dan menjaganya dari jauh, saat remaja dan aku tahu Zay berpacaran dengan Carlos, aku berhenti untuk mencari tahu semua tentang Zay, aku berhenti memata-matai Zay, hingga akhirnya aku mendapat kan informasi dari mafia lain saat aku berada di luar negeri jika ternyata Zay telah di khianati dan di culik, aku pun tak menyangka ternyata Carlos hanya mempermainkan Zay. Ku pikir Zay akan bahagia bersama Carlos. Aku tahu semuanya. Setelah peristiwa itu, aku mulai memata-matai Zay lagi, dan mendapatkan informasi dari pengawalku jika Zay mulai menjalin hubungan lagi dengan pria dewasa, yaitu Gavriel, dari saat itu aku mulai memberanikan diriku untuk melamarnya, saat itu lah aku mulai ingin masuk di antara hubungan Zay dan Gavriel sebelum hubungan mereka semakin dalam. Tapi, untuk masalah Ansella, aku tak pernah mengundangnya kemari. Aku hanya sebatas tahu siapa dia dan sejarahnya dengan Keluarga Haghwer."


Rudolf memainkan lidahnya pada gigi nya.


"Kau menyukai Zay sebesar itu, dan sampai sekarang hanya diam? Kau ini patung?" Kata Rudolf.


"Saat itu aku belum berani, aku butuh menjadi mafia besar lebih dulu, agar aku bisa mengangkat kepalaku di hadapan Tuan Ben, agar Tuan Ben percaya padaku, bahw aku mampu, dan aku punya kekuasaan yang besar pula."


"Tapi, keluargamu juga bukan sembarangan, Marga Vamos adalah marga tertinggi kedua setelah Haghwer."


"Tapi, itu adalah ayahku, bukan aku, meski aku menjadi pewarisnya, tetap saja Tuan Ben hanya akan melihatku sebagai pria yang kuat atau pria yang lembek, aku harus menjadi pria yang bahkan setara dengan Zac, aku harus menjadi pria yang menurut Tuan Ben lantas untuk menjaga Zay dan mampu untuk menjaga Zay, agar Tuan Ben bisa memandang ku tanpa meremehkanku saat aku mengajukan lamaran." Kata Gege Vamos.


"Pemikiranmu memang matang. Tapi, kali ini, apakah Ansella datang karena inisiatifnya sendiri atau ada seseorang yang menyuruhnya? Karena untuk masalah mafia dan masalah Gavriel yang terluka tentu tidak ada orang yang berani membicarakannya apalagi untuk di sebarkan di kalangan masyarakat biasa. Aku pernah dengar dia bekerja di salah satu Club mu, jadi ku pikir kau yang memanggilnya kemari untuk menggoda Gavriel dan memisahkannya dari Zay."


"Aku tidak serendah itu. Aku bukan pria yang menggunakan hal kotor untuk merebut wanita." Jawab Gege Vamos.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2