Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 253


__ADS_3

Gia, Aaron Vince, dan juga Heiden kemudian keluar bersama Gaby. Charles menghadap di depan mereka.


"Bawa Gaby kembali pada Zac." Kata Gia.


Charles nampak terkejut, ia sadar dirinya telah di ragukan oleh Gia dan yang lainnya, dan ia tak bisa mendapat informasi apapun.


Yang Charles bisa lakukan hanyalah melindungi Gaby dari Aaron dan Gia.


"Kenapa Nyonya?" Tanya Charles.


"Gaby punya rencana sendiri untuk menghadapi Zac, jadi kau harus membawa Gaby ke sana." Kata Gia.


"Tapi Nyonya bukankah Tuan Aaron akan menikah dengan Nona Gaby? Sehingga Tuan Aaron bersedia untuk memberikan kekuatan pada Keluarga Scoot." Kata Charles.


"Masalahnya adalah, kekuatan kita tetap tak bisa sebanding, jika kita tetap menyerang dan berperang sama saja dengan bunuh diri, berperang adalah pilihan terakhir, tapi kita tidak bisa juga menjadi pengecut, perang akan tetap berkobar, jika kita mendapatkan kekuatan lagi dari mu, mungkin kita bisa menang. Pasukanmu sudah siap bukan?" Tanya Gia.


"Sudah Nyonya. Mereka akan balik menyerang Zac." Kata Charles.


"Bagus sekarang bawa Gaby kembali ke sana, Gaby adalah senjata bagi kita." Kata Gia.


Charles melihat Gaby, dan melihat bungkusan yang di bawa Gaby.


"Baik Nyonya." Kata Charles.


Gaby pun bersiap-siap di kamarnya, ia mengemas barang, tak lupa ia pun melihat kotaknya lagi, dan memegang alat yang di berikan oleh Moran.


Gaby hendak menekan tombol pada alat itu, namun tak di sangka Aaron Vince masuk dan langsung mengambil barang itu dari tangan Gaby.


Aaron Vince tersenyum, dan Gaby terkejut.


"Darimana kau dapatkan ini?" Tanya Aaron.


"Aa.. Aku... Aku mendapatkannya dari tahanan yang kemarin." Kata Gaby.


Aaron kemudian pergi untuk menutup pintu, wajahnya dingin, setelah menutup pintu dan kemudian berbalik, ia mengubah wajahnya pada Gaby dengan tersenyum.


"Kau sudah memutar rekamannya?" Tanya Aaron.


"Rekaman? Itu alat rekam?" Tanya Gaby.


Aaron tersenyum.


"Lupakan, aku juga tidak tahu ini alat apa." Aaron memasukkannya ke dalam saku jas dan mendekat pada Gaby.


"Gaby... Aku ingin memberi peringatan pada Zac, jika kau adalah milikku, ingat jangan lepaskan kalung ini." Kata Aaron mendekat dan mencium leher Gaby.


"Aku tidak akan melepaskannya." Kata Gaby.


"Lalu aku ingin memberikan ini padamu." Kata Aaron memeluk Gaby.


Aaron langsung mencium dada kiri Gaby dan membuat bekas merah di sana.


"Mmhh... Aaron." Gaby menutup mata.

__ADS_1


"Gaby... Lakukan dengan baik, bunuh Zac, dan kami akan mengurus sisanya. Lampiaskan dendam mu padanya."


"Tapi, jika dalam 3 hari aku tidak bisa membunuhnya apa yang harus kita lakukan." Tanya Gaby.


"Tentu saja kita akan tetap berperang." Kata Aaron mendorong Gaby tertidur di atas ranjang.


Pelan namun pasti, Aaron membuka satu demi satu kancing baju Gaby.


"Aaron... Jangan..." Kata Gaby, suaranya pelan dan parau.


"Sedikit saja, ini hanya sebagai tanda untuk membuat Zac frustasi." Kata Aaron.


Kemudian Aaron menyingkap bra milik Gaby.


"Aaron... Ku mohon... Jangan..."


"Gaby... Ini juga bagian dari rencana, jika Zac marah, dia akan kehilangan fokus. Kau tahu kelemahan pria?" Tanya Aaron.


Gaby menggeleng.


"Wanita." Jawab Aaron sembari meremas payudaraa Gaby.


Dengan cepat Gaby menggigit bibirnya dan menolak, ia ingin menyingkirkan tangan Aaron.


"Tapi... Apakah harus begini..." Kata Gaby.


"Harus..." Aaron kemudian menghisap payudaraa itu dan menghisapnya terus, hingga kemudian ada beberapa bekas merah di dada Gaby.


"TOK!! TOK!! TOK!!"


Gaby tersadar.


Aaron pun menelan ludahnya.


"Aku tidak sabar ingin menjadikanmu pengantinku." Kata Aaron kemudian membantu Gaby bangkit.


Gaby pun membenarkan kancing bajunya dan kemudian ia mengangkat tas serta perlengkapannya.


Kini, di depan mansion, semua mengantar Gaby untuk pergi bersama Charles kembali pada Zac. Semua berharap Gaby bisa membunuh Zac sebelum peperangan meledak.


3 Hari, hanya 3 hari Gaby di berikan waktu untuk bisa membunuh Zac, setelah itu peperangan besar akan lebih mudah jika Zac mati.


Setidaknya Ben serta Daisy akan terpecah dan menjadi frustasi kehilangan anak mereka yang paling mereka harapkan sebagai penerus Haghwer.


******


Sesampainya di mansion milik Zac. Saat itu Charles telah lebih dulu menghubungi Zac.


Dan benar saja, Zac sudah menyambut kedatangan mereka. Zac berdiri dengan tubuh tegap menggunakan kemeja berwarna merah maroon, dengan menyembunyikan kedua tangannya di dalam saku celana.


Pandangan Zac terus tertuju pada wajah Gaby yang sangat ia rindukan.


Kini, Gaby berdiri di depan Zac dengan tatapan kebencian.

__ADS_1


"Jika kau benci padaku seharusnya kau tak kembali ke sini." Kata Zac.


Gaby hanya diam.


"Lihat lah..." Zac kemudian menyentuh dagu Gaby.


"Bahkan ibu mu sendiri tak menganggap dirimu berharga, dan justru mengirim mu kembali ke sini. Kau masih saja percaya padanya. Kenapa kau kembali? Apa karena ibu mu menugaskanmu untuk membunuhku?"


Gaby terhenyak, wajahnya menjadi kaku.


Zac kemudian tersenyum kecil, dari sudut bibirnya.


"Jadi itu benar." Kata Zac.


Gaby diam, Gaby tak menyangka feeling dan intuisi Zac sangat kuat dan tepat.


Zac mengangguk dengan pelan, lalu menyuruh Charles pergi dengan kode matanya. Charles pun pergi.


Kini Zac memandangi Gaby.


"Jadi... Dengan apa kau ingin membunuhku?" Tanya Zac semakin memdekatkan wajahnya pada wajah Gaby dengan masih menyimpan kedua tangannya di saku celana.


Gaby mendadak mundur, namun, ia lupa jika ia berdiri di atas tangga marmer di depan loby mansion.


Tiba-tiba Gaby terhuyung ke belakang dan hendak jatuh. Zac dengan sigap langsung menangkap tubuh Gaby dengan satu tangannya lalu memeluknya, dan melekatkan tubuh Gaby pada tubuhnya.


"Hati-hati, kau tidak boleh terluka, karena misi mu untuk membunuhku belum terwujud." Bisik Zac pada Gaby, lalu menggigit pelan telinga Gaby.


Gaby semakin marah dan mendorong Zac, ia pun pergi berlalu meninggalkan Zac dan masuk ke dalam Mansion.


Sedangkan Zac tertawa kecil, ia menggelengkan kepalanya pelan dan menyusul Gaby.


Namun, di tengah perjalanan Charles datang.


"Zac... "


Zac kemudian berhenti.


"Aku tidak mendengar apapun dari mereka dan tidak tahu apa rencana mereka, kenapa mereka mengirim Gaby kembali ke sini, tadinya, aku sudah mempersiapkan semuanya, agar bisa membawa Gaby kembali ke sini. Tapi, aku terkejut, ternyata mereka justru memberikan Gaby." Kata Charles.


Zac mengangguk pelan.


"Tenang saja." Kata Zac menepuk bahu Charles.


Kemudian Zac pun naik, mengejar Gaby.


Sesampainya di dalam kamar, Zac melihat Gaby sedang berdiri di dekat ranjang.


"Beberapa hari saja tak melihatmu, kau bertambah cantik, Gaby." Kata Zac.


Zac kemudian mendekat pada Gaby dan mengambil beberapa helau rambut Gaby, lalu mencium aroma rambut itu.


"Tidak perlu banyak omong kosong, aku tahu kau hanya menyukai tubuhku, lakukan saja dengan cepat, aku tahu resiko aku kembali ke sini. Aku tahu hanya aku yang bisa membuat milikmu berdiri, jadi lakukan dengan cepat. Aku tahu, jika aku kembali ke sini, hal yang aku benci pasti akan tetap terjadi." Kata Gaby dengan dingin.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2