Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 279


__ADS_3

Acara telah di mulai, dan beberapa undangan mafia telah duduk di kursi mereka masing-masing.


Meja bundar yang besar dan mewah dengan di lapisi kain berwarna biru tua membuat kesan acara yang super glamor, belum lagi hidangan makanan yang begitu banyak dan mahal, serta para tamu yang berpakaian serba mewah.


Kala itu Benjove Haghwer sebagai Ketua Perserikatan Mafia kemudian berdiri di atas panggung besar dan berbicara tentang pembukaan acara amal.


Ketika ayahnya berbicara dengan sikap berwibawa, Zay justru terlihat muak dengan sang ayah, ia pun berdiri dan Gege menahan tangan Zay, ia bertanya dengan kode mata.


"Mau pipiss." Kata Zay asal ucap karena malas.


Kemudian Gege melepaskan tangannya, Zay pun pergi ke kamar mandi wanita, ia melewati lorong panjang yang besar dan remang-remang.


Banyak lalu lalang wanita yang bergerombol sambil tertawa cekikikan. Mereka semua adalah anak-anak mafia yang terlihat begitu bersemangat menghadiri Acara.


"Mereka bersenang-senang sekali, karena acara seperti ini di gunakan untuk ajang mencari jodoh. Bilangnya saja harus membawa pasangan tapi tidak semuanya benar-benar pasangan. Sesampainya di acara mereka akan menggaet siapapun yang membuat mata mereka tertarik." Kata Zay mencuci tangannya.


"Aku ingin segera pulang, dan menemui Gavriel." Kata Zay.


Kemudian Zay keluar dan hendak berjalan lagi menuju ruangan yang tadi, namun tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dengan kuat dan menyeretnya masuk ke dalam ruangan tertutup.


"Eemmmppp!!! EEMMBBB.... EEMMPP!!!" Teriak Zay.


Kemudian Zay di lemparkan ke atas tempat tidur, lampu kamar pun menyala.


Zay melihat sosok yang menyeretnya ke atas tempat tidur.


"Aku tidak mengenalmu, siapa kau!" Tanya Zay.


"Tak penting siapa aku, tapi yang jelas aku sangat ingin mendapatkanmu!" Kata Pria itu.


"Dasar sampah! Kau pasti dari mafia kelas rendahan! Kau tidak tahu siapa aku!" Bentak Zay.


"Aku tidak tahu dan tak mau tahu, apapun yang ku inginkan akan ku dapatkan." Pria itu langsung membuka celana nya hingga kini hanya memakai celana dalammnya saja dan langsung menyerang Zay.


Namun Zay kemudian memutar tubuhnya dan berdiri dengan cepat berlari ke belakang pri itu, Zay menendang pria itu hingga terjerembab di atas ranjang.

__ADS_1


Sang pria bangun dan hendak menyerang Zay lagi dengan berusaha memeluknya.


Zay kemudian menarik lengan pria tersebut dan memutarnya.


"KRETEEK!" Bunyi tulang yang bergeser.


"AAAAA!!! DASAR ******! APA KAU TAK TAHU SIAPA AKU!!!" Teriak pria tersebut.


"Lalu apa kau juga tak tahu? Aku adalah Zay Haghwer, anak dari Benjove Haghwer?" Kata Zay dengan suara rendah dan sibuk menarik korden kemudia ia memelilitkan korden di tubuh pria itu hingga pria itu berdiri dengan lilitan korden.


"A... Apa!!! Kau... Kau anak Tuan Haghwer? Pemimpin mafia?" Tanya Pria itu mendadak gagap.


"Astagaa... Kau pasti mafia baru... Dasar!!! Kau banyak tingkah!" Kata Zay kemudian menarik kursi dan duduk menyilangkan kaki jenjangnya.


Paha Zay terekspose karena belahannya yang tinggi, dan Zay menyedekapkan tangannya membuat payudarannya menonjol naik.


Pria tersebut menelan air ludahnya, sudah sejak pertama kali datang ke acara Amal, Pria tersebut sudah memandangi Zay dan menguntit Zay, saat ada celah, ia akan menyeret Zay dan menidurinya, namun satu hal yang ia tak tahu, Zay bukan seperti gadis-gadis lainnya yang hanya bisa menangis dan berteriak.


"Kau lihat kemana? Yang atau yang bawah?" Kata Zay sengaja mengekspose dirinya, memamerkan paha dan *********** yang seksi.


"Jadii.... Kau menyukaiku?" Tanya Zay kemudian menaikkan kakinya yang jenjang,mulus, dan berkulit putih, dengan jempol kakinya Zay mengelus bagian milik pria itu yang kemudian mengeras.


"Ughh....!" Pria tersebut mendadak terangsangg.


"Aku tahu semua pria akan menyukai wajah ini, aku mirip dengan ibuku, tapi kepribadian kami berbeda." Kata Zay.


"Jadi, apa kau pikir bisa memuaskanku dengan barang sekecil ini." Zay kemudian menjepit benda keras milik Pria tersebut dengan ujung jempol dan jari kakinya.


"Aaghh...!!!" Pria tersebut semakin mendesahh.


"Aku akan memberikanmu pilihan, kau lari dari balkon dan terjun ke kolam renang, atau kau memilih kehilangan benda ini?" Kata Zay kemudian menjepit benda itu lagi dengan jempol kaki dan jarinya kali ini sangat keras sehingga membuat pria itu kesakitan.


"Aaaahhggg!!!! Sa... Saya akan pergi melalui balkon dan tak akan lagi terlihat di depan anda, nona Zay, maafkan kelancangan saya, maafkan kebodohan saya." Kata pria itu menahan sakit.


"Karena aku sedang murah hati, aku tak akan bertanya lebih lanjut, kau dari keluarga mafia mana, yang jelas sekarang enyahlah dari hadapanku, kau tahu... Milikmu sangat kecil, itu tidak akan membuatku puas." Kata Zay sarkas.

__ADS_1


Kemudian Zay melepaskan pria tersebut dari lilitan korden dan melihat pria tersebut berjalan tertatih dengan memegangi lengannya yang telah patah.


Pria tersebut melihat ke arah belakang, Zay memberikan kode mata agar pria tersebut melompat atau ia akan memotong benda miliknya dan tak bisa menikmati surga dunia lagi.


Sang pria pun bersiap untuk terjun bebas, di lain sisi Gege Vamos yang merasa tidak tenang telah menyusul Zay, namun ia tak menemukan Zay, pada akhirnya Gege menggeledah setiap ruangan, tak sedikit dari ruangan-ruangan tersebut berisi orang-orang mesum dan melakukan hubungan badan, dan banyak dari mereka menjerit serta terkejut karena pintu tiba-tiba di buka oleh Gege Vamos.


Ketika sampai di pintu terakhir.


"BRAAKKK!!!" Pintu di buka dengan kasar.


Gege akhirnya menemukan Zay yang sedang menyedekapkan tangannya melihat seorang pria menerjunkan diri.


"BYYUURRRR!!!" Pria itu jatuh di atas kolam renang yang ada begitu banyak tamu sedang menikmati makaman dan minuman mereka, dan sangat sempurna membuat bahan tertawaan.


Gege langsung memutar Zay dan memeriksa seluruh tubuh Zay, beberapa bagian gaun Zay terlihat robek meski hanya kecil. Gege kemudian melepaskan jas miliknya dan memakaikannya pada Zay.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Gege Vamos khawatir.


"Aku baik." Kata Zay malas.


Kemudian Gege Vamos memeluk Zay dengan erat.


"Aku sangat khawatir, kenapa kau tak menghubungiku, jika terjadi sesuatu padamu, aku tidak akan pernah memaafkan diriku." Kata Gege Vamos.


Zay terdiam di dalam pelukan Gege dan menelan ludahnya.


Saat ini Zay berfikir, apakah Gege tak melihatnya begitu seksi, namun yang ada di pikiran Gege bukanlah hal mesum melainkan kekhawatiran jika dirinya terluka.


Zay ingat, semua pria yang memandangnya hanya menginginkan tubuhnya, wajahnya yang cantik, dan ingin memilikinya, namun ia juga ingat, tiba-tiba ada wajah dan nama Gavriel di otaknya.


Zay bersiap mendorong pelukan Gege namun Gege tak mengijinkannya.


"Sedikit lagi, biarkan aku memelukmu sedikit lagi, agar menghilangkan rasa cemasku." Kata Gege memohon.


Tanpa di sadari oleh mereka berdua, seorang paparazi telah mendapatkan foto mereka berdua yang berpelukan di dalam kamar, foto tersebut terlihat begitu mesra dan erotiss, bagaimana tidak, Zay yang menggunakan gaun seksi dengan bentuk tubuh bak biola, dan Gege Vamos yang begitu muda dengan fisik bugar atletis nan besar, begitu tampan dan mempesona di gandrungi oleh sejuta umat wanita, memeluk tubuh Zay dengan begitu serasi seperti sepasang kekasih yang sedang ingin menjalin keromantisan di dalam kamar tersebut.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2