
Zac akhirnya hanya mengangguk tanpa memberikan jawaban pasti.
Tak berapa lama ada bunyi yang sangat keras layaknya bunyi kapal cerobong asap yang keras dan memekakkan telinga dan ternyata itu adalah Pasukan Murder.
"Mereka datang." Kata Moran.
Tak berapa lama di susul pasukan Brandon, milik Charles Brandon, pasukan Brandon memberikan sinyal peringatan dengan sebuah bunyi yang memekakkan telinga, seperti layaknya denging yang menyakitkan telinga.
Zac reflek menutup mata sebelah kirinya merasa telinganya sakit.
Semua juga menutup telinga mereka.
"Astaga... Cari perhatian sekali." Sahut Moran.
"Ini seni seru." Lata Charles.
"Yaron, bagaimana kondisi di luar." Tanya Zac.
"Pasukan Murder sepertinya sudah pada posisi menyerang Tuan, mereka yang memakai kapal juga sudah memutar meriam-meriam. Untuk bagian udara banyak sekali helikopter yang mendekat. Begitu pula pasukan Brandon mereka tiba dan langsung membidik para musuh." Kata Yaron.
"Matikan semua sensor agar pasukan Murder dan Brandon bisa masuk atau menyerang mereka." Kata Zac.
"Baik Tuan."
Kemudian Zac menuju almarinya, sebuah pistol tangan berwarna emas mirip dengan milik sang ayah, meski ada perbedaan di ukirannya dan memasukkannya di pinggang lalu, Zac membuka lagi almari kaca lainnya.
"SSSRRAAANGGG!!!" Zac menarik samurai dari sarungnya dan memeriksa ketajamannya.
Kemudian Zac mengambil sarung samurai tersebut dan memasukkannya lagi pedang nya yang berkilauan sehingga Zac dapat bercermin pada samurai itu, belum lagi samurai itu begitu tajam.
"SSSRAANGGG!!!!" Zac menutupnya dengan kedua tangan serta jempolnya yang indah.
"Charles." Panggil Zac.
Charles kemudian paham, dan menggangguk, ia juga sudah menyiapkan senjata miliknya sendiri.
Gavriel juga, ia sudah membawa senjatanya sendiri pistol berwarna putih tulang dan belati hitam pekat.
Moran sendiri membawa pistolnya berwarna merah dan kemudian mereka berempat berjalan, Zac berada di depan dengan Charles berada di belakang bersama Gavriel serta Moran.
Mereka menaiki lift dan sampailah di lobby.
"Tuan... Para pasukan Murder dan Charles sudah ikut bergabung, mereka sedang bertarung di depan gerbang mansion." Kata Yaron.
"Pancing mereka untuk ke daerah lembah, jangan sampai mendekati mansion." Perintah Zac.
Namun, belum sempat Yaron menjawab sebuah helikopter sudah terbang dengan oleng dan hendak jatuh di atas mansion.
Helikopter-helikopter memang berjatuhan sebelum sampai di lokasi area mansio, semua pasukan Murder dan Charles saling bahu membahu menahan dan membalas semua serangan dari laur, darat, dan udara.
"HWEENGG HWENNGG HWEEENGG!!!! BRAAAKKK BRAAKKKK!!!! DUAAARRR!!!" Helikopter akhirnya jatuh dan tubuh helikopters tersebut memutar dengan cepat bahkan timbul api.
Helikopter akhirnya jatuh menimpa beberapa taman dan patung di mansion.
__ADS_1
Zac yang melihat itu menjadi geram, ia pun menarik samurainya yang tajam.
"SSRRRAANGGG!!!"
Kaki Zac mantap maju dengan pembawaan yang santai namun juga di sertai wajah yang dingin, otot-otot di jemari tangannya mencuat karena memegang samurai dengan kuat.
Lalu tangan kirinya menarik pistolnya dari pinggang.
Gavriel mengambil belati dan juga pistolnya, sedangkan Charles mengambil kedua pistolnya juga.
Moran yang tak mau kalah dengan mereka yang masih muda meggeluarkan pistolnya pula dan beberapa bom mini rakitannya sendiri.
Gerbang besar yang begitu tebal dan tahan peluru pun di buka perlahan oleh para pengawal mansion.
Ketika gerbang di buka, pemandangan bak meraka pun tersajikan negitu nyata di hadapan sepasang mata mereka.
Darah kental yang seperti lautan, mayat yang bergelimpangan dan tak utuh lagi, banyak potongan tubuh tersebar, dan itu memang ciri khas Pasukan Murder, persis seperti Pembantaian habis-habisan.
Belum lagi dentuman dentuman yang saling sahut menyahut, saling balas, dan saling melemparkan bom membuat pemandangan itu di penuhi asap yang mengepul dan lautan api, bahkan langit malam pun terlihat berwarna orange cerah, sangat cerah hingga membuat silau, semua itu di hasilkannya dari bagaimana besar dan totalitasnya perang tersebut.
Mereka keluar dan Zac mengangkat pedangnya ke atas.
"ZZZRRAAAAAKKKK!!!" Zac menempelkan samurainya di gerbang besinya lalu mengirisnya guna mempertajam samurainya. "CRAAAANGG!!!"
Saat samurai dan gerbang besi yang tebal itu saling nergesekan, percikan api terbentuk dari gesekan tersebut.
"Paman dan Kakek kalian urus mereka yang mencoba masuk ke dalam mansion, langsung tebas dan penggal , karena para bandir terkenal bar-bar dan kebal."
"Ayo Charles, kita bantai mereka." Kata Zac.
Kemudian Zac dan Charles maju, berduet di antara kerumunan para pasukan Murder dan Brandon.
"Pasukan Murder mundur dan menjaga Mansion!!!" Teriak Charles.
Perintah itu di dengar oleh Komandan pasukan Murder, lalu melalui headset nya dia menghubungi para pasukan Murder.
Dengan berlari dan menerjang para Bandit, pasukan Murder seperti sambil menyelam minum air, atau satu dua tiga pulau terlampaui.
Mereka maju dan menyerang dengan brutal, membantai, dan mencincang tampa ampun, sembari mereka berlari saling mengelilingi mansion untuk menjaga mansion.
Para pasukan udara yang menggunakan helikopter pun juga sudah zemakin memdekat dan terbang di sekeliling mansion dengan teratur.
Saat Pasukan Murder sudah mengelilingi mansion, dan pasukan udara sudah mengelilingi mansion pula.
Zac#) melangkah dengan santai dan mengayunkan pedangnha.
"CRASSSHHH!!! CRRRASSSHH!!!"
Dengan tanpa rasa kasihan Zac menbalas setiap kepala dan tubuh pasukan Douglas Scoot.
"DOORRRR!!! DOOORRRR!!! DDOORRR!!! DDOORRR!!!" Suara-suara tembakan Charles yang tak pernah meleset dari bidikannya pun tak akan kalah.
Charles berhasil menembakk mereka semua di dahinya.
__ADS_1
"Dasar pengkhianaaaat!!!" Teriak salah satu pengawal Douglas.
Charles menoleh, siapa yang mengatainya pengkhianat.
"DOOORRR!!" Satu tembakan saja sudah melesat dan memgenai kepala pasukan Douglas Scoot.
"PRAANGGG!!! DUUAARRR!!! BUUUUMMMM!!! BLLAARRRR!!! SSIIIUUWWW SIIUUWWW SIUUUWWW!!! GLLUURRRR!!"
Suara-suara yang mengerikan terus saja saling sahut menyahut tak mau kalah.
kemudian sebuah kapal besar yang mewah pun mendekat dari arah yang tak di sangka, Zac memperhatikan sekilas sembari masih membamtai para bandot yang sisah sekali mati.
"JLEEBBB!!!" Zac langsung menusuk pengawal Douglas dan kemudian melihat ke arah kapal besar yang mendekat.
Tembakan demi tembakan di arahlan pada kapal tersebut, namun sepertinya kapal tersebut terlalu kuat pertahannannya.
Seorang pria pun naik ke atas, dengan mantel belakang nya yang hitam dan menggantung di kedua bahunya sembari menyesap ceritu besar.
Douglas juga menjkmati pemandangan yang luar biasa tersebut, hiruk pikuk, suara-suara seperti boom.
Zac berlari dengan menendang para pasukan yang lemas dan siap terjatih.
Kemudian Douglas memakai toa.
"SERAHKAN ANAKKU KEMBALII!!!" Teriak Douglas menggunakan Toa.
Zac melihat douglas dengan tatapan dingin .
"Turunlah, aku ingin memberikanmu hadiah." Bujuk Zac.
"Betapa angkuh dan lancangnya kau pada ku." Kata Douglass.
"Tidak masalah kau juga lancang karena menekan Gaby dengan verbal."
"Dia anakku dan kau tak perlu ikut campur!!" Teeriak Douglas.
"Kemarilah jika kau pria dan buka banci"! Teriak Zac memamcing.
Merasa di remehkan oleh anak yang masih muda, Douglas pun meggulurkan tangannya dan menerima senjatanya yang tak pernah digunakan.
Douglas kemudian turunn melalui tangga dengan santai, lalu memutar pistolnya dengan satu jari tangan.
"Anak ingusan... "
"Persetan" Kata Zac santai.
"Aku akan membunuhmu!!!" Teriak Douglas.
Sebelum Douglas mengarahkan pistolnya pada Zac.
"ZZZREET!!!" Pedang sudah berada di leher Douglas.
Bersambung~
__ADS_1