Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 247


__ADS_3

Daisy diam dan hanya duduk di sofa sembari masih memijit kepalanya yang pening.


Air mata sudah membuat matanya bengkak dan sakit.


Rudolf, Derreck serta Traver pun mengerti, Ben dan Daisy butuh waktu untuk mereka berdiskusi, mereka pun akhirnya keluar.


Ben mendekati Daisy, dan membelai pelan bahu serta menyeka pipi Daisy yang penuh air mata.


"Aku tahu kau takut, Gavriel menginginkan Zay karena dia mirip dengan dirimu, tapi tetap saja, Zay tidak akan mau memiliki hubungan dengan normal, Zay berbeda dari gadis yang lain. Kita harus mengerti, kita harus menghormati keinginannya."


"Dia bisa punya pasangan yang seusianya, dia pasti bisa. Dia harus belajar dari pengalamannya bersama Carlos, apa yang dia dapatkan dari pria jahat itu, hanyalah kemalangan dan trauma psikis." Kata Daisy mendekap lengannya semdiri.


"Aku melihat sikap dan gerak-gerik Zay, mungkin karena berawal dia tak memiliki kasih sayangku saat remaja. Kau tahu kenapa Zay menyukai pria yang lebig dewasa atau lebih tua darinya? Pertama, Pria yang lebih tua tidak manipulatif, pembawaannya dewasa, bijaksana, dan sabar, Zay selalu ingin di manja dan di sayangi, itu karena inner Child nya." Kata Ben.


Daisy melihat Ben, dan kemudian ia menangis dengan sesenggukan.


"Aku belum siap, aku belum bisa melihat Zay bersama Gavriel, aku merasa aneh, bagaimana bisa Gavriel menjadi menantu kita. Lalu aku akan bagaimana bersikap, lalu, bagaimana aku memperlakukan Gavriel, kau tahu meski masa lalu itu sudah berlalu, tapi dia pernah menyukaiku, ini akan menjadi canggung dan aneh."


Ben kemudian memeluk Daisy dan mengusap pelan kepala Daisy.


"Aku tahu, ini sulit, tapi kita juga harus menerima keadaan anak kita, seperti halnya kita menerima keputusan dan jalan yang Zac ambil." Kata Ben.


"Aku tidak pernah menerima keputusan yang Zac ambil, kecuali gadis itu benar-benar putus hubungan dengan Gia." Kata Daisy.


"Ada satu cara, jika gadis itu mau, aku akan membujuk Moran agar, merubah marga gadis itu menjadi Murder, setidaknya sedikit mengobati rasa kecewamu. Gadis itu akan memiliki status sebagai keturunan Murder." Kata Ben.


"Dan untuk Zay, kita pantau seperti apa perkembangan nya, kita hanya menginginkan Zay sembuh dari traumanya, selebihnya biarkan Zay yang memilih, lagi pula, Gavriel sudah siap dengan segala resikonya, jika ke depannya Zay pada akhirnya tidak memilihnya." Kata Ben menjelaskan.

__ADS_1


"Tapi bukan kah itu hanya akan membuat Gavriel semakin sakit, seperfi Derreck, sampai saat ini dia bahkan tak ingin memiliki pasangan." Kata Daisy.


"Setiap orang memiliki jalan cerita dari keputusan mereka, yang terpenting kita jalani saja dulu yang ada." Jawab Ben.


"Lagipula, kita sudah memasuki bulan dimana gencatan senjata di cabut, yang harus kita pikirkan sekarang adalah, jangan sampai ada musuh memegang kelemahan kita untuk menjatuhkan keluarga Haghwer, karena aku yakin banyak di luar sana yang ingin menjatuhkan Haghwer, akan menjadi mafia paling diakui dan menjadi mafia berkuasa jika mereka bisa menjatuhkan Haghwer. Kita juga sedang menunggu informasi apa yang akan Mena dapatkan, karena musuh terbesar mungkin sedang mengumpulkan kekuatan." Kata Ben


Daisy mengangguk paham.


"Aku akan biarkan Gavriel dan Zay, selama Zay tetap aman." Kata Daisy pasrah.


Di kamar Zay, Gavriel sudah memberikan obat penenang untuk Zay. Gavriel sangat khawatir, ia pikir Zay sudah sedikit lebih baik, namun ternyata semua serangan trauma nya justru semakin parah.


Perlahan Gavriel menggenggam tangan Zay, dan menciumnya. Tak berapa lama Derreck masuk, dan dengan segera Gavriel melepaskan tangannya.


Derreck berdiri di ujung pintu lalu bersandar di dinding tak ingin mendekat dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.


Gavriel langsung berdiri dan melihat ke arah Gavriel.


"Kau tahu?" Tanya Gavriel terkejut.


"Aku tidak ingin basa basi, jangan pernah membuat Zay kecewa dan menyakitinya, kali ini aku benar-benar tidak bisa berkata apapun, aku tetap tidak bisa merestui kalian, bukan karena aku jahat, tapi, aku masih belum bisa menerima mu, apalagi masa lalu kita dengan Daisy." Kata Derreck.


"Aku tahu, aku mengerti, memang sulit, aku paham karena jarak usia kami, dan Zay pernah mengalami masa lalu yang pahit, tapi aku tidak akan pernah membuatnya kecewa, Zay memang sangat mirip dengan Daisy, tapi ku pastikan bahwa, aku tidak pernah berniat bermain-main dengan Zay, Zay adalah Zay, dan Daisy adalah Daisy, apapun ke depannya, meski Zay sudah sembuh dari trauma nya dan tidak lagi mencintaiku, aku akan melepaskannya, selama Zay bahagia dengan keputusannya. Zay akan tetap menjadi gadis bebas." Kata Gavriel.


Derreck mengangguk pelan, dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, Derreck pun berpamitan.


"Aku akan pergi untuk sementara waktu, ke tempat yang cukup jauh mungkin ketempat orang tuaku dimana mereka mencari ketenangan mereka di usia tua mereka, aku tidak ingin melihat Zay bercumbuu denganmu, aku masih tidak bisa melihatnya. Jika kelak kalian menikah, aku tetap tak akan datang, dan jangan pernah mengirimkan undangan padaku serta orang tuaku yang sudah sangat menua, agar sisa-sisa hidup mereka tetap bahagia." Derreck pun pergi dari kamar itu dengan perasaan kecewa.

__ADS_1


Sebenarnya Derreck berharap lebih, setidaknya keponakannya memiliki pasangan yang sepadan usianya dan memiliki kisah cinta yang normal, namun Derreck sadar, mereka adalah mafia tak sepatutunya Derreck menuntut hal normal dari keluarga mafia.


Namun, tetap saja Derreck masih harus merenungkan dan menenangkan dirinya dari segalanya yang membuatnya cukup kecewa.


******


Di Pulau Tanpa Nama, Mena sedang melayani Gia, ia menyeduhkan teh nya dari teko mewah ke cangkir kecil.


"Nyonya teh nya siap." Kata Mena memberikan teh tersebut.


"Berikan aku cemilan pendamping." Perintah Gia.


"Baik Nyonya."


Tak berapa lama Heiden datang.


"Nyonya persiapan barter sudah selesai, rencana nya adalah, besok Tuan Aaron Vince akan ikut dengan kita ke Pulau Netral, lalu Moran dan mata-mata milik Zac akan bertukar dengan Nona Gaby, saya pikir tidak akan sulit, karena pasti Nona Gaby sudah membenci Zac karena telah membunuh Ayahnya."


"Selama Moran tidak membuka mulutnya pada Gaby, jika aku telah meracuni Douglas perlahan agar dia kehilangan reflek tubuhnya. Kau yakin, Moran tidak memiliki rekaman percakapan kita?" Tanya Gia.


"Saya sudah menelanjangii nya, tidak ada rekaman apapun Nyonya."


Gia mengangguk pelan.


"Jadi, pastikan barter besok pagi berjalan dengan lancar. Sebentar lagi gencatan senjata akan di cabut, aku sangat yakin bisa mengalahkan Daisy dan Keluarga Haghwer, karena aku memiliki senjata paling sempurna." Kata Gia dengan tersenyum sinis.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2