Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 239


__ADS_3

Malam yang panjang dan panas bagi Gaby dan juga Zac, saat semua orang terlelap dalam mimpi mereka masing-masing, Gaby tak bisa tidur, ia di serang dan di hujami bertubi-tubi kenikmatan yang buas serta dorongan bringas dari Zac.


Sedangkan Zac sendiri sudah tak menghitung berapa kali ia memakai pengamannya, Zac di kuasai oleh naffsunya, Zac menggila dan terus memforsir tenaganya.


Zac benar-benar akan menumpahkan semua energinya pada Gaby, seperti yang sudah ia katakan sebelumnya pada Gaby.


Pada akhir ronde tepat pukul 5 pagi, Zac mengakhirinya dengan dramatis, gerakannya yang brutal dan kasar karena Gaby berulang kali mengatakan bahwa ia membencinya, dan tak akan memaafkan Zac, jelas sangat memprovokasi Zac.


Gaby terus di tindih dan tak di berikan ampun serta istirahat bahkan hanya untuk mengambil nafas.


Zac murka ketika Gaby menyebutkan kalimat terakhirnya sebelum pingsan.


Saat itu Zac tengah pada posisi duduk, Gaby ada di pangkuannya, Zac terus memompa dirinya dengan memeluk Gaby dari belakang sembari meremas buah dada Gaby.


Gaby sudah terlihat sangat lelah dan tak kuat, Zac memutarnya dan membaringkannya lalu melanjutkannya lagi.


Tiba-tiba Gaby menggigit bahu Zac dengan sangat keras, Gaby juga menggigit bibir serta telinga Zac. Lalu keluarlah kalimat yang membuat Zac murka.


"Aku tidak akan mencintaimu, aku akan mati membawa dendamku padamu." Ancam Gaby.


"Kau tidak akan mati, dan hanya bisa mati jika aku mengijinkanmu." Balas Zac.


Saat itu juga Zac marah dan mengangkat kedua kaki Gaby ke atas dan melebarkannya, Zac mendorong pinggulnya dengan sangat keras.


Gaby mulai menangis dan meringis.


"Keluarkan... Keluarkan benda itu dari kuu..." Kata Gaby menggigit.


"Terlaluu... Terlaluu dalamm....!" Pekik Gaby yang meremass sprei dan air matanya tak berhenti keluar.


Zac justru semakin membuka kedua kaki Gaby agar semakin lebar dan terus menusuk Gaby dengan cepat dan kasar.


"Mmmhhhh.... Oohhh.... Aaaaaahhhhh!!!"


Gaby mengalami orgasmeenya dan itu adalah orgassme terakhir yang entah sudah ke berapa kali, Gaby pun menutup matanya, ia pingsan, bertepatan dengan itu Zac juga menggeram dan memeluk Gaby dengan sangat kuat.


Zac mengeluarkan seluruh spermnya di dalam pengamannya, dan mendorong maju hingga terasa miliknya seperti mentok di dalam tubuh Gaby.


Setelah beberapa menit berlangsung, otot-otot Zac mulai melemah, dan kembali tenang.


Zac melihat wajah letih dan wajah sedih Gaby yang tertidur, lalu membenarkan rambut Gaby yang ada di sekitar wajahnya, kemudian mencabut miliknya dan mencium kening Gaby.

__ADS_1


Zac turun dan menyelimuti Gaby, Zac memandang sedih ke arah Gaby, yang ada di pikirannya adalah, bagaimana Zac harus meyakinkan Gaby bahwa Zac mencintai Gaby.


Bagaimana caranya agar ia bisa mengembalikan Gaby yang dulu, yang begitu mencintainya hingga rela meninggalkan keluarga Scoot untuk menyusulnya meskipun keluarganya sendiri dan keluarga Zac menentang dengan keras.


Zac kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ia mandi dan merenungkan semuannya, semua peristiwa sepanjang malam ini yang telah terjadi.


Setelah perang itu, Zac akhirnya dengan sengaja menyetubuhii Gaby, karena ia tak ingin kehilangan Gaby, Zac berfikir tak apa jika pun ia pada akhirnya hanya akan memdapatkan tubuh Gaby, namun apapun akan ia lakukan, ia akan memberikan segalanya untuk Gaby, asal Gaby tidak kembali pada keluarganya bencinya pada Zac.


Setelah selesai mandi, Zac juga selesai berpakaian, ia melihat Gaby yang masih tidur dengan pulas di balik selimut lembut, Zac pun keluar dari kamar dan bertemu para pasukan yang sudah berbaris rapi.


Saat itu matahari mulai menyembulkan sinarnya sedikit, dan ketika Zac berdiri di hadapan para pasukan Murder serta Pasukan Brandon, perlahan kabut tebal di ganti dengan cahaya yang hangat.


"Kalian sudah bekerja keras. Semalam kalian tidak tidur. Hari ini kalian bisa istirahat."


Semua pasukan menegakkan tubuh mereka dan mengucapkan terimakasih secara bersamaan dengan keras.


"TERIMAKASIH TUAN MUDA!!"


Zac mengangguk pelan.


"Saya akan mengganti nama kalian dan akan mengambil sumpah setia kalian. Kalian akan berada di bawah komandan Yaron dan tidak akan memakai nama Murder ataupun Brandon lagi, karena kalian akan menjadi pasukan milikku. Adakah di antara kalian yang tidak setuju dan ingin pergi." Kata Zac.


Namun, semua pasukan diam.


"Ku anggap semuanya setuju. Jadi, nama baru kalian adalah PASUKAN ZENITH, dan namaku sekarang bukan lagi Zac Haghwer melainkan Zac Zenith. Artinya adalah puncak. Kita akan menuju pada puncak kekuasaan, puncak kekayaan, puncak rantai mafia, puncak lingkaran organisasi gelap dan puncak kejayaan." Kata Zac pada para pasukan.


"HIDUP TUAN MUDA ZAC ZENITH, HIDUP PASUKAN ZENITH!!!"


Zac kemudian memberikan kode pada Yaron, dan Yaron mengambil alih, Zac mendatangi Charles yang sedari tadi hanya diam.


"Kau gusar?" Tanya Zac.


"Ah.. Tidak." Kata Charles terkejut.


"Apa yang sedang kau pikirkan." Kata Zac lagi.


"Tidak ada, tapi sepertinya aku harus pergi." Kata Charles.


"Kemana? Menemui Gia?" Kata Zac langsung tanpa basa basi.


Zac melangkah kan kakinya, ia hendak pergi keruangannya.

__ADS_1


Charles terkejut, ia membulatkan kedua bola matanya, pupilnya membesar, jantungnya berdegup kencang, dan Charles mulai takut, ia tak menyangka Zac mengetahui penyamarannya, sontak Charles melihat ke arah sekelilingnya apakah kali ini ia akan ditangkap dan di bunuh.


"Pasukanku tak akan menangkapmu." Lanjut Zac lagi masih berjalan meninggalkan Charles.


"Kau tahu?" Tanya Charles mengejar Zac.


"Aku tahu sejak awal." Kata Zac santai dan masuk ke dalam mansion lalu berjalan keruangannya.


"Darimana? Bagaimana? Dan... "


Pintu ruangan kerja di buka oleh seorang pengawal, Zac masuk diikuti Charles dan pintu di tutup kembali.


Zac duduk di atas sofa, dan menyilangkan kakinya, matanya memberikan kode pada Charles agar Charles ikut duduk di depannya.


Charles pun duduk di sofa tepat di hadapan Zac.


"Kenapa kau tidak menangkapku dan membunuhku jika sudah tahu daribawal." Tanya Charles.


"Karena saat itu kau berguna." Kata Zac.


"Berguna?" Tanya Charles tak mengerti.


"Saat berada di Rumah Sakit AS aku tidak dapat bergerak kemanapun, kau berguna untuk membawa pergi, menjaga, dan melindungi Gaby." Kata Zac.


"Lalu bagaimana sekarang?" Tanya Charles.


"Sekarang? Kenapa kau bertanya. Aku kembalikan padamu, apakah kau akan kembali pada Gia ataukah tetap di sini." Kata Zac.


Charles diam dan berfikir keras.


"Sebentar lagi Gia pasti akan memghubungiku, dia pasti ingin melakukan penukaran. Kakek Moran di tangkap, dan Gia ingin melakukan penukaran dengan Gaby."


"Moran? Bukankah dia tidak lagi berpihak denganmu, lalu bagaimana bisa kau tahu..."


"Feelling, seorang mafia harus cerdas menggunakannya. Harus tanggap, harus menyadari sebelum orang lain, dan harus peka pada sesuatu yang tak terduga. Kau pikir itu sungguh-sungguh? Bahkan paman Gavriel juga tak menyadarinya, hanya dengan saling pandang dan tatapan Kakek Moran aku sudah mengerti apa yang sedang ia perankan, setelah peperangan selesai, aku mengutus mata-mata, sayangnya sampai sekarang, mata-mata milikku dan juga Kakek Moran belum kembali, artinya mereka pasti tertangkap." Kata Zac.


"Lalu kenapa kau beritahukan ini semua padaku?" Tanya Charles.


"Aku ingin kau memilih, apakah kau akan kembali pada Gia, atau tetap bersamaku, tapi pasukanmu tidak akan ikut bersamamu lagi, mereka sudah bersumpah setia padaku." Kata Zac.


"Tapi, belum tentu mereka akan benar-benar setia padamu Zac."

__ADS_1


"Kau ingin mencobanya? Cobalah, apakah mereka akan ikut denganmu atau denganku. Aku tidak tahu janji apa yang Gia berikan padamu, tapi percayalah, dia wanita ular." Kata Zac menyandarkan punggungnya dan percaya diri.


Bersambung~


__ADS_2