
"Tuan Ben, anda sedang menggunakan otoritas anda sebagai Ketua Perserikatan Mafia?" Tanya Vanya Belando.
"Kau tahu Vanya? Jika saja aku mau, kau pun juga akan ku bunuh, saat ayahmu Paulo Redges menyerang Pulau Maladewa ku, apa kah ada di antara kalian yang mendatangi Keluarga Redges? Apakah kalian memang ingin menjatuhkan Benjove Haghwer dari Kursi Pemimpin Organisasi Mafia?"
Semua orang terdiam dan membisu.
"Tapi, peraturan tetap peraturan Tuan Ben, anak anda harus menjadi tahanan Negara AS, dia tidak dapat keluar dari Negara ini selama tahananya belum selesai." Lanjut Aaron Vince.
"Kita akan mengambil suara terbanyak." Kata Yamaguchi yang sedari awal hanya diam akhirnya membuka suara.
"Itu ide bagus!" Kata Rudolf Gama.
Zac nampak gelisah, pikirannya bahkan tak ada di tempat itu, ia memikirkan keselamatan Gaby. Tekad Zac sudah bulat, apapun hasil perhitungan suara para anggota perserikatan, Zac akan tetap pergi, lagi pula organisasi mafia begitu banyak, dan hanya beberapa yang mempermasalahkan nya, artinya di luar sana mereka tak peduli, atau bahkan tak ingin terlibat dengan organisasi mafia yang sudah besar ini.
"Aku akan memilih untuk, lupakan dan terus maju, jadi tak usah di permasalahkan, cukup diam dan tak usah menyebarkan berita ini lagi." Kata Rudolf Gama.
"Aku akan memilih untuk Abstain." Sahut Yaron Castello.
"Tak perlu di tahan, hanya membayar ganti rugi kerusakan yang di timbulkan pada Negara AS dan membayar denda pada Perserikatan Mafia." Kata Gege Vamos.
"Di tahan di sini dan tak bisa kemana-mana sampai kita mengadakan rapat lagi, entah itu kapan." Kata Vanya Belando.
"Di tahan, membayar ganti rugi, membayar denda, dan sampai batas waktu yang tidak bisa di tentukan." Kata Aaron Vince.
"Kau punya dendam pribadi dengan anakku Aaron?" Kata Ben dengan tatapan dingin, karena usulan Aaron yang begitu berlebihan.
"Baik untuk suara Ben, pasti jawabannya sudah jelas apa." Kata Rudolf.
"Masih ada aku." Kata Yamaguchi.
"Silahkan Ketua Organisasi Yakuza." Kata Rudolf yang menggoda Yamaguchi.
"Aku memilih Zac untuk tak di tahan." Kata Yamaguchi datar.
"Lalu aku." Kata Derreck.
Meski Derreck tidak terlalu aktif di Perserikatan Mafia, dan lebih condong pada bisnisnya, namun ia juga menjadi anggotanya.
"Baik Tuan bisnis man." Kata Rudolf.
"Zac tak akan di tahan karena dia menyelamatkan adikknya."
"Baiklah, sudah jelas suara terbanyak apa? Yaitu Zac tak akan di tahan namun tetap membayar ganti rugi pada Negara AS, serta membayar denda pada Perserikatan Mafia." Kata Rudolf.
Aaron dan Vanya sangat kesal.
"Ingat Tuan Ben, kau akan hancur dengan sikap mu ini, karena telah menggunakan kewenanganmu sebagai Ketua dengan sembarangan." Kata Aaron.
"Aku bahkan bisa membuat segalanya menjadi seperti yang ku inginkan tanpa harus menjadi Pemimpin atau Ketua mafia. Aku menikmati hidupku dengan baik selama ini, lagi pula, tidak ada yang bisa menghancurkanku." Kata Ben dengan dingin.
__ADS_1
"Sombong!" Aaron pergi dengan kesal dan membanting pintu.
"Tuan Ben, saya pamit." Kata Vanya Belando menyentuh tangan Ben.
"Plakkk!!" Daisy dengan cepat menepis tangan Vanya.
"Tidak perlu menyentuh suamiku, kau hanya berpamitan untuk pergi." Kata Daisy.
"Bukankah kita seumuran? Kenapa wajahmu tidak seperti wajahku yang bagus ini. Aku rasa kau harus sedikit perawatan, wajahmu pucat." Kata Vanya.
"Aku tidak mungkin perawatan dan berhias diri ketika suamiku terbaring di rumah sakit, karena aku tak perlu tampil cantik di hadapannya untuk menggoda seperti yang sedang di lakukan wanita lain yang sedang berhadapan dengan ku ini." Kata Daisy.
"Aku tidak menggoda, aku memang seperti ini, lagi pula, jika aku mau aku bisa merebut Tuan Ben, aku hanya kasihan padamu, nanti kau akan menangis dan terluka."
"PLAAKKK!!!" Tamparan keras mendarat di pipi Vanya.
Vanya meradang dan hendak maju menjambak Daisy, namun semua pria yang ada di sana kemudian bergegas maju, Zay menarik ibunya ke belakang dan melindunginya.
"Haaahh... Tunggu saatnya tiba Daisy, Ben akan menjadi milikku...." Kata Vanya sinis dan kesal lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Kau harus sadar diri dengan siapa kau mengancam." Kata Daisy.
Setelah kepergian Vanya, semua orang yang ada di dalam ruangan pun saling pandang.
"Dia satu-satunya keluarga Redges yang tersisa, jadi, wajar jika dia begitu, kembarannya di mutilasi oleh Ben, ayahnya pun gagal balas dendam pada Ben dan mati." Kata Rudolf menggendikkan bahunya.
"Aku akan pulang, karena urusan di sini sudah selesai." Kata Yamaguchi.
"Haha... Seorang Benjove mengucapkan terimakasih. Kau harus bangga pada ayahmu Zac, dia adalah orang yang sangat mementingkan gengsinya, susah mengatakan terimakasih pada sesama mafia." Kata Yamaguchi menekan bahu Zac.
Zac tertawa canggung.
"Saya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan Anda Tuan Yamaguchi." Kata Zac kemudian.
Yamaguchi mengangguk pelan.
"Hubungi aku jika ada masalah." Kata Yamaguchi berpamitan.
Setelah Yamaguchi pergi, Zac pun melihat ke arah ponselnya yang tak lagi mendapat telfon dari Charles.
"Ayah, aku ada urusan, karena Zay sudah kembali, kau bisa tenang." Kata Zac.
"Kau akan pergi?" Tanya Ben.
"Aku ada urusan penting." Sahut Zac.
"Sayang bisa kah kau jalan-jalan sebentar di luar bersama Zay?" Kata Ben pada Daisy.
Daisy mengangguk dan ia pergi keluar bersama Zay.
__ADS_1
"Traver kau buang dulu kepala yang ada di kantung itu. Rudolf temani Traver." Perintah Ben.
"Baik Tuan." Traver pun kemudian juga keluar.
"Oke." Sahut Rudolf.
Kali ini di dalam ruangan itu, hanya tersisa Ben, Zac, serta Derreck.
"Aku mendapatkan informasi, kau menyembunyikan anak perempuan Douglas." Kata Ben.
Zac masih diam.
Derreck memandangi Zac, penasaran apa yang akan keponakannya itu lakukan.
"Jika kau mencintainya dan memilih untuk bersamanya, aku tidak akan melarangmu.." Kata Ben.
"Ayah..." Zac melihat ke arah Ben dengan terkejut.
"Tapi... Zac... Kau harus tahu juga, bahwa Ibu mu tak akan pernah merestui hubungan kalian, ayah akan condong pada ibumu, apapun yang ibumu minta akan ayah turuti, termasuk untuk menghalangi hubungan kalian, namun jika ibumu hanya diam, ayah juga tak akan melakukan apapun, semua keputusan dan perintah ada di tangan ibumu. Kali ini Ayah hanya pion nya." Kata Ben.
"Dan untuk Traver, dia adalah pengawal paling setia yang sudah bersamaku bahkan dari dia masih remaja, jadi meskipun kau anakku, Traver hanya akan menurutiku, jadi sudah saat nya kau mencari pengawal pribadi untuk dirimu, cari seseorang yang bisa setangguh Traver." Kata Ben lagi.
Zac masih berdiri dan diam mematung.
"Jadi, ayah akan merestuiku atau menghalangiku."
"Itu tergantung ibumu, ayah akan menuruti keputusan apa yang nanti ibu mu akan ambil, sikap apa yang ibumu ambil untuk hubungan kalian, jadi apa kau siap untuk berseberangan dengan keluargamu, Zac?"
Zac menelan ludahnya kasar, jakunnya naik dan turun, tangan berototnya menggenggam erat.
"1 hal lagi yang harus kau ingat juga Zac, ayah tidak akan meminjamkan pasukan ayah padamu ketika kau melawan keluarga Haghwer. Tidak mungkin para pasukan Haghwer akan saling menyerang, itu akan menjadi keretakan besar untuk para pasukan Haghwer, sama saja ayah memecah belah mereka."
Zac menahan nafasnya yang berat, dan kemudian menghembuskannya pelan.
"Aku tahu." Kata Zac.
"Zac... Maafkan paman juga, paman pun tidak bisa memberikan Pasukan Keluarga Waldorf, Kau tahu silsilah Waldorf yang sekarang sudah menjadi bagian keluarga Haghwer, para pasukan sudah sering berlatih bersama tidak mungkin mereka akan saling menyerang, banyak dari pasukan Haghwer dan Waldorf menjadi teman." Kata Derreck.
Zac mendengarkan dengan seksama.
"Tapi kau harus tahu, paman tetap menyayangimu, kita hidup di dunia mafia yang harus tahan dengan segala situasi, baik itu pengkhianatan atau perpisahan, bahkan menjadi terasingkan. Jika kau memilih berseberangan dengan kami. Paman akan berada di samping ibumu, mendukung ibumu sebagai adik dari paman... Apapun keputusan Daisy, paman juga akan ada di pihaknya." Sahut Derreck.
"Tapi... Ada seseorang yang bisa kau temui... Dan kau coba..." Sambung Derreck.
Zac melihat dan memandang ayah serta pamannya.
Ben mengangguk pelan, mengiyakan apa yang dikatakan Derreck.
Bersambung~
__ADS_1
Terimakasih untuk semua pembaca setia~