Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 283


__ADS_3

Di kamar Gavriel yang nyaman, sinar pagi telah menyongsong hangat menembus gorden yang sudah di buka.


"Tuan putri, bangun... Katanya kau akan melakukan konferensi Pers." Kata Gavriel membangunkan Zay.


"Ememmmm...." Zay bergumam lucu dan menggemaskan.


Kemudian Gavriel mencium bibir Zay, dan tangan kekarnya masuk ke dalam kaos putih Zay lalu meremas payudaraa besar tersebut dengan lembut.


"Banguunn..." Bisik Gavriel lagi di telinga Zay.


"Emmhhhh.... Gav... Kau menggodaku, bagaimana jika aku ingin lebih tapi, hari ini aku sedang datang bulan." Kata Zay.


Gavriel kemudian tertawa dan mencium kening Zay.


"Jadi ayo bangun, nanti kau akan terlambat, dimana kau akan melakukan jumpa pers."


"Ehmm... Di hotel, aku sudah menyuruh Alexa membawa gaun, semoga ukurannya muat, sepertinya berat badanku agak naik." Kata Zay.


"Apakah aku harus datang?" Tanya Gavriel.


"Tidak perlu... Di sana juga ada Gege, aku menghubunginya agar dia juga meyakinkan para wartawan agar tidak membuat berita aneh lagi tentang kami." Kata Zay memeluk Gavriel.


"Baiklah Tuan Putri... Sesuai maumu..." Kata Gavriel.


Pagi hari dimana Zay sudah mengatur jumpa pers nya. Para wartawan sudah berdatangan di sebuah Hotel mewah yang akan di jadikan Zay tempatnya memberikan klarifikasi.


Saat itu Zay sedang membenarkan gaunnya yang begitu pas dan cantik untuknya. Di ruangan ganti tersebut, Zay sedikit kesusahan. Gaun yang seksi dan memperlihatkan semua punggung dan bahunya, sangat bagus dan Zay menyukainya namun sayang sedikit sempit.


Zay kini memang di kenal sebagai gadis yang cantik dan seksi, karena Zay bukan lagi Zay yang dulu, jika dulu Zay selalu memakai pakaian tomboy, sekarang lebih feminim dan seksi.


Zay berusaha menarik risliting gaunnya yang macet, namun tangannya tak kunjung sampai, hingga seseorang masuk tanpa mengetuk pintu. Zay pun terkejut.


"Aaah maafkan aku... Aku tidak tahu." Itu adalah Gege dan hendak keluar lagi.


"Tidak... Tidak apa-apa... Bisa bantu aku? Alexa sedang pergi, ia terburu-buru karena anaknya sakit, para karyawan Alexa belum juga sampai, dan sekarang risleting ini macet." Kata Zay kesusahan meraihnya.


Gege pun masuk dan menutup pintunya.


Saat itu tentu saja gejolak hasrat dalam diri Gege aktif, namun ia berusaha menahannya semaksimal mungkin.


"Tolong naikkan itu." Kata Zay.


"Baik." Kata Gege menurut.


"Jangan lupa, nanti saat Konferensi Pers, kau katakan bahwa pelukan itu hanyalah sebagai bentuk perlindungan seorang kakak, karena usia mu dan Zac sama, jadi, kau hanya menganggapku sebagai adikmu, lalu tidak akan ada pernikahan." Kata Zay.


"Bagaimana aku bisa mengatakan itu Zay, aku juga mencintaimu, awalnya ku kira kau mengajakku untuk melakukan konferensi pers, karena kau sudah setuju untuk menikah denganku, karena ku pikir, sikapmu belakangan ini berubah, kau sedikit lembut padaku."

__ADS_1


Zay hanya diam, ia tahu Gege sedang terluka, Zay juga tahu ia adalah manusia yang kejam, namun ia tak peduli dengan apapun, Zay akan melakukan segala hal agar ia bisa bersama dengan Gavriel.


"Apa sudah selesai?" Tanya Zay.


"Belum, macet sekali, aku akan mencoba menarik ke atas lebih keras."


"Di pikir-pikir kenapa juga aku harus melakukan konferensi pers, sebenarnya aku tinggal menikah saja dengan Gavriel, astaagaa... Kenapa tidak terfikirkan olehku." Kata Zay.


Mendengar kalimat itu, tentu saja Gege merasa kesal. Namun, Gege tetap berusaha menaikkan risleting yang macet dengan tenaganya yang ia juga sedang merasa marah, hingga Gege membungkukkan punggungnya, tiba-tiba hal tak terfuga justru terjadi, tenaga Gegeg terlalu besar mungkin karena ia marah, membuat risliting tersebut terputus, dan merobek jahitan hingga membuat gaun Zay terlepas.


"ASTAGAAA!!!" Pekik Zay segera menempelkan gaunnya pada buah dadanya yang langsung terekspose, ia juga kebingungan menutup bagian belakang tubuhnya.


"Maafkan aku!!!" Teriak Gege yang juga spontan langsung memeluk Zay, untuk menutupi tubuh Zay yang telanjang di bagian belakang.


"Ambilkan aku selimut." Pinta Zay berputar dan menghadap Gege.


Namun sejenak pikiran dan otak Gege berhenti melihat bagaimana payudaraa yang kenyal dan besar itu menempel di dadanya, dan ia juga memeluk Zay agar pakaian Zay tidak terlepas.


Saat itulah Gavriel masuk tanpa mengetuk pintu dengan membawa seikat bunga yang sudah di pesannya dengan mewah, di sebuah toko bunga yang terkenal. Gavriel bermaksud mengejutkan Zay dengan kedatangannya.


"SRRAAKKK!" Buket bunga yang cantik itu jatuh di lantai, melihat Zay yang berpelukan dengan Gege dalam keadaan gaun Zay sudah terlepas dan membuat beberapa bagian tubuh Zay terekspose.


Apalagi, Gavriel melihat mereka layaknya seperti hendak akan saling memuaskan.


Gavriel tersenyum dingin dan klise. Menyadari kebodohan dan harapannya yang bahkan tak mungkin ia gapai.


Sedangkan Gege, ia juga tak ingin menjelaskan, baginya itu hal baik, entah Gavriel akan percaya pada Zay, atau akan menganggap lainnya, Gege tak ingin dan tak ada kemauan untuk menjelaskan yang sebenarnya. Gege tak peduli.


"Aku akan jelaskan....!" Kata Zay dengan gegabah ingin mendekati Gavriel.


Namun Gege menahan Zay, dan mengambil selimut lalu menutupi tubuh Zay.


"Apakah ada seseorang yang ingin memperkosaamu lagi?" Tanya Gavriel.


"Apa?" Tanya Zay dengan terkejut dan sekaligus langsung membatu.


"Aku berfikir, kemarin mungkin adalah benar-benar kesalah pahaman, kau bercerita bahwa, ada seseorang yang ingin memperkosaamu, dan Gege khawatir lalu memelukmu, sekarang apakah ada pria yang ingin memperkosaamu lagi? Zay?" Tanya Gavriel.


"Melihat gaun mu robek dan kau telanjangg, itu bisa sangat menyakinkan, atau mungkin, pria di sampingmu yang sengaja merobeknya dan kau juga menikmatinya." Kata Gavriel pedas dan marah.


"Kau... Sedang merendahkanku?" Tanya Zay kemudian dengan tatapan membatu, ia menahan air matanya agar tidak terjatuh.


"Aku tahu, ini tidak masuk akal, tapi anggap saja, aku percaya, aku percaya semua alibimu Zay." Kata Gavriel.


"Ini memang tidak di sengaja, kali ini aku akan menjelaskannya, risliting gaunku rusak..."


"Dan pria itu mencoba membantumu, tapi tangannya terpeleset atau rislitingnya semakin rusak lalu mengoyak gaunmu begitu kan..." Kata Gavriel kesal.

__ADS_1


"Itu benar... Tapi... " Zay kebingungan dengan sikap Gavriel.


"Baiklah, lupakan semuanya, anggap aku percaya, tapi aku benar-benar lelah Zay. Ku pikir, aku bisa bertahan meski aku tak bisa memilikimu, ternyata aku juga egois dan rakus, aku ingin memilikimu sepenuhnya, aku tidak bisa melihatmu dengan orang lain, aku selalu mengatakan kau gadis bebas, meski kau tak menyambut cintaku tak apa aku selalu menyakinkan itu pada diriku sendiri asal kita tetap bersama, tapi tetap saja ternyata ini jauh lebih menyakitkan dari yang aku kira. Aku sudah katakan lakukan saja semua maumu, aku berhenti, dan semoga kau bersenang-senang." Kata Gavriel pergi.


"Tidaaakk... Gavrieell.... Tidakkk... Bukaann begituuu....!!!" Zay membeku dan akhirnya terduduk di atas lantai dengan memeluk selimut yang melilit di tubuhnya.


Gege hanya diam melihat Zay terpuruk jatuh di lantai dan menangis, Gege juga tak berniat ingin menjelaskan, meski itu menguntungkan baginya, namun Gege juga tak tega melihat Zay seperti itu, tapi di sisi lain juga, Gege tak mau menjelaskannya pada Gavriel karena ia malas dengan pertengkaran tentang cinta segitiga.


"Zay... Ayo bangun." Kata Gege memapah Zay.


"Kenapa kau hanya diam dan tak menjelaskannya pada Gavriel!" Teriak Zay.


"Apapun yang keluar dari mulutku hanya akan menyulut kemarahannya, dia menatap mu dengan tatapan tak percaya, sekeras apapun aku meyakinkan dia tetap saja dia tak akan percaya, karena dari awal dia sudah di penuhi amarah." Kata Gege.


"Cukup Zay... Jangan menagis lagi..." Kata Gege menghapus air mata Zay dengan kedua ibu jarinya.


Namun Zay tak mendengar, dan terus menangis sesenggukan.


Tak berapa lama, karyawan Alexa pun datang membawa beberapa gaun.


"Nona Zay, kami datang." Kata Karyawan tersebut yang baru saja masuk ke ruangan.


"PERCUMA!!! KALIAN SEMUA DI PECAT!!! DASAR TIDAK TAHU WAKTU DAN TIDAK PROFESIONAL!!!" Teriak Zay.


Para karyawan Alexa tak mengerti, seketika mereka saling memandang sedih dan menangis, kenapa mereka di bentak di pecat.


Gege masih mencoba menenangkan Zay, kemudian Zay maju dan merebut gaun yang di bawa karyawan itu dengan kasar dan masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.


Setelah beberapa saat, Zay keluar dengan gaun baru, dan melihat para karyawan masih ada di situ dengan menangis meminta belas kasihan.


"Kalian masih di sini!!! PERGIIIIIII!!!!" Teriak Zay murka sembari menangis.


Gege kemudian menyuruh mereka pergi agar tak menyulut emosi Zay lagi.


Zay kemudian mengepaki barang-barangnya masuk ke dalam tas, beberapa ponselnya juga ia masukkan, lalu dompet dan kunci mobil.


"Mau kemana?" Tanya Gege.


"Batalkan konferensi persnya, aku ingin mencari dan menyusul Gavriel." Kata Zay sembari menangis.


Gege hanya menahan nafasnya dan menyimpannya dalam-dalam, sejujurnya ia sangat khawatir dengan Zay.


Kemudian setelah Zay pergi dan mengendarai mobilnya sendiri, Gege menghubungi para pengawalnya.


"Awasi Zay, dari kejauhan jangan sampai ketahuan. Lalu cari dimana Gavriel." Kata Gege memberikan perintah pada pengawalnya.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2