
Ben sudah sampai di Club Black Diamond, saat itu Grace pemilik Club, yang memiliki tubuh gemuk menyesap cerutunya lalu memberikan cerutu pada wanita di sebelahnya yang selalu menemani dan Grace menunduk hormat pada Ben.
"Selamat datang, Tuan Ben. Sudah sangat lama." Kata Grace.
Ben duduk di sofa.
"Saya akan menyiapkannya, anda bisa memilih sendiri, tentunya saya sudah memberikan informasi tentang apa yang anda tidak sukai, dan akan membuat anda membencinya." Kata Grace.
Ben diam.
Grace pergi memanggil para anak-anak asuh kesayangannya, mereka adalah wanita-wanita double golden yang artinya adalah tingkat tinggi, bintang Culb, dan memiliki spek tinggi, dari kencantikan dan cara bekerja.
Pintu ruangan di buka, dan setidaknya ada 10 wanita akan menghadap Ben.
Tiba-tiba seorang wanita seksi yang berparas cantik yang melihat Ben seketika mundur dan tidak berani masuk.
Itu adalah Ansella.
"Nyonya Grace... Sa... Saya tidak bisa." Kata Ansella di luar ruangan.
"Kenapa tidak bisa." Kata Grace kesal.
"Sa... Saya..." Ansella kebingungan.
Sejujurnya Ansella sangat takut pada Ben setelah kejadian 2 tahun lalu, Ansella selalu merasa trauma dan mimpi buruk setiap ingatannya kembali pada kepala yang di tembak, lalu daging otak yang menyebar di sekujur wajahnya.
"Sa... Saya pernah membuat Tuan Ben tidak senang dengan pelayanan saya, menurutnya pelayanan saya sangat buruk." Kata Ansella.
"Hmmm... Baik lah kau jangan masuk. Aku tidak menyangka kau pernah melayani Ben dan dia tidak senang. Kau pasti ketakutan." Kata Grace.
Kemudian 9 wanita pun sudah masuk semua.
"Anda bisa memilihnya tuan." Kata Grace.
"Jumlahnya ganjil." Kata Ben.
Grace hanya diam dan menelan ludah.
"Ujung dan ujung." Kata Ben.
Ben memilih 2 wanita yang berdiri paling ujung kanan dan ujung kiri.
Setelah 2 wanita di pilih semua orang meninggalkan ruangan itu, Traver pun juga pergi, dan berjaga di depan ruangan.
Namun Ben tak mengetahui, jika ternyata Daisy sedang bergerak menuju Club Black Diamond.
Saat itu 2 wanita sudah duduk bersimpuh di bawah kaki Ben.
"Kalian tahu peraturannya?" Tanya Ben.
"Kami tidak di perbolehkan berbicara dan menyentuh anda." Kata salah satu wanita.
Ben diam.
"Tuan tapi sebelum itu, boleh kah saya memperkenalkan diri."
__ADS_1
"Terserah." kata Ben menyesap alkoholnya.
"Nama saya Nicole. Tuan." Kata wanita yang memiliki tubuh seksi berambut pendek.
"Lalu Daivy." Kata wanita satunya yang rambutnya panjang.
Jantung Ben gemetar.
"Siapa?" Tanya Ben
"Daivy Tuan." Kata nya lagi.
Ben diam sejenak, ia memikirkan Daisy, nama mereka hampir sama. Namun, tentu saja wajah mereka jauh dari selera Ben.
"Lakukan sekarang." Perintah Ben.
"Baik Tuan."
Kemudian mereka menurunkan celana Benjove, dan mulai bekerja dengan mulut-mulut mereka.
Ben memakai sarung tangan hitam, dan urat-urat rahang dan lehernya mulai terlihat menonjol, Ben mulai menegang ketika lidah dan mulut mereka saling bergantian melakukan tugasnya untuk memberikan Ben kepuasan.
"Ya lakukan seperti itu, lanjutkan terus dan sembunyikan tangan kalian." Kata Ben.
"Mmmm...."
Hamlir satu jam dan cairan pun keluar, saat berada di dalam mulut Daivy.
"Telan itu dan lanjutkan lagi. Kata Ben.
Ben belum juga puas meski ia telah mengeluarkan cairan, miliknya masih berdiri dan menegang.
"Ini tak akan berhasil." Kata Ben memikirkan Daisy.
Pikiran Ben terus terisi oleh Daisy, bahkan ketika ia merasakan kenikmatan pun, tanpa sadar mulutnya memanggil Daisy.
Di luar Club seseorang bergegas masuk, namun di halangi oleh para penjaga Club.
"Jika kalian tidak menyingkir aku akan mematahkan tangan kalian." Kata Mena.
Para penjaga pun ciut, siapa yang tak kenal Mena sang pengawal Ben, meski begitu seluruh pengawal Ben memang terkenal tangguh membuat siapapun menjadi ciut.
Akhirnya Daisy dapat masuk ke dalam Club, ia kemudian melihat ada Ansella sedang berjalan.
"Ansella..." Kata Daisy lirih.
Daisy mengejar kemana Ansella pergi.
"Nona pelan-pelan bahaya." Kata Mena mengikuti Daisy.
Dengan cepat Daisy menggapai tangan Ansella, membuat Ansella terkejut dan panik.
"Ka... Kau... Di sini... Kau masih hidup Daisy...!!" Kata Ansella membelalakkan mata. Tubuhnya gemetaran.
"Apa kau..." Tanya Daisy.
__ADS_1
Daisy belum selesai melanjutkan pertanyaannya dan Ansella langsung menyela.
"Bukan....!!! Bukan aku.... Aku bersumpah Daisy itu bukan aku.... Aku bahkan tidak berani masuk ketika tahu dia adalah Tuan Ben!!!" Teriak Ansella dengan wajah takut.
Daisy terkejut kenapa Ansella ketakutan.
"Lalu dimana Ben?" Tanya Daisy.
"Ada di ruangan VIP." Kata Ansella.
"Antar aku ke sana."
"Tapi... Jangan katakan aku yang membawamu Daisy, aku sangat takut pada Tuan Ben, setelah kejadian 2 tahun lalu, aku mengalami trauma hebat. Aku benar-benar tidak mau berhubungan dengan Tuan Ben lagi, aku tak mau bermain dengan iblis neraka." Kata Ansella.
Daisy mengangguk pelan. Mena cukup terhibur melihat Ansella menjadi ciut.
"Tapi Daisy sebelum itu, mungkin ini waktu yang tidak tepat, bisakah kau menanyakan pada Tuan Ben dimana dia menyembunyikan ibuku? Setelah kejadian 2 tahun lalu, aku berusaha meminta maaf pada ibuku karena telah meninggalkannya, namun Kota S sekarang sangat berbeda, aku mencari-cati ibuku tapi belum memiliki hasilnya." Kata Ansella ketakutan.
"Mungkin aku tidak dapat menanyakannya pada Ben, kau lihat sendiri kondisi keadaan hubungan kami, tapi aku akan menanyakannya pada Traver, berikan nomormu pada Mena aku akan menghubungi mu nanti." Kata Daisy.
"Terimakasih Daisy, dan maafkan segala sikapku padamu selama ini." Kata Ansella.
Daisy mengangguk pelan, wajahnya masih terlihat sedih.
"Ayo akan ku antar dimana ruangan Tuan Ben." Kata Ansella.
Kemudian Ansella membawa Daisy, dari kejauhan Traver sudah terlihat.
"Maaf Daisy aku hanya bisa memberitahumu sebatas ini, kau sudah bisa menemukannya bukan, Tuan Traver sudah terlihat dari sini." Kata Ansella.
Daisy mengerti dan mengangguk paham.
"Tapi Daisy, saranku adalah, kau tak seharusnya melihatnya, karena sekali kau melihatnya kau tidak akan pernah melupakannya, kau hanya akan teringat peristiwa ini dan kemungkinan kau tidak akan memaafkan Tuan Ben. Ada 2 wanita yang melayani Tuan Ben, meski mereka tidak melakukan hubungan badan, dan wanita itu tidak di perbolehkan menyentuh Tuan Ben, karena Tuan Ben bisa murka, tapi melihat sifat dan watakmu, kau akan tetap sangat terluka." Kata Ansella.
"Terimakasih untuk sarannya." Kata Daisy lemah.
Kemudian Daisy berjalan bersama Mena yang ada di belakangnya.
Traver terkejut melihat Daisy berjalan menuju padanya.
"Nona Daisy bagaimana...." Traver membulatkan matanya. Tak percaya Daisy tahu dan menyusul mereka.
"Apa Ben di dalam." Kata Daisy.
"Nona..." Traver tidak ingin Daisy masuk, dan menutupi pintu dengan tubuhnya.
"Jangan halangi." Kata Daisy
"Tapi Nona, saya mohon anda akan terluka jika melihat..." Kata Traver tidak sampai hati.
Saat itu tubuh Daisy memang gemetar hebat, dan Trvaer serta Mena pun melihatnya. Daisy berjuang untuk bertahan tetap berdiri, meskipun kakinya terasa lemas dan gemetar hebat.
Keringat dingin mengalir di tubuh Daisy, bahkan sudah mengalir di pelipis Daisy.
Jantung Daisy berdegup tak karuan seperti ingin meledak, perut Daisy merasa di aduk tak karuan mencium bau tak enak di dalam Club dan bau parfum menyengat yang bercampur menjadi satu dengan macam-macam bau sebagainya.
__ADS_1
Daisy mengambil nafas panjang, air matanya hendak jatuh namun masih berjuang untuk menahannya.
Bersambung