Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 159


__ADS_3

25 Tahun Kemudian


Hari ini Negara K dan negara-negara lain di hebohkan dengan media masa yang secara besar-besaran memberitakan seseorang akan menggantikan posisi Benjove Haghwer sebagai presdir Benz Group. Perusahaan besar yang terkenal telah meletakkan cakar dan akarnya besar-besaran di seluruh pelosok dunia, perusahaan yang berperan penting dalam laju perekonomian dunia.


Bukan hanya itu, seluruh aset serta kekayaan dan semua yang di miliki Ben akan di serahkan pada pria muda itu, pria muda yang tampan dan di nobatkan sebagai pria termuda paling sukses di era dan tahun ini.


Zac Haghwer telah melebarkan namanya lebih dulu di luar negeri, sebelum menempati posisi ayahnya, ia berulang kali menduduki singgasana teratas di perusahaan luar negeri tempatnya merintis karir.


Bukan serta merta Ben menempatkan Zac di luar negeri jauh dari negara dan keluarganya, semua itu semata-mata untuk menempa mental Zac agar dia menjadi petarung dan pesaing yang tak di pandang remeh, agar semua orang dapat berpikir ulang jika mereka ingin menggulingkan Zac


Sebagai gantinya Zac tentu saja mendapatkan apa yang ia capai yaitu menjadi pemimpin baru yang akan merombak sistem kerja di perusahaan dengan era nya, lebih modern dan lebih tertata. Pemimpin Benz Group.


Pria muda yang sangat sulit sekali di ekspose, juga di gadang-gadang begitu tampan melebihi pangeran paling tampan di kerajaan.


Semua rumor pun sudah menyebar bagai virus yang sangat cepat. Di kabarkan bahwa pria muda anak sulung dari Benjove, tabiatnya lebih mengerikan dari sang ayah. Jika Benjove adalah monster, anaknya adalah iblis yang tak kenal belas kasih.


Bukan tidak mungkin Zac berubah menjadi seperti itu, semuanya di awali dengan tempaan dan didikan keras Ben, hingga tak ada hari tenang bagi Daisy melihat anaknya di tekan oleh Ben.


Selama 25 Tahun, Daisy dan Ben akhirnya memiliki hubungan yang dingin, mereka berdua selalu bertengkar karena masalah cara asuh dan didikan yang berbanding terbalik.


Entah sudah berapa ribu liter air mata yang Daisy tumpahkan, ketika ia melihat anaknya Zac dan Zay melakukan sesuatu yang menurutnya tak wajar bagi anak-anak dan saat remaja.


Hari ini, adalah penantian paling penting bagi Daisy di mansion, karena sudah bertahun-tahun Daisy tak melihat anaknya.


Dalam perjalanannya pulang ke Negara K, Zac Haghwer ternyata tak langsung menuju mansion, ia memilih langsung menuju perusahaan Benz group, saat semua acara sudah di susun dan semua telah di hadiri para petinggi perusahaan, saat itulah Zac menaiki mimbar, dari pintu arah lain. Itu adalah acara penyambutan dirinya atas jabatan dan posisi baru Zac.

__ADS_1


Semua wanita terkesima, mereka terhipnotis dengan wajah muda yang tampan berkulit putih bersih.


Tubuh nya begitu ideal, dan memiliki tinggi tubuh yang hampir setara dengan ayahnya.


Setelan jas yang mahal, rapi dan licin, tentu saja membuat Zac semakin berwibawa, tatapan dingin dan begitu fokus, dengan mata yang tajam dan tak pernah sedikit pun melempar kan senyuman, Zac adalah duplikat ayahnya yang sempurna, jika ada kata dan kalimat di atas kata sempurna itu adalah Zac.


Para media dan kameramen telah meliput acara itu secara live di seluruh stasiun televisi, karena perusahaan Benz group adalah perusahaan besar yang selalu di nantikan beritanya oleh seluruh kalangan masyarakat, bahkan dunia.


Di dalam mansion yang sangat besar dan mewah Benjover Haghwer menikmati waktu luangnya ia duduk menyilangkan kaki dan menyedekapkan tangannya, tentu saja pria itu ingin mendengar pidato apa yang akan anaknya sampaikan di hari pertamanya menjabat sebagai presdir.


Sedangkan sang kakek, Mark Waldorf yang juga duduk di depan Ben tersenyum-senyum melihat cucu nya tumbuh menjadi pria tampan yang menawan, belum lagi aura kharismatiknya yang begitu angkuh dan dingin.


Mereka melihat dari layar kaca televisi yang besar, gambar Zac Haghwer yang masih muda, tampan, segar dan berperawakan tinggi, tentu saja langsung menyihir semua orang.


Ben tersenyum kecut, sudut bibirnya terangkat.


"Dia menjadi arogan dan dingin ketika aku menyuruhnya untuk mengurus perusahaan di luar negeri." Kata Ben berdiri.


"Tentu saja dia terluka, Zac selalu menuruti semua perintah dan semua pendidikan yang kau berikan asal Zac tetap berada di dekat ibunya, hanya ibunya yang selalu bisa menghangatkan hatinya, tapi kau justru menjauhkannya dari ibunya. Sepertinya dia menjadi lebih sombong ketika kau memberikan posisimu. Artinya dia merasa menang dari mu." Kata Mark Waldorf kemudian menjalannkan bidak caturnya kembali.


"Dia kurang ajar, tidak menghormati tamu yang lebih tua darinya. Aku tak pernah mengajarkan itu. Acara itu pasti sudah di rancang jauh-jauh hari, setidaknya dia harus menghargainya, banyak orang terlibat dalam rencana itu." Kata Ben kemudian berpaling ke arah bidak caturnya dan menggerakkan kuda.


"Skak." Lanjut Ben.


Mark tersenyum, dan berpikir kemana ia akan menyelamatkan Ratunya.

__ADS_1


"Ya... Bisa saja dia memiliki dendam, meski tak ia katakan, bagaimana pun kau berperan penting dalam penyiksaan di kehidupan Zac." Lanjut Mark.


"Itu bukan penyiksaan, tapi pendidikan dan pola asuh yang disiplin." Bantah Ben.


Mark menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya.


"Kau berjuang sendirian agar Zac menjadi seperti sekaramg meski aku tahu di dalam hati Zac sangat terluka karena harus berpisah dengan ibunya, hingga Daisy sampai detik ini mendiamkanmu, apakah hubunganmu dengan Daisy masih seperti dulu?"


"Ya... Kami masih pisah ranjang. Aku melakukan semua itu hanya agar anak-anakku setidaknya bisa melindungi diri mereka sendiri ketika aku mati dan tak bisa lagi melindungi mereka, ataupun setidaknya anak-anakku bisa melindungi Daisy."


"Pikiranmu terlalu jauh." Kata Mark menggeser Ratunya.


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, aku memikirkan semua itu ketika Carlos mengkhianatiku, semua hal bisa terjadi, musibah, bencana, dan kebangkrutan ataupun semua hal yang ingin mereka rebut dari anakku, aku tak punya pilihan lain selain mendidik mereka menjadi lebih keras. Skak!" Kata Ben.


Mark mendesahkan nafas, ia mengerti apa yang Ben rasakan, dunia mafia tak pernah bisa di prediksi, siapapun yang terkuat ia akan memakan, dan siapapun yang lemah ia akan di makan, pemikiran Ben memang benar dengan menjadikan Zac dan Zay menjadi tangguh namun, ada pikiran yang selalu menganggu isi kepala Mark.


"Aku dengar dia bermain dengan wanita lagi." Kata Mark.


"Aku tidak tahu dia mendapatkan sifat itu dari siapa, tapi Traver sudah mengurus semua wanita yang tidur dengannya." Kata Ben.


"Sepertinya sifat play boy itu menurun dari sang kakek." Kata Dereck menyentil Mark, tiba-tiba saja Derreck ikut bergabung dalam pembicaraan itu setelah sekian lama hanya diam membaca koran.


"Dia antara kita tidak ada yang play boy, entah meniru siapa, tapi pastikan dia tidak tersandung masalah dan mencoreng citra nama baiknya." Kata Mark Waldorf.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2