Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 175


__ADS_3

Pada akhirnya Zac, dia berangkat terbang ke Luar Negeri, pada siang hari.


Penerbangan di tempuh selama beberapa jam, dan selama itu juga ia tak tahan melihat Gaby yang memiliki wajah pucat dan pasi. Akhirnya Zac menyuruh Gaby untuk terus berbaring di kamar pesawat.


Saat mendarat di bandara pribadi wilayah AS, Zac langsung menyuruh Traver untuk memanggil dokter karena ia merasa Gaby harus segera di berikan perawatan dan tindakan darurat.


Selama penerbangan Zac juga berulang kali memarahi para pramugari yang tak becus dan tak bisa merawat Gaby.


Matahari terik sudah berada di posisi garis lurus dan tegak, tepat di atas kepala, Zac menggendong Gaby turun dari pesawat pribadinya dan langsung memasuki mobil mewah yang sudah berderet menjemput Zac.


Perjalanan menuju apartmen di tempuh tak begitu lama.


Kedatangan Zac di sambut oleh para karyawan apartmen, namun mereka terkejut ketika melihat Zac keluar dati mobilnya menggendong seseorang dan itu adalah wanita.


"Apakah dokternya sudah sampai." Kata Zac bertanya pada Traver.


"Seharusnya sudah Tuan."


"Seharusnya? Bagaimana kalian bekerja. Pastikan dokternya sudah datang." Kata Zac dingin.


Kemudian Zac naik ke atas dan benar saja sang dokter sudah menunggu di depan pintu apartmen miliknya.


"Selamat siang Tuan Muda, saya dokter yang akan melayani pemeriksaan anda." Kata dokter wanita yang masih muda.


"Traver buka pintu." Perintah Zac tak menghiraukan dokter muda itu.


"Baik Tuan." Segera Traver menekan angka-angka password dan membuka pintu.


Zac masuk dengan masih menggendong Gaby, dan langsung menuju kamarnya.


"Periksa dia, perutnya sakit." Kata Zac.


"Ya Tuan? Saya pikir anda yang harus di periksa."


"Kau pilih-pilih pasien?


"Ti... Tidak Tuan tentu saja tidak."


"Lalu lakukanlah." Kata Zac dingin.


Dokter itu kemudian memeriksa Gaby.


"Dia datang bulan di hari pertama, sakitnya semakin buruk." Kata Zac.


"Sepertinya dia terlalu stress, saya akan memberikan obat agar dia bisa istirahat dengan baik, dan saya akan memasang infus untuk memasukkan elektrolit. Jika kekuarangan cairan akan bahaya." Kata Dokter itu.

__ADS_1


"Terserah kau saja, yang penting dia bisa sembuh."


"Datang bulan di hari pertama biasanya memang seperti ini Tuan, anda tak perlu khawatir."


"Tak permu khawatir? Bagaimana aku tak khawatir sepanjang penerbangan dia yang biasanya sangat cerewt tiba-tiba hanya menutup mata dengan wajah pucat dan pasi, bagaimana kalau dia mati."


"Saya jamin, sakit datang bulan ini masih pada tahap wajar, Nona ini tak akan mati Tuan."


"Bagus kalau begitu, lakukan tugasmu aku akan ke kamarku. Jika terjadi sesuatu padanya kau akan ku bunuh! Traver, antar dokter itu keluar jika sudah selesai." Perintah Zac.


"Baik Tuan." Kata Travef menundukkan kepala.


Sesuai rumornya dan gosipnya, kini menjafi fakta di depan mata sang dokter. Bahwa tabiat Zac memang arogan, dingin dan sangat kasar, dia iblis melebihi sifat sang ayah.


******


6 Hari kemudian~


Di AS Zac terus saja sibuk, ia bahkan sampai jarang pulang ke apartmen karena menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang kebetulan perusahaannya berada di AS perlu pengawasannya lebih ketat.


Beberapa petinggi perusahaan berusaha untuk mengambil keuntungan pribadi, dan Zac berusaha untuk menyingkirkan mereka semua lalu merombak dengan anggota baru.


Semua itu tidak mudah, sehingga Zac beberapa hari pun menginap di perusahaan.


Kadang, ia juga mengkhawatirkan Gaby yang ada di apartmen sendiri, namun setiap jam ia menghubungi dokter yang merawat Gaby. Zac selalu mewanti-wanti Dokter tersebut untuk menjaga Gaby, dan melaporkan setiap jam padanya keadaannya Gaby.


Di kursi kebesarannya, Zac yang belum tidur sepanjanh malam masih bekerja dan kemudian memeriksa emailnya apakah Clarissa sudah mengirimkan berkas-berkas terkait akuisisi perusahaan Giant.


Ternyata saat melihatnya, Clarissa sudah menyelesaikanya dengan baik.


Sejujurnya Zac juga ingin mengajak Clarissa untuk ikut ke Luar Negeri, karena pekerjaan Clarissa selalu memuaskan, namun ia tak bisa, Clarissa adalah orang kepercayaan ayahnya yang selalu berada di samping Ben, ia pasti tidak akan bisa menutup mulutnya jika Zac melakukan sesuatu tentang penyakit impotennnya. Berbeda dengan Traver, Zac sudah bersama Traver sejak kecil hingga ia bisa percaya penuh dengan Traver.


Zac tak ingin keluaragnya tahu, bahwa ia tak bisa memakai "bendanya miliknya" selama 25 tahun ini, bahwa ia belum pernah merasakan apa itu Klimakss dan Ejakulasi, ia malu dan tak percaya diri.


Zac kemudian melihat jam, saatnya melakukan pertemuan dengan pemilik Giant Grup.


Zac berganti pakaian terlebih dulu dengan pakaian yang lebih rapi dan dengan tampilan yang sangat tampan Zac turun, ia melihat Traver berdiri di ambang pintu ruang kerjanya.


"Kita berangkat Traver." Kata Zac.


"Baik Tuan."


Kemudian Zac berangkat ke perusahaan Giant Grup, yang paling terkenal dan paling besar di AS, tak butuh waktu lama untuk perjalanan itu dan ia sudah sampai di sana.


Sekretaris presdir Giant gelagapan ketika mendengar Presdir Benz Grup datang berkunjung tanpa pemberitahuan lebih dulu.

__ADS_1


"Tuan... Anu Tuann... Muda... Presdir, hari ini sedang ada pertemuan penting, jadi anda tidak bisa masuk." Kata Sekretaris itu


Zac memandang dengan aura membunuh yang dingin dan kejam, secara otomatis sekretaris itu mundur dan tak berkutik, Zac kembali melangkah dan di belakangnya Traver mengikuti dengan setia.


"Dia ingin menahanku? Dia pikir siapa!" Kata Zac kesal.


"BRAKK!!" Zac menendang pintu dengan kasar.


Terlihat seorang wanita seksi sedang duduk di atas pangkuan pria, dengan posisi mengangkang, mereka sedang bercummbu.


"Ohhh Shiit!!!" Teriak wanita itu.


"Wanita itu adalah Gloria Tuan Muda Zac, pemilik atau pewaris sah Perusahaan Giant Group." Bisik Traver.


Zac kemudian masuk.


"Siapa kau berani-berani nya lancang masuk ke ruanganku! Sekretarisku seharusnya menahanmu kan! Dimana dia!!" Teriak Gloria membenarkan pakaiannya yang terbuka dan terlihat payudarrannya.


"Nona Gloria, beliau adalah Presdir perusahaan Benz Group, Tuan Muda Zac Haghwer." Kata Traver kemudian.


"Apaaa...!!!" Gloria melongo, mulutnya menganga dan sangat syock sembari masih menutupi payudaarannya yang terbuka.


"Nona Gloria..." Sekretaris Gloria tertatih dan masuk ke dalam ruangan ia tak bisa menghentikan Zac masuk.


"PLAAKKK!!!" Gloria menampar sekretarisnya dengan keras.


"Bisa-bisanya kau membuatku menerima tamu penting yang agung salam kondisi ku seperti ini!!" Teriak Gloria marah.


"Maaf Nona Gloria saya sudah berusaha."


"Mati saja kau!! Enyahlah dari hadapanku bodoh!!!" Teriak Gloria.


Zac diam dan masih tenang, dengan wajah dingin dan angkuh.


"Tuan Zac silahkan duduku" Pinta Gloria memakai bajunya kembali.


Namun, yang membuat Zac semakin dingin dan tidak suka adalah keberadaan pria yang ada di hadapannya.


Pria yang bercumbu mesra dan bermain-main dengan Gloria.


Zac ingat betul, wajah pria itu, dia adalah pria yang berkencan dengan Gaby malam itu, wajahnya yang sangat jelek dan memuakkan tentu saja tak akan pernah Zac lupakan.


Wajah yang ingin sekali Zac remukkan, apalagi ketika melihatnya ada di sini bercuumbu dengan Gloria dengan sangat tak tahu malu, kedua tangan Zac mengepal dan semakin ingin Zac meremukkan semua tulang belulangnya lalu membuangnya ke laut.


Zac hanya berdiri dan ia tak ingin duduk. Matanya terus melihat pada wajah yang sangat ia benci dan sangat menjengkelkan itu.

__ADS_1


Zac, ingat bagaimana pria itu terus menerus merayu dengan kalimat semanis madu dan selalu berusaha ingin menyentuh tangan Gaby ketika malam itu.


Bersambung


__ADS_2