
Operasi berjalan selama 12jam lebih, semua masih menunggu, pada akhirnya lampu merah yang menyala pun mati, pertanda bahwa operasi telah selesai.
Gavriel kemudian keluar dan melepaskan masker serta sarung tangannya.
Derreck, Daisy, Zac serta Traver dan Mena serta Casey langsung berdatangan.
Derreck mengangguk paham dan mengerti.
"Ben akan di tempat kan di ruangan isolasi, belum bisa di jenguk, masih dalam kondisi kritis, kita bicara di ruanganku." Kata Gavriel.
Semua mengangguk dan mengerti lalu mereka mengikuti Gavriel.
Sesampainya di ruangan, Derreck memberikan foto rongen dan menggelarnya di atas meja.
"1 peluru menembus organ vital dari belakang punggungnya untungnya dia tangguh, dan kami juga langsung bertindak, tapi yang paling membuat khawatir adalah dia mengalami syock karena pendarahan berat."
Daisy mendengar dengan lesu, belum ada kabar baik namun, setidaknya Ben masih ingin berjuang untuk tetap hidup.
"Beberapa hari ke depan kami akan terus melakukan observasi, jadi aku harap kalian mempercayakam kondisi Ben pada kami, semoga Ben bisa dengan cepat melewati masa kritis, dan kalian bisa menjenguknya."
Semua masih diam dalam pikiran mereka masing-masing, namun kemudian Gavriel memainkan bibirnya sedikit.
"Kalian tidak menanyakan padaku soal Douglas adalah kakakku?" Tanya Gavriel.
Semua pandangan langsung tertuju pada Gavriel.
"Aku tidak tahu harus mengatakan darimana, tapi aku sungguh minta maaf tentang kakakku... Ku pikir dia sudah mati."
"Jadi, hubungan kalian buruk?" Tanya Derreck.
"Begitulah, sejak kecil dia mengidap Bipolar Disorder dan Kepribadian Ganda. Dia memiliki 2 sifat yang berlainan, sosok yang lembut dan penyayang lalu satu dari kepribadiannya lagi adalah sosok yang sangat kasar, ambisus, dan emosional."
__ADS_1
"Saya dengar pemilik Pulau Tanpa Nama adalah Tuan Douglas, apakah sebelumnya anda tidak tahu?" Tanya Traver.
"Aku tidak tahu, dia sudah menghilang selama 10 tahun lamanya, sejak kecil dia tak pernah di izin kan untuk keluar, lebih tepatnya adalah dia di kurung di dalam mansion selain menjalani homeschooling dia juga melakukan pengobatan serta terapi, namun pada usia remaja, aku lupa tepatnya, dia berhasil kabur dari penjagaan, hingga 10 tahun lamanya namanya tak lagi terdengar, hingga akhirnya ibuku menjadi gila karena terus-terusan memikirkan dia dan kemudian sakit-sakitan lalu meninggal, Douglas masih tak terlihat datang mengunjungi pemakaman ibu, jadi ku pikir dia benar-benar telah mati." Kata Gavriel.
"Saya sudah mendapatkan informasi Tuan, selama ini Tuan Douglas mengasingkan diri di sebuah pulau yang tak berpenghuni, saya sedang mengirim orang untuk menyisir dan mencari informasi tentang keberadaan pulau itu dan ada apa di dalam pulau itu." Kata Traver.
Gavriel mengangguk.
"Jadi, bagaimana dengan Pulau Tanpa Nama, bagaimana dia bisa mendapatkannya dan bagaimana juga Ben tak mengenal Douglas? Ku dengar bukankah dulu mereka saling bersengketa karena pulau mereka saling menyambung?" Tanya Derreck.
"Untuk itu saya belum bisa memastikannya Tuan, apakah Tuan Ben sebenarnya telah mengenal Tuan Douglas ataukah belum, namun seingat saya, mereka bersengketa hanya melalui panggilan suara itu pun Tuan Douglas tak menyebut namanya."
"Jadi, bagaimana sebenarnya Douglas ini, karena jujur saja akhir-akhir aku selalu mendengar cerita tentang dia, bahwa dia selalu memaksa dan merebut dalam hal bisnis." Tanya Derreck.
"Itu adalah kepribadiannya yang kedua, dan kini kepribadiannya yang utama telah tergerogoti, ku pikir sudah hilang, dan berubah sepenuhnya menjadi sosok yang kasar dan ambisius serta tempramental. Aku ingat, pada usia masih sangat kecil, dia begitu pennyayang dan lembut padaku, dia menggendongku dan selalu tersenyum, namun sifatnya mulai berubah-ubah ketika berusia 8 tahun. Kepribadian ganda yang dia miliki semakin menunjukkan keparahan, membuatnya tak bisa kemana-mana hanya di kurung di dalam mansion, itu yang membuatnya semakin gila, ia juga membenciku serta sangat iri padaku."
"Tapi, bagaimana Douglas mendapatkan begitu banyak uang. Sedangkan dia selama beberapa tahun mengasingkan diri, sempat membuat dan membangun pulau, namun kemudian mengasingkan diri lagi, sekarang dia menggebrak dunia bisnis dan membuat Pulau Tanpa Nama menjadi pulau yang terkenal." Kata Derreck.
"Itulah yang aku juga terkejut. Tak masuk akal, dia pergi tanpa membawa sepeser uang pun." Kata Gavriel.
Zac sedikit tersentak.
"Ku pikir karena ayah sudah di tangani oleh Paman Gavriel, ada sesuatu lagi yang harus kita lakukan, yaitu menyelamatkan Gia, dia pasti merasa sangat bersalah dan terpukul." Kata Zac.
"Bagaimana jika dengan umpan?" Tanya Daisy.
Semua orang melihat ke arah Daisy.
"Aku sebagai umpannya, agar Carlos keluar." Kata Daisy.
"Jangan lagi kau mengatakan itu!" Geram Derreck.
__ADS_1
"Tapi, dia anakku, Aku bahkan rela mati untuknya!" Kata Daisy.
"Tapi aku tidak rela kehilangan kau!!! Meski pun aku juga tak rela kehilangan Zay karena Zay keponakanku!"Teriak Derreck
Mena dan Casey hanya bisa saling pandang, jika saja taruhannya bukan nyawa Zay, mereka semua sudah bergerak, namun mereka tak bisa mengambil resiko karena Carlos adalah pria yang sangat sulit di atasi, dia memiliki keinginan nekat, cukup Ben yang membuat mereka semua terpukul, maka dari itu rencana kali ini harus di susun dengan sangat matang agar tak melukai siapapun lagi.
******
Di mansion, Gaby sedang terduduk di tepi ranjang dengan mengikat beberapa sprei dan baju serta beberapa korden menyambung satu demi satu, hingga akhirnya jadilah seperti tali panjang.
Gaby kemudian berganti pakaian menggunakan celana panjang dan kaos serta jaket lalu memakai sepatu yang nyaman untuk berpijak.
Setelah berganti pakaian, Gaby melemparka ikatan tali itu ke bawah dan sampailah ke tanah yang di tumbuhi rerumputan.
"Sebelum pengganti Jhonder datang, aku harus pergi dari sini, atau aku tak kan pernah bisa pergi sama sekali." Kata Gaby.
Kemudian Gaby pun menuruni tali itu perlahan demi perlahan, sedikit demi sedikit, setapak demi setapak dari lantai 2 kamarnya.
Saat itu sudah menjelang pagi, para pengawal juga jam pergantian shift, membuat beberapa pengawal pun tidak fokus karena sedang mengobrol satu sama lain.
Langit masih gelap karena matahari belum menyembul, kedua kaki Gaby pun akhirnya berpijak di atas rerumputan hijau yang selalu di rawat dengan baik oleh para tulang kebun yang mahir.
Gaby kemudian mengambil tas ranselnya dan ia pakai.
Dengan berlari Gaby mengambil jalan rahasia yang ia buat ketika masih kecil, Gaby berjongkok dan kemudian merangkak masuk ke dalam semak-semak belukar di belakang mansionnya, sebuah tembok pagar menjulang tinggi, Gaby membuka sebuah penutup terbuat dari kayu yang sudah usang, dan terowongan yang gelap pun terlihat dalam tanah.
Gaby menelan ludahnya, sudah sangat lama ia tak menggunakannya.
"Aku mati atau tidak akan tetap sama saja. Jadi aku akan memilih untuk melewati terowongan ini." Kata Gaby mantap.
Gaby kemudian masuk ke dalam terowongan yang gelap, kemudian ia mengeluarkan senter dan menggigitnya dengan giginya.
__ADS_1
Dalam pikiran Gaby adalah, ia akan menemui Zac, hanya Zac tujuannya, hanya dia yang bisa melindunginya, dan ia yakin Zac akan menerima dia dan melindungi serta menjaganya.
Bersambung