
BONUS UPDATE 1 BAB DULU, KASIHAN GAK TEGA SAMA KALIAN YANG BERHARAP BANGET SAYA UPDATE. TERIMAKASIH UNTUK DUKUNGANYA~
Tubuh Gaby sudah basah kuyup penuh oleh keringat yang bahkan sudah seperti sedang mandi, rambutnya menempel di leher karena keringat yang mengucur, leher jenjangnya dan tubuh rampingnya sudah begitu banyak terdapat bekas cupangg.
Zac terus bergerak dan memompa tubuh serta pinggulnya yang kuat, tubuhnya yang berorot dan juga kuat memperlihatkan betapa indah tubuh kekar itu.
Betapa kuat dan tangguhnya Zac yang tak merasa lelah sedikitpun, meski peluh keringat dan nafasnya saling berlomba.
Setelah berlalu beberapa jam dan Gaby audah berulang kali merasakan luncak kenikmatan hingga tubuhnya melengkung dan bergetar, Zac kemudian mencabut miliknya dan memutar tubuh Gaby dengan lembut, agar menungging membelakangi dirinya, dan Gaby hanya pasrah tak berdaya karena di hujami berkali-kali merasakan puncak kenikmatan.
Zac mengambil pengamanya yang berukuran xxl tersebut, dan menggigitnya, setelah memasangnya Zac kembali memasukkannya ke dalam milik Gaby dari belakang.
"OOHHHH....!!!" Gaby yang menungging terkejut dengan sensasinya, ia meremaas sprei tak berdaya.
Sedangkan urat-urat dan otot di tubuh Zac mulai katif dan menonjol kembali, dalam posisi tersebut milik Zac seperti di remas dan sangat sempit serta begitu keras milik Gaby menghisap miliknya untuk masuk.
"Da*mnn...!!" Umpat Zac memeluk Gaby dari belakang dan meremas kedua payudaraa milik Gaby.
"Shii***....!!!" Kembali Zac mengumpat, karena posisi itu membuat miliknya semakin berdenyut dan ingin meledak.
Zac kemudian memompa pelan dan lembut sembari meremas kedua gunung kembar milik Gaby, sesekali Zac menggigit pelan dan dan menghisapp leher serta bahu Gaby hingga meninggalkan bekas gigitan serta cupangg.
"NGGHHHH.... OOOHHHHH ZAAACCC.... AKU TIDAK TAHAANN.... MMMMHHHH....!!!"
Ketika Zac mempercepat ritme gerakannya, Gaby kembali merasakan puncak kenikmatan sekali lagi dan itu cukup panjang. Tubuhny gemetaran hebat.
"UGH!!!" Zac sendiri masih mendorong dengan kuat dan cepat, ia pun sedang merasakan detik-detik jebolnya dan tumpahnya sperm miliknya.
Betapa kuat dan kenikmatan yang tiada tanding, Zac akhirnya mencapai klimakssnya setelah dirinya memompa bagai kuda jantan yang berlari sangat kuat.
"AAGH!!!" Zac menggeram dan jatuh di atas tubuh Gaby.
Saat itu Gaby sudah lelah, dan tak kuat lagi, ia tidur tengkurap, dan di atasnya adalah Zac, kemudian Zac menarik miliknya dan membuang pengaman itu ke dalam tempat sampah.
Gaby bergerak lemah, ia kemudian melihat ke arah Zac, namun betapa kagetnya ia ketika melihat milik Zac masih berdiri tegak dan bahkan masih berurat menantang seolah tak terjadi apa-apa.
"Ba... Bagaimana..." Kata Gaby lemas dan lemah.
Tubuh Gaby sudah seperti di guyur keringat, seperti sudah berantakan, dan tubuhnya juga sudah begitu tak berdaya.
__ADS_1
Gaby di buat semakin terkejut, ketika Zac membuka pengaman lagi, dengan menggigitnya dan memasangnya kembali pada miliknya yang memiliki ukuran di luar normal.
"Tidaaakk... Aku tidak mauuu." Kata Gaby lemah.
Namun, Zac langsung memasukkan miliknya kembali ke dalam milik Gaby.
Saat ini posisi Gaby berbaring miring di depan Zac, Zac pun memeluk Gaby dan menciumi telinga Gaby.
Zac kembali memompa dengan posisi mereka tidur miring, dan Gaby mulai merasakannya kembali.
Sebuah deburan yang pelan namun lama kelamaan menjadi serangan dahsyat yang membuatnya gila.
Zac memompa dengan kecepatan yang kuat, ia tak berhenti dan tak ingin berhenti, ini adalah pengalaman pertamanya merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan, bahkan ketika para remaja mengenal yang namanya memuaskan diri mereka sendiri, Zac tak pernah melakukan itu, karena miliknya tak pernah berdiri.
Sebenarnya, jika pun milik Zac bisa berdiri, ia tetap tak ingin melakukan itu, karena ia harus bisa mencapai kenikmatan bersama-sama dengan orang yang juga merasakan kenikmatan.
"Gaby... Aku mencintaimu." Kata Zac tiba-tiba membisikkan kalimat cinta pada Gaby.
"Akuuu... Membenciimuuu!!! Kau... Telah... Membunuhh Ayahhhku....!!!" Kata Gaby terbata karena nafasnya yang pendek dan tubuhnya yang bergerak-gerak mengikuti irama pinggul Zac.
Zac semakin mempercepatnya, dan itu membuat Gaby kwalahan.
"OOHHH... AAAHHH.... MMMHHHH.... AAAHHHH....!!!"
"Ini juga demi kebaikanmu Gaby. Kau tidak akan terjerat lagi dengan kekejaman ayahmu." Kata Zac masih memompa dengan sekuat tenaga.
"Mmmhhh.... Eennghhh....!"
"Lupakanlah semua dendammu, dan aku berjanji akan membuatmu menjadi wanita paling bahagia di seluruh dunia ini."
Mendengar kalimat itu, sontak Gaby memberontak.
"LEPASKAN!!! SAMPAI KAPAN PUN AKU TAK AKAN PERNAH MEMAAFKANMU, KARENA KAULAH YANG TELAH MEMBUNUH AYAHKUU!!" Teriak Gaby sembari ingin mendorong dan menendang Zac.
Zac langsung mencengkram kedua tangan Gaby, dalam posisi terlentang, dan Zac kembali memasukkan miliknya lagi.
"LEPASKAAANNN KAU PEMBUNUHHH!!!" Teriak Gaby sembari menangis.
Zac kemudian melanjutkannya, ia memompa pinggulnya sekuat tenaganya, sangat cepat, sangat kuat, tak bisa di hentikan.
__ADS_1
"Aahhhh.... Aaaahhh.... Eeemhhhh.... Berhent....Berhentiii.... Mgghhhh ooohhhh aahhhh!!!"
Gaby meracau, pikirannya kosong, mulutnya terbuka lebar, matanya naik, karena kenikmatan yang begitu kuat, dan akhirnya Gaby merasakan orgasmeenya, tubuhnya melengkung tinggi, dadanya membusung, dan semua otot-ototnya menegang, tubuhnya seperti di setrum ber volt volt yang dahsyat itu adalah orgasmeenya yang paling kuat dan dahsyat seperti deburan ombak yang kuat menerjang bebatuan.
"OOOOoohhhhh....!!!" Desaahh Gaby dengan mengeratkan pelukannya pada Zac dan mengeratkan kedua kakinya ya g ada di pinggul Zac.
Zac masih memompa terus, ia ingin mendapatkannya lagi, mendapatkan kenikmatan itu, sekuat tenaga, hingga keringatnya menetes pada tubuh Gaby, dan urat-urat tubuhnya saling bergerak seperti mesin yang eksotik.
Pada akhirnya moment itu pun datang, Zac mengeluarkan semuanya di dalam pengamannya, miliknya berdenyut begitu kuat, dan ia mendorong berulang kali menyentakkan miliknya berulang kali agar masuk lebih dalam.
Geraman seperti harimau yang tertahan menggema di ruangan. Zac memeluk erat tubuh Gaby dan menciuminya.
"Aku mencintaimu.... Hilangkan dendammu..." Bujuk Zac masih memeluk dan tubuhnya masih menyentak tubuh Gaby.
"Tidak akan pernah...." Kata Gaby menangis dan memalingkan wajahnya dari Zac.
"Baiklah, jika itu maumu, kali ini jangan berharap kau bisa tidur." Kata Zac mengancam.
Zac kemudian melepaskan pengamannya, dan membuang lagi pengaman tersebut, lalu mengambil lagi pengaman, membukannya lagi dengan menggigitnya dan memasangnya lagi.
Kali ini Gaby benar-benar akan di buat remuk oleh Zac.
"Katakan kau mencintaiku Gaby..." Pinta Zac.
Gaby diam dan ketakutan, ia sudah lelah dan lemas, meski kenikmatan itu begitu menyenangkan, namun Gaby masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri yang begitu tega meninggalkan jejak moment seperti ini di hari kematian sang ayah, bahkan melakukannya dengan pembunuh ayahnya sendiri.
"Aku membencimuuu... Sangat membencimu..." Kata Gaby menangis.
"Baiklah, jadi, jangan pernah meminta untuk berhenti, karena aku tak akan berhenti." Kata Zac memasukkan miliknya kembali.
"Mmmhhh....!" Gaby menggigit bibirnya dan mencakar bahu Zac dengan kukunya.
Zac kemudian memeluk erat Gaby, lalu memompannya lagi.
Gaby merasakan kilatan-kilatan kecil kembali, tubuhnya merespon lagi, bagian sensitifnya begitu ingin di lanjutkan, namun batinnya bertolak belakang, ia merasa malu, hina, bersalah pada sang ayah, dan sangat sedih.
Gaby pun mencakar bahu Zac terus menerus, menggigit bahu Zac, dan sesekali menggigit leher Zac.
Bukannya Zac kesakitan, ia justru merasakan semakin semangat, dan bergairahh, Zac justru seolah seperti di rangsang dan semakin menjadi gila.
__ADS_1
"Aku pastikan kau tidak akan bisa tidur sampai besok pagi." Bisik Zac dan memasukkan lidahnya ke dalam telinga Gaby.
Bersambung~