
Mansion terpencil berada di ujung AS, sedang terlihat begitu sibuk, para pengawal menurunkan barang-barang muatan mereka. Box-box senjata dan persediaan bubuk mesiu serta peralatan untuk membuat bom.
Zay yang di borgol dengan rantai berjalan perlahan, Zay tidak bisa bergerak bebas, karena tangannya di rantai dengan di gantung bola besi besar, kedua kakinya juga di rantai dengan bola besi besar.
Saat itu Zay menyadari keberadaan Pasukan Amfibi Haghwer milik ayahnya, dengan pelan Zay turun dari kapal besar dan berjalan ke dermaga.
"Cepat sedikit." Kata pengawal itu.
"Matamu buta!" Zay memberikan kode tangan dan kakinya yang di ikat rantai begitu pendek dengan bola besi.
Pengawal itu menjadi canggung.
Namun beberapa langkah Zay berjalan di atas dermaga, ia menjatuhkan dirinya.
GEDUBRAK!!!
"Aaarghhh...!!!" Teriak Zay.
"Kau tidak lihat aku jatuh!!! Bantu aku!!!" Teriak Zay.
Kemudian pengawal itu melihat ke arah sekitar, para pengawal lain sedang sibuk menurunkan barang-barang dari atas kapal, kemudian pengawal itu pun hendak menolong, dengan cepat Zay memeluk pengawal itu, dan memiting dengan kedua kakinya.
GEDUBRAAKK!!!"
Suara itu menimbulkan para pengawal melihat aksi Zay.
Dengan cepat Zay mencekik pengawal tersebut dengan menggunakan rantai yang mengikat tangannya.
Zay mempercepat aksinya, karena para pengawal berlarian menuju pada dirinya.
Di rasa pengawal itu mati Zay melepaskan dan menendangnya ke laut.
Kemudian pengawal Amfibi pun menyembulkan kepalanya, dan memberikan sebuah kunci yang telah diambil dari pengawal itu.
Zay menerima itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya, penyelam Amfibi kemudian menyelam kembali di bawah dermaga.
"Kau memang susah sekali di atur! Kalau bukan karena Tuan Carlos kau sudah menjadi santapan kami semua Nona!" Geram pengawal itu.
Kemudian salah satu pengawal mengangkat Zay, dengan mencengkram baju milik Zay, hingga Zay terangkat naik.
"Bagaimana kalau kita cicipi saja dia, toh Tuan Carlos tak akan tahu, aku sebenarnya sangat terangsaang dan selalu membayangkan meniduri nya." Kata Pengawal itu hendak mencium Zay.
"SIIIUUWWW!!! DOORR!!!"
"Gubrakk!!!"
"Gedubrakk!!!" Zay juga terjatuh ke lantai kayu dermaga.
Semua mata pengawal di sekeliling Zay seketika melotot melihat sang pengawal yang mencengkram Zay, kepalanya sudah meledak karena tembakan.
"Beraninya." Kata Carlos meniup pistolnya.
"Siapapun yang berniat menidurinya sebelum aku, kalian akan berakhir seperti dia." Kata Carlos lagi mengancam.
Carlos pun mendekat pada Zay.
"Lepaskan rantai-rantai itu." Kata Carlos pada para pengawalnya.
Kemudian para pengawal hendak melepaskannya, namun Carlos menyadari sesuatu.
__ADS_1
"Tunggu." Perintah Carlos.
Carlos mencengkram pipi Zay dengan sangat keras.
"Keluarkan!" Kata Carlos.
Zay masih menutup mulutnya dengan rapat.
"Keluarkan!!" Teriak Carlos.
Zay pun mengeluarkan kuncinya perlahan dari bawah lidahnya.
Carlos menyeringai.
"Kau belum cukup mampu melawan ku." Kata Carlos.
"Lepaskan bola besinya!" Perintah Carlos.
Kemudian para pengawal melepaskan bola besinya, dan menyisakan borgol rantai yang ada di tangan dan kaki Zay.
Dengan cepat Carlos pun menggendong Zay di atas pundaknya.
"Plaakk!!!" Carlos memukul pantatt Zay.
"Saatnya kita berpesta!! Tak dapat ibunya, tapi aku dapat anak perawannya! Aku sudah tak sabar bagaimana lubangmu akan menggigit dan meremas milikku! Hahahahha!!!" Kata Carlos.
"Kau gila!!! Pria gila!!!" Teriak Zay.
"Teriaklah, tak akan ada yang akan mendengar." Kata Carlos santai sembari bersiul.
"SSSIIUUUWWWW... BUUUUMMMM!!!! DUUUAARRR!!!"
Kapal-kapal Carlos di ledakkan lebih dulu agar tak ada yang bisa melarikan diri atau kabur.
"SIUUUWW... SSIUUUWW... BUUUMMM....BOOOMMM.... SIIUUWW DUWAAARRR!!!"
Kini helikopter-helikopter milik Carlos yang berwarna merah memiliki logo De Hugo pun juga di ledakkan, puing-puingnya mental sampai kemana-mana dan terbakar hebat.
Semua kendaraan di ledakkan lebih dulu, agar Carlos yang pintar melarikan diri tak bisa lagi berkutik.
Semua pengawal yang tak menyangka akan di serang panik, mereka semua kalang kabut karena belum memiliki persiapan apapun, sedangkan senjata dan semuanya masih belum turun, semuanya ada di dalam kapal dan kapal telah di ledakkan.
"DODODODODDORRRRRR!!!! Tembakan-tembakan beruntun membabi buta namun tepat sasaran mengenai para pengawal Carlos.
"DODODODODORRRR!!!" Tembakan-tembakan beruntun dari senjata mematikan dengan kecepatan perdetik melumpuhkan para pengawal.
Casey memimpin pasukan penembak jitu yang ada di dalam helikopter.
Casey kemudian melemparkan tangga ke bawah dan turun, Helikopter memutar dan Casey berdiri di tangga yang masih menggantung di helikopter, ia menembaki para pengawal yang sedang menyiapkan bubuk mesiu di dalam box-box kayu dan senjata.
"DOR...DOR...DOR....!!!"
Para pengawal Carlos mulai menyusun perlawanan dan pertahanan, sedangkan Carlos berlari dengan menggendong Zay di bahunya dan masuk ke dalam mansion.
Di dalam Mansion, Carlos semakin terkejut, ternyata Zac dan Traver sudah ada di dalam.
"Bagaimana..." Carlos terpaku, tak percaya.
"Bagaimana aku bisa menemukan persembunyianmu?" Kata Zac.
__ADS_1
"Ssriinggg....!" Suara pedang di tarik dari sarungnya.
Zac menunjuk Carlos dengan pedangnya.
"Turunkan adikku." Perintah Zac dengan menodongkan pedangnya.
Carlos pun menurunkan Zay, kemudian Zay berjalan perlahan ke arah Zac dan Traver.
Traver pun dengan cepat membuka rantai borgol milik Zay.
"Benar-benar kau Zay... Bagaimana, kau bisa cinta buta dengan pria ini, merepotkan semua orang!" Kata Zac tanpa melihat Zay.
Zay hanya diam dan merasa bersalah sembari mengelus pergelangan tangannya yang bengkak dan membiru.
Zac melirik ke arah lengan adiknya, ia merasa kasihan.
"Lain kali, jika kau ingin dekat dengan pria pastikan aku mengetahuinya lebih dulu." Kata Zac.
"Maaf..." Kata Zay.
"Zay... Apa kau benar-benar sudah tidak menyukaiku? Bukankah, sebenarnya aku tak pernah menyiksamu, bukankah aku memperlakukanmu sebagai tawanan yang juga ku berikan kenikmatan? Ku perlakukan kau dengan baik. Aku mencium mu karena aku mencintaimu, aku menyentuhmu karena aku juga mencintaimu, aku hanya ingin membuat keluargamu kesal karena mereka tak pernah percaya denganku..." Kata Carlos.
Zay masih diam.
"Zay kemarilah dan percaya padaku..." Bujuk Carlos.
"Kita melalui banyak hal yang tidak mereka semua mengerti." Kata Carlos lagi.
"Bukankah kau mencintai ibuku." Kata Zay.
"Aku mencintaimu, aku hanya ingin bermain-main dengan Ben."
"Mulutmu memang pantas untuk di iris!" Kata Zac.
"Zay kemarilah..." Bujuk Carlos mendekat dengan perlahan.
"Cuihhh!!!" Zay kemudian meludahi Carlos.
Carlos pun marah, ia berlari dengan cepat dan tangannya mengambil sebuah tombak besi yang ada di patung Centaur, manusia setengah kuda, dengan cepat mengarahkan tombak itu pada Zac.
Dengan sigap Zac menghindar, Carlos kembali marah dan menodongkan, lalu menyerang Zac, dengan tangkas Zac naik ke atas tangga lompat naik ke atas teralis tangga, memutar tubuhnya dan menendang Carlos.
"Trang!!!" Tombak Carlos terjatuh.
Carlos sendiri juga terpental membentur patung, punggungnya cedera parah.
"UHUKK!!!" Darah mengucur dari dalam mulutnya.
"Zay... Aku benar-benar sangat mencintaimu, kau tidak boleh begini, aku mencintaimu Zay. Aku tidak bohong tentang ingin menikah dengan..."
"KRASSSSS!!!!"
Zac sudah muak dengan semua pembicaraan Carlos, dan menebas kepala Carlos. Darah muncrat di tubuh dan wajah Zac.
Kepala Carlos pun menggelinding tepat di bawah kaki Zay.
Tubuh Zay bergetar melihat betapa sadisnya sang kakak.
Bersambung\~
__ADS_1