Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 232


__ADS_3

Zac terus maju, hingga Gaby yang terus mundur sudah tidak bisa lagi, kakinya membentur dinding.


"Cobalah kabur dariku." Kata Zac dengan tatapan dingin dan tangannga masih mencengkram tangan Gaby.


"Kau tahu... Bahkan jika kau menangis darah, aku tidak akan pernah melepaskanmu."


"Kau jahat!!! Kau penjahat!!!" Teriak Gaby.


"Lalu, kenapa kau mendatangiku ketika aku sudah menyuruhmu pergi?" Kata Zac maju dan berbisik di telinga Gaby lalu menggigitnya kecil.


"Itu.... Duulu sebelum kau membunuh ayahku!" Kata Gaby gemetar menahan ******* ketika hisapan Zac yang dalam di telinganya.


"Dulu dan sekarang sama saja, aku tetap monster. Kau tidak akan pernah bisa membayangkan apa yang akan kau jalani denganku, mulai malam ini." Kata Zac.


Kemudian Zac menggigit leher Gaby, dan Gaby pun memberontak berniat mendorong tubuh kekar Zac yang tanpa pakaian hanya memakai lilitan handuk.


"Lepaskan!!!" Teriak Gaby sembari mendong Zac.


Namun Zac tak bergeming, ia langsung mengangkat Gaby dan membawanya keluar dan menaruhnya ke atas ranjang, lalu membantingnya pelan.


"Jangan... Jangan lakukan apapun padaku!!!" Teriak Gaby.


Zac maju dan menumpukan lututnya ke atas ranjang, lalu menarik kaki Gaby, membuat tubuh Gaby merosot di bawahnya.


"Jangan macam-macamm...!!!" Teriak Gaby.


Kemudian Zac mencengkram kedua pipi Gaby.


"Kau yang mendatangiku, kau yang meminta tinggal denganku... Kau lupa?" Tanya Zac mencium leher Gaby dengan lembut.


"Aku.... Masih berduka dengan kematian ayahku!!! Kau yang membunuhnya, aku membencimu sampai kapanpun aku tidak akan memaafkanmu!!! Jangan menambah moment hari ini menjadi semakin aku membenci dirimu!!!" Kata Gaby.


"Justru itu... Aku ingin membuatmu mengingat bahwa hari ini adalah moment yang sangat menakjubkan." Kata Zac tiba-tiba meremaas payuudara Gaby dengan lembut.


Dengan cepat Gaby ingin mendorong tangan kekar dan kokoh milik Zac yang meremass payuudarannya.


"Jangann.... " Kata Gaby.


Namun Zac terus melakukannya, memutarnya dengan lembut, memiliinnya dari balik baju Gaby, dan kemudian mencium leher Gaby dengan menyesap lembut dan menimbulkan bekas merah.


Gaby menggigit bibirnya, kedua tangannya mencakar lengan kekar Zac dengan kuku-kuku jemarinya.


"Aku membencimuu..." Kata Gaby dengan suara parau dan menggigit bibirnya.


"Dasar manusia kejam!!"


Zac tak menghiraukan Gaby yang mengutuknya berulang kali.


"KKREEEKK!!!" Baju itu di sobek dengan tanga kekar Zac lalu Zac melihat payudaraa menyembul dari balik bra milik Gaby.

__ADS_1


"AAARRGGGHHHH!!! DASAR BAJINGAN!!!"


Seketika Gaby menutupi payuudaranya dengan menyilangkan tangannya.


"Jangan pernah menodaiku, aku tidak akan memaafkanmu."


"Aku tidak perlu maaf dari mu. Aku hanya perlu menahanmu di sini dan kau akan jadi milikku." Kata Zac menarik tangan Gaby lalu dengan cepat menaikkan kedua tangan Gaby dan mencengkramnya hanya dengan satu tangan.


Tangan Zac yang lain menaikkan braa milik Gaby hingga sebatas dada dan kini braa itu ada di atas payudaraanya.


Nafas Gaby mulai memburu, antara emosi dan menahan gairah yang timbul akibat perbuatan Zac.


Zac kemudian menyesapnya, mengulummnya dan menghisapnya lembut.


Kekenyalan dan kelembutan payudaraa Gaby membuat Zac semakin hilang kendali, apalagi benda miliknya sudah mengencang dan membesar sedari tadi.


Zac menyedotnyaa keras hingga membuat Gaby tersentak.


"AAAAKK!!!" Tubuh Gaby terguncang.


Secara intens dan lembut, Zac kembali menyesapnya, lalu memainkan lidahnya di atas putiing Gaby.


Gaby menggigit bibirnya, ia tak ingin mengeluarkan suaranya, namun perlakuan Zac benar-benar akan membuat ubun-ubunnya meledak jika ia menahan suaranya terus menerus.


Zac kemudian bangkit dengan masih mencengkram tangan Gaby, lalu dengan tangan yang lainnya Zac mengambil sobekan baju milik Gaby dan mengikat tangan Gaby.


"Apa yang akan kau lakukan!" Kata Gaby berteriak.


"Aku membencinya!!!" Teriak Gaby.


"Ohya?" Tangan kekar Zac kemudian merogoh underwaree milik Gaby dan menyentuh bagian sensitif Gaby.


"Tapi di sini sudah basaah." Kata Zac menekan dengan lembut.


"AAAAHHHhhhh....!!!" Gaby terlejut reflek suaranya terpekik keras desahaannya keluar karena Zac menekan bagian sensitif Gaby dengan lembut.


Zac kemudian menarik rok pendek Gaby sekaligus underwareenya. Sekali tarikan dan Zac membuangnya.


Saat itu tubuh seksi Gaby terpampang nyata di depan Zac, tubuh yang hanya memakai braa yang sudah naik di atas payudaraa Gaby, kemudian Zac membuka pengait braa itu membuat Gaby benar-benar telanjangg.


Tubuh ramping yang seperti biola itu memiliki kulit putih mulus dengan payudaraa besar yang kenyal dan sintal serta padat.


"Kau menggoda." Kata Zac.


"Aku membencimuuuu....." Kata Gaby menangis.


Kemudian Zac meremass kedua buah dada itu dengan kedua tangannya dengan lembut dan memutarnya dengan tekanan yang cukup keras lalu meremassnya dan memilinnya.


"MMNNGGGGHHH....." Gaby menggigit bibir dan menutup mata, ia menahan sekuat mungkin suaranya namun tetap tak bisa.

__ADS_1


"Lihat... Tubuhmu menyukainya." Kata Zac.


"Aku tidakk..." Kalimat Gaby terhenti tatkala bagian sensitifnya sudah di tekan pelan oleh Zac menggunakan jari jempolnya dan jari telunjuknya masuk ke dalam.


"OOOHHHHHHH..... NGGGHHHHH!!!" Tubuh Gaby membusung dan menggelinjang merasakan sentakan dan kebangkitan gairah yang tajam dan membara.


Dengan cepat Zac menggerakkan jarinya, lebih cepat dan lebih cepat.


"OOHHH... TIDAAKK... HMMGGGG....HNGGGGGG!!! OOHHHHHH!!!" Dada Gaby membusung, perutnya yang ramping pun kejang, dan tubuhnya juga bergetar karena orgasmee.


Zac menarik jarinya yang telah basah karena cairan milik Gaby lalu menjilatnya.


Gaby membuka matanya yang sayu dan tubuhnya sudah berkeringat, ia lemas setelah mengalami orgasmee.


Zac membuka kaki Gaby lebih lebar, ia pun langsung menghisap bagian sensitif milik Gaby, tidak ada jeda, tidak ada istirahat Gaby di hujami kenikmatan yang terus berlanjut.


"AAAHHHH.... TIDAAAKKK.... HMMGGGG.... OOHHHHH!!!" Desahaan Gaby begitu keras ketika lidah Zac masuk dan bermain di sana.


Apalagi ketika Zac terus menghisap dan menyedotnya lembut, semakin lama semakin cepat dan lebih cepat.


"MMMHHH....NGGGHHHH....HHHGGGG..... EEENGGGGHHHHH.....!!!" Tubuh Gaby kembali membusung.


Tangan Gaby yang di ikat tiba-tiba turun ke bawah dan menekan kepala Zac, dengan reflek, membuat lidah dan mulut Zac semakin erat menghisap, paha dan selangkaangan Gaby mengerat dan menjepit kepala Zac.


Sebuah setruman yang panjang hingga sel-sel syaraf paling terkecil milik Gaby seakan bangkit dan merasakan kenikmatan luar biasa.


Nafas Gaby memburu dan semakin cepat, keringat semakin banyak, dan matanya semakin sayu tatapannya kosong karena pikirannya sudah kosong dan otaknya hanya di penuhi dengan keinginan yang lebih agar kenikmatannya terus berlanjut.


Mulut Gaby yang berwarna pink menganga karena tubuhnya sudah kian membara tak kuasa menahan hasrat yang timbul.


Namun, bukannya Zac memasukkan benda miliknya ternyata ia masih ingin bermain-main.


Zac kemudian bangkit dari ranjang, sedangkan Gaby sendiri sudah lemas, dan pasrah, setelah merasakan orgasmee kedua nya yang panjang dan dalam, Gaby benar-benar sudah di ambang hasrat yang tinggi.


Tak berapa lama Zac membawa sesuatu, dan itu adalah wadah stainless yang berisi es, ia mengambilnya dari almari es yang ada di kamarnya.


Zac kemudian kembali naik di atas ranjang ia mengangkat kedua kaki Gaby di atas bahu kanan dan kirinya, lalu ia mengambil es tersebut lalu memakannya, ia menggigitnya hingga menjadikan remukan es.


Tak di duga, Zac kembali menyesap bagian sensitif Gaby yang berwarna pink sudah membengkak ingin di puaskan karena sudah sangat panas terbakar gairah.


Zac yang memakan remukan es, lalu menyesap bagian sensitif milik Gaby, membuat Gaby mendesaah dan berteriak kembali, sekali lagi Gaby mengapit dan menjepit kepala Zac, dengan kedua tangan yang masih terikat menjambak rambut Zac.


"OOOOHHHH....NNGGHHHHHH....OOOHHHHH....AAAHHHH!!!"


Zac masih menyesap-nyesap dengan mulutnya yang dingin karena memakan es, Gaby semakin gila dan menggila ia menggerakkan pinggulnya merasakan kenikmatan luar biasa.


"AAAHHH.... NGGHHH.... TOLOONGGG.... JANGAN... SUDAH...!!!" Kata Gaby lemas, ia sangat tersiksa dengan kenikmatan itu.


Sedangkan Zac, ia tersenyum kecil melihat tubuh Gaby sudah mulai merespon dan panas.

__ADS_1


...Bersambung~...


__ADS_2