
Malam acara Makan Malam dan pertemuan Rutin para Anggota Perserikatan Mafia telah di mulai.
Kastil besar nan mewah dengan di hiasi lampu-lampu besar menyorot ke sana dan kemari seolah menjadi penanda bahwa Kastil tersebut di jaga dengan sangat ketat dan membuat penampakan yang elegan, mewah, kuat dan begitu mengesankan.
Setiap tamu atau mafia yang akan memasuki Kastil tersebut akan di periksa bahwa mereka bersih, tidak membawa senjata apapun.
Rombongan mobil mewah yang beriringan saling berbaris tiba, mobil-mobil hitam yang mengkilap dengan pengawalan super ketat, mereka adalah Keluarga Haghwer.
Benjove keluar di ikuti oleh Daisy dan kemudian Zay di belakang orang tuanya, terlihat saat itu Gege Vamos juga berdampingan dengan Zay, karena acara malam itu harus membawa pasangan.
Dengan malas dan sangat kesal, mau tidak mau Zay harus berjalan bersama Gege Vamos, karena Ben memaksa Zay harus ikut dalam acara tersebut.
Ben menapaki bentangan karpet merah yang diikuti para sorot kamera serta lampu-lampu yang menyorot ke arahnya, dengan Daisy yang memegang lengan suaminya.
Daisy saat itu memakai gaun berwarna Gold, wajahnya yang rupawan dan awet muda bagaikan malaikat yang suci.
Sedangkan Zay, juga memakai gaun yang berwarna putih keemasan, seperti duplikat Daisy saat masih muda, begitu sempurna dan sangat cantik.
Sedangkan Ben serta Gege Vamos memakai setelan jas dan mantel yang membawa kesan berkharisma serta memiliki power kuat.
Semua wartawan dan reporter telah berkumpul dan saling berebut memotret serta meliput Benjove serta Daisy.
Mereka semua tidak tahu jika itu adalah pertemuan Rutin para Mafia, yang mereka tahu hanyalah, pertemuan para Konglomerat dan para Pemimpin yang memiliki kekuasaan elite di seluruh Dunia.
Dan memang, berita yang di sebarkan tentu di kalangan masyarakat dan di televisi, adalah Acara Amal untuk menutupi kegiatan Mafia mereka.
"Tuan Benjove, saya dengar, Tuan Muda Zac menyerahkan kembali perusahaan Haghwer pada anda, dan memilih melebarkan sayap perusahaannya sendiri, bagaimana tanggapan anda." Kata salah satu wartawan.
"Anakku tetap akan menjadi pewaris sah Haghwer, hanya saja dia sudah menjadi pria yang sangat mandiri dan memiliki obsesi yang kuat, jadi Zac akan melakukan dengan cara nya sendiri." Kata Ben.
"Lalu bagaimana dengan kabar, tentang kedekatan Nona Zay dengan Tuan Gege Vamos, apakah gosip tentang Tuan Gege Vamos yang melamar Nona Zay sebenarnya sudah di terima?"
Zay nampak kesal dengan pertanyaan wartawan yang selalu ingin tahu urusan pribadi.
__ADS_1
"Kita lihat saja, anak-anak akan menentukan sendiri siapa yang akan menemani mereka sampai maut memisahkan." Kata Ben kemudian berlalu dan diikuti oleh Daisy serta Zay dan Gege Vamos.
"Tuan Ben satu pertanyaan lagi, Tuan apakah anda akan memberikan kekuasaan anda pada Tuan Zac atau pada Nona Zay." Lanjut wartawan tersebut berteriak.
Traver dan Mena kemudian melihat ke arah Wartawan tersebut dengan pandangan dingin dan wartawan itu pun akhirnya diam karena takut.
Saat mulai masuk ke ruangan dan akan melanjutkan masuk ke dalam ruangan selanjutnya, mereka semua di periksa bahkan Traver dan Mena, jika tidak ada yang membawa senjata sekecil apapun, bahkan jepit rambut milik Zay pun di minta oleh para pengawal yang menjaga.
Dengan kesal Zay memberikannya.
Tak berapa lama. Rombongan selanjutnya pun juga tiba, itu adalah Rudolf dengan hanya beberapa kawalan, dan ia keluar dengan seorang wanita muda yang sangat cantik dan memiliki tubuh seperti biola.
Wanita itu memakai gaun merah yang sangat ketat dan memiliki lekuk tubuh begitu menawan.
"Itu Tuan Rudolf, pemilik perusahaan Konstruksi yang sangat terkenal." Kata salah satu wartawan.
"Tuan Rudolf, apalah anda akan berniat menikah tahun ini, siapa kah wanita yang sangat cantik malam ini yang menjadi pendamping anda Tuan." Kata wartawan tersebut.
"Namanya adalah Hana." Kata Rudolf.
"Kita lihat nanti." Kata Rudolf yang juga berlalu pergi meninggalkan para wartawan yang ribut.
Berselang beberapa menit, mobil milik Zac Zenith telah tiba juga, mobil-mobil tersebut berbaris rapi, dan para pengawal keluar untuk berjaga.
Yaron membuka pintu mobil, dan Zac keluar bersama Gaby, Zac mengulurkan tangannya dan Gaby menyambutnya sembari mengeluarkan kaki jenjangnya yang memakai heels berwarna gold yang begitu cocok dengan kakinya yang putih dan mulus.
Saat Gaby keluar semua wartawan tertuju pada paras cantik Gaby, bagaikan seorang puteri yang sudah sejak lama di sembunyikan.
"Astaga... Cantik sekali, apakah dia putri yang di sem uyikan, ataukan dia adalah Putri Angsa." Kata wartawan yang bsrujung membuat semua wartawan juga saling berisik memuji kecantikan Gaby.
Gaby yang saat itu memakai gaun berwarna biru laut, dengan leher jenjang dan lengan yang mulus dan putih terekspose menjadi santapan tatapan para wartawan.
Zac berdecak kesal, dan melepaskan jasnya lalu memakaikannya pada Gaby.
__ADS_1
"Aku kesal sekali." Kata Zac.
"Tapi aku sangat suka gaun ini, seperti melihat langit yang penuh dengan bintang." Kata Gaby tersenyum.
Zac kemudian menuntun Gaby, dan Gaby mengalungkan lengannya di lengan Zac. Baru beberapa langkah, dan semua wartawan sudah saling memotret, meliput, serta melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang di luar perusahaan, mereka langsung menyerang masalah pribadi.
"Nona Gaby, kabarnya anda yatim piatu." Kata salah satu wartawan.
"Kabarnya, kedua orang tua anda mengalami kecelakaan." Kata wartawan lainnya.
"Apakah anda menggaet Tuan Zac, karena keluarga anda bangkrut?" Tanya yang lainnya lagi.
"Anda sangat cantik Nona Gaby, bagaimana anda bisa secantik ini, apakah anda memggunakan kecantikan anda untuk menggaet Tuan Zac atau pria-pria kaya."
Semua informasi yang ada di sekitar masyarakat adalah informasi yang di palsukan, tentang identitas dan segala macamnya, agar masyarakat tetap tak mengetahui bahwa ada dunia mafia yang kejam di sekitar mereka.
Zac menahan kekesalannya, hampir saja Zac ingin merebut dan mematahkan semua kamera yang memotret Gaby bahkan Zac hamlir maju ingin mencekik mereka namun Gaby menahannya.
Zac juga ingat bahwa mereka semua hanyalah manusia yang bahkan lebih lemah dari serangga kecil yang hidup di mansionnya, Zac kemudian melihat ke arah Yaron, ia memberikan isyarat agar Yaron membereskan mereka.
Namun, sebelum Yaron bertindak ada seseorang yang sudah maju.
"Kata siapa Gaby dari keluarga yang bangkrut dan hanya ingin menggaet pria kaya." Kata seseorang yang suaranya terdengar rendah namun sangat tegas.
Dan ternyata itu adalah Moran Murder.
"Tuan Moran Murder." Semua langsung memotret dan berisik melihat Moran.
Sosok Moran Murder adalah sosok yang sangat di kagumi, san di hargai serta di hormati, karena Moran adalah dokter yang begitu baik, serta semua Rumah Sakit milik Murder selalu menjadi pelopor kegiatan Amal.
"Perkenalkan, Gaby Murder, dia adalah cucu kesayanganku, cucu Moran Murder." Kata Moran dengan tegas, suaranya serak namun mengandung intonasi yang jelas bahwa ia sedang mengancam pada siapapun yang akan mrendahkan Gaby.
Kemudian Moran berjalan di samping Gaby, Gaby pun melingkarkan tangannya di lengan Moran.
__ADS_1
Kini Gaby berjalan di antara Zac dan Moran, dengan melingkarkan kedua tangannya di lengan para pria-pria hebat yang akan selalu melindunginya dan menjaganya.
Bersambung~