Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia
EPISODE 198


__ADS_3

Perjuangan Gaby untuk bisa lolos dari mansion tak hanya sebatas menelusuri terowongan yang sempit dan gelap belum lagi pakaiannya menjadi kotor.


Gaby tak tahu bahwa di depan saya sudah ada seseorang yang menantinya.


Ketika Gaby menyembul kan kepalanya, wajahnya telah keluar ia mendapati sepasang kaki bersepatu hitam berada di hadapannya.


Sepatu itu sedikit terbenam dalam pasir. Meski suasana masih sedikit gelap namun dapat di pastikan Gaby dapat melihat dengan jelas wajah pria itu.


Sebagian tubuhnya masih di dalam, hanya kepala dan bahunya telah menyembul keluar.


Gaby pun mendongakkan kepalanya ke atas, matanya tertuju pada seorang pria yang sudah melihatnya dengan mata seorang pemburu.


Itu adalah wajah yang menyeramkan dengan tersenyum gembira, gigi-gigi besar berwarna kekuningan dan tajam karena di ukir dan di gergaji, lalu kepalanya botak sampai mengkilap terkena pantulan matahari. Membuat Gaby merasakan merinding.


Pria di hadapannya memakai perhiasan yang terbuat dari rantai-rantai besi di tangan-tangan dan lehernya, tubuh nya begitu besar dan berotot.


Seketika tubuh Gaby bergidik, ia takut dengan pria yang ada di hadapannya.


"Bos... Kau menemukan sesuatu?" Tanya seorang pengawal.


"Hubungi Tuan Douglas, kita menemukan anaknya.... Maka kita akan pesta!!!" Kata pria itu dengan seringai menakutkan.


Pria besar itu pun dengan kasar menarik tubuh kecil Gaby.


"TIDAKKK!!! LEPASKANN!!!" Gaby menendang dan memukul namun tenaga nya tak cukup kuat.


Pukulan serta tendangan-tendangannya hanya seperti mennggelitik.


"Gordom lepaskan Nona Gaby, saya yang akan membawa nya kembali pada Tuan Douglas." Tiba-tiba suara yang tak asing pun terdengar.


Gordom serta para anak buahnya pun seketika terdiam. Mereka adalah para penjahat dan para maniak yang ada di Pulau Tanpa Nama, ternyata semua penjahat yang ada di Pulau Tanpa Nama telah mendapatkan pengumuman langsung dari Douglas jika mereka semua yang berhasil menemukan anaknya makan akan di berikan imbalan besar.


"Aku menemukannya, dan aku akan membawanya langsung pada Tuan Douglas sesuai janjinya, dia akan memberikanku hadiah yang besar." Kata Gordom dengan wajah seram.


"Charles... Aku tidak mau kembali, aku mohon..." Pinta Gaby.


Charles adalah pengawal pribadi Gia, Charles salah satu orang kepercayaan Gia. Kali ini, Charles datang entah sebagai anak buah dari Gia ataukah dari Douglas.


"Charles... Aku mohon, apakah ibu yang mengirimmu? Katakan pada ibuku bahwa aku ingin menemukan kebahagiaanku sendiri, aku ingin meraih segala mimpiku, menjalani dengan orang yang benar-benar ku cintai." Bujuk Gaby.


Charles kemudian melemparkan sebongkah emas batangan itu adalah emas batangan yang cukup besar.


Mata Gordom pun langsung terpaku dengan emas batangan yang berada di atas pasir.

__ADS_1


Gordom dan para anak buahnya saling berebut, namun para anak buah Gordom hanya bisa melihat dengan bahagia. Tentu saja meski begitu mereka hanya akan mendapatkan upah kecil dan sisanya akan masuk ke kantong pribadi Gordom yang jahat.


Semua penjahat memang licik dan keji.


"Apa itu cukup." Kata Charles.


"Sepertinya sedikitt... Kurang..."


Charles kemudian mengeluarkan pistolnya.


"Cukup ini... Lebih dari cukup Tuan Charles." Kata Gordom tergagap.


Tubuh besar berorot yang penuh dengan tindik dan tatto itu meleleh melihat wajah Charles yang serius dan mengancam dengan pistol.


Kemudian para preman itu pun meninggalkan pantai teesebut, mereka terlihat saling berebut emas batangan yang di berikan Charles.


Sedangkan Gaby hanya menunduk dan Charles pun menghampiri.


Charles memberikan sapu tangannya.


Gaby melihat ke arah Charles, pria itu lebih tua 2 atau 3 tahun darinya, memang pria tampan yang memiliki tubuh bagus, bagi Gaby Charles seperti kakak laki-lakinya sendiri.


Charles juga adalah pengawal kepercayaan Ibunya, melalui Charles lah, Gaby dapat selalu mengikuti kabar mengenai ibunya ketika Gaby melarika diri dari rumah.


"Anda mau kemana." Tanya Charles menghapus noda kotor di wajah Gaby.


"Ku dengan namanya adalah Zac, apakah dia pria baik Nona Gaby?"


Gaby kemudian melihat pada Charles.


"Ini yang terakhir, saya akan mengantar dan mengawal anda sampai ke bandara, tapi, jika sesuatu terjadi pada anda, dan keyakinan anda tidak seperti yang anda impikan, maka anda tidak boleh menyesalinya." Kata Charles.


"Aku percaya Tuan Zac pria yang baik." Kata Gaby semangat meyakinkan Charles.


"Jika anda kekuarangan uang hubungi saya." Kata Charles.


Gaby tersenyum dan langsung memeluk Charles yang selalu ada di pihaknya.


"Kau memang seperti kakak laki-laki bagiku. Terima kasih Charles."


Kemudian Gaby melepaskan pelukannya.


"Tapi anda harus janji satu hal pada saya." Kata Charles.

__ADS_1


"Aku akan berjanji, apa itu."


"Anda akan menjaga diri dengan Baik dan segera hubungi saya jika anda kesulitan di sana." Kata Charles.


Gaby pun menganggukkan kepala dengan penuh semangat.


"Aku janji, aku akan baik-baik saja."


"Dan hubungi saya jika anda kesulitan." Kata Charles lagi.


"Iya iya...." Sahut Gaby.


"Tapi ngomong-ngomong apakah ini perintah ibuku?" Tanya Gia.


"Bukan Nona, justru Nyonya Gia ingin saya membawa anda kembali, sepertinya Nyonya Gia tidak akan setuju jika anda kembali pada keluarga Haghwer." Kata Charles.


Gaby terdiam, ia tahu alasan kenapa Ibunya tak akan setuju, bahkan ayahnya sangat marah hingga menamparkan berkali-kali.


"Jadi, saya mohon jika di luar sana anda mendapatkan masalah, langsung hubungi saya, saya akan segera datang, anda mengerti." Kata Charles.


Gaby pun mengangguk.


"Saya mendapatkan informasi, keluarga Haghwer masih di AS karena Tuan Benjove sedang mengalami kritis, tidak dapat kembali ke Negara K, kondisinya tidak memungkinkan melakukan pemindahan, atau tranfers melalui penerbangan apapun yang lebih dari satu jam." Kata Charles.


"Iya aku mengerti, aku juga ingin melihat bagaimana kondisi Tuan Ben saat ini." Kata Gaby


"Baiklah, saya akan mengamankan jalan." Kata Charles lalu menghubungi seseorang.


Hingga beberapa jam misi membantu Gaby melarikan diri pun selesai dari malam yang gelap hingga matahari menyembul, mereka akhirnya dapat meloloskan diri dari penjagaan ketat Douglas.


Charles sebenarnya telah membuat pasukannya sendiri secara diam-diam, atas komando dari Gia.


Agar sewaktu-waktu ketika Gia dan Douglas mengalami hal buruk, tentang perpisahan atau Gia sudah tak tahan lagi dengan Douglas dan memilih pergi, Gia telah memiliki pasukan nya sendiri.


Maka dari itu, Charles sebagai pengawal setia Gia, dia telah membangun kekuatan secara diam-diam di belakang Douglas.


Beberapa pengawal Douglas pun telah berkhianat dan memilih bergabung dengan Gia serta Charles.


Sebenarnya usia Charles terbilang masih muda dan tampan, namun entah mengapa Charles memilih bekerja sebagai pengawal di keluarga Douglas.


Dengan melambaikan tangan, Gaby memberikan perpisahannya terhadap Charles yang selalu saja membantunya.


Pesawat pun akhirnya membawa Gaby mengudara menemui seseorang yang Gaby yakini akan melinduingi dan menjaganya.

__ADS_1


Gaby yakin pada seseorang yang mungkin itu adalah cintanya. Kali ini Gaby akan memperjuangkannya meski apapun yang terjadi.


Bersambung


__ADS_2